Opening soon Opens today at 9:00 am

Bulan: Februari 2026

Pengeroyokan Maut di Jalur Situbondo–Banyuwangi, Polresta Amankan 14 Orang, Tiga Pelaku Masih Buron

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Peristiwa penganiayaan secara bersama-sama terjadi di Jalan Raya Situbondo–Banyuwangi dan mengakibatkan satu orang korban meninggal dunia. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi hingga saat ini telah mengamankan 14 orang yang diduga berada di lokasi kejadian, sementara tiga pelaku utama masih dalam pengejaran.

Menurut keterangan Wakasat Reskrim Polresta Banyuwangi, IPTU Didik Harianto, saat doorstop di Mako Polresta Banyuwangi, Jumat (06/02/2026), dari hasil pemeriksaan sementara lima orang teridentifikasi melakukan pemukulan secara langsung terhadap korban.

“Dari sekitar 18 orang yang berada di lokasi kejadian, seluruhnya sempat diamankan untuk pemeriksaan. Dari hasil pendalaman, lima orang teridentifikasi melakukan pemukulan secara bersama-sama, sementara tiga lainnya masih kami buru,” ujar IPTU Didik Harianto.

Korban diketahui mengalami luka serius pada bagian kepala akibat penganiayaan menggunakan alat berupa gitar serta tangan kosong. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis.

IPTU Didik Harianto menjelaskan, kejadian bermula saat sekelompok anak punk mengamen dan bergerombol di depan rumah korban, bahkan menghentikan kendaraan yang melintas sehingga menimbulkan kemacetan dan bunyi klakson dari pengguna jalan. Kondisi tersebut membuat ibu korban merasa risih, hingga terjadi cekcok yang berujung pada tindak kekerasan.

“Pelaku emosi dan terjadi pengeroyokan secara bersama-sama terhadap korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” jelasnya.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi telah mengamankan barang bukti berupa gitar yang digunakan untuk memukul korban serta pakaian korban saat kejadian. Sebelumnya, dua pelaku berhasil diamankan lebih awal, sementara satu pelaku kembali diamankan pada malam hari di wilayah Situbondo. Tiga pelaku lainnya diketahui melarikan diri ke arah barat dan saat ini masih dalam pengejaran intensif aparat kepolisian.

Sebagai langkah antisipasi gangguan keamanan, Polresta Banyuwangi meningkatkan patroli gabungan bersama polsek jajaran serta melakukan pembubaran terhadap kelompok pemuda yang berpotensi mengganggu kamtibmas, khususnya di jalur rawan.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 262 KUHP baru dan Pasal 466 KUHP baru tentang penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Penyidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap peran masing-masing pelaku serta memburu tiga tersangka lainnya yang hingga kini masih melarikan diri.

Kerahkan Satgas Jalan Berlubang, Banyuwangi Perbaiki Ratusan Titik Jalan Target Tuntas Sebelum Lebaran

NYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Pemkab Banyuwangi terus melakukan perbaikan jalan demi kenyamanan pengendara. Melalui Satgas Jalan Berlubang, petugas menyasar jalur di sejumlah wilayah di Banyuwangi.

Sejumlah ruas jalan disisir oleh Satgas Jalan Berlubang. Di wilayah perkotaan di antaranya di Jalan Kepiting, Kolonel Sugiono, MT Haryono, Imam Bonjol, Kartini, Sayuwiwit, D.I Panjaitan, dan MH Thamrin.

Satgas jalan berlubang di Banyuwangi terbagi dalam 4 UPTD. Yakni UPTD Banyuwangi. rogojampi, Genteng, dan Bangorejo. Mereka hari ini Kamis (5/2/2026) mulai bergerak melakukan perbaikan jalan.

Asisten Administrasi Umum Pemkab Banyuwangi, Budi Santoso mengatakan, perbaikan jalan, khususnya yang berlubang, telah mulai dilakukan di sejumlah wilayah Banyuwangi.

"Perbaikan jalan terus kita lakukan. Hari ini saja hampir 150 titik jalan yang kita lakukan perbaikan. Targetnya, di Lebaran nanti perbaikan jalan-jalan utama baik di kota maupun di desa selesai," kata Budi saat meninjau proses perbaikan jalan berlubang di Jalan Kepiting, Banyuwangi, Kamis (5/2/2026).

