Sorry, we're closed Opens Jumat at 9:00 am

Tahun: 2026

Sambut Ramadan dengan Hati Bersih, DWP Lapas Banyuwangi Gelar Pengajian dan Doa Bersama

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Menyongsong datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menggelar kegiatan pertemuan rutin yang dirangkai dengan pengajian dan doa bersama. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi, Sabtu (7/2).

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua DWP Lapas Banyuwangi, Ny. Merlin Nurasta, beserta seluruh jajaran pengurus dan anggota. Mengusung tema pembersihan hati dan penguatan spiritual, pertemuan ini bertujuan untuk mempersiapkan mental serta iman para anggota dalam menjalankan ibadah puasa.

Dalam sambutannya, Ketua DWP Lapas Banyuwangi, Merlin Nurasta, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menyucikan diri.

"Pertemuan kali ini terasa lebih istimewa karena kita berada di ambang bulan suci Ramadan. Saya berharap melalui pengajian dan doa bersama ini, kita dapat menyambut bulan puasa dengan hati yang bersih, tulus, dan penuh semangat untuk meningkatkan kualitas ibadah, baik dalam keluarga maupun mendukung tugas suami," ujar Merlin.

Lebih lanjut, Merlin menekankan pentingnya peran istri petugas pemasyarakatan dalam menjaga keharmonisan rumah tangga, terutama saat memasuki bulan penuh keberkahan. Menurutnya, ketenangan spiritual seorang istri akan berdampak positif pada performa kerja suami di lingkungan Lapas.

Selain mendengarkan tausiyah singkat mengenai keutamaan Ramadan, para anggota DWP juga melaksanakan doa bersama untuk keselamatan dan kelancaran tugas jajaran Lapas Banyuwangi.

Kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah dan diskusi ringan mengenai program kerja DWP untuk bulan-bulan mendatang. Dengan terselenggaranya pengajian ini, DWP Lapas Banyuwangi berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek religiusitas anggotanya.

Kapolsek Bosar Maligas Gelar Rakor Ketahanan Pangan Bersama PTPN IV, Pastikan Hasil Panen Jagung Diserap BULOG

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id - Ketahanan pangan bukan hanya urusan petani, tapi juga tanggung jawab semua pihak termasuk kepolisian. Polsek Bosar Maligas membuktikannya dengan menggalang rapat koordinasi bersama PTPN IV Mayang, para pangulu, kelompok tani, dan BULOG untuk memastikan hasil panen jagung tersalurkan dengan baik dan menguntungkan petani.

Kepala Kepolisian Sektor Bosar Maligas, IPTU Sonni G Silalahi, SH, saat dikonfirmasi Sabtu pagi, 7 Februari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, menjelaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam program ketahanan pangan. "Kami menggelar rapat koordinasi pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 09.30 WIB di Kantor Manager PTPN IV Mayang. Ini untuk memastikan panen jagung yang akan dilaksanakan berjalan lancar dan hasilnya diserap dengan harga yang adil," ujar Kapolsek membuka penjelasannya.

Rapat koordinasi yang berlangsung di Nagori Mayang, Kecamatan Bosar Maligas ini melibatkan berbagai stakeholder penting. "Hadir dalam rapat ini Manager PTPN IV Mayang Ir. Panuturan Marpaung, para pangulu dari nagori-nagori di sekitar areal perkebunan PTPN IV Mayang, para kelompok tani, dan yang paling penting pihak BULOG yang akan menyerap hasil panen," ungkap Kapolsek merinci peserta.

Manager PTPN IV Mayang, Ir. Panuturan Marpaung, menjelaskan latar belakang kerja sama penanaman jagung di areal PTPN. "Kami membuka areal kebun kami untuk ditanami jagung oleh kelompok-kelompok tani di sekitar perkebunan. Ini adalah program kemitraan antara PTPN dengan masyarakat sekitar. Mereka garap lahan, kami fasilitasi, hasilnya untuk mereka," kata Manager Panuturan menjelaskan skema kerjasama.

"Luas lahan yang kami buka untuk penanaman jagung cukup signifikan. Kami berharap hasil panennya nanti bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar perkebunan," tambah Ir. Panuturan dengan optimisme.

