Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: Desember 2025

Kasdim 0825 Banyuwangi Tunjukkan Dukungan Penuh, Persewangi Bangkitkan Gairah Sepak Bola di Stadion Diponegoro

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Dukungan terhadap perkembangan olahraga di Banyuwangi kembali mendapat sorotan ketika Kasdim 0825/Banyuwangi, Mayor Kav Suprapto, menghadiri pertandingan Persewangi di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Kamis (11/12/2025). Kehadiran perwira menengah TNI AD tersebut menjadi simbol komitmen Kodim 0825 dalam mendorong prestasi dan semangat sportifitas di tengah antusiasme ribuan penonton.

Pertandingan yang digelar pada sore hari itu berlangsung dalam atmosfer penuh euforia. Mayor Kav Suprapto menegaskan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, memiliki peran penting sebagai perekat kebersamaan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa TNI selalu siap mendukung setiap agenda yang membawa dampak positif bagi generasi muda dan citra daerah. “Sepak bola adalah ruang persatuan, dan Persewangi adalah kebanggaan Banyuwangi,” ujarnya.

Selain memberi dukungan moral, Kasdim turut memantau jalannya kegiatan untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara. Kehadiran aparat TNI bersama panitia pelaksana membuat pertandingan berlangsung tertib dan kondusif. Para suporter pun memberikan apresiasi atas perhatian yang diberikan jajaran Kodim 0825, sehingga atmosfer pertandingan dapat dinikmati tanpa gangguan.

Pertandingan Persewangi kali ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan sepak bola Banyuwangi. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk jajaran TNI, diharapkan Persewangi mampu menorehkan prestasi lebih tinggi di kompetisi mendatang. Kegiatan ini juga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci kemajuan olahraga di Bumi Blambangan.

Dandim 0825 Banyuwangi Hadiri Grand Opening BIYC, Banyuwangi Resmi Jadi Pusat Wisata Yacht Bertaraf Internasional

BANYUWANGI || jejakindineaia.id - Kabupaten Banyuwangi kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia melalui peresmian Grand Opening Banyuwangi International Yacht Club (BIYC) yang digelar di Kampungmandar, Banyuwangi, Kamis (11/12/2025). Acara yang dihadiri sekitar 150 undangan penting itu juga turut dihadiri Dandim 0825/Banyuwangi, Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., yang hadir mewakili unsur TNI AD dalam mendukung percepatan sektor maritim dan pariwisata Banyuwangi.

Kegiatan pembukaan resmi dimulai pukul 18.40 WIB dengan lantunan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan lagu Kebangsaan Rusia, sebelum disusul tarian Jejer Gandrung sebagai simbol akulturasi budaya lokal. Hadir pula berbagai tokoh strategis, mulai dari pejabat Bakorwil V Jawa Timur, Danlanal Banyuwangi, perwakilan Polresta Banyuwangi, hingga delegasi diplomatik Rusia seperti Tolchenov Sergey Gennadyevich, Consul Jenderal Rusia untuk Bali Zavorin Ivan Ivanovich, perwakilan pertahanan Rusia, hingga pelaku industri pariwisata dan perbankan se-Banyuwangi. Kehadiran lintas negara ini menandai bahwa BIYC bukan sekadar fasilitas maritim, tetapi ikon kemitraan Indonesia–Rusia di bidang wisata dan industri strategis.

Dalam sambutannya, Masaltsev Alexander Alexandrovich, Head of Trade Mission Russia sekaligus pemilik BIYC, menegaskan bahwa pembukaan BIYC menjadi awal dari rangkaian besar kolaborasi strategis kedua negara. Ia menekankan adanya peluang pembangunan proyek galangan kapal di Banyuwangi, kerja sama dengan PT Lundin, hingga pengembangan energi alam yang potensial. Pada sesi berikutnya, perwakilan Gubernur Jawa Timur, Endah Anggraeni, menegaskan bahwa Banyuwangi kini menjadi destinasi wisata internasional yang patut didorong melalui standar bisnis pariwisata baru. Sementara itu, Consul Jenderal Rusia, Ivan Ivanovich, mengungkapkan bahwa proyek BIYC telah dibahas langsung bersama Presiden Prabowo Subianto, dan diyakini mampu menarik lebih banyak investor global.

