Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2025

DELISERDANG || jejakindonesia.id – Polresta Deli Serdang bersama polsek jajaran terus meningkatkan kegiatan patroli malam hari melalui patroli blue light dan patroli dialogis. Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi tindak kejahatan seperti 3C (curas, curat, dan curanmor), balap liar, geng motor, serta tawuran antar warga di wilayah hukum Polresta Deli Serdang.

Dalam kegiatan patroli, petugas tampak menyusuri jalan-jalan utama, kawasan pemukiman, serta lokasi yang dinilai rawan gangguan kamtibmas. Selain melakukan pengawasan, personel juga berdialog langsung dengan masyarakat untuk memberikan imbauan agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.

Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Hendria Lesmana, SIK, MSi, saat dikonfirmasi Selasa (14/10/2025) menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat. “Patroli blue light dan dialogis ini kami lakukan untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, khususnya kejahatan jalanan seperti 3C, balap liar, dan geng motor. Dengan kehadiran polisi di lapangan, masyarakat dapat merasa lebih aman,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kapolresta menambahkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung keamanan bersama. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan serta menjaga lingkungan dan segera melapor jika melihat hal-hal yang mencurigakan. Polri akan menindaklanjuti setiap laporan dengan cepat,” tegasnya.

Melalui kegiatan patroli yang dilaksanakan secara rutin dan konsisten, Polresta Deli Serdang menegaskan komitmennya dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah hukumnya.(##Humas Polresta DS)

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak mahasiswa Cipayung Plus menjadikan Rumah Kebangsaan sebagai wadah melahirkan gagasan solutif bagi kemajuan daerah.

Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Banyuwangi merupakan wadah lintas organisasi mahasiswa, ada Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

“Gunakan tempat ini untuk melahirkan ide dan solusi atas berbagai persoalan Banyuwangi,” pesan Bupati Ipuk saat hadir dalam acara tasyakuran dan peresmian Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Banyuwangi di Jalan Ikan Putihan, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, Senin (13/10/2025).

Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kompak hadir. Mulai Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, dan Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso.

Ipuk mengatakan, generasi muda berperan besar dalam menciptakan perubahan. Karena itu, setiap gagasan harus diarahkan untuk menjawab berbagai tantangan. Mulai sosial, teknologi, dan ekonomi di Banyuwangi.

Ia pun berharap agar sinergi mahasiswa dan pemerintah terus terjaga demi masa depan Banyuwangi yang lebih baik.

“Insya Allah, kalau semua berjalan bersama, ide dari anak muda bisa jadi kekuatan besar untuk kemajuan Banyuwangi,” tuturnya.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra turut menyampaikan apresiasi atas terbentuknya rumah kebangsaan. Ia menilai, tempat ini menjadi simbol sinergi mahasiswa, pemerintah, dan aparat keamanan di daerah.

Rama juga mengajak para mahasiswa untuk bersama-sama menjaga kondusifitas di Banyuwangi dan berkontribusi untuk pembangunan daerah.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Apa pun aspirasi yang sifatnya membangun, akan kami dukung,” ujarnya.

Koordinator Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Banyuwangi, Muhammad Haddad Alwi Nasyafiallah menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya rumah kebangsaan satu-satunya di Jatim di tingkat kabupaten tersebut.

Ia dan seluruh gabungan mahasiswa Cipayung Plus berkomitmen siap berpartisipasi aktif bersama pemerintah dan Forkopimda menjaga keharmonisan serta keutuhan Banyuwangi.

“Rumah ini menjadi wadah silaturahmi dan kolaborasi. Dari sini kami ingin melahirkan gagasan untuk kemajuan daerah,” ujar Nasya yang juga Ketua PC PMII Banyuwangi ini.

Nasya turut bangga melihat seluruh jajaran Forkopimda hadir lengkap dalam peresmian tersebut. “Kami selalu mendoakan, semoga keharmonisan dan kekompakan yang sudah terbangun ini bisa terus berumur panjang,” harapnya.

BLITAR || jejakindonesia.id – Kepolisian Resor Blitar Polda Jawa Timur kembali menorehkan prestasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui kerja keras dan penyelidikan intensif, jajaran Satreskrim Polres Blitar Polda Jatim berhasil mengungkap 18 kasus tindak pidana yang dilakukan oleh Satu orang pelaku residivis.

Pelaku diketahui bernama DA (laki-laki), 28 tahun, warga Dusun Krisik, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman mengatakan dalam kurun waktu Dua bulan, pelaku sudah 18 kali melakukan aksi pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian sepeda motor di beberapa lokasi di Kabupaten Blitar.

“Pelaku merupakan residivis sudah Empat kali masuk penjara kasus pencurian dan penjambretan,” kata Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman, Senin (13/10/2025).

Dari hasil pengungkapan kasus ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 3 (tiga) unit handphone, 5 (lima) unit sepeda motor, serta 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Jupiter yang saat ini masih dalam pencarian.

Dalam setiap aksinya, pelaku membuang barang-barang hasil curian berupa handphone milik korban, sementara uang dan sepeda motor hasil kejahatan digunakan untuk melakukan tindak kejahatan lainnya.

“Adapun modus operandi pelaku selain melakukan perampasan, yaitu memanfaatkan kelengahan korban dengan mencuri sepeda motor yang kunci kontaknya masih tertancap di kendaraan,”tambah AKBP Arif.

Kapolres Blitar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bekerja keras dalam mengungkap kasus ini.