Kepala Unit Patroli Polsek Bosar Maligas, IPTU Jaya Tarigan, yang juga hadir dalam rapat, menjelaskan peran polisi dalam koordinasi ini. "Polisi berperan sebagai fasilitator dan jembatan antara petani dengan pihak-pihak yang terlibat. Kami memastikan tidak ada pihak yang dirugikan, terutama petani sebagai pihak yang paling lemah," ungkap Kanit Patroli menjelaskan fungsi kepolisian.

Yang menarik, Kapolsek dalam rapat tersebut memberikan arahan tegas kepada para petani. "Saya sampaikan kepada para petani yang bernaung di kelompok tani yang menanam jagung di areal PTPN IV Mayang agar menjual hasil panennya kepada pihak pemerintah, dalam hal ini BULOG. Jangan dijual ke tengkulak," kata IPTU Sonni dengan tegas.

Salah seorang ketua kelompok tani yang hadir, yang tidak ingin disebutkan namanya, memberikan tanggapan positif. "Kami sangat terbantu dengan arahan Kapolsek. Selama ini kami sering bingung harus jual kemana hasil panen. Kalau ada jaminan BULOG akan beli, kami tenang karena harganya pasti lebih baik daripada tengkulak," ungkap ketua kelompok tani dengan lega.

Bhabinkamtibmas AIPTU John Mestika, yang sejak awal terlibat mendampingi program penanaman jagung, menjelaskan kondisi di lapangan. "Jagung yang ditanam di areal PTPN IV Mayang sudah mendekati masa panen. Kondisinya bagus, hasil diperkirakan memuaskan. Kami terus pantau perkembangannya," kata Bhabinkamtibmas memberikan update.

"Tugas saya sebagai Bhabinkamtibmas adalah menjembatani antara masyarakat dengan berbagai pihak. Dari penanaman sampai panen, bahkan sampai penjualan, kami dampingi terus. Ini bagian dari Polmas (Polisi Masyarakat) yang kami jalankan," tambah AIPTU John menjelaskan perannya.

Perwakilan BULOG yang hadir dalam rapat memberikan komitmen penyerapan. "BULOG siap menyerap hasil panen jagung dari para petani dengan harga yang sesuai HPP (Harga Pembelian Pemerintah). Kami apresiasi Polsek Bosar Maligas yang memfasilitasi koordinasi ini," kata perwakilan BULOG memberikan kepastian.

Para pangulu nagori di sekitar PTPN IV Mayang juga menyambut baik koordinasi ini. Salah satu pangulu yang hadir menyatakan, "Kami sebagai pemerintah nagori sangat mendukung program ini. Ini membuka lapangan kerja bagi warga kami dan meningkatkan ekonomi desa. Terima kasih kepada PTPN IV dan Polsek yang memfasilitasi," ungkap pangulu dengan apresiasi.

Kapolsek Bosar Maligas menekankan bahwa koordinasi seperti ini akan terus dilakukan. "Ini bukan rapat yang sifatnya seremonial. Kami akan terus monitor pelaksanaannya. Dari persiapan panen, pelaksanaan panen, sampai penjualan ke BULOG, kami akan kawal," kata IPTU Sonni dengan komitmen tinggi.

Kanit Patroli IPTU Jaya Tarigan menambahkan bahwa Polsek Bosar Maligas siap mengawal proses penjualan agar tidak ada pihak yang curang. "Kami akan pastikan timbangan jujur, harga sesuai, dan petani mendapat haknya. Kalau ada yang coba-coba main curang, kami siap tindak," ungkap Kanit Patroli dengan tegas.

Rapat koordinasi berlangsung sekitar dua jam dan menghasilkan beberapa kesepakatan penting. "Kami sepakat jadwal panen, mekanisme penjualan ke BULOG, dan komitmen semua pihak untuk saling mendukung. Ini adalah win-win solution untuk semua," kata Kapolsek menjelaskan hasil rapat.

Manager PTPN IV Mayang juga menyampaikan komitmennya. "PTPN IV akan terus mendukung program ketahanan pangan. Ke depan, kami akan buka lebih banyak lagi areal untuk kemitraan dengan petani. Ini bagian dari tanggung jawab sosial kami," ungkap Ir. Panuturan Marpaung.

