Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Bulan: Desember 2025

Warga Sarirogo Sidoarjo Khawatir dan Was-Was Adanya Dugaan Usaha Oplosan Elpiji di Sekitar Pemukimannya, Polresta Sidoarjo dan Polda Jatim Harus Turun Langsung Mengecek Ke Lapangan

Sidoarjo, Jejak-Indonesia.id || Warga Desa Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo mengaku resah dengan keberadaan tempat yang diduga dijadikan tempat pengoplosan isi tabung elpiji bersubsidi dari 3 kilogram ke tabung elpiji 12 kilogram (non subsidi). Warga sekitar lokasi mengaku merasa khawatir terjadinya ledakan saat pemindahan isi gas dari tabung elpiji 3 kilogram menuju tabung gas elpiji 12 kilogram.

Apalagi, tempat pemindahan gas itu saat ini, sangat berdekatan dengan Pondok Pesantren (Ponpes) di desa itu. Warga khawatir keberadaan usaha yang diduga gelap itu, terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, selama beroperasi terkesan ada dugaan pembiaran yang diduga dilakukan oknum Aparat Penegak Hukum (APH) setempat.

Salah seorang warga setempat, Joko menceritakan usaha dugaan oplosan atau pemindahan elpiji bersubsidi 3 kilogram dialihkan ke tabung elpiji 12 kilogram itu, sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, sebelumnya juga pernah ditangkap polisi. Akan tetapi, beberapa saat kemudian pelakunya dipulangkan dan bisa bekerja (beroperasi) lagi.

Secara hukum, pelaku pengoplosan dapat dijerat dengan Pasal 62 ayat 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 2 miliar. Selain itu, pelanggar juga dapat dikenai pasal berlapis terkait penyalahgunaan barang subsidi.

"Sekarang warga mau lapor sudah semakin tidak percaya dengan petugas polisi. Karena dugaan pelanggarannya sudah dan memang kegiatan itu melawan undang - undang, tetapi tetap dibiarkan begitu saja,"

Padahal, dengan dugaan pemindahan gas elpiji 3 kilogram (bersubsidi) ke tabung gas elpiji 12 kilogram ini, lanjut Joko pemilik usaha ini sangat diuntungkan. Alasannya, karena 4 tabung gas elpiji 3 kilogram itu dipindahkan ke dalam 1 tabung gas elpiji 12 kilogram.

"Pemilik usaha jelas diuntungkan dari segi isi dan harganya. Apalagi, karena barang subsidi dijual dengan barang tidak masuk dalam subsidi pemerintah. Seharusnya, Polresta Sidoarjo dan Polda Jatim turun mengecek ke lapangan dan jangan sampai ada penilaian ada unsur pembiaran dengan adanya pengusaha yang diduga nakal menjalankan usahanya hingga merugikan keuangan negara itu," pintanya.

Sementara pemilik usaha distribusi tabung gas elpiji, SR mengakui usahanya itu sudah berjalan bertahun - tahun. Menurutnya, ilmu pemindahan isi gas itu, sudah diturunkan kepada kedua putranya yakni RS yang sudah ditangkap Mabes Polri di tempat usahanya di kawasan Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu.

"Selain itu juga diturunkan ke anaknya IP yang hingga kini usahanya tetap eksis di kawasan Desa Kepuhkemiri, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo," tandasnya. (red)

 

Kapolri dan Menteri Kehutanan Bentuk Satgas Gabungan Telusuri Temuan Kayu yang diduga akibatkan Bencana di Aceh dan Sumatera

JAKARTA || jejakindonesia.id - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menggelar doorstop usai audiensi di Gedung Utama Mabes Polri, Kamis malam (4/12/2025). Pertemuan tersebut membahas penanganan temuan kayu yang diduga menjadi salah satu faktor terjadinya kerusakan infrastruktur dan korban jiwa akibat bencana di Aceh, Sumatera, dan Sumatera Barat.

Dalam pernyataannya, Kapolri menyampaikan rasa duka cita atas bencana yang menimpa masyarakat di berbagai wilayah tersebut.

“Kita menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana, baik di Aceh, di Sumatera maupun Sumatera Barat,” ujar Kapolri.

Ia menjelaskan bahwa temuan kayu yang diduga ilegal menjadi atensi Presiden sehingga Polri bersama Kementerian Kehutanan sepakat membentuk Satgas Gabungan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh.

