We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2025

Pererat Kebersamaan, Kapolda Kalteng Bersama Gubernur Hadiri Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Barsel Ke-66

KALIMANTAN || jejakindonesia.id - Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si. turut menghadiri Upacara Hari Jadi Kabupten Barito Selatan (Barsel) yang ke-66, tahun 2025, bertempat di halaman Kantor Bupati setempat, Selasa (23/9/2025) pagi.

Dalam pelaksanaan upacara tersebut dipimpin oleh Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, S.Ikom. serta dihadiri Bupati H. Eddy Raya Samsuri, S.T., M.M. dan Kapolres Barsel AKBP Jecson R. Hutapea, S.I.K., M.H. jajaran Forkopimda serta Kapala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tamu undangan.

Gubernur menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh perserta upacara yang telah hadir serta mengapresiasi atas pelaksanaan Upacara Hari Jadi Kabupten Barsel ke-66 dengan mengusung tema “Bekerja Bersama, Merangkul Semua” yang berlangsung penuh khidmat.

Sementara itu, Kapolda Kalteng mengucapkan selamat Hari Jadi Kabupaten Barsel ke-66.

“Selamat kepada seluruh masyarakat Barito Selatan atas bertambahnya usia kabupaten yang identik dengan budaya dan semangat kebersamaan tersebut. Harapannya peringatan ini menjadi penguat semangat semua elemen masyarakat untuk terus berbuat baik demi kemajuan dan aman, nyamannya kabupaten yang kita cintai,” pungkasnya. (Humas)

Pertemuan Ketum FRN dan Kabid Humas Polda Jabar, Rencana Ini Agus Flore

JAKARTA || jejakindonesia.id - Pertemuan Begitu Hangat Antara Orang Nomor Satu Di FRN dan Kabid Humas Polda Jabar Bahas Rencana Agus Flores mendirikan DPC FRN Counter Polri Kabupaten Kota.

" Saya Rencana Membentuk DPC DPC Seluruh Kabupaten Kota," ujar Ketum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW FRN) Agus Flores.

Selain itu pembahasan terkait Perkuat Pemberitaan Polda Jabar, agar dapat di update media tergabung di FRN Counter Polri.

Sanggar Tari Lapas Banyuwangi Meriahkan Pembukaan Banyuwangi Tempo Doeloe

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) resmi membuka event budaya bertajuk “Banyuwangi Tempo Doeloe”. Pembukaan yang berlangsung meriah itu semakin istimewa dengan kehadiran penampilan spesial dari Sanggar Tari Paswangi, yang beranggotakan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, Selasa (23/9).

Para penari dari Sanggar Tari Paswangi sukses memukau para tamu undangan dengan membawakan Tari Kinasih Sutra. Tarian yang merupakan karya orisinal sanggar tersebut mengisahkan tentang kekuatan cinta dan pengorbanan tak terbatas dari seorang istri kepada suaminya.

Penampilan khidmat dan penuh penghayatan mereka berhasil menyita perhatian dan decak kagum seluruh penonton yang hadir.
Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menyatakan bahwa partisipasi ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan nyata dari Pemkab Banyuwangi terhadap proses pembinaan yang dilakukan di Lapas.

“Ini adalah bukti bahwa kepedulian pemerintah daerah terhadap pembinaan karakter warga binaan sangat tinggi. Selain itu, penampilan ini juga menunjukkan kreativitas yang dimiliki oleh warga binaan tidaklah padam,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wayan menyebut bahwa penampilan ini semakin menegaskan fungsi Lapas yang tidak membatasi kreativitas warga binaan, meskipun mereka berada dalam lingkungan yang terbatas.

“Kami berharap, momen ini dapat menjadi pelecut semangat bagi warga binaan untuk terus berkreasi, berkarya positif, dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang bermanfaat,” tambahnya.

Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Banyuwangi, Taufik Rohman. Ia mengaku takjub dengan kualitas penampilan yang ditunjukkan.

“Saya sangat mengapresiasi. Tarian yang dibawakan sangat memukau dan tidak kalah dengan sanggar-sanggar tari lain di Banyuwangi. Ini adalah bukti nyata bahwa talenta dan semangat berkesenian tidak terhalang oleh tembok pembatas,” ungkapnya.

Taufik juga menyampaikan kekagumannya pada berbagai inovasi pembinaan yang dilakukan oleh Lapas Banyuwangi.

“Lapas Banyuwangi patut diacungi jempol. Inovasi-inovasi seperti ini sangat efektif dalam membentuk dan mengubah karakter warga binaan, sehingga mereka siap untuk berintegrasi kembali dengan masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.

Event Banyuwangi Tempo Doeloe sendiri akan berlangsung selama tiga hari ke depan, menampilkan berbagai kekayaan budaya dan nostalgia masa lampau Banyuwangi. Keikutsertaan Sanggar Tari Paswangi menjadi salah satu highlight yang menyampaikan pesan tentang harapan, perubahan, dan kekuatan seni dalam proses pemulihan.

