Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Tahun: 2025

Jelang HUT RI ke-80, Kapolda Kalteng Hadiri Pengukuhan Paskibraka Provinsi Kalteng di Kantor Gubernur

Palangka Raya, Jejak - Indonesia.id | Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. menghadiri secara langsung, pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur, Jumat (15/8/2025).

Hadir dalam kegiatan Upacara, 54 anggota Paskibraka Provinsi Kalteng Tahun 2025 yang didampingi komandan dan para pelatih, serta turut dihadiri sejumlah forkopimda Kalteng.

Upacara diawali dengan pengucapan Ikrar Putra Indonesia yang dibacakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalteng Katma F. Dirun.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Kalteng menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas dedikasi serta semangat juang para Paskibraka yang akan mengemban tugas suci pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80.

"Kehadiran saya disini merupakan bentuk dukungan penuh Polri terhadap generasi muda, khususnya para Paskibraka yang diharapkan dapat menjadi teladan dalam disiplin, nasionalisme, dan pengabdian kepada bangsa," ungkap Kapolda.

Diakhir kesempatan, Irjen Iwan mengucapkan selamat kepada para Paskibraka yang akan menjalan tugas. Semoga semangat kebangsaan yang tertanam selama pelatihan menjadi bekal untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara, di manapun kalian berada.

Sebagai informasi, upacara pengukuhan Paskibraka ini dipimpin langsung oleh Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, S.Kom. (red)

Seru! Meriahkan HUT RI Ke-80 Bank Syariah Annisa Mukti Gelar Lomba Kreatif

Sidoarjo, Jejak - Indonesia.id | Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Bank Syariah Annisa Mukti mengadakan serangkaian lomba seru dan kreatif yang diikuti oleh seluruh karyawan Jumat (15/08/2025) di kantor pusat Bank Syariah Annisa Mukti Tropodo Waru Sidoarjo berlangsung meriah.

Acara ini menjadi ajang untuk mempererat kebersamaan dan semangat nasionalisme di lingkungan kerja, sekaligus memberikan hiburan dan kegembiraan bagi karyawan Bank Syariah Annisa Mukti.

Berbagai lomba menarik digelar, mulai dari lomba memancing,tiup balon, lomba estafet tepung, lomba estafet memindahkan hangger hingga lomba-lomba kreatif lainnya.

Lomba estafet tepung menjadi salah satu sorotan utama, di mana wajah peserta lomba blepotan tepung.

Keceriaan dan kegembiraan serta perjuangan yang gigih untuk mendapatkan hadiah yang sudah disediakan panitia menjadi nilai tersendiri.

“Alhamdulillah mas lomba kali ini bisa dapat hadiah banyak mudahan tahun depan hadiahnya tambah banyak lagi,” ujar Udin salah satu karyawan dengan penuh keceriaan.

Adapun kegiatan lomba ini untuk memperingati HUT Republik indonesia yang ke 80 selain itu juga menjadi momen bagi seluruh karyawan Bank Syariah Annisa Mukti untuk saling mengenal lebih dekat dan bekerja sama sebagai satu tim yang solid.

(Redho)

Agus Flores Turun Gunung, Siap Pantau Tambang Ilegal di Seluruh Indonesia

Jakarta, Jejak - Indonesia.id |  Aktivis sekaligus tokoh nasional, Agus Flores, menyatakan dirinya siap “turun gunung” untuk mengawasi sekaligus memantau aktivitas tambang ilegal yang marak terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam pernyataannya, Agus Flores menegaskan bahwa keberadaan tambang ilegal tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius serta berpotensi memicu konflik sosial di tengah masyarakat.

“Tambang ilegal adalah masalah besar bangsa ini. Negara kehilangan potensi pendapatan, sementara rakyat sekitar hanya menerima dampak buruknya. Saya akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan praktik semacam ini tidak lagi dibiarkan,” ujar Agus Flores.

Komitmen Agus Flores untuk memantau tambang ilegal sejalan dengan semangat penegakan hukum dan perlindungan lingkungan hidup. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, aparat penegak hukum, serta pemerintah daerah dalam menindak para pelaku tambang ilegal.

“Indonesia adalah negeri yang kaya raya. Kekayaan alam kita seharusnya dikelola dengan baik untuk kesejahteraan rakyat, bukan justru dikeruk oleh pihak-pihak yang hanya mementingkan keuntungan pribadi,” tambahnya.

