We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2025

Satpolairud Polresta Banyuwangi Menggelar Kegiatan Pemantauan Objek Vital Kabel Head Bawah Laut di Kecamatan Kalipuro

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Dalam rangka mengantisipasi pelanggaran hukum dan kriminalitas yang terjadi di kawasan obyek vital dan sekitarnya. Satpolairud Polresta Banyuwangi menggelar kegiatan patroli dan pemantauan dikawasan Kabel Head Bawah Laut yang merupakan salah satu obyek vital nasional yang ada di Kecamatan Kalipuro, Kelurahan Bulusan, kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan patroli yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 23/8/2025 sekira pukul 10.00 WIB.

Kajaga Regu 3 Bripka Taufiq mengatakan giat patroli yang dilaksanakan bersama Bripda Luthfan dan personel Gakkum Aiptu Erman Wahyudi, S.H. dalam rangka untuk melakukan patroli rutin dan memberikan sosialisasi penggunaan alat keselamatan kerja yang baik dan benar.

Mengingatkan kepada securty Gardu Induk dan karyawan untuk mengenakan Sefty Tools dan menciptakan situasi kamtibmas di lingkungan kerja yang aman dan kondusif,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Aiptu Erman menyampaikan himbauan harkamtibmas, terkait pentingnya menjaga lingkungan tetap aman dari potensi 3C yang dapat terjadi apabila pengawasan kurang maksimal dan selalu waspada terhadap cuacanya extrem yang datang secara tiba-tiba.

Selain melakukan patroli, pada giat tersebut personel juga melakukan kordinasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk selalu menjaga keamanan, ketertiban dan menciptakan situasi yang kondusif dikawasan obvitnas.

Segera laporkan kepada pihak keamanan atau menghubungi Call Center 110 atau bisa menghubungi call center Satpolairud di nomer telepon 08113448222 jika ada hal mencurigakan atau tindak kejahatan. (GP)

74.957.01 SPBU Matali Bekerja Sama Dengan  Jaringan Mafia BBM dan Melibatkan Oknum Polisi Didalam Untuk Keamanannya.

Kotamobagu, Jejak - Indonesia.id |  Kegiatan para mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar semakin parah Diwilayah Sulawesi Utara, khususnya di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 74.957.01 Kotamobagu.

Penyalahgunaan BBM jenis solar bersubsidi  semakin marak tanpa adanya sentuhan dari hukum, seakan kebal dan tidak takut dengan Aparat Penegak Hukum (APH).

Dari hasi penelusuran Investigasi awak media terangkum SPBU Kotamobagu 74.957.01 Diduga tempat jaringan para pelaku usaha yang bisa merugikan negara,dan diduga para mafia melibatkan beberapa Oknum Anggota Polisi yang bertugas di Polres Kotamobagu yang masih aktif untuk mengamankan kegiatan transaksi ilegal tersebut.

Dengan adanya informasi masyarakat sebut saja Poniman (tidak mau di publikasikan namanya) warga yang ada disekitar, mengatakan banyak mobil TAB milik para Oknum anggota polisi dengan santai untuk mengisi bbm jenis solar dengan bolak - balik mengantri.

" SPBU Kotamobagu 74.957.01 yang berada di jalan K.S.Tubun Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu sejak lama terkenal Dengan Jaringan Mafia BBM dan Melibatkan Oknum Polisi Didalam Untuk Keamanannya, "ungkap Poniman.

Deretan mobil drakula terlihat jelas berjejer di pinggiran SPBU siap untuk mengimbal BBM jenis solar, Dugaan ini memperkuat keterangan masyarakat adanya permainan para Mafia BBM dengan pihak SPBU.

Tuntutan Transparansi dan Penindakan Masyarakat dan pengguna SPBU mendesak Pertamina dan Kapolri untuk segera melakukan investigasi. Jika terbukti ada kolusi antara oknum petugas SPBU dan mafia BBM dengan melibatkan para oknum polisi. Sanksi tegas harus diberlakukan, termasuk pencabutan izin operasi dan pencopotan oknum anggota polisi dengan tidak hormat.

"Kami masyarakat dan sopir ekspedisi kesulitan mendapatkan BBM. Kami harus mengantre berjam-jam, bahkan tidak mendapatkan BBM tersebut."

