We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Desember 2025

Polres Simalungun Tingkatkan Kesiagaan Hadapi Akhir Tahun, Kapolres: “Polri untuk Masyarakat Harus Jadi Aksi Nyata!”

SIMALUNGUN || jejakindonesia.id - Suasana pagi yang cerah menyambut apel rutin personel Polres Simalungun, Senin (8/12/2025) pukul 08.00 WIB di Lapangan Apel Mako Polres Simalungun, Jalan Jon Horailam Saragih No 110, Pematang Raya. Dipimpin langsung oleh Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., apel pagi kali ini sarat dengan pesan penting terkait kesiagaan menghadapi situasi akhir tahun dan komitmen pengabdian kepada masyarakat.

Saat dikonfirmasi usai apel sekira pukul 10.00 WIB, Kapolres Marganda Aritonang menegaskan pentingnya responsivitas polisi terhadap dinamika masyarakat. "Yang terutama dan paling utama, kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan. Hari ini saya ingin menekankan bahwa 'Polri untuk Masyarakat' bukan sekadar slogan, tapi harus menjadi aksi nyata," ujar Kapolres dengan tegas.

Apel pagi yang dihadiri oleh jajaran pimpinan Polres Simalungun ini berlangsung dengan tertib. Hadir dalam apel tersebut antara lain Wakapolres Simalungun KOMPOL Edi Sukamto, S.H., M.H., Kabag Log KOMPOL Pandapotan Butar Butar, S.H., Kasat Narkoba AKP Charles Hartono Nababan, S.H., Kasat Samapta AKP Rudi Handoko, S.H., M.H., serta seluruh Kasatfung, Kasie, dan para perwira hingga brigadir Polres Simalungun.

Apel dimulai dengan laporan komandan pasukan, dilanjutkan penghormatan, doa, pengucapan Tribrata dan Catur Prasetya, hingga arahan dari pimpinan apel. Dalam arahannya, Kapolres Marganda menyoroti beberapa isu strategis yang perlu mendapat perhatian serius dari seluruh personel.

"Saat ini Indonesia sedang berduka. Bencana alam melanda tiga provinsi: Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Di Sumut sendiri, 20 dari 29 polres terdampak. Ini menjadi momen pengabdian kita kepada masyarakat," ungkap Kapolres dengan nada prihatin.

Ia menambahkan, meski Simalungun relatif aman dengan hanya banjir ringan di beberapa titik, kewaspadaan tetap harus dijaga. "Rekan-rekan kita masih ada yang BKO dari Polda dan Brimob untuk aksi kemanusiaan. Kita patut bersyukur tidak mengalami bencana hebat, dan personel kita di lapangan sudah bergerak cepat membantu masyarakat yang terdampak banjir ringan," jelasnya.

Kapolres juga mengingatkan bahwa Simalungun termasuk daerah rawan bencana. "Kita harus tetap waspada dan terus memonitor kegiatan masyarakat. Pelaksanaan tugas harus dilakukan dengan baik dan sungguh-sungguh," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres mengevaluasi pelaksanaan kegiatan strong point di berbagai titik wilayah. "Dicek kembali, beberapa titik masih membutuhkan personel. Kegiatan ini harus dilaksanakan sungguh-sungguh. Tanamkan dalam diri bahwa setiap tugas harus bermakna dan berdampak positif. Mari berdampingan langsung dengan masyarakat," ucapnya.

Sorot khusus diberikan pada maraknya kasus pencurian. "Setiap hari laporan polisi yang banyak diterima adalah kasus pencurian. Untuk itu, para Kasatfung yang membidangi preventif harus memperbaiki pola patroli," tegas Kapolres.

Ia menekankan pentingnya koordinasi antar fungsi. "Intel harus berbagi informasi tentang wilayah rawan pencurian dengan Samapta yang melaksanakan patroli. Kita harus bekerja bersama, bukan sendiri-sendiri," jelasnya.

Memasuki akhir tahun, Kapolres mengingatkan akan banyaknya kegiatan masyarakat yang perlu diantisipasi. "Kita memasuki akhir tahun dengan berbagai kegiatan masyarakat. Mari deteksi kegiatan-kegiatan yang berpotensi berdampak pada keamanan," ujarnya.

Kapolres Marganda menutup arahannya dengan pesan penuh semangat. "Bekerja secara profesional dan berikan kontribusi lebih dalam pelaksanaan tugas. Ingat selalu, 'Polri untuk Masyarakat' adalah aksi nyata, bukan sekadar kalimat!" pungkasnya sembari mengajak seluruh personel menyerukan yel-yel Polres Simalungun: "Salam Presisi!"

Apel pagi ditutup dengan penghormatan kepada pimpinan apel dan pembubaran pasukan. Komitmen Polres Simalungun untuk terus responsif dan profesional dalam mengayomi masyarakat semakin ditegaskan melalui arahan-arahan strategis ini, khususnya di tengah dinamika akhir tahun yang penuh tantangan.