“Kami menyambut baik dan akan melakukan kerja sama dengan Menteri Kehutanan dan tim untuk membentuk Satgas Gabungan guna melakukan penyelidikan terkait temuan-temuan kayu yang diduga berdampak terhadap kerusakan, jembatan rusak, rumah terdampak, hingga adanya korban jiwa,” jelasnya.

Kapolri menegaskan bahwa personel Polri telah diturunkan ke lapangan dan akan segera bergabung dengan tim dari Kementerian Kehutanan maupun unsur lain yang diperlukan.

“Dalam waktu dekat saya meminta agar tim segera bergerak dari hulu sampai hilir, khususnya di lokasi-lokasi yang memiliki potensi perlu ditindaklanjuti karena memang ada dugaan-dugaan pelanggaran,” sambungnya.

Ia menekankan bahwa pendalaman akan dilakukan secara komprehensif dan hasilnya akan segera diinformasikan kepada publik setelah tim gabungan bekerja maksimal.

“Yang jelas sementara itu yang bisa kami sampaikan. Kita akan pastikan kerja tim berjalan cepat,” tutup Kapolri.

Ratusan Rumah di Winongan Tergenang Banjir, Polsek Winongan Bergerak Cepat

PASURUAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan Lumbang, Puspo, Tosari, dan Paserpan pada Kamis sore (3/12/2025).

Akibatnya banjir di sejumlah desa di Kecamatan Winongan tidak bisa di elakkan. Air meluap dari Sungai Beji dan Sungai Winongan, menggenangi ratusan rumah warga.

Kapolsek Winongan, AKP Nanang Abidin, S.H., menjelaskan bahwa banjir mulai terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. “Air datang cukup cepat karena kiriman dari wilayah atas. Beberapa dusun di Winongan Lor, Bandaran, Winongan Kidul, dan Prodo tergenang dengan ketinggian 10 sampai 40 sentimeter,” ujarnya.

Sebanyak 445 kepala keluarga tercatat terdampak genangan air di empat desa:
- Desa Winongan Lor (Dusun Karangsono) sebanyak ±80 KK,
- Desa Bandaran (Dusun Bandaran Kidul, Mayangbang, Gambiran) sebanyak ±160 KK,
- Desa Winongan Kidul (Dusun Serambi, Tokwiro, Diyunan) sebanyak ±80 KK,
- Desa Prodo (Dusun Jetis, Margo Utomo, Ledok) sebanyak ±125 KK.

Meski banjir meluas, Kapolsek memastikan tidak ada korban jiwa. “Alhamdulillah tidak ada korban luka maupun meninggal. Untuk kerugian materiil sementara nihil,” tegasnya.

Polsek Winongan bersama BPBD dan Satgas Kencana telah melakukan langkah cepat. “Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, mengevakuasi warga ke rumah kerabat yang lebih aman, serta terus memantau perkembangan cuaca yang saat ini gerimis,” tambah AKP Nanang.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan memberikan apresiasi terhadap penanganan cepat jajaran di lapangan.

“Penanganan sigap dari Polsek Winongan, BPBD, dan unsur terkait sangat penting untuk meminimalisir dampak banjir. Kami terus memonitor situasi dan siap melakukan langkah tambahan bila diperlukan,” ujarnya.

Situasi di Kecamatan Winongan hingga sore ini masih dalam pemantauan. Aparat mengimbau warga tetap waspada terhadap kemungkinan peningkatan debit air jika hujan kembali turun di wilayah hulu.

Tim K9 Polri Temukan Sesosok Mayat Wanita di Depan Gereja GKPA Huta Godang, Batang Toru

Batang Toru || jejakindonesia.id – Tim gabungan Unit K9 SAR Mabes Polri, Unit K9 Polda Sumut, serta Sat Brimob Batalyon C Polda Sumut menemukan sesosok mayat wanita di depan Gereja GKPA Desa Huta Godang, Kabupaten Batang Toru, pada Kamis (4/12/2025). Penemuan ini berawal dari laporan masyarakat yang mencium bau menyengat di sekitar lokasi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan langsung melakukan penyisiran. Pada saat pencarian, anjing pelacak K9 jenis Dasa memberikan reaksi di satu titik mencurigakan. Handler K9, Aipda Hasan, kemudian melaporkan temuannya kepada Katim, Kompol Kadarman, dan Iptu Erasmus.

Setelah dilakukan pembukaan pada titik yang ditandai K9, tim menemukan sesosok jenazah perempuan dengan identitas yang masih belum diketahui. Penemuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Basarnas untuk proses evakuasi.