Setiap hari, petugas SPBU hanya membiarkan praktik mafia BBM ini terjadi. Mereka seolah tutup mata terhadap kesulitan kami,” tegas Poniman

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pertamina maupun Kapolres Kotamobagu terkait dugaan ini.

 

(Tim)

Ziarah ke Makam Pahlawan Nasional dan Beri Bantuan Guru Ngaji Warnai Hari Juang Polri di Situbondo

SITUBONDO | jejakindonesia.id – Polres Situbondo Polda Jawa Timur (Jatim) memperingati Hari Juang Polri dengan kegiatan ziarah ke makam Pahlawan Nasional asal Situbondo, KHR. As’ad Syamsul Arifin, sekaligus memberikan apresiasi kepada guru ngaji dengan menyerahkan bantuan Al-Qur’an dan buku Iqro.

Doa bersama dan tabur bunga menjadi bentuk penghormatan atas jasa besar ulama kharismatik yang tidak hanya berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, tetapi juga membangun peradaban Islam di Situbondo dan Bangsa Indonesia.

Kapolres Situbondo,AKBP Rezi Dharmawan melalui Kasat Reskrim AKP Agung Hartawan mengatakan kegiatan ini tidak hanya sebagai peringatan Hari Juang Polri, tetapi juga wujud penghargaan kepada para Pahlawan Bangsa serta tokoh Agama dan Pendidikan seperti guru ngaji.

"Hari Juang Polri bukan sekadar momentum seremonial, melainkan pengingat bagi setiap anggota Polri untuk terus berjuang mengabdi kepada bangsa dan melayani masyarakat," kata AKP Agung Hartawan, Jumat (22/8/25).

Usai ziarah, rombongan melanjutkan perjalanan ke Musolla Nurul Huda, Dusun Cangkring, Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, yang menjadi tempat mengaji anak-anak di bawah bimbingan Ustadzah Syakbaniah.

Di lokasi tersebut, Satreskrim menyerahkan bantuan sosial berupa 35 kitab Al-Qur’an, 30 buku Iqro’, makanan ringan, dan beberapa dus air mineral.

“Masih dalam suasana peringatan Hari Juang Polri, kita mengenang perjuangan Pahlawan Nasional sekaligus memberikan apresiasi kepada guru ngaji yang ikhlas membimbing anak-anak belajar membaca dan memahami Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Polri hadir untuk masyarakat tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan keagamaan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Polres Situbondo berharap dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, memperkuat ikatan dengan masyarakat, serta meneladani semangat perjuangan KH. As’ad Syamsul Arifin.

“Semoga semangat beliau menginspirasi kita untuk terus berjuang, baik dalam menjaga kamtibmas maupun mendukung generasi penerus bangsa khususnya di Kabupaten Situbondo sebagai generasi meneladani dan mengamalkan nilai-nilai Qur’ani,” pungkas AKP Agung.

Isi Kuliah Umum di FH USU, Kadivhumas Polri Ajak Perkuat Rasa Cinta Tanah Air

SUMUT || jejakindonesia.id - Kadivhumas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho mengisi materi dalam kuliah umum di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru.

Kepada mahasiswa di Fakultas Hukum USU tersebut, Kadivhumas Polri menyinggung mengenai peran penting generasi muda dalam membangun bangsa. Ia menyebut, sebagai generasi penerus bangsa, para mahasiswa harus menjadi agen perubahan.

“Jadilah agen perubahan yang membawa kebaikan bagi bangsa dan negara. Teruslah berjuang dan jangan pernah menyerah dalam meraih cita-cita. Ingatlah bahwa masa depan bangsa ada di tangan kita," ujar Kadivhumas Polri, Jumat (22/8/25).

Menurut Kadivhumas, di tengah dinamika global yang berdampak juga pada Indonesia, negeri ini tetap bisa terjaga. Ke depan akan semakin kompleks tantangannya.

Ditegaskan Kadivhumas Polri, untuk menghadapi tantangan ke depan tersebut, seluruh elemen bangsa harus bersatu. Persatuan dan kesatuan disebutnya menjadi hal yang sangat penting.

“Jadi nilai yang paling utama dari kesatuan bangsa adalah utamanya adalah mengutamakan persatuan dan persaudaraan bangsa,” ungkap Kadivhumas.

