We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Desember 2025

GWI DPD Banten Beri Ucapan Selamat HUT PUSPOM TNI Ke 80

TANGGERANG || jejakindonesia.id - HUT PUSPOM TNI ( Korp Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia ) di peringati pada tanggal 8 Desember 2025 Acara yang berlangsung di Joglo Ageng Mabes TNI Cilangkap.

PUSPOM TNI sendiri merupakan salah satu kecabangan TNI di bawah komando Panglima TNI yang bertugas dalam fungsi Kepolisian Militer.

Ketua GWI DPD BANTEN,
Syamsul Bahri, mengucapkan Selamat HUT PUSPOM TNI yang ke 80, Dedikasimu dalam menjaga Perdamaian adalah pilar utama kekuatan dan kehormatan Tentara Nasional Indonesia.

TNI Semakin profesional, modern, dan adaptif dalam menegakkan hukum dan disiplin demi kejayaan NKRI. Selamat bertugas, Ksatria Baret Biru

Dengan semangat 'Satya Wira Wicaksana', semoga semakin jaya, Terima kasih telah menjadi garda terdepan dalam penegakan hukum di lingkungan militer. Dirgahayu!

Momen Bersejarah: Kapolda Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-3 Provinsi Papua Barat Daya

SORONG || jejakindonesia.id - Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Daya Brigjen Pol. Gatot Haribowo S.I.K., M.A.P., menghadiri pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Papua Barat Daya yang ke-3, yang berlangsung di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Senin 8 Desember 2025.

Bertindak selaku Inspektur Upacara Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos, yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Ahmad Nausrau, S.Pd.I., MM, Pj Sekda Drs. Yakob Kareth, M.Si, para kepala daerah se-Papua Barat Daya, anggota DPR RI, anggota DPD RI, pimpinan dan anggota MRPBD, Forkopimda Papua Barat Daya, serta para tamu undangan lainnya.

Selain para pejabat, upacara juga diikuti oleh personel gabungan dari TNI–Polri, ASN, pelajar, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta unsur organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.

Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu mengatakan tiga tahun perjalanan provinsi ini dianggap sebagai tonggak sejarah yang lahir dari perjuangan panjang selama 17 tahun. Hadirnya Provinsi Papua Barat Daya menjadi jawaban atas cita-cita masyarakat untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat, pelayanan lebih cepat, dan pembangunan lebih merata.

“Momentum ini mengajak seluruh masyarakat melanjutkan perjuangan dengan karya nyata demi mewujudkan Papua Barat Daya yang maju, aman, bersatu, dan sejahtera,” ucapnya.

Menurutnya, momentum HUT ke-3 ini dimaknai sebagai awal pelayanan dan kerja untuk masyarakat, sekaligus kesempatan membangun fondasi pembangunan yang kuat, termasuk penguatan kelembagaan, tata kelola pemerintahan, perencanaan daerah, konsolidasi pembangunan, serta memastikan otonomi daerah dan otonomi khusus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Gubernur juga menjelaskan beberapa capaian konkrit tahun pertamanya menjabat, di Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan, Bidang Pemberdayaan Ekonomi, Bidang Infrastruktur, Bidang Pariwisata dan Kepemudaan, Keamanan dan Harmoni Sosial, Progres Program Strategis Nasional.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, dengan pengamanan terpadu oleh personel Polri yang telah terkoordinasi.

Surabaya Hari Ini #06 : My Mother Menutup Tahun

SURABAYA || jejakindonesia.id - Sebelas perempuan hebat dari berbagai disiplin akan merayakan Hari Ibu sekaligus menutup tahun pada acara Surabaya Hari Ini #06 yang digelar Forum Pegiat Kesenian Surabaya (FPKS) pada 09 Desember 2025, di Galeri Dewan Kesenian Surabaya, Kompleks Balai Pemuda, Jl. Gubernur Suryo No 15 Surabaya.

Dengan mengusung tema My Mother, materi acara dibagi dua. Pertama, berlangsung pada pukul 16.00 sampai 18.00 WIB, menghadirkan Sarasehan atau Jagongan "Omon-omon Kesenian Surabaya" dengan pemantik Henri Nurcahyo dan Heti Palestina Yunani. Jagongan ini juga menjadi semacam penutup tahun sambil membaca ulang apa yang terjadi pada kehidupan kesenian di kota Surabaya ini.

Kita tahu bahwa kehidupan kesenian di Kota Surabaya hari ini bergerak seperti denyut kota yang tak pernah benar-benar tidur ; keras, dinamis, tapi penuh daya tahan. Di tengah deru industri, hiruk-pikuk perdagangan serta ritme kota pelabuhan yang cenderung pragmatis, kesenian justru menemukan ruangnya sendiri: ruang-ruang kecil yang tumbuh dari inisiatif warga, komunitas, dan para pekerja seni yang tak menyerah pada keterbatasan.

