Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Januari 2026

Sonny T. Danaparamita Minta Audit Total Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Sulawesi, Hak Korban Harus Dipenuhi Negara

JAKARTA || jejakindonesia.id — Tragedi kecelakaan pesawat ATR 42-500 di wilayah Sulawesi mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita. Ia menegaskan bahwa keselamatan penerbangan tidak boleh ditawar dan harus menjadi prioritas utama negara.

Negara Hadir di Tengah Duka

Sonny menyampaikan rasa belasungkawa mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Ia berharap para korban yang gugur saat menjalankan tugas negara mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Ini adalah duka kita bersama. Para korban menjalankan amanah negara dan sudah sepatutnya negara hadir secara penuh untuk mereka dan keluarganya,” ujar Sonny.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Basarnas dan seluruh unsur gabungan yang bergerak cepat dalam proses pencarian serta evakuasi di medan yang tidak mudah.

KNKT Diminta Buka Fakta Secara Terang
Menanggapi penyebab kecelakaan, Sonny mendesak KNKT melakukan penyelidikan komprehensif dan menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada publik. Menurutnya, transparansi menjadi kunci untuk membangun kepercayaan dan meningkatkan standar keselamatan penerbangan.

“Apakah ada kesalahan manusia atau persoalan teknis, semua harus diuji secara objektif. Jika ditemukan kelalaian, maka sanksi harus diberikan tanpa ragu,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebagai negara kepulauan dengan ketergantungan tinggi pada transportasi udara, Indonesia tidak boleh lengah dalam urusan keselamatan.

Tanggung Jawab KKP terhadap Keluarga Korban
Karena sejumlah korban diketahui merupakan aparatur Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sonny meminta kementerian terkait segera mengambil langkah konkret dan cepat.

Beberapa hal yang ia tekankan antara lain:
Pendampingan menyeluruh kepada keluarga korban sejak awal hingga proses pemakaman selesai
Fasilitasi keberangkatan keluarga ke lokasi kejadian
Pemrosesan hak korban, termasuk santunan dan kenaikan pangkat anumerta
Evaluasi menyeluruh terhadap prosedur penugasan dan standar keselamatan
Menurut Sonny, evaluasi internal penting dilakukan agar setiap penugasan ke depan benar-benar mengedepankan aspek keselamatan.

Keselamatan Tak Boleh Diabaikan

Di akhir pernyataannya, Sonny menekankan bahwa kecelakaan memang tidak diinginkan siapa pun, namun pembiaran terhadap kelalaian adalah hal yang tidak bisa ditoleransi.

“Mengungkap penyebab dan menindak pihak yang lalai adalah bentuk tanggung jawab negara demi mencegah tragedi serupa terulang,” pungkasnya. (*)

Kapolda Aceh Puji Dedikasi Personel dalam Penanganan Bencana pada Upacara Hari Kesadaran Nasional

ACEH || jejakindonesia.id – Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah, M.M., menegaskan komitmen seluruh jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Aceh untuk memegang teguh standar pelayanan tinggi, khususnya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di Provinsi Aceh. Penegasan ini disampaikan Kapolda saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Apel Mapolda Aceh, Senin (19/1/2026).

Dalam amanatnya, Irjen Pol. Marzuki memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para personel yang terus bersiaga di lokasi-lokasi bencana. Menurutnya, anggota Polri telah menunjukkan integritas dan empati yang nyata dalam menghadapi situasi darurat di lapangan.

"Polisi telah teruji ketulusan dan kesabarannya dalam melaksanakan tugas penanganan bencana alam di wilayah Provinsi Aceh selama ini," ujar Kapolda di hadapan para peserta upacara.

Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk tetap setia pada tugas pokok Polri sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat. Kapolda menekankan bahwa selain fokus pada misi kemanusiaan, stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta penegakan hukum yang berkeadilan harus tetap menjadi prioritas utama.

Mengingat cuaca ekstrem yang masih memicu bencana di sejumlah titik, Kapolda meminta jajaran Polda Aceh terus mengedepankan aksi kemanusiaan untuk meringankan beban warga. Ia juga mengingatkan para personel untuk senantiasa menjaga kondisi fisik dan kekuatan spiritual dalam bertugas.

"Tingkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan senantiasa jaga kesehatan, sehingga kita dapat terus memberikan pengabdian terbaik bagi nusa dan bangsa," pungkasnya.

Upacara tersebut turut dihadiri oleh Wakapolda Aceh, Irwasda, para Pejabat Utama (PJU), serta personel dari tingkat Pamen, Pama, Bintara, Tamtama, hingga ASN di lingkungan Polda Aceh.

Polri Bersama Masyarakat Bangun Jembatan Darurat, Akses Tiga Kampung di Rusip Antara Kembali Terhubung

TAKENGON || jejakindonesia.id — Polri bersama masyarakat terus menunjukkan sinergi dan kepedulian dalam percepatan pemulihan pascabencana alam di Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah.

Personel BKO Brimob Polda Aceh bersama Personel Polsubsektor Rusip Antara melaksanakan gotong royong lanjutan pengisian beronjong sebagai bantalan jembatan darurat di Kampung Pilar, Sabtu (17/1/2026).

Jembatan darurat tersebut dibangun untuk menghubungkan Kampung Pilar dengan dua kampung lainnya, yakni Kampung Pilar Wih Kiri dan Kampung Tirmiara. Sebelumnya, jembatan penghubung utama hanyut dan rusak parah akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu, sehingga memutus akses transportasi dan menghambat aktivitas masyarakat.