“Pengungkapan ini merupakan bukti komitmen Polres Blitar dalam menindak tegas pelaku tindak pidana yang meresahkan masyarakat,” ujar Kapolres Blitar.

Ia mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kendaraan pribadi dengan cara menerapkan kunci ganda atau alat pengaman tambahan, terutama saat memarkir kendaraan di tempat umum maupun di sekitar rumah.

“Kami berharap masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Gunakan kunci ganda pada kendaraan, dan segera laporkan kepada pihak kepolisian jika melihat hal-hal yang mencurigakan,” tambahnya.

Dengan terungkapnya kasus ini, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Blitar semakin aman, tertib, dan kondusif, serta masyarakat merasa semakin percaya terhadap kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

MALANG || jejakindonesia.id – Kepolisian Resor Malang, Polda Jawa Timur, tengah menyelidiki penemuan sesosok mayat perempuan yang terkubur di area kebun tebu di Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka bakar di sebagian tubuhnya, Senin (13/10/2025) malam.

Penemuan itu berawal dari laporan warga yang mencurigai adanya gundukan tanah tak biasa di tengah area kebun tebu sekitar pukul 20.30 WIB. Petugas gabungan dari Satreskrim Polres Malang dan Polsek Sumbermanjing Wetan segera menuju lokasi dan melakukan pemeriksaan.

Setelah dilakukan penggalian, petugas menemukan jasad perempuan dalam kondisi terbakar sebagian dan terkubur di dalam selokan. Area sekitar langsung dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan dan olah TKP.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muchammad Nur, membenarkan temuan tersebut dan menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan awal untuk mengidentifikasi korban.

“Benar, telah ditemukan sesosok mayat perempuan terkubur di area kebun tebu Desa Sumberejo, Gedangan. Kondisi korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh,” ujar AKP Muchammad Nur, Selasa (14/10/2025).

Menurutnya, proses identifikasi dan autopsi tengah dilakukan oleh tim Inafis Polres Malang bersama tim medis RSUD Saiful Anwar Malang untuk memastikan identitas serta penyebab kematian korban.

“Saat ini fokus kami adalah memastikan identitas korban dan penyebab kematian. Dugaan sementara mengarah pada tindak pidana pembunuhan, namun kami masih menunggu hasil autopsi dan keterangan ahli,” tambahnya.

AKP Muchammad Nur juga menyampaikan bahwa penyelidikan dilakukan secara hati-hati dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti di sekitar lokasi serta memeriksa beberapa saksi.

“Tim sudah bergerak cepat sejak laporan pertama diterima. Kami juga telah memeriksa beberapa saksi di sekitar lokasi untuk mengungkap peristiwa ini secara terang benderang,” tegasnya.

Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menambahkan bahwa pihaknya terus memberikan update perkembangan kasus kepada publik secara transparan.

“Kami pastikan setiap perkembangan akan disampaikan secara resmi oleh kepolisian. Saat ini tim masih bekerja di lapangan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik penemuan mayat ini,” ungkap AKP Bambang Subinajar.

NGANJUK || jejakindonesia.id – Polres Nganjuk menggelar kegiatan Coffee Morning membahas situasi Kamtibmas wilayah hukum Nganjuk bersama pejabat utama di Loby Mapolres Nganjuk, Senin (13/10/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M., didampingi Wakapolres Nganjuk KOMPOL Andria Diana Putra, S.E., M.H.

Kegiatan rutin tersebut menjadi sarana konsolidasi internal untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi perkembangan situasi Kamtibmas, serta meningkatkan kesiapsiagaan seluruh jajaran Polres Nganjuk dalam menghadapi dinamika keamanan di wilayah.

Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso menyampaikan bahwa secara umum situasi di wilayah Kabupaten Nganjuk dalam keadaan aman dan kondusif. Namun demikian, ia menekankan pentingnya langkah-langkah deteksi dini, cegah dini, dan penggalangan agar potensi gangguan tidak berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.

“Koordinasi lintas fungsi harus terus diperkuat. Segera tangani potensi konflik sosial di tingkat desa, seperti penolakan pemakaman atau persoalan warga lainnya. Libatkan tokoh masyarakat dan perangkat desa untuk memberi pemahaman kepada warga, agar masalah bisa diselesaikan secara bijak,” tegas Kapolres Nganjuk.

Lebih lanjut, Kapolres juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan anggota di lapangan, termasuk patroli malam hari oleh Polsek jajaran, peningkatan profesionalisme penjagaan mako, serta pengawasan terhadap pelaksanaan tugas agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

Sementara itu, Wakapolres Nganjuk KOMPOL Andria Diana Putra menambahkan bahwa seluruh jajaran diminta memperkuat kegiatan patroli malam hari, terlebih di wilayah yang rawan terjadinya tindak pidana. Ia juga menekankan pentingnya dokumentasi kegiatan yang akurat dan real time sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab operasional.

“Pastikan setiap kegiatan dilaporkan secara faktual dengan bukti waktu yang jelas. Selain itu, pembinaan disiplin dan peningkatan keterampilan dasar anggota seperti penjagaan, baris-berbaris, dan kesiapan upacara juga perlu terus diasah,” ujar Wakapolres.

Dalam kesempatan tersebut, turut dibahas pula evaluasi kegiatan program nasional seperti tanam jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan, penguatan lomba siskamling, serta pembenahan administrasi keanggotaan dan pelayanan internal Polres.

Melalui Coffee Morning ini, Polres Nganjuk menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas keamanan, meningkatkan sinergitas antar satuan fungsi, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk.(acha)

error: Content is protected !!