Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: November 2025

SD Negeri Sumberrejo Banyuwangi Belajar Disiplin dan Cinta Tanah Air Lewat Kunjungan ke Kodim 0825

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Puluhan siswa SD Negeri Sumberrejo Banyuwangi tampak antusias saat berkunjung ke Markas Kodim 0825/Banyuwangi di Jalan RA Kartini No. 02 Kepatihan, Kamis (13/11/2025). Kunjungan edukatif ini digelar untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat cinta tanah air sejak dini melalui pengenalan langsung terhadap kehidupan prajurit TNI.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Panglima Sudirman Makodim itu dipimpin langsung oleh Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P.. Para siswa diajak mengenal lebih dekat tentang seragam kebanggaan TNI, kendaraan operasional, serta berbagai jenis perlengkapan dan senjata yang digunakan dalam tugas pertahanan negara. Suasana penuh semangat pun terlihat ketika anak-anak berkeliling dan berinteraksi dengan para prajurit.

Guru olahraga Romi Diki Hidayat menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Anak-anak sangat senang bisa belajar langsung di lingkungan TNI. Mereka jadi lebih memahami makna disiplin dan tanggung jawab,” ujarnya. Sementara itu, Ibu Ima Fatmawati, S.Pd., menambahkan bahwa kunjungan tersebut memberi pengalaman berharga yang tak bisa diperoleh hanya dari pelajaran di kelas.

Dalam kesempatan itu, Dandim Letkol Arm Tryadi Indrawijaya menegaskan pentingnya mengenalkan dunia TNI kepada generasi muda. “Kami ingin anak-anak melihat bahwa TNI bukan hanya pasukan bersenjata, tapi juga pelindung dan sahabat rakyat,” tuturnya. Melalui kegiatan semacam ini, Kodim 0825/Banyuwangi berharap semangat nasionalisme dan cinta tanah air dapat tumbuh kuat di hati para siswa sejak usia dini.

Dekatkan Layanan, Pemkab Banyuwangi Tambah Mobil Samsat Keliling

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Mendekatkan pelayanan pada masyarakat, Pemkab Banyuwangi menambah satu unit Mobil Samsat Keliling kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pendapatan Provinsi Jatim di Banyuwangi.

Sebelumnya, UPT Bapenda Jatim juga telah memiliki 3 unit mobil layanan yang rutin beroperasi setiap hari secara terjadwal. Dengan demikian total saat ini ada 4 unit mobil layanan yang bisa optimalkan untuk mendekatkan pelayanan kepada warga.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Mobil Samsat Keliling diharapkan dapat menjangkau wilayah yang jauh, sehingga masyarakat tidak perlu datang ke Samsat.

“Tambahan mobil samsat keliling ini untuk mendekatkan layanan, sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor induk Samsat,” kata Ipuk, Rabu (12/11/2025).

Mobil Samsat Keliling itu telah diserahkan Kepala UPT Badan Pendapatan Provinsi Jatim Banyuwangi, Galih A Suryanto, di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Senin (10/11/2025).

Kepala UPT Badan Pendapatan Provinsi Jatim Banyuwangi, Galih A Suryanto, mengapresiasi dukungan dari Pemkab Banyuwangi.

“Mobil dari Pemkab ini akan kami manfaatkan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya yang tinggal jauh dari kota,” kata Galih.

Mobil Samsat Keliling tersebut akan beroperasi setiap hari, melayani pembayaran pajak maupun bea balik nama kendaraan bermotor di berbagai kecamatan di wilayah Banyuwangi.

“Selain yang terjadwal tiap hari, kami juga akan hadir di setiap kegiatan Pemkab. Misalnya, saat program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) maupun event Banyuwangi Festival,” ungkapnya.

Pelayanan Samsat Keliling ini juga dilaksanakan di lokasi-lokasi strategis maupun pusat keramaian warga.

Seperti Kantor Kecamatan, Polsek hingga pasar, mulai pukul 08.00-12.00. Selain itu, layanan keliling juga dibuka setiap hari kerja di halaman Mal Pelayanan Publik.

“Warga bisa langsung datang ke lokasi terdekat sesuai jadwal yang sudah kami publish di instagram Samsat Banyuwangi,” tambahnya.

Akhir Pekan Ini, Banyuwangi Gelar Balap Sepeda BMX Internasional Diikuti Rider Lintas Negara

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Banyuwangi terus mengukuhkan diri sebagai kabupaten balap sepeda di Indonesia. Akhir pekan ini, digelar Banyuwangi BMX Supercross 2025, satu-satunya balap sepeda BMX di Indonesia yang masuk agenda federasi balap sepeda dunia (UCI).

Banyuwangi BMX Supercross 2025 akan digelar di Sirkuit BMX Supercross di Kecamatan Muncar, 15-16 November 2025. Sirkuit Muncar dikenal sebagai salah satu sirkuit yang memiliki trek terpanjang di dunia.

“Di tahun ini, Banyuwangi BMX Supercross menjadi satu-satunya BMX Racing di Indonesia yang masuk dalam agenda resmi UCI 2025. Bahkan di tingkat ASEAN, tahun ini hanya ada dua event yang masuk agenda resmi UCI. Indonesia di Banyuwangi dan satu lagi ada di Thailand,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk, Kamis (13/11/2025).

Sirkuit BMX Muncar merupakan sirkuit supercross berstandar Olimpiade. Sirkuit ini telah direvitalisasi Kementerian PU dengan melibatkan arsitek berpengalaman di dunia track BMX, Tom Ritzenthaler.

Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, M. Alfin Kurniawan, menambahkan ajang ini juga diikuti pembalap dari berbagai negara. Selain Indonesia, juga ada dari Latvia, China, dan Malaysia.

"Total ada 207 pembalap (rider),” ujar Alfin.

Ajang BMX Supercross kali ini melombakan kelas C1 race. Para peserta akan bertarung menjadi yang tercepat dalam 19 kategori yang dilombakan. Mereka terbagi dalam tiga kelompok usia baik putra dan putri. Yakni, Challence (5-16 tahun), Junior (17-18 tahun), dan Elite (19 tahun ke atas).

“Silakan menyaksikan langsung ke Sirkuit Muncar, atau melalui live streaming di youtube Banyuwangi Sport,” ujar Alfin.

Ditambahkan Race Director Banyuwangi BMX Supercross 2025, Dadang Haries Poernomo, sirkuit Muncar memiliki karakteristik dan tingkat kesulitan yang sangat tinggi.

Memiliki lintasan terpanjang di dunia, dengan panjang track 465 meter, serta obstacle 4 high jump yang merupakan track terbanyak di dunia.

“Sirkuit ini juga dilengkapi dua start gate ketinggian 5 dan 8 meter, serta 7 line yang memiliki karekteristik berbeda dan bisa digunakan untuk perlombaan berbagai kelas,” urai Dadang.

Perkuat Akses Kesehatan, Banyuwangi Hadirkan Layanan Spesialis di Tiap Puskesmas

BANYUWANGI - Momentum peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025, dijadikan Pemkab Banyuwangi untuk memperkuat layanan kesehatan dengan menghadirkan dokter spesialis di puskesmas. Ini dilakukan untuk memperkuat akses layanan medis yang komprehensif dari tingkat dasar ke lanjutan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, kebijakan ini untuk memudahkan mengakses layanan kesehatan. Bagibwarga yang membutuhkan layanan dokter spesialis bisa langsung datang ke puskesmas tanpa perlu menempuh jarak jauh ke rumah sakit,

“Dengan kehadiran dokter spesialis di puskesmas, