Sorry, we're closed Opens Kamis at 9:00 am

Tahun: 2025

Masyarakat Pukat II Bersama BKM Al muqorrobin Dan Ormas Islam PSIN Desak Kepolisian Memasang Garis Police Line Di Depan Rumah.

MEDAN || jejakindonesia.id - Masyarakat Dan Beberapa Badan Kenaziran Masjid serta Ormas Islam Yang Berada Di kelurahan Bantan Timur kecamatan Medan tembung melakukan rapat internal di masjid Al muqorrobin Jalan Pukat II. Selasa 26/8/2025 malam

Di mana dalam hasil rapat tersebut Masyarakat, Badan Kenaziran Masjid beserta ormas Islam PSIN meminta dan mendesak agar Kepolisian agar memasang police line di depan rumah dan tidak ada lagi aktifitas di dalam rumah tersebut karena lokasi (TKP) bersebelahan dan di depan mihrab (kiblat)

Babay perwakilan dari BKM Danjamaah mesjid almuqarrabin, ia bersama Masyarakat meminta kepolisian bekerja secara transparan profesional

Lanjut Babay, kami mendesak agar Kepolisian agar memasang police line di depan rumah dan tidak ada lagi aktifitas di dalam rumah tersebut karena lokasi (TKP) bersebelahan dan di depan mihrab (kiblat)

Apabila dalam waktu 3X24 jam tidak dipasang police line di depan rumah (TKP) oleh pihak kepolisian dan transparansi kasus ini pihak masyarakat dab BKM beserta ormas PSIN akan melakukan Aksi Demo di Polrestabes Medan.

sebelumnya diberitakan Seorang Wanita Tewas Di Bunuh Jalan Pukat II Kapolsek Dan Kanit Reskrim Bungkam Ketika Dikonfirmasi Wartawan, Garis Police Line Tidak Terpasang Di TKP.

Warga Jalan Pukat II Kelurahan Bantan Timur Kecamatan Medan Tembung Kota Medan Sumatera Utara digemparkan dengan terjadi dugaan tindak pidana penganiyaan yang mengakibatkan kematian nyawa seseorang MR X di salah satu rumah tempat kejadian perkara(TKP).

Salah seorang warga sekitar melihat adanya mobil Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) dari kepolisian dilokasi kejadian (TKP) tepatnya tidak jauh dari masjid Al Muqorrobin jalan pukat II.

Peristiwa pembunuhan di lingkungan tersebut warga dan wartawan tidak melihat polisi melakukan pemasangan police line di tempat kejadian perkara TKP.

*Dalam Kasus Pembunuhan Sangat Penting Melakukan Pemasangan police line*

- Mengamankan TKP*: Police line membantu mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dari gangguan atau kontaminasi yang dapat merusak bukti.

- Melindungi Bukti: Police line mencegah orang-orang yang tidak berwenang memasuki TKP dan mengganggu bukti yang ada.

- Memfasilitasi Investigasi: Police line memungkinkan tim investigasi untuk bekerja dengan lebih efektif dan efisien dalam mengumpulkan bukti dan melakukan analisis.

- Mencegah Kontaminasi: Police line mencegah kontaminasi bukti dengan bahan atau zat asing yang dapat mempengaruhi hasil investigasi.

*Dengan memasang police line, pihak kepolisian dapat memastikan bahwa TKP tetap aman dan bukti-bukti yang ada dapat dikumpulkan dengan baik, sehingga proses investigasi dapat berjalan dengan lebih efektif.*

Jika Tidak memasang police line pada Tempat Kejadian Perkara (TKP) dapat dianggap sebagai kelalaian dalam menjalankan prosedur standar kepolisian. Namun, apakah itu dapat dianggap sebagai pidana atau tidak, tergantung pada ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Dalam beberapa kasus, kelalaian dalam memasang police line sehingga dapat mempengaruhi proses investigasi dan pengumpulan bukti, dan dapat berdampak pada hasil kasus. Oleh karena itu, penting bagi pihak kepolisian untuk memastikan bahwa prosedur standar diikuti dalam menangani kasus kejahatan

Salah seorang warga mempertanyakan dengan kinerja kepolisian dengan tidak adanya Garis Police Line di TKP. "Kok bisalah tempat kejadian pembunuhan tidak di pasang police line, ada apa?," ungkap warga yang tidak mau di sebut namanya Minggu, (24/8/2025)