Kegiatan gotong royong ini melibatkan Personel Polsubsektor Rusip Antara, Personel Brimob BKO Polda Aceh, para Reje Kampung Pilar, Pilar Wih Kiri, dan Tirmiara, serta masyarakat dari ketiga kampung. Seluruh unsur bahu-membahu mempercepat pembangunan jembatan darurat agar segera dapat dilalui kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4).

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat tidak berjuang sendiri dalam situasi sulit pascabencana.
“Kami merasakan langsung bagaimana beratnya aktivitas warga ketika akses utama terputus. Anak-anak sulit ke sekolah, hasil kebun terhambat dibawa ke pasar, dan kebutuhan sehari-hari menjadi tidak mudah. Karena itu, Polri hadir bukan sekadar bekerja, tetapi ikut merasakan dan bergotong royong bersama masyarakat,” ungkap Kapolres.

Ia menegaskan bahwa jembatan darurat ini memiliki peran vital sebagai urat nadi kehidupan warga, terutama dalam mendukung mobilitas, perekonomian, dan pelayanan sosial masyarakat antar kampung.
“Jembatan ini mungkin bersifat darurat, tetapi harapan masyarakat tidak boleh terhenti. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kami optimistis akses ini segera kembali normal dan aktivitas warga bisa berjalan seperti sediakala,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kampung Pilar, Jamaluddin (45), mengaku sangat terbantu dengan pembangunan jembatan darurat yang dilakukan secara gotong royong bersama Polri.
“Sejak jembatan hanyut, kami harus memutar jauh kalau mau ke kampung sebelah atau membawa hasil kebun. Sekarang melihat Polri turun langsung bersama kami, rasanya kami tidak sendirian. Ini sangat membantu kehidupan kami sehari-hari,” ujarnya.

Kapolres Aceh Tengah juga memastikan Polres Aceh Tengah akan terus mendukung upaya pemulihan infrastruktur pascabencana serta menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah Rusip Antara.

Melalui kegiatan gotong royong ini, Polri bersama masyarakat menegaskan komitmen untuk saling membantu dan memperkuat solidaritas sosial, sehingga proses pemulihan pascabencana di Kecamatan Rusip Antara dapat berjalan lebih cepat, aman, dan berkelanjutan.

Polres Probolinggo Salurkan Bantuan Sosial Warga Terdampak Banjir

PROBOLINGGO || jejakindonesia.id – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Probolinggo mengakibatkan terjadinya bencana banjir di sejumlah wilayah, sehingga merendam permukiman warga.

Sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap masyarakat terdampak, Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif meninjau langsung ke beberapa lokasi terdampak banjir di Kabupaten Probolinggo, Minggu (18/1/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan kondisi warga serta situasi keamanan pascabanjir tetap aman dan kondusif.

Adapun lokasi yang dikunjungi Kapolres Probolinggo meliputi Desa Jati Urip dan Desa Opo-Opo di Kecamatan Krejengan, serta Pondok Pesantren Raudhatul Hasaniyah yang berada di Desa Mojolegi, Kecamatan Gading.

Di lokasi tersebut, Kapolres Probolinggo meninjau kondisi pemukiman warga, fasilitas umum, serta dampak luapan air yang menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan moril kepada warga yang terdampak banjir serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujar AKBP Latif.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Probolinggo juga menyalurkan bantuan sosial berupa bingkisan bahan kebutuhan pokok kepada warga terdampak banjir dan pihak pondok pesantren.

“Bantuan sosial ini merupakan wujud empati Polri agar dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak,” ujar AKBP Latif.

Lebih lanjut, Kapolres Probolinggo menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait dalam penanganan pascabanjir.

“Kami akan terus bersinergi dengan pihak terkait guna membantu proses pemulihan dan memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,”kata AKBP Latif.

Kapolres Probolinggo juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan selalu mengutamakan keselamatan.

Kegiatan peninjauan dan penyaluran bantuan sosial tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Warga mengapresiasi perhatian dan kepedulian Polres Probolinggo terhadap kondisi masyarakat yang terdampak banjir.

Salah seorang warga yang mengaku bernama Buhari mengatakan Kehadiran Polri sangat berarti dan memberikan semangat bagi warga yang terdampak banjir.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolres Probolinggo dan jajaran yang sudah datang langsung serta memberikan bantuan kepada kami ,” ucap Buhari. (*)

Awali Tugas Kapolres Blitar Kota Silaturahmi ke Tokoh Ulama

BLITAR || jejakindonesia.id - Polres Blitar Kota Polda Jatim berkomitmen untuk bersinergi dengan seluruh pihak dalam rangka menjaga situasi kondusif di wilayahnya.

Seperti halnya dilakukan oleh Kapolres Blitar Kota yang baru, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, S.I.K, M.I.K dengan bersilaturahmi ke tokoh Ulama dan pengasuh Pondok Pesatren.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo menyampaikan, kunjungan itu dilaksanakan untuk menjalin silaturahmi dan memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di Polres Blitar Kota untuk memohon doa restu.

"Kami menyadari, dalam melaksanakan tugas sangat membutuhkan dukungan dari semua elemen masyarakat termasuk Ulama dan para tokoh agama," ujarnya, Senin (19/1/26).

AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo mengatakan akan terus menjalin sinergitas dengan berbagai pihak demi mewujudkan Blitar Kota yang kondusif.

"Pekan lalu kami juga berkunjung ke Ponpes Mamba’ul Hikam 2 Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar," ungkap AKBP Kalfaris.

Mantan Kasubdit II Direskrimsus Polda Metro Jaya itu juga menegaskan akan membangun komunikasi yang harmonis dengan instansi samping sebagai sarana mempemerkuat sinergitas untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Blitar.

"Kami mohon doa, semoga amanah dan istiqomah dalam menjalankan tugas," pungkasnya. (*)

error: Content is protected !!