Acara kemudian ditutup dengan pemotongan pita, foto bersama, serta penampilan tari Paju Gandrung sebelum resmi berakhir pada pukul 19.45 WIB. Grand Opening BIYC ini menjadi momentum penting bagi Banyuwangi dalam memperluas jaringan kerja sama internasional, tidak hanya di sektor wisata maritim tetapi juga peluang industri strategis seperti perkapalan. Dandim 0825/Banyuwangi menegaskan kesiapan TNI AD untuk mendukung keamanan, stabilitas, dan kelancaran investasi besar yang akan memperkuat posisi Banyuwangi sebagai pusat maritim unggulan di Indonesia. Dengan peresmian BIYC, Banyuwangi kini melangkah menuju masa depan baru sebagai simpul wisata yacht dan proyek strategis bertaraf global.

Jawa Timur Capai 100 Persen Posbankum, Dorong Keadilan Restoratif Mulai dari Desa

SURABAYA || jejakindinesia.id - Kementerian Hukum meresmikan pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di seluruh desa dan kelurahan di Provinsi Jawa Timur, Kamis (11/12/2025), di Graha Unesa Surabaya. Peresmian ini menandai tuntasnya cakupan 100 persen Posbankum di wilayah Jawa Timur sebagai bagian dari perluasan akses keadilan hingga ke tingkat akar rumput.

Dalam sambutannya, Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menautkan kehadiran Posbankum dengan nilai hidup masyarakat Jawa Timur. Ia mengangkat falsafah “Urip Iku Urup” sebagai ruh dari layanan bantuan hukum berbasis desa.

“Hidup (urip) itu harus menyala dan memberi manfaat bagi orang lain. Filosofi inilah yang menjadi nyawa dari Posbankum. Posbankum hadir bukan sekadar bangunan atau pos jaga, melainkan sebagai cahaya bagi masyarakat,” ujar Supratman dalam kegiatan bertajuk Peresmian Posbankum Desa/Kelurahan dan Pembukaan Pelatihan Peacemaker dan Paralegal Provinsi Jawa Timur ini.

Karakter masyarakat Jawa Timur yang dikenal egaliter, terbuka, dan blaka suta (apa adanya) dinilai menjadi modal sosial kuat dalam penyelesaian persoalan secara musyawarah. Tradisi rembug desa dan jagongan yang hidup di tengah masyarakat selama ini menjadi landasan penting dalam membangun mekanisme keadilan berbasis dialog.

“Kehadiran Posbankum bukan untuk menggantikan kearifan lokal, tetapi justru melembagakannya agar lebih kuat. Melalui Posbankum, kita mengedepankan penyelesaian masalah melalui jalur nonlitigasi,” tegas Supratman.

Ia menegaskan bahwa sengketa tanah, konflik antarwarga, hingga persoalan keluarga seharusnya tidak langsung dibawa ke ranah pidana. Semuanya bisa diselesaikan terlebih dahulu di Posbankum atau Omah Rembug dengan semangat Guyub Rukun.

Pada kesempatan tersebut, Supratman menyampaikan bahwa Jawa Timur telah berhasil membentuk 8.494 Posbankum. Capaian ini menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu dari 29 provinsi yang telah mencapai 100 persen pembentukan Posbankum.

Pembentukan Posbankum melengkapi peran 91 Organisasi Pemberi Bantuan Hukum (PBH) terakreditasi di Jawa Timur serta memperkuat fungsi paralegal desa.

Posbankum juga didukung oleh kepala desa dan lurah yang telah dilatih sebagai Non Litigation Peacemaker. Mereka diharapkan menjadi garda terdepan dalam penyelesaian sengketa secara damai di tingkat lokal.

Menkum menyoroti 42 orang kepala desa dan lurah dari Provinsi Jatim yang dinyatakan lulus sebagai Non Litigation Peacemaker, dan enam orang di antaranya berhasil meraih Peacemaker Justice Award 2025.