Seni di Surabaya tumbuh bukan dari limpahan fasilitas, melainkan dari solidaritas. Kota yang dikenal kaku dan efisien ini, diam-diam menyimpan keberanian untuk mencari bentuk-bentuk artistik baru. Para senimannya kerap berkolaborasi dengan isu-isu sosial: lingkungan, ruang kota, memori kampung, relasi antarwarga, menjadikan kesenian bukan hanya hiburan, tetapi cermin kritik dan refleksi.

Sedangkan pada pukul 19.00, seperti event “Surabaya Hari Ini” sebelumnya, akan menghadirkan seni pertunjukan. Event kali ini bisa disebut lebih unik, karena seluruh penampil adalah perempuan yang akan membacakan karya mereka tentang ibu mereka, baik dalam bentuk puisi, surat, esai dan sejenisnya.

Para penampil yang telah menyatakan kesiapannya antara lain, Wina Bojonegoro (sastrawati dan pegiat sastra), Swandayani (penari), Heti Palestina Yunani (jurnalis), Vanessa Helen Martinus (aktivis BMS), Pinky Saptandari (dosen Fisip Unair), Lina Puryanti (dosen FIB Unair), Trinil Sri Brojo (dosen Bahasa Unesa), Vika Wisnu (sastrawati), Wulansary (penulis dan pendiri Komunitas Sahabat Bumi), Nayera Ibrahim (perwakilan Wisma Jerman, dan tamu dari El Salvador yang kebetulan sedang belajar bahasa Perancis di IFI Surabaya, Susi Romero.

Perayaan Hari Ibu ini -- bagi FPKS -- penting, karena di setiap langkah hidup, ada satu cahaya yang tak pernah padam: cahaya dari seorang ibu. Ia tak selalu bersinar terang. Kadang redup, kadang nyaris tak terlihat, namun selalu ada, menuntun, menghangatkan, bahkan ketika dunia terasa gelap.

Ibu adalah bahasa pertama yang kita pahami sebelum kata-kata. Sentuhannya menjadi doa yang hidup di sekujur badan. Suaranya menjadi lagu yang meninabobokan kegelisahan. Dalam diamnya tersimpan kekuatan, dalam lelahnya terselip kasih yang tak menuntut balas.

Merayakan Hari Ibu tidak cukup hanya dengan memberikan bunga. Ada banyak cara lain yang lebih personal dan bermakna untuk menunjukkan rasa terima kasih dan cinta kepada ibu seperti menulis semua kenangan tentang ibu. Inilah saatnya kita menunduk dalam hening dan mengingat: dari rahim seorang perempuan, dunia ini berdenyut. Dari kasihnya, kita belajar menjadi manusia.

Jadi, mari kita saksikan bersama bagaimana para wanita hebat di bidangnya masing-masing tampil membacakan kenangan yang ditulisnya untuk ibunya.***(Redho)

Klarifikasi MADAS Jawa Timur, HaKI MADAS Telah Didaftarkan, Tak Bisa Ditiru

SURABAYA || jejakindonesia.id - Sejumlah pengurus organisasi masyarakat (Ormas) Madura Asli Daerah Anak Serumpun atau dikenal dengan nama MADAS Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Timur, bmendatangi Sekretariat Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) di Jalan Jaksa Agung Suprapto nomor 21 Surabaya, pada Senin siang, 8 Desember 2025. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kiki Kurniawan selaku Ketua AWS.

Dari DPD MADAS Jawa Timur, beberapa pengurus yang hadir diantaranya I Gede Ardika (Sekretaris), Dodik Firmansyah dan Sukardi (Biro Hukum), Rahmad Tulloh (Ketua DPC MADAS Surabaya), dan sejumlah pengurus MADAS.

Maksud kehadiran DPD Madas Jawa Timur ke Sekretariat Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) untuk memenuhi undangan sekaligus mengklarifikasi terjadinya hiruk pikuk yang terjadi di Kota Surabaya belakangan ini, yang mencatut nama MADAS sebagai organisasi masyarakat yang terdaftar resmi di Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum Republik Indonesia. Salah satunya ialah aksi unjuk rasa di Polda Jawa Timur (Jatim) pada Jumat (5/12/2025), yang salah satu pendemo melontarkan kalimat melumpuhkan Kota Surabaya.

Kiki Kurniawan selaku Ketua Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) menyatakan aapapun organisasi yang hadir di Surabaya, yang penting berazaskan kekeluargaan sebagaimana digenggam oleh Pancasila, yaitu Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Mangrwa.

“Dalam Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa, meskipun ada keberagaman (bhinneka), kita tetap satu (tunggal ika), dan hanya ada satu kebenaran (tan hana dharma mangrwa),” kata Kiki Kurniawan.

Untuk diketahui, terdapat ormas yang membawa nama MADAS. Yaitu MADAS Nusantara, MADAS Anak Serumpun, dan MADAS Sedarah (Madura Asli Sedarah). Terkait 3 nama MADAS tersebut, Kiki Kurniawan menyarankan agar ketiganya bisa dibedakan dengan atribut dan diperkuat dengan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).