Ia menambahkan, perbaikan diprioritaskan pada jalan-jalan protokol dan ruas dengan tingkat lalu lintas tinggi. Metode perbaikan dilakukan dengan penambalan menggunakan hotmix.

Menurutnya, salah satu faktor pemicu jalan berlubang yakni curah hujan yang tinggi, kemudian menimbulkan genangan air sehingga mengikis sedimen aspal jalan.

Meski begitu pihaknya mengambil langkah solutif untuk mengatasi jalan berlubang di Banyuwangi dengan program penambalan jalan yang terus menerus digencarkan.

"Tim bakal standby, secara bertahap ketika ada laporan jalan berlubang langsung kita gerak untuk dilakukan perbaikan dan penambalan," kata Budi.

Budi menargetkan, seluruh jalan berlubang bisa dijangkau. Sehingga faktor kecelakaan akibat jalan berlubang bisa ditekan sekecil mungkin.

"Karena perbaikan ini upaya kami memastikan keselamatan, kenyamanan, dan keamanan bagi masyarakat. Khususnya para pengguna jalan yang melintas," tutur dia. (*)

Kokoon Banyuwangi Luncurkan Sajadah Vol. 3, Iftar Ramadhan dengan Konsep Baru dan Tarif Variatif

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Hotel Kokoon Banyuwangi kembali menghadirkan program buka puasa Ramadhan bertajuk Sajadah Vol. 3, yang dikemas lebih meriah dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Program ini menjadi kelanjutan dari kesuksesan Sajadah Vol. 2 yang mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

General Manager Hotel Kokoon Banyuwangi, Weni Kristanti, menyampaikan bahwa Sajadah Vol. 3 hadir dengan sejumlah pembaruan, baik dari sisi konsep maupun pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung.

“Tahun ini Sajadah kami kemas berbeda dari tahun lalu. Antusiasme masyarakat pada Sajadah Vol. 2 sangat tinggi, bahkan jumlah pengunjung iftar tercatat lebih dari 6.000 orang. Hal tersebut menjadi motivasi kami untuk menghadirkan Sajadah Vol. 3 yang lebih menarik,” ungkap Weni Kristanti.

Ia menegaskan, Hotel Kokoon Banyuwangi berkomitmen memberikan pengalaman berbuka puasa yang tidak hanya menghadirkan sajian kuliner, tetapi juga suasana dan pelayanan yang berkesan selama bulan Ramadhan.

Sementara itu, Manager Food & Beverage Hotel Kokoon Banyuwangi, Distira Yudha, menjelaskan bahwa Sajadah Vol. 3 juga dilengkapi dengan berbagai program hadiah menarik bagi para tamu.

“Di Sajadah Vol. 3 kami menyiapkan beragam hadiah, mulai dari voucher harian hingga grand prize Umroh. Selain itu, paket iftar kami hadirkan di seluruh area yang ada di Kokoon Hotel dengan pilihan harga yang variatif,” jelas Distira Yudha.

Untuk paket buka puasa, Hotel Kokoon Banyuwangi menawarkan beberapa pilihan lokasi dengan tarif berbeda. Ijen Restaurant dibanderol dengan harga Rp158.000 per orang, Rooftop sebesar Rp148.000, sementara Garden Area ditawarkan dengan harga paling terjangkau yakni Rp138.000 per orang.

Dengan variasi lokasi, konsep kuliner Nusantara, serta deretan hadiah menarik, Sajadah Vol. 3 diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pengunjung dan kembali menjadi salah satu program iftar favorit di Banyuwangi selama bulan Ramadhan. (**)

Jelang Ramadhan Satgas Pangan Polda Jatim Sidak Sejumlah Pasar di Surabaya

SURABAYA || Jejak-indonesia.id - Satgas Pangan Polda Jawa Timur kembali melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah pasar, pada Kamis (5/2), salah satunya pasar Pucang Anom Surabaya.

Sidak ini bertujuan untuk memastikan kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) jelang Ramadhan.

Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol H.M Sihombing mengatakan, pihaknya akan terus memastikan untuk harga bahan pokok di pasaran tetap stabil dan tidak melebihi HET yang sudah ditentukan pemerintah, meski ada sedikit kenaikan namun cenderung stabil.