Ahmad Tohir Nasution, Kepala Lingkungan XIII Bantan Timur, ketika diwawancara team wartawan dilokasi kejadian, ia menjelaskan bahwa saya dipanggil tim inafis dari kepolisian sekitar pukul 00 30 WIB, dimana Mobil Inafis Polrestabes Medan mendatangi lokasi kejadian yang berada di jalan pukat 2 Kelurahan Bantan Timur Kecamatan Medan Tembung karena adanya laporan dari pihak RS Columbia Aksara bahwa di karenakan ada korban/pasien dengan kondisi yang mencurigakan, ucap Kepling".

Lanjut Ahmad Tohir". Ia juga menyatakan bahwa dirinya bersama Idris Tarigan selaku personel Inafis Polrestabes Medan Bersama Tim langsung mengecek ke dalam lokasi kejadian yang berada di lantai 3 di dalam kamar yang di duga milik chandra.

Masih dilokasi, Pada saat di kamar Kepling 13 melihat bercak darah yang tercecer di sudut lantai di bawah buffet dan di gorden jendela.

Kepling 13 melihat Tim Inafis Polrestabes Medan mengamankan dan membawa terduga pelaku pembunuhan yang bernama Chandra.Terang Kepling ".

Kapolsek Medan Tembung AKP Ras Maju Tarigan Dan Kanit Reskrim Medan Tembung Iptu Parulian Sitanggang Ketika Dikonfirmasi Perihal Adanya Dugaan Pembunuhan Seorang Wanita Mr X Di jalan Pukat II Sama Sama Memilih Bungkam Untuk Dikonfirmasi.

Hari Perumahan Nasional ke-17, Polri Terima Penghargaan atas Dukungan Program 3 Juta Rumah Subsidi

Jakarta – Jejakindonesia.id Dalam momentum peringatan Hari Perumahan Nasional ke-17, Polri menerima penghargaan dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruar Sirait atas dukungan nyata terhadap program pembangunan 3 juta rumah subsidi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., di Jakarta, Senin (25/8). Polri dinilai memiliki kontribusi penting, baik melalui pengawasan bersama Kejaksaan maupun dalam pembangunan rumah subsidi, termasuk bagi anggota Polri.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., juga telah memimpin groundbreaking serentak proyek perumahan subsidi tersebut sebagai wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah.
“Saat ini telah terbangun sekitar 13 ribu rumah subsidi, dan target pembangunan yakni 16 ribu rumah subsidi. Tentunya sesuai petunjuk Bapak Kapolri, bahwa Polri selalu siap mendukung apa yang menjadi kebijakan dan program-program strategis Bapak Presiden,” ujar Wakapolri.
Penghargaan ini sekaligus menjadi pengakuan atas peran Polri yang tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan perumahan layak huni.
(HMS Polri)

Pos Suru Suru Laksanakan Anjangsana, Jalin Silaturahmi dengan Masyarakat Setempat

MARAOKE  -- Pos Suru Suru melaksanakan kegiatan anjangsana di wilayah setempat dalam rangka meningkatkan hubungan antara TNI dan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap TNI.Selasa (26/08/2025)

Selama anjangsana, personel Pos Suru Suru melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga dan melakukan dialog dengan masyarakat setempat. Mereka juga memberikan bantuan sosial dan melakukan kegiatan positif lainnya untuk membantu masyarakat.

Masyarakat setempat menyambut baik kegiatan anjangsana yang dilakukan oleh Pos Suru Suru. Mereka merasa bahwa kehadiran TNI dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Danpos Pos Suru Suru Lettu Inf Wahyudin, menyampaikan bahwa tujuan anjangsana adalah untuk meningkatkan hubungan antara TNI dan masyarakat, serta untuk memahami kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat.

Dengan kegiatan anjangsana seperti ini, diharapkan Pos Suru Suru dapat terus menjalin silaturahmi dengan masyarakat setempat dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap TNI.

(Yonif 131)

Polres Magetan Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah di 4 Kecamatan Warga Full Senyum

MAGETAN || jejakindonesia.id – Antusiasme masyarakat tampak memadati halaman Polsek Kawedanan ketika Polres Magetan Polda Jatim kembali menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM), pada Selasa (26/8).