“Harus ada hak cipta terhadap MADAS dan atributnya,” kata Kiki Kurniawan.

Menanggapi itu, I Gede Ardika selaku Sekretaris MADAS DPD Jawa Timur menegaskan bahwa HaKI MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) telah didaftarkan di Ditjen HAKI Kementerian Hukum. Hal itu dilakukan untuk membedakan MADAS anak Serumpun dengan organisasi yang mencatut nama MADAS.

“MADAS didirikan oleh almarhum Berlian untuk mencerdaskan masyarakat Madura. Sekarang, Ketua Umum ialah H Toha. Kami ingin, seluruh instansi dan masyarakat bisa membedakan MADAS kami dengan organisasi yang membawa nama MADAS. Karena MADAS itu ada satu,” tegas I Gede Ardika.

Terkait aksi-aksi yang belakangan dilakukan oleh ormas yang mencatut nama MADAS termasuk aksi demo di Polda Jawa Timur (Jatim), dia menerangkan bahwa organisasi tersebut bukanlan MADAS Anak Serumpun. Dan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur terkait hal tersebut.

“Dari segi AHU Kemenkum beda antara kami dengan mereka yang mencatut nama MADAS. Kami ingin menjaga Surabaya kondusif dan tidak ingin ada gejolak di Surabaya,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sukardi dari Biro Hukum DPD MADAS Jawa Timur sangat prihatin karena MADAS dibawa-bawa oleh pihak tertentu yang membuat MADAS dihujat oleh warga Surabaya.

“Ada pihak tertentu yang membawa nama MADAS, kemudian melenceng dari visi misi MADAS. Melalui pers yang ada dalam wadah AWS (Aliansi Wartawan Surabaya), kami ingin mengedukasi masyarakat khususnya warga Kota Surabaya bahwa MADAS ada satu,” tegas Sukardi. (Redho)

Kapolda Jatim Resmikan Dermaga dan Kapal Cepat Satpolairud Polresta Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs Nanang Avianto.M.Si meresmikan Dermaga Danantya Virendra dan kapal taktis Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Satpolairud Polresta Banyuwangi, Senin (8/12/2025).

Peresmian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat infrastruktur pengamanan maritim di wilayah pesisir Timur Jawa Timur yang memiliki karakter perairan dinamis dan garis pantai sepanjang hampir 176 kilometer.

Dalam laporannya, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si., M.H., menyebut pembangunan dermaga dilakukan melalui swadaya dan gotong royong yang melibatkan personel Polri dan masyarakat.

Nama “Danantya Virendra”, yang berarti “Berani Berkorban untuk Mencapai Kesempurnaan”, dipilih sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi anggota Satpolairud dalam tugas-tugas pengamanan laut.

"Kehadiran dermaga ini bukan hanya sebagai infrastruktur pendukung operasional, tetapi juga sebagai simbol kesiapsiagaan Polri dalam memastikan keselamatan aktivitas pelayaran, nelayan, dan masyarakat pesisir," ungkap Kombes Pol. Rama.

Sementara itu Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan sarana perairan di Banyuwangi.

Hal itu mengingat wilayah Kabupaten Banyuwangi menjadi pintu masuk Jawa Timur dari arah Bali serta terhubung dengan berbagai jalur pelayaran dan pariwisata.

"Keamanan jalur laut memiliki dampak langsung terhadap kenyamanan masyarakat, termasuk sektor logistik dan wisata bahari," tutur Irjen Nanang.

Kapolda Jatim juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam pembangunan dermaga, seraya meminta agar fasilitas tersebut dirawat dan dimanfaatkan secara optimal oleh personel Satpolairud.

Peluncuran kapal cepat Rigid Buoyancy Boat (RBB) menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan peresmian.

Kapal berukuran 11 meter dengan lebar 3,1 meter tersebut dirancang untuk mendukung operasi patroli berkecepatan tinggi, respons cepat terhadap kondisi darurat, serta kegiatan penyelamatan di laut.

Dengan tambahan armada ini, kemampuan Satpolairud Polresta Banyuwangi dalam merespons insiden di wilayah perairan diharapkan semakin efektif, terutama pada kondisi gelombang tinggi atau medan laut yang menantang.

Penasehat Ahli Kapolri, Prof. Kikiek, yang turut hadir, menyoroti pentingnya aspek kemanusiaan dalam setiap pengembangan fasilitas kepolisian.

Selalin itu ia menekankan perlunya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kepedulian sosial terhadap masyarakat pesisir, termasuk mendorong dukungan pendidikan bagi anak-anak di sekitar wilayah operasi Satpolairud.

Acara peresmian dihadiri jajaran Forkopimda Banyuwangi, pejabat utama Polda Jatim, serta lembaga terkait sektor maritim.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat pengawasan pesisir dan memastikan kegiatan masyarakat di bidang kelautan berjalan aman dan tertib.

error: Content is protected !!