Secara nasional, hingga akhir 2025 jumlah Posbankum telah mencapai 71.773 atau setara dengan 85,50 persen dari total desa dan kelurahan di Indonesia. Berdasarkan data aplikasi layanan Posbankum, lebih dari 3.839 permasalahan hukum telah ditangani, mulai dari sengketa tanah, gangguan kamtibmas, penganiayaan, pencurian, hutang-piutang, KDRT, waris, perlindungan anak, hingga permasalahan perjanjian.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berharap Posbankum tidak sakadar menyediakan meja konsultasi hukum, namun menjadi manifestasi bahwa hukum tidak boleh berhenti di kota besar atau hanya dapat diakses oleh kalangan tertentu saja.

“Dengan adanya Posbankum, masyarakat kini memiliki ruang untuk bertanya, memahami haknya, menyelesaikan sengketa secara damai, serta mendapatkan pendampingan hukum secara cepat dan tepat,” imbuh Khofifah.

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria, menyatakan dukungannya terhadap kehadiran Posbankum di desa dan kelurahan sebagai garda terdepan akses keadilan yang mudah, murah, dan terjangkau.

“Jika bicara membangun desa, jangan hanya membangun jalan, jembatan, atau irigasi. Kita harus membangun rasa aman dan kepastian hukum. Inilah fondasi pembangunan manusia yang berkeadilan,” ungkapnya.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Timur, Haris Sukamto, mengatakan bahwa capaian 100% Posbankum tidak lepas dari kontribusi dan pola kepemimpinan kolaboratif, mulai dari Gubernur Jawa Timur, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Biro Hukum beserta seluruh jajaran.

“Ibu Gubernur juga berhasil menggerakkan 2500 Muslimat NU dalam pembentukan paralegal secara nasional dan bahkan memecahkan rekor MURI di tahun ini,” pungkas Haris.

Kakanwil Kemenkum Jawa Timur menambahkan, sejumlah 229 paralegal telah mendapatkan pelatihan melalui Pelatihan Paralegal Serentak (Parletak) Angkatan I dan II Tahun 2025. Kanwil Kemenkum Jawa Timur berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan, evaluasi, dan peningkatan kapasitas terhadap seluruh paralegal di Posbankum, yang saat ini berjumlah 16.988.

Melalui peresmian Posbankum di Jawa Timur, Kementerian Hukum menegaskan kembali komitmennya dalam memperluas akses keadilan yang berbasis pada nilai moral, etika, dan kearifan lokal, dengan menempatkan desa sebagai pusat penyelesaian masalah hukum masyarakat.
(Redho)

Ke Banyuwangi, Dubes Rusia Jajaki Beragam Kerja Sama Strategis

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Duta Besar Rusia Sergei Gennadievich Tolchenov melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Kamis (11/12/2025). Kedatangannya untuk menjajaki berbagai kerjasama antara Rusia dan Banyuwangi.

“Kami senang di sini, ada banyak peluang yang bisa dikerjasamakan. Kami melihat prospek untuk kerjasama dengan Banyuwangi seperti di bidang pariwisata, pertanian, hingga maritim,” kata Dubes Sergei, usai bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata.

Sergei mengatakan terjadi diskusi yang produktif bersama Bupati Ipuk, membahas berbagai peluang kerjasama yang bisa terjalin antara Rusia dan Banyuwangi.

Dengan berbagai pariwisata yang dimiliki, Sergei mengatakan Banyuwangi sangat potensial menjadi tujuan destinasi wisata internasional.

“Kami siap bekerjasama dengan pemerintah Banyuwangi untuk pengembangan pariwisata, kami juga mengundang Banyuwangi untuk melakukan promosi wisata langsung ke Rusia,” ungkapnya.

Selain pariwisata, Sergei juga tertarik bekerjasama di bidang komoditi pertanian perkebunan salah satunya kakao. Dia juga tertarik dengan potensi kelautan Banyuwangi untuk investasi di bidang mariitim.

“Kami senang untuk melihat berbagai perkembangan positif berbagai peluang kerjasama ini ke depannya,” ungkapnya.

Sementara Bupati Ipuk menyambut baik kedatangan Dubes Sergei. Kunjungan ini merupakan kehormatan bagi Banyuwangi, serta menjadi penanda semakin eratnya hubungan persahabatan antara Rusia dan Indonesia, khususnya dengan daerah-daerah di Indonesia.