Atraksi Spektakuler Warnai Penutupan Latihan Pencak Silat Militer Kodam I/BB

MEDAN || jejakindonesia.id - Latihan Kader Pelatih PSM (Pencak Silat Militer) yang digelar Kodam I/Bukit Barisan resmi ditutup di Lapangan Upacara Makodam, Senin (22/9/2025). Sebanyak 165 prajurit mengikuti kegiatan ini selama beberapa pekan.

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin langsung penutupan latihan. Dalam amanatnya, Pangdam menekankan bela diri bukan hanya keterampilan bertarung, tetapi juga bagian dari karakter prajurit.

“Gunakan bela diri dengan bijak dan untuk hal-hal positif. Jadilah petarung tangguh, humanis, dan kebanggaan masyarakat,” ujar Pangdam.

Sebagai penghargaan, Pangdam menyerahkan sertifikat kepada tiga peserta terbaik, yakni Letda Arm Antonius Togatorop, Sertu Dedy Irawan, dan Pratu Rizky Ardinata. Pangdam juga berharap PSM terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan prajurit.

Penutupan latihan semakin meriah dengan atraksi spektakuler prajurit, mulai dari jurus dasar, pertarungan senjata hingga pematahan benda keras. Aksi salto di akhir pertunjukan disambut tepuk tangan meriah dari tamu undangan.

(Pendam I)

Bendungan Bersejarah Dam Pleret 1904 Jadi Pusat Pelatihan Produksi Warga

PASURUAN || jejakindonesia.id - Bendungan bersejarah Dam Pleret 1904 yang berlokasi di Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, kini bukan harya menjadi saksi bisu sistem irigasi tempo dulu, tetapi juga berkembang menjadi pusat pelatihan dan edukasi masyarakat. Berkat keja sama antara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dam Pleret 1904 dan Universitas Merdeka Malang. kawasan ini disulap menjadi agrOwisata edukatif dengan berbagai fasilitas pertanian modern.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat yang didanai oleh DPPM Kemendikbudristek tahun anggaran 2025, melalui skema Pengabdian Kemitraan Masyarakat, dengan judul: "Pengembangan Ekowisata Pertanian Edukatif Dam Pleret 1904: Sinergi Swasembada Pangan, Digitalisasi, dan Penguatan Kelembagaan Komunitas.

Dalam program ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 10 agustus 2025, warga Desa Pleret mengikuti rangkaian Pelatihan Produksi Hidroponik, Tabulampot (Tanaman Buah dalam Pot), dan Vertikultur. Pelatihan berlangsung di lahan edukatif sekitar Dam Pleret yang kini menjadi ruang praktik bagi warga, mahasiswa, dan komunitas lokal. Materi pelatihan menitikberatkan pada teknik pertanian hemat lahan yang aplikatif. Peserta diajarkan cara merakit instalasi hidroponik NFT, menyusun rak vertikultur, serta merawat tabulampot. Selain itu pelatihan juga mencakup pemberian nutrisi tanaman, sanitasi panen, serta pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai jual.

"Awalnya saya hanya tahu menanam lalu menjual apa adanya. Setelah ikut pelatihan, saya belajar cara mengemas dan bahkan mengolah jadi produk berbeda. Irni membuka peluang baru bagi usaha keluarga kami, ujar Bu Husain, salah satu peserta dari kelompok ibu rumah tangga.

Produk hasil pelatihan pun beragam, mulai dari sayuran siap mas ak, minuman herbal, hingga camilan sehat berbahan dasar sayuran lokal. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membekali peserta dengan dasar-dasar manajemen usaha seperti pencatatan biaya, perhitungan harga pokok produksi, hingga strategi pemasaran sederhana.Ketua Pokdarwis Dam Pleret 1904, Heru Yulian Bayuardi, menyebut pelatihan ini menjadi titik awal perubahan pandangan masyarakat terhadap pertanian.

"Pelatihan ini memberi kami semangat baru. Anak-anak muda bisa melihat bahwa bertani bukan pekerjaan kuno, tapi bisa modern dan menguntungkan jika dikelola dengan benar," ujarnya

Dampaknya mulai terasa. Beberapa keluarga telah memproduksi sampel olahan dan memasarkan ke pasar lokal. Kelompok pemuda desa bahkan menyiapkan stan produk untuk acara desa. Ini menjadi langkah nyata menuju kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

Tak hanya bermanfaat bagi warga, lahan edukatif ini kini juga menarik kunjungan mahasiswa melalui program MBKM serta menjadi destinasi kunjungan sekolah. Hal ini memperkuat posisi Dam Pleret 1904 sebagai destinasi ekowisata edukatif, yang menggabungkan aspek rekreasi, pembelajaran, dan pemberdayaan masyarakat. Ke depan, tim pengabdian Universitas Merdeka Malang berencana melanjutkan pendampingan, khususnya dalam aspek pemasaran digital dan pembentukan jaringan UMKM regional. Harapannya, produk-produk lokal dari Pleret tidak hanya beredar di pasar lokal, tetapi bis a menembus pasar yang lebih luas.