Polri Apelkan Pasukan dan Kendaraan Lintas Ganti untuk Tanggap Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

DEPOK || jejakindonesia.id – Dalam upaya memperkuat penanggulangan bencana dan memastikan masyarakat segera mendapatkan bantuan yang memadai—selaras dengan isu Optimalisasi Tanggap Bencana, Polri—Polri melaksanakan Pemberangkatan Pasukan dan Kendaraan Lintas Ganti di Lapangan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok pada Senin (8/12), yang dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo.

Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa penguatan pasukan dan sarana pendukung harus segera dilakukan karena personel yang berada di lapangan telah bertugas lebih dari 12 hari dan mengalami kelelahan fisik, mental, serta kesehatan yang cukup ekstrem.

Ia menekankan bahwa rotasi pasukan sangat penting untuk mem-fresh-kan kondisi personel, sehingga Polri menyiapkan pasukan terlatih dari Kelapa Dua lengkap dengan sarana dan prasarana pendukung.

Evaluasi bersama Dankor Brimob dan tim menunjukkan perlunya penambahan dukungan logistik dan desain manajemen bencana yang lebih komprehensif di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Untuk mendukung pergeseran pasukan dan peralatan, Polri bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan melalui pemanfaatan fasilitas ASDP sebagai sarana angkut pasukan, kendaraan, alat SAR, perlengkapan medis dan DVI, dapur lapangan, water treatment, ambulans, serta 10.000 potong pakaian.

Penguatan ini diprioritaskan ke wilayah Aceh yang saat ini paling membutuhkan tambahan personel dan peralatan akibat beratnya operasi serta kerusakan infrastruktur. Dankor Brimob juga diperintahkan bertugas sebagai Kasatgas Jembatan guna mempercepat perbaikan infrastruktur vital bersama tenaga ahli Polri dari berbagai fungsi.

Pasukan lintas ganti yang diberangkatkan terdiri dari kekuatan SAR Brimob sebanyak 8 tim dengan total 361 personel, SAR Sabhara sebanyak 200 personel, serta 12 ambulans yang mengangkut 48 personel gabungan dokter dan perawat. Selain itu, dikerahkan pula 19 ekor anjing K9 dengan dukungan 29 personel yang terdiri dari handler dan tenaga veteriner.

Perlengkapan yang dibawa mencakup 15 unit kendaraan dapur lapangan, 12 unit water treatment, serta perlengkapan SAR perorangan untuk memperkuat operasi kemanusiaan dan penyelamatan di tiga provinsi terdampak.

Dengan penguatan lintas ganti ini, Polri memastikan bahwa operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar dapat berjalan lebih cepat, lebih aman, dan lebih efektif, sehingga masyarakat segera mendapatkan bantuan yang paling mereka butuhkan.

Polri Kerahkan Ratusan Personel Tambahan Untuk Percepatan Mitigasi Bencana di 3 Provinsi Sumatera

DEPOK || jejakindonesia.id — Polri mengerahkan ratusan personel dan berbagai perlengkapan taktis untuk membantu penanganan bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Pada Senin, 8 Desember 2025, Wakapolri memimpin pengecekan kesiapan pasukan di Mako Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, sebagai tindak lanjut instruksi Presiden.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan dukungan yang dikirim ke wilayah terdampak benar-benar optimal. “Bapak Presiden menekankan agar seluruh kekuatan Polri dioptimalkan. Karena itu, hari ini dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap personel dan peralatan yang akan diberangkatkan,” ujarnya.

Adapun kekuatan yang dikirim terdiri dari 361 personel Brimob, 200 personel Sabhara, 12 ambulans dengan 48 tenaga kesehatan, 19 K9, 15 dapur lapangan, 12 unit water treatment, perlengkapan SAR, serta kendaraan taktis dan teknis. Pasukan ini akan didistribusikan ke beberapa wilayah, termasuk Aceh Besar, Aceh Tamiang, Bireuen, Gayo Lues, Agam, dan Tapanuli.

Selain pencarian dan evakuasi, Polri juga membantu distribusi BBM, penyediaan air bersih, layanan kesehatan, hingga fasilitas ujian bagi pelajar terdampak. “Kami memastikan kegiatan masyarakat tetap berjalan meski di tengah situasi bencana,” kata Trunoyudo.

Terkait identifikasi korban, tim DVI masih bekerja di lapangan dan kini dilengkapi tambahan fasilitas pendingin jenazah. “Freezer tambahan telah dikirim dari Polda Riau. Ini penting agar identifikasi post-mortem, antemortem, hingga DNA dapat dipercepat,” jelasnya.

Brigjen Trunoyudo menegaskan komitmen Polri dalam misi kemanusiaan. “Polri akan terus hadir secara optimal dalam memulihkan kondisi pasca bencana,” tutupnya.

Polres Malang Perkuat Layanan Penegakan Hukum Bagi Kaum Rentan Lewat Satres PPA dan PPO

MALANG || jejakindonesia.id - Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, resmi memiliki satuan fungsi baru bernama Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO).

Satuan fungsi tersebut dikukuhkan bersamaan dengan peresmian gedung baru di Mapolres Malang, Polda Jatim, Senin (8/12/2025).