Di akhir keterangannya, Kapolsek menyampaikan harapannya. "Kami berharap koordinasi seperti ini bisa menjadi model untuk program-program ketahanan pangan lainnya. Dengan sinergi yang baik antara polisi, BUMN, pemerintah desa, dan masyarakat, ketahanan pangan bukan lagi mimpi tapi kenyataan," pungkas IPTU Sonni G

Silalahi menutup keterangannya dengan optimisme tinggi akan keberhasilan program ketahanan pangan di wilayah Polsek Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun.

Pimpin Aksi Bersih Pantai Pangandaran, Kapolda Jabar Ajak Masyarakat Jangan Buang Sampah Sembarangan

Pangandaran || Jejak-indonesia.id – Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Barat Pangandaran, Kabupaten Pangandaran pada Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir serta meningkatkan kualitas destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.

Aksi lingkungan ini melibatkan ribuan peserta, termasuk Kapolres Pangandaran, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, serta mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti. Hadir pula unsur Forkopimda dan berbagai elemen masyarakat yang bahu-membahu menyisir area pantai dari sampah.

Meski secara umum kondisi pantai dinilai cukup bersih, Kapolda Jabar menyoroti masih ditemukannya sampah plastik dan puntung rokok yang berserakan. Menurutnya, limbah tersebut berpotensi merusak ekosistem lingkungan dan memperburuk citra Pangandaran sebagai tujuan wisata internasional.

“Pantainya sudah cukup bersih, namun kami masih menemukan puntung rokok yang dibuang sembarangan. Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Kebiasaan membuang sampah sembarangan harus dihentikan melalui kesadaran kolektif,” tegas Irjen Pol. Rudi Setiawan di sela-sela kegiatan.

Senada dengan Kapolda, Susi Pudjiastuti memberikan pesan tegas agar masyarakat memiliki kesadaran mandiri dalam menjaga kebersihan tanpa harus menunggu teguran. Sementara itu, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami secara khusus mengimbau para wisatawan dan masyarakat, terutama perokok aktif, untuk lebih disiplin dalam membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Aksi bersih pantai ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Dengan lingkungan yang bersih, nyaman, dan bermartabat, daya tarik wisata Pangandaran diharapkan terus meningkat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Gerakan Indonesia ASRI di Parapat! Kapolres Simalungun Pimpin Ratusan Personel Bersihkan Kawasan Wisata Danau Toba

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id - Pantai Bebas Parapat yang biasanya ramai wisatawan, Sabtu pagi ini dipenuhi pemandangan berbeda. Ratusan personel berseragam dari Polres Simalungun, TNI, Polisi Air, hingga pegawai pemerintahan kompak mengangkat sampah, membersihkan drainase, dan merapikan jalanan. Di tengah mereka, tampak Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang ikut berkeringat bersama anak buahnya.

Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi Sabtu siang, 7 Februari 2026, sekitar pukul 11.20 WIB, menjelaskan kegiatan luar biasa ini. "Kapolres kami AKBP Marganda Aritonang, SH, SIK, MM, pada Sabtu pagi ini langsung memimpin Gerakan Indonesia ASRI—singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Ini gerakan nasional yang baru saja diluncurkan Presiden RI dalam Rakornas Pemerintahan tanggal 2 Februari 2026," ujar Kasi Humas membuka penjelasannya.

Gerakan Indonesia ASRI merupakan program ambisius pemerintah untuk memperbaiki lingkungan dan hunian di seluruh Indonesia. "Presiden sangat concern dengan kebersihan lingkungan. Beliau ingin Indonesia tidak hanya maju, tapi juga bersih dan asri. Polres Simalungun langsung merespons dengan action nyata," ungkap AKP Verry dengan antusias.

Pagi itu, sekitar pukul 08.15 WIB, di halaman Siantar Hotel Parapat, Kapolres memimpin apel gabungan yang diikuti ratusan personel. "Saya ingin seluruh personel memahami bahwa ini bukan sekadar kerja bakti biasa. Ini adalah gerakan nasional yang harus kita wujudkan dengan sepenuh hati. Jaga sinergitas, tunjukkan sikap humanis kepada masyarakat," kata Kapolres dalam arahannya yang penuh semangat.