"Komitmen kami dari Satgas Pangan Polda Jatim untuk turut menjaga stabilisasi harga bahan pokok,"ujar Kombes Sihombing di Pasar Pucang Surabaya, Kamis (5/2/2026).

Terkait kestabilan harga, pihaknya dengan tegas mengatakan bahwa tidak akan pandang bulu jika ada oknum yang bermain (harga) pada komoditas pangan.

Kombes H.M Sihombing juga menegaskan akan melakukan pengawasan secara menyeluruh di berbagai daerah yang ada di Jawa Timur.

Hasil sidak, lanjut Dirreskrimsus Polda Jatim terpantau harga Bapokting di Surabaya relatif stabil, bahkan cenderung ada kenaikkan untuk beberapa komoditas. Namun, tidak terlalu signifikan.

Sementara itu, Andriko Noto selaku Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional yang juga hadir dalam sidak tersebut mengapresiasi Dirreskrimsus Polda Jawa Timur atas kerjasamanya dalam memantau harga sembako.

“Kami mengapresiasi Satgas Pangan Polda Jatim yang sudah bekerja untuk membantu masyarakat dalam menstabilkan harga bahan pokok," ungkap Andriko.

Ia meminta Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim untuk segera menindak para pengusaha yang nakal.

Badan Pangan Nasional juga mengimbau kepada seluruh pengusaha agar tidak menaikkan harga menjelang Ramadhan.

“Menghadapi bulan suci Ramadhan, kami sekali lagi mengimbau kepada seluruh pengusaha agar tidak menaikkan harga,” tandas Andriko. (*)

Taruna Akpol Latsitardanus di Aceh Tamiang, Bersihkan Lumpur Pasar hingga Santuni Korban Hanyut

ACEH TAMIANG || Jejak-indonesia.id – Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang tergabung dalam kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) melaksanakan sejumlah kegiatan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (4/2/2026).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Satlat Kijang melaksanakan pembersihan lumpur di kawasan Pasar Bawah Aceh Tamiang. Hal ini dilakukan bersama masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian Taruna Akpol terhadap lingkungan pascabencana.
Selain itu, Taruna Akpol juga melaksanakan silaturahmi dan kunjungan kemanusiaan kepada warga yang menjadi korban hanyut di sungai. Kunjungan dilakukan sebagai bentuk empati serta dukungan moril kepada korban dan keluarga yang terdampak musibah.
Tak hanya itu, Taruna Akpol turut melaksanakan kegiatan bhakti sosial dengan membagikan tas sekolah dan perlengkapan alat tulis kepada anak-anak di wilayah tersebut.

Kegiatan ini bertujuan membantu kebutuhan pendidikan sekaligus memotivasi anak-anak agar tetap semangat belajar meski dalam kondisi pascakejadian bencana.

Silaturahmi kepada anak korban hanyut dilaksanakan pada Selasa (4/2/2026) pukul 14.00 WIB di kediaman korban. Kegiatan tersebut diikuti oleh Taruna Akpol bersama tim kesehatan lapangan Akpol yang secara langsung memantau perkembangan kondisi kesehatan anak pascakejadian. Selain memberikan motivasi dan dukungan moril kepada korban dan keluarga, Taruna Akpol juga menyerahkan kenang-kenangan sebagai wujud kepedulian dan empati.

Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa keterlibatan Taruna Akpol dalam kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari pembentukan karakter serta penguatan empati sosial calon perwira Polri.

“Kegiatan Latsitardanus ini tidak hanya melatih aspek kedisiplinan dan integrasi antarlembaga, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat. Taruna Akpol hadir untuk membantu masyarakat secara nyata, terutama saat menghadapi situasi sulit akibat bencana,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago.

Menurutnya, kehadiran Taruna Akpol di tengah masyarakat diharapkan mampu mempererat hubungan Polri dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab sosial sejak dini.

“Melalui kegiatan sosial seperti pembersihan lingkungan, kunjungan kepada korban musibah, hingga bhakti sosial untuk anak-anak, diharapkan terbangun kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat. Ini menjadi bekal penting bagi Taruna Akpol sebagai calon pemimpin Polri di masa depan,” tutupnya.

error: Content is protected !!