“Kami terbuka dan menyambut baik peluang kerjasama dengan negara Rusia. Kami percaya kerjasama lintas negara bukan hanya memperkuat diplomasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi, pendidikan, kebudayaan, hingga teknologi,” kata Ipuk.

Ipuk mengatakan potensi pariwisata Banyuwangi dikembangkan dengan konsep ecotourism yang jauh dari hiruk pikuk. Sehingga cocok bagi wisatawan internasional yang menyukai experience alam dan juga suasana yang tenang.

Dengan garis pantai yang panjang dan potensi kelautan Banyuwangi memiliki juga potensi untuk pengembangan wisata bahari dan investasi maritim.

“Kami juga melihat peluang pengembangan industri di bidang sains dan teknologi kelautan. Kami berharap kerjasama ini bisa memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dan memperkuat persahabatan jangka panjang,” ungkap Ipuk.

Desa Pakel Banyuwangi Bikin Peternakan Ayam Petelur, Rutin Bagikan Warga Kurang Mampu

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Desa Pakel, Kecamatan Licin, Banyuwangi, mengembangkan peternakan ayam petelur untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan desa. Menariknya, peternakan ini dikelola Pemerintah Desa bersama Tim Penggerak (TP) PKK setempat dan rutin telur produksinya dibagikan untuk warganya yang kurang mampu.

Pemerintah desa setempat juga menggandeng warga dalam pengelolaannya, peternakan ini memproduksi sebanyak 18-20 kilogram kilogram telur setiap hari untuk memenuhi kebutuhan telur warga desa.

“Kami sangat apresiasi peternakan ayam petelur yang dikelola Pemdes Pakel bereng PKK. Ini bisa meningkatkan kemandirian dan ketahanan pangan desa,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (11/12/2025).

Ipuk sendiri sempat meninjau pengelolaan peternakan tersebut saat menggelar Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) di desa tersebut pada 8 Desember 2025 lalu.

Ipuk mengatakan secara ekonomi, adanya peternakan ayam menjadi sumber penghasilan bagi desa dan juga para warga desa yang ikut mengelolanya. Selain itu produksi telur mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar.

Sedangkan dari segi ketahanan pangan, peternakan memenuhi kebutuhan telur yang menjadi sumber protein warga desa dengan harga yang lebih terjangkau dan berkualitas karena telur diproduksi setiap hari sehingga selalu baru.

“Pengembangan peternakan ayam petelur juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang tengah mendorong desa-desa memperkuat produksi pangan lokal. Semoga semakin banyak desa mengembangkan inisiatif serupa sehingga kemandirian pangan dapat terus meningkat,” kata Ipuk.

Kepala Desa Pakel Mulyadi menjelaskan dalam pengelolaannya, Pemdes Pakel melibatkan warga sekitar. Saat ini ada 430 ayam petelur yang diternak. Ayam tersebut mampu menghasilkan 18-20 kilogram telur per hari atau sektar 500 kilogram perbulan.

Hasil produksi telur dijual dengan harga kisaran Rp25.000-Rp26.000 per kilogram. Hasil keuntungan penjualan masuk ke kas pemdes yang nantinya digunakan untuk mendukung pelayanan dan pembangunan desa.

“Kami jual di wilayah sini. Bahkan setiap dua pekan sekali, produksi telur kami bagikan gratis ke warga kurang mampu maupun yang stunting,” ungkap Mulyadi.

Camat Licin, Donny Arsilo Sofyan menerangkan peternakan ayam petelur tersebut mempekerjakan warga setempat. Modal awal membangun peternakan menggunakan Dana Desa Program Ketahanan Pangan.

“Sesuai peraturan, dana desa minimal 20 persen harus dialokasikan untuk program ketahanan pangan. Di desa Pakel digunakan untuk peternakan ayam petelur. Di desa lainnya di kecamatan Licin penerapannya sesuai potensinya masing-masing. Ada yang mengelola peternakan kambing, perkebunan hidroponik dan lainnya,” terang Donny. (*)

error: Content is protected !!