Seremoni dipimpin Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S. dan dihadiri Wakapolres Malang Kompol Bayu Marfiando beserta para pejabat utama Polres Malang.

Pembentukan satres baru ini menandai penguatan signifikan Polres Malang Polda Jatim dalam menangani kejahatan berbasis gender, kekerasan terhadap anak, hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

AKBP Danang menegaskan pembentukan struktur baru tersebut merupakan langkah strategis untuk menjawab tingginya kebutuhan penanganan kasus PPA di wilayah Kabupaten Malang.

“Hampir setiap hari ada laporan terkait perempuan dan anak. Dalam seminggu, dua sampai tiga laporan masuk, mulai KDRT, pencabulan, hingga anak yang berhadapan dengan hukum,” ujar AKBP Danang, Senin (8/12).

Menurutnya, peningkatan tren kasus membuat penanganan harus lebih cepat, sensitif, dan profesional.

“Inilah alasan kami mengusulkan pembentukan Satres PPA dan PPO. Ini bukan hanya soal struktur organisasi, tapi kebutuhan nyata karena intensitas kasus anak dan perempuan terus meningkat,” kata AKBP Danang.

Ia juga menjelaskan, Polres Malang Polda Jatim menjadi salah satu dari Enam Polres di jajaran Polda Jatim yang mendapatkan pengesahan satres PPA dan PPO setelah sebelumnya Mabes Polri membentuk direktorat baru di tingkat pusat dan beberapa Polda.

“Hari ini kita meresmikan gedung Satres PPA dan PPO. Di jajaran Polda, ada lima polda yang memiliki direktorat khusus, dan di tingkat polres ada enam yang ditunjuk, termasuk Polres Malang,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa satuan baru ini tidak hanya bertugas menerima laporan, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan pembinaan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

“Di sini bukan hanya tempat menerima pengaduan, tapi juga tempat untuk mengedukasi dan membina anak-anak maupun masyarakat yang berhadapan dengan hukum, khususnya terkait PPA dan PPO,” tutur AKBP Danang.

Dengan peresmian tersebut, Polres Malang Polda Jatim berharap layanan terhadap korban kekerasan, penyandang disabilitas, perempuan, dan anak dapat dilakukan lebih inklusif serta responsif.

“Harapan kami, satuan baru ini mampu memperbaiki kualitas penanganan perkara dan meningkatkan rasa percaya masyarakat. Perlindungan terhadap perempuan, anak, dan kelompok rentan adalah prioritas,” pungkasnya. (*)

Wakapolri Apresiasi Sinergi Ribuan Mitra Kamtibmas dalam Apel Mitra Kamtibmas Presisi di Polda Papua

JAYAPURA || jejakindonesia.id — Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Papua, Polda Papua, serta seluruh komunitas yang hadir dalam Apel Mitra Kamtibmas Presisi 2025. Lebih dari 1.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat turut serta, menunjukkan kuatnya kolaborasi menjaga keamanan dan ketertiban di tanah Papua, Selasa (9/12).

Dalam kesempatan itu, Wakapolri menegaskan bahwa situasi kamtibmas di Papua saat ini terbilang kondusif, berkat kerja sama erat antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Ini bukti nyata bahwa kamtibmas di Papua bukan hanya hasil kerja satu pihak, tapi kerja bareng semua stakeholder. Komunitas ojek, satpam, nelayan, petani, rapi, orari, UMKM, semuanya terlibat. Inilah kekuatan Papua,” ujar Komjen Dedi.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten/Kota dan Gubernur Papua sehingga apel besar ini dapat berjalan aman dan meriah.

Menurut Wakapolri, keberadaan lebih dari seribu peserta yang hadir secara sukarela menunjukkan bahwa masyarakat Papua memiliki kepedulian tinggi terhadap keamanan wilayahnya.

Wakapolri juga menegaskan bahwa menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Papua berada dalam kondisi aman dan siap menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat.

“Alhamdulillah, kondisi Papua sangat kondusif. Kita semua berharap momen Natal dan Tahun Baru nanti bisa berjalan lancar dan damai,” ujarnya.

Wakapolri juga menyampaikan bahwa seluruh unsur keamanan di Papua telah berada dalam kondisi siap menghadapi situasi kontinjensi apa pun.

“Kita tentu tidak menginginkan terjadi hal yang tidak diinginkan. Tapi kalau pun ada kondisi darurat, Polda Papua sudah sangat siap dengan personel, sarana-prasarana, dan kemampuan yang dimiliki,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Wakapolri menyampaikan duka mendalam atas musibah yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kami ikut berduka. Semoga saudara-saudara kita diberi kekuatan dan ketabahan untuk melewati ujian ini,” tutur Komjen Dedi.

Apel Mitra Kamtibmas Presisi Polri di Papua menjadi bukti kuatnya kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan. Polri menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kemitraan dan menghadirkan pelayanan terbaik demi Papua yang aman, produktif, dan nyaman bagi seluruh warganya.

error: Content is protected !!