Lebih lanjut Kadivhumas menekankan, kecintaan terhadap negeri ini harus dimiliki oleh masyarakat, terutama generasi muda. Dengan keberagaman yang ada di Indonesia, mulai dari budaya, adat, istiadat, semua menjadi kekayaan yang patut dibanggakan.

“Setelah kita bersatu, persatuan yang kita kembangkan, maka jangan lupa identitas nasional harus kita lakukan untuk selalu meningkatkan kecintaan kita kepada bangsa dan negeri. Siapa lagi yang mempertahankan bangsa dan negeri kita kalau bukan kita?” jelas Kadivhumas yang merupakan alumnus S2 dan S3 Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

Anak Korban Kekerasan di Pasar Kebayoran Baru Pulih, Diserahkan ke Dinsos DKI Jakarta

JAKARTA || jejakimdonesia.id — Anak berinisial MK (7) yang menjadi korban kekerasan dan penelantaran dan ditemukan dalam kondisi luka parah di Pasar Kebayoran Baru pada Juni 2025 lalu, kini telah berangsur pulih. Hari ini, Jumat (22/8/2025), MK secara resmi diserahkan ke Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta untuk mendapatkan pengasuhan, perawatan, serta pemenuhan hak-hak dasarnya.

MK ditemukan oleh seorang petugas keamanan Pasar Kebayoran Baru dalam kondisi mengenaskan. Saat ditemukan, korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh, termasuk luka bakar di wajah dan tubuh, patah tulang pada lengan kanan, patah rahang, memar pada area mata, luka lebar di kaki, dan luka di bagian dagu.

Dalam proses penanganan kasus ini, Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri bekerja sama dengan KPPP, Kementerian Sosial, serta RS Polri Kramat Jati untuk memberikan perlindungan dan perawatan medis secara intensif. Selama hampir dua bulan perawatan, korban menjalani serangkaian operasi, di antaranya:

- Operasi ortopedi untuk penanganan tulang lengan kanan yang patah

- Operasi rahang akibat patah pada bagian mulut

- Operasi bedah plastik untuk menutup luka robek di beberapa bagian tubuh

Hasil observasi tim medis juga menemukan bahwa korban mengalami gizi buruk, memiliki riwayat diabetes, TB paru, dan kondisi tubuh yang tidak stabil dengan suhu tubuh yang kerap naik-turun.

Meski sempat kritis, kondisi MK kini berangsur membaik. Berat badannya naik signifikan dari 9 kg menjadi 16 kg. Jika sebelumnya MK tidak dapat duduk atau berjalan, kini ia sudah bisa duduk dan berjalan dengan bantuan. Selain itu, pemulihan psikologis juga menunjukkan kemajuan signifikan, ditandai dengan kemampuan komunikasi dua arah dan mulai sering tersenyum.

Direktur PPA & PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol Dr. Nurul Azizah, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam pemulihan MK.

“Alhamdulillah, kondisi anak korban MK saat ini sudah jauh lebih baik. Kami bersama tim medis, psikolog, dan Kementerian Sosial berupaya maksimal untuk memastikan pemulihan fisik dan mentalnya. Hari ini, anak MK kami serahkan ke Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta agar mendapatkan pengasuhan dan perlindungan yang lebih optimal,” ujar Brigjen Pol Nurul Azizah.

Selain pemulihan korban, penyidik Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri masih terus melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku kekerasan dan penelantaran ini. Pemeriksaan sejumlah saksi sudah dilakukan, termasuk penyusunan sketsa wajah terduga pelaku.

Brigjen Pol Nurul Azizah menegaskan bahwa Polri akan mengusut tuntas kasus ini.

“Kami terus melakukan pendalaman, termasuk mengumpulkan bukti, memeriksa saksi, dan mencari keberadaan pelaku. Perlindungan terhadap anak merupakan prioritas kami, dan kami akan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait agar kasus ini segera terungkap,” tegasnya.

Mulai hari ini, MK berada di bawah pengasuhan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta untuk mendapatkan pendampingan psikologis lanjutan, pemenuhan hak dasar, dan perawatan yang lebih menyeluruh.

error: Content is protected !!