Tidak hanya di Kawedanan, kegiatan serupa juga digelar serentak di Polsek Maospati, Polsek Karas, dan Polsubsektor Sidorejo.

Program ini terselenggara berkat kerja sama antara Polres Magetan Polda Jatim,Perum Bulog Magetan, dan Pemerintah Kabupaten Magetan.

Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi primadona dalam bazar murah ini.

Dengan harga Rp 11.500 per kilogram dan Rp 57.500 per kemasan 5 kilogram, ratusan warga antusias mengantri sejak pagi untuk membawa pulang beras dengan harga terjangkau.

Kehadiran program ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, hadir langsung meninjau pelaksanaan GPM di Polsek Kawedanan.

Ia memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Kapolres juga menyempatkan diri berinteraksi dengan warga yang membeli beras murah.

“Gerakan Pangan Murah ini adalah langkah nyata Polres Magetan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau," ujarnya.

Kapolres Magetan berharap kegiatan ini bisa meringankan beban warga sekaligus menjaga kestabilan harga beras di pasaran.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Polres Magetan Polda Jatim akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan Perum Bulog untuk menjaga ketahanan pangan di wilayah.

“Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga harus hadir memberikan solusi. Dengan GPM ini, kami ingin masyarakat merasakan kehadiran Polri yang peduli pada kesejahteraan mereka,” tambahnya.

Pelaksanaan GPM serentak di empat Polsek sekaligus mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Kehadiran Kapolres Magetan yang turun langsung di lapangan menjadi bukti keseriusan Polres Magetan Polda Jatim dalam mendukung kesejahteraan warga.

Dengan langkah ini, stabilitas pasokan dan harga pangan diharapkan tetap terjaga, serta masyarakat dapat merasakan aman, nyaman, dan sejahtera.

Hari Jadi ke-77 Polwan, Polresta Banyuwangi Gelar Kegiatan Simpatik di Simpang Patung Kuda

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-77 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia, seluruh Polwan dari Polresta Banyuwangi menggelar kegiatan simpatik dengan membagikan coklat dan bendera kepada para pengguna jalan di Simpang Empat Patung Kuda, Banyuwangi, pada Selasa (26/8/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Senior Polwan Polresta Banyuwangi, Ipda Irvin Venda R, S.E., dan seluruh personel Polwan turut serta dalam acara ini. Mereka tidak hanya mengatur lalu lintas pagi hari yang padat, tetapi juga menyapa dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Ipda Irvin Venda R, S.E., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata Polwan dalam mendekatkan diri kepada masyarakat. "Kami ingin menunjukkan bahwa Polwan tidak hanya bertugas sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat. Pembagian coklat dan bendera ini adalah cara kami untuk berbagi kebahagiaan di hari jadi Polwan," ujarnya.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K, M.Si, M.H., mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh para Polwan. "Kegiatan ini menunjukkan sisi humanis dari Polri, khususnya Polwan Polresta Banyuwangi. Kami berharap melalui kegiatan ini, hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat. Selain itu, ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya keselamatan berlalu lintas kepada seluruh pengendara," tutur Kombes Pol Rama Samtama.

Selain membagikan coklat dan bendera, para Polwan juga menyampaikan imbauan terkait keselamatan berlalu lintas. Mereka mengingatkan pengendara untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengutamakan keselamatan diri serta orang lain.

Masyarakat yang melintas terlihat antusias dan mengapresiasi kegiatan ini. Bapak Budi Santoso, salah seorang pengendara ojek online, mengaku senang dengan inisiatif para Polwan. "Wah, bagus sekali ini. Biasanya diatur saja, sekarang dikasih coklat dan bendera. Jadi semangat berangkat kerja. Polwannya juga ramah-ramah," ungkapnya sambil tersenyum. Senada dengan Budi, Ibu Siti Fatimah, seorang ibu rumah tangga, juga menyampaikan hal serupa. "Kegiatan seperti ini bikin kita merasa dekat dengan polisi. Jadi enggak takut lagi kalau ketemu Polwan di jalan," katanya.

Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Dengan adanya inisiatif ini, Polresta Banyuwangi berharap dapat meningkatkan citra positif Polri di mata masyarakat dan mempererat hubungan antara Polisi dan warga.

error: Content is protected !!