Langkah Agus Flores ini diharapkan menjadi angin segar dalam upaya memberantas tambang ilegal yang hingga kini masih marak di berbagai wilayah, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Sumatera hingga Nusa Tenggara. (red)

Polresta Banyuwangi Berhasil Ungkap Narkoba Selama Agustus 2025 Amankan 10 Tersangka Sita 4,4Kg Sabu dan Ribuan Butir Okerbaya

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi, Polda Jawa Timur (Jatim) kembali menegaskan komitmennya memberantas peredaran gelap narkotika.

Dalam konferensi pers di halaman Mapolresta Banyuwangi, Jumat (15/8/2025), Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra didampingi Wakapolresta AKBP Teguh Priyo Wasono, dan para pejabat utama memaparkan capaian pengungkapan kasus narkoba sepanjang Agustus 2025.

Selama periode tersebut, Satresnarkoba berhasil mengungkap 8 kasus dengan total 10 tersangka.

Pengungkapan ini Polisi juga mengamankan barang di antaranya Sabu-sabu: 4,4 Kg, Ganja: 332,48 gram,Ekstasi: 4.726 butir,Daftar G: 2.552 butir,Uang tunai: Rp.2.200.000, 4 unit sepeda motor,14 unit telepon genggam dan 6 unit timbangan digital.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa dari seluruh kasus tersebut, terdapat Dua tersangka diamankan dengan barang bukti terbanyak.

Kasus pertama diungkap pada Sabtu (9/8/2025) sekitar pukul 00.30 WIB di Dusun Tunggurejo, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, dengan tersangka IS alias Kacung.

"Dari rumah tersangka diamankan sabu seberat 4.077,9 gram yang dibagi menjadi 5 paket, serta 18 paket berisi total 4.409 butir ekstasi,” jelas Kombes Pol. Rama.

Pengembangan kasus tersebut mengarah pada tersangka kedua, R alias kimin, yang ditangkap di lokasi tidak jauh dari TKP pertama, setengah jam setelah penangkapan IS.

Dari tangan R itu Polisi menyita 12 paket sabu seberat 317,87 gram dan satu plastik berisi 236 butir ekstasi.

Kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda hingga Rp l13 miliar.

“Pengungkapan ini adalah hasil kerja keras jajaran kami dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayah Banyuwangi," kata Kombes Rama.

Kapolresta Banyuwangi menambahkan, kasus ini masih dalam tahap pengembangan untuk menelusuri asal barang bukti serta jaringan pemasok yang terlibat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para tersangka mengaku baru beroperasi selama dua bulan.

Namun, pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.

“Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Penelusuran akan terus dilakukan demi memastikan tidak ada lagi ruang bagi para pelaku peredaran gelap narkoba di Banyuwangi,” tambahnya.

Polresta Banyuwangi Polda Jatim mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.

"Sinergi antara aparat dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih dari narkotika,"pungkasnya.(***)

Satgas Pangan Polres Blitar Lakukan Pendataan Stok Beras Antisipasi Kelangkaan dan Kenaikan Harga

BLITAR || jejakindonesia.id – Satgas Pangan Polres Blitar Polda Jawa Timur (Jatim) bersama instansi terkait melaksanakan pendataan realisasi pendistribusian beras oleh produsen maupun distributor di wilayah hukum Polres Blitar, Jumat (15/8/2025).

Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga beras di pasaran.

Pendataan dilakukan mulai pukul 09.00 WIB dengan menyasar beberapa lokasi penggilingan padi dan distributor yang ada di wilayah hukum Polres Blitar Polda Jatim.

Tim melakukan pengecekan jumlah stok beras yang tersimpan di gudang, harga beli gabah dari petani, harga jual beras, serta realisasi pendistribusian ke pasar tradisional dan ritel modern.

Hasil pengecekan menunjukkan stok beras di Kabupaten Blitar masih aman dan terkendali.

Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Momon Suwito Pratomo, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya telah mengimbau para pelaku usaha untuk segera menyalurkan stok beras yang ada di gudang dan tidak melakukan penimbunan.

“Apabila ditemukan adanya penimbunan, kami akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya di Mapolres Blitar,Sabtu (16/8).

Kegiatan ini melibatkan personel Satreskrim, Satintelkam, Kasi Humas Polres Blitar, serta Dinas perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar.

Dengan langkah ini, diharapkan distribusi beras di Kabupaten Blitar tetap lancar, harga terjaga, dan masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok tersebut.

error: Content is protected !!