Kabag Penum Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, membenarkan adanya temuan tersebut dan mengatakan bahwa langkah cepat tim K9 merupakan bentuk respon cepat Polri terhadap laporan masyarakat.

“Tim K9 bergerak cepat setelah mendapat laporan warga. Anjing pelacak berhasil mengarahkan tim ke titik bau dan ditemukan satu korban perempuan. Saat ini proses identifikasi masih berlangsung dan Polri berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Polri akan terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian dan mengungkap identitas korban.

“Polri berkomitmen untuk memastikan proses penyelidikan berjalan objektif, transparan, dan tuntas. Kami juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk menghubungi kepolisian setempat,” tambahnya.

Saat ini, jenazah telah dibawa ke fasilitas medis terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polri Apresiasi Masyarakat dan Relawan Kirim Bantuan ke Lokasi Bencana

JAKARTA || jejakindonesia.id - Bantuan untuk masyarakat terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat terus disalurkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sebagai relawan. Hingga hari ini, bantuan masih terus dikirimkan untuk menjangkau semua titik di tiga provinsi terdampak tersebut.

Pada hari ini pun disalurkan bantuan logistik dari masyarakat melalui penerbangan dari Lapangan Udara Mako Poludara Baharkam Polri menuju Kualanamu, Sumatera Utara. Bantuan ini dikirimkan oleh masyarakat relawan, di antaranya Ferry Irwandi dan Jovial Da Lopez.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan makanan, pakaian, dan perlengkapan mandi dengan total 2.639 Kg. Polri pun mengapresiasi atas peran masyarakat dalam kepedulian terhadap korban terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor.

“Polri mengapresiasi peran aktif masyarakat dengan bahu-membahu menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita yag tersampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” ungkap Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Kamis (4/12/2025).

Menurut Komjen Pol Dedi, peran serta masyarakat menjadi wujud kepedulian terhadap sesama dan akan semakin memaksimalkan penanganan bencana alam yang tengah terjadi. Sinergitas semua pihak menjadi kekuatan dalam percepatan penanganan bencana ini.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat dan relawan, di antaranya Bang Ferry Irwandi dan Bang Jovial Da Lopez atas kontribusinya terhadap bencana alam di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” jelas Wakapolri.

Lebih lanjut ditegaskan Wakapolri bahwa Polri juga telah membuka posko bencana secara terpusat dan di daerah. Posko ini sebagai wadah untuk menghimpun dan menyalurkan bantuan dari masyarakat kepada korban terdampak bencana alam di berbagai wilayah terdampak bencana dan bisa dihubungi melalui call center 081298420098 dan Posko pengiriman bantuan Polri di Mako Ditpoludara, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten. 08113864906

Wakapolri menegaskan bahwa Polri terus memperkuat langkah cepat penanganan bencana di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara melalui pengaktifan sejumlah posko logistik di titik-titik strategis.

“Seluruh jajaran telah kami gerakkan. Di Aceh, dua posko utama sudah beroperasi, di bawah kendali Polda Aceh dan posko terpadu BNPB di Lanud Banda Aceh. Sementara di Sumatera Barat, satu posko logistik Polda Sumbar telah siap melayani kebutuhan masyarakat. Untuk Sumatera Utara, tiga posko—Polda Sumut, Kualanamu, dan Silangit—kami pastikan siaga penuh,” ujar Wakapolri.

Komjen Pol Dedi menambahkan, keberadaan posko-posko ini memastikan distribusi bantuan, koordinasi lintas instansi, dan respon cepat terhadap kebutuhan masyarakat terdampak dapat berjalan efektif.

“Fokus kami adalah kecepatan, ketepatan, dan memastikan seluruh bantuan tersalurkan tanpa hambatan. Polri hadir untuk memberikan perlindungan dan dukungan maksimal bagi warga yang terdampak,” tegas Wakapolri.

Di sisi lain, Ferry Irwandi mengungkap bahwa pemberian bantuan kemanusiaan ini bekerja sama dengan Polri dan Kitabisa. Bantuan ini pun akan terus disalurkan secara bertahap.

“Kita menuju Pulau Sumatera sekarang dengan 2,6 ton bantuan tahap awal, nantu menyusul lagi, menyusul lagi. Semangat semuanya!” dikutip dari media sosial @kitabisa dan Ferry Irwandi.

error: Content is protected !!