Yang membuat kegiatan ini istimewa adalah keterlibatan massif lintas instansi. Hadir langsung Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Simalungun NY. Nanik M. Aritonang bersama Ibu Wakil Ketua NY. Ennik Imam. "Para ibu Bhayangkari tidak hanya datang, tapi ikut turun tangan membersihkan sampah. Ini sangat inspiring," ungkap Wakapolres Simalungun KOMPOL Imam Alriyuddin, SH, MH.

Seluruh jajaran pimpinan Polres Simalungun hadir lengkap: Kabag Ops KOMPOL M. Manik, Kabag SDM KOMPOL Manaek Sahala Ritonga, Kabag Log KOMPOL Pandapotan Butar Butar, semua Kasat dari Reskrim hingga Binmas, seluruh Kasie, Kasubbag, para perwira, brigadir, dan ASN. "Total ratusan personel Polres Simalungun terlibat," kata Kabag Ops.

Personel Kodim 0207/Simalungun juga hadir dalam jumlah signifikan. "TNI dan Polri bahu membahu. Ini menunjukkan soliditas kita dalam mengabdi kepada rakyat," kata salah satu perwira TNI dengan bangga.

Personel Satuan Polisi Air Polda Sumut yang khusus datang dari Medan juga turut serta. "Kami fokus di area pantai dan tepi Danau Toba. Membersihkan sampah yang terapung di air, membersihkan dermaga. Ini bagian dari tugas kami menjaga kelestarian Danau Toba," ungkap personel Sat Pol Air.

Pegawai Kecamatan Girsang Sipangan Bolon juga bergabung. "Kami sangat senang bisa kerja sama dengan Polres dan TNI. Biasanya kami kerja sendiri, sekarang ada dukungan besar. Ini membuat kami lebih semangat," kata salah satu pegawai kecamatan.

Bahkan Kasidokkes Polres Simalungun, dr. Siro Venesia Banjarnahor, ikut turun langsung. "Saya tidak hanya mengawasi dari jauh. Sebagai dokter, saya tahu betul pentingnya lingkungan bersih untuk kesehatan masyarakat. Makanya saya ikut bersihkan sampah," ungkap dokter Siro sambil tersenyum.

Setelah apel, Kapolres membagi personel ke beberapa titik strategis. "Pukul 08.35 WIB, semua personel bergerak sesuai pembagian zona. Kami fokus dari Jalan Parapat Hita sampai Pantai Bebas Parapat. Tidak ada yang terlewat," kata Kapolsek Parapat AKP Mantho Pandiangan, SH.

Bentuk kegiatan sangat komprehensif. "Kami bersihkan sampah di jalan, trotoar, drainase, taman, area parkir, bahkan sudut-sudut yang biasanya terlupakan. Dari sampah plastik, botol, dedaunan, lumpur, semua kami angkut," kata Kasat Samapta AKP Heddy Marpaung yang terlihat berkeringat.

Ibu Ketua Bhayangkari NY. Nanik M. Aritonang memberikan contoh inspiratif. "Saya lihat beliau tidak malu kotor-kotoran. Beliau pegang sapu, angkat sampah, bersihkan drainase. Ini teladan yang luar biasa," ungkap Kasat Binmas AKP Dorlan Pasaribu dengan kagum.

Selama 2,5 jam, ratusan personel bekerja tanpa henti. "Semua kompak, semangat, dan penuh dedikasi. Tidak ada yang mengeluh lelah. Semua sadar ini untuk kebaikan bersama," kata Kabag SDM KOMPOL Manaek Sahala Ritonga.

Sinergi TNI-Polri-Pemerintah Daerah terlihat sangat solid. "Kami bekerja seperti satu tim. Tidak ada sekat institusi. Semua punya tujuan sama: mewujudkan Parapat yang ASRI," ungkap perwira Kodim yang terlibat.

Masyarakat sekitar memberikan respons luar biasa positif. Seorang pedagang sate di tepi jalan bercerita, "Pagi-pagi saya sudah lihat rombongan besar berseragam bersihkan jalan. Saya kira ada apa. Ternyata kerja bakti dipimpin langsung Kapolres. Luar biasa! Jarang ada pejabat mau kotor-kotoran begini," kata pedagang dengan mata berkaca-kaca.

Seorang wisatawan dari Medan yang sedang berlibur di Parapat juga terkesan. "Saya kaget lihat ratusan polisi dan TNI bersihkan sampah. Di Medan jarang lihat yang seperti ini. Kalau semua daerah begini, Indonesia pasti bersih," ungkap wisatawan.

Hingga pukul 10.30 WIB, kegiatan selesai dengan hasil maksimal. "Kawasan Parapat sekarang jauh lebih bersih. Jalan bersih, drainase lancar, taman rapi, pantai kinclong. Hasilnya sangat memuaskan," kata Kapolsek Parapat dengan puas.

Kapolres Simalungun dalam penutupan menyampaikan pesan penting. "Gerakan Indonesia ASRI bukan program sesaat. Ini komitmen jangka panjang. Saya berharap masyarakat Parapat ikut menjaga kebersihan yang sudah kita ciptakan bersama hari ini. Mari kita jaga Parapat tetap ASRI," kata AKBP Marganda Aritonang.

Kasat Reskrim AKP Herison Manullang yang juga terlibat menambahkan, "Kami akan jadikan ini kegiatan rutin. Setiap bulan kami akan lakukan kerja bakti mendukung Gerakan Indonesia ASRI. Parapat harus menjadi role model kawasan wisata bersih di Indonesia."

Wakapolres KOMPOL Imam Alriyuddin menutup dengan optimisme. "Dengan semangat seperti hari ini, saya yakin Gerakan Indonesia ASRI akan berhasil. Tidak hanya di Parapat, tapi di seluruh Simalungun, bahkan seluruh Indonesia," pungkas Wakapolres dengan penuh harapan, sambil mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan demi terwujudnya Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Program 1 Polisi 1 Ha Polres Simalungun Panen Raya Jagung 30 Rante, Dukung Ketahanan Pangan 100 Hari Kerja Presiden

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia - Program ketahanan pangan berbasis desa yang digalakkan Polri mulai menuai hasil. Polsek Perdagangan Polres Simalungun berhasil memfasilitasi panen jagung hibrida seluas 30 rante (sekitar 4,8 hektar) di Nagori Pematang Kerasaan, sebagai wujud nyata mendukung program 100 hari kerja Presiden RI.

Kepala Kepolisian Sektor Perdagangan, IPTU Patar Banjarnahor, SH, MH, saat dikonfirmasi Sabtu malam, 7 Februari 2026, sekitar pukul 21.00 WIB, menjelaskan kesuksesan program 1 Polisi 1 Ha yang dijalankan wilayahnya. "Alhamdulillah, program ketahanan pangan yang kami jalankan bersama BUMNAG Abadi Jaya sudah panen pada Senin, 2 Januari 2026. Ini adalah bukti nyata Polri hadir untuk rakyat, bukan hanya dalam urusan keamanan tapi juga ketahanan pangan," ujar Kapolsek membuka penjelasannya dengan bangga.

Program ini merupakan implementasi dari instruksi Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara untuk mendukung ketahanan pangan nasional. "Dasar program ini adalah Surat Kapolri Nomor B/18415/X/BIN.1.2025/SSDM tanggal 2 November 2024 tentang pedoman teknis pelaksanaan program ketahanan pangan, serta Telegram Kapolda Sumut Nomor ST/951/X/KEP/2024 yang memerintahkan seluruh jajaran di Sumut mendukung program 100 hari kerja Presiden," ungkap IPTU Patar menjelaskan landasan hukum.

Panen jagung dilaksanakan pada Senin, 2 Januari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di ladang milik Suandi Pandiangan di Nagori Pematang Kerasaan Rejo, Kecamatan Bandar. "Kami mulai pukul 08.30 WIB dengan melibatkan petani setempat dan didampingi oleh Bhabinkamtibmas kami, AIPTU Idris F Pasaribu," kata Kapolsek menjelaskan pelaksanaan.

Suandi Pandiangan, petani pemilik lahan sekaligus Ketua BUMNAG Abadi Jaya Nagori Pematang Kerasaan, menceritakan perjalanan penanaman hingga panen. "Kami tanam jagung hibrida jenis BISI 18 pada tanggal 11 Oktober 2025. Jadi waktu tanam sampai panen sekitar 2,5 bulan. Luas lahan yang kami garap 30 rante atau sekitar 4,8 hektar," ungkap Suandi menjelaskan detail teknis.

"Program ini bekerjasama dengan BUMNAG Nagori Pematang Kerasaan. Modal dan dukungan teknis dari BUMNAG, kami sebagai petani yang menggarap. Polsek Perdagangan menjadi fasilitator dan pendamping," tambah Suandi menjelaskan skema kerjasama.

Bhabinkamtibmas AIPTU Idris F Pasaribu, yang sejak awal terlibat mendampingi program ini, menceritakan peran polisi dalam ketahanan pangan. "Tugas kami bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga memastikan program-program pembangunan berjalan lancar. Dari tanam sampai panen, kami dampingi terus. Konsultasi dengan petani, koordinasi dengan BUMNAG, semua kami lakukan," ungkap Bhabinkamtibmas menjelaskan perannya.

"Kami juga yang mengawal dari sisi administrasi, memastikan data petani lengkap. Pak Suandi dengan NIK 120823020470006 dan HP 0852-7375-0124 sudah kami data dengan baik, termasuk koordinat lokasi lahannya di titik 309958, 99, 29667, 66, 1m, 19 derajat," tambah AIPTU Idris menjelaskan detail pendataan.

Kapolsek Perdagangan menegaskan bahwa program ini bukan sekadar formalitas. "Ini bukan program di atas kertas. Kami benar-benar turun ke lapangan, dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, sampai panen. Bahkan sekarang kami sedang koordinasi untuk penjualan hasil panen ke BULOG," kata IPTU Patar dengan antusias.

Tentang hasil panen, Suandi Pandiangan memberikan gambaran. "Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan. Sekarang kami sedang proses penjemuran dan penggilingan. Setelah kering dan bersih, kami akan koordinasi dengan Polsek Perdagangan untuk penjualan ke BULOG agar harganya stabil dan menguntungkan petani," ungkap Suandi menjelaskan tahapan pasca panen.

Kapolsek menambahkan bahwa koordinasi dengan BULOG sudah berjalan. "Kami sudah komunikasi dengan BULOG untuk penyerapan hasil panen. Ini penting agar petani mendapat harga yang layak dan tidak dimainkan tengkulak. Target kami, hasil panen ini akan diserap BULOG dengan harga yang menguntungkan petani," kata IPTU Patar menjelaskan strategi pemasaran.

Program 1 Polisi 1 Ha ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional berbasis anggaran desa tahun 2025. "Ini adalah pilot project di wilayah kami. Kalau berhasil, akan kami replikasi di nagori-nagori lain. Target kami, setiap polsek punya minimal satu lokasi program ketahanan pangan," ungkap Kapolsek menjelaskan visi ke depan.

Bhabinkamtibmas AIPTU Idris menambahkan bahwa program ini mendapat respons positif dari masyarakat. "Masyarakat sangat antusias. Banyak petani lain yang bertanya dan ingin ikut program serupa. Mereka melihat bahwa polisi tidak hanya bisa menangkap penjahat, tapi juga bisa membantu meningkatkan kesejahteraan," kata AIPTU Idris dengan bangga.

Suandi Pandiangan sebagai petani pelaksana juga memberikan testimoni positif. "Dengan program ini, kami merasa didampingi dan tidak sendirian. Ada Polsek yang membantu, ada BUMNAG yang mendukung modal. Kami tinggal serius menggarap lahan. Hasilnya juga dijamin ada yang beli. Ini sangat membantu kami," ungkap Suandi dengan penuh syukur.

Kapolsek Perdagangan menegaskan bahwa kegiatan panen berjalan dengan aman dan kondusif. "Tidak ada kendala sama sekali. Situasi aman, petani senang, hasil memuaskan. Ini adalah bukti bahwa program ketahanan pangan berbasis desa sangat efektif," kata IPTU Patar.

Di akhir keterangannya, Kapolsek menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat. "Terima kasih kepada BUMNAG Abadi Jaya, Pak Suandi beserta petani, Bhabinkamtibmas kami AIPTU Idris, dan semua pihak yang mendukung. Program ini membuktikan bahwa Polri Promoter, Polri yang tidak hanya menjaga keamanan tapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat," pungkas IPTU Patar Banjarnahor

menutup keterangannya dengan penuh optimisme akan keberhasilan program ketahanan pangan di wilayah Polsek Perdagangan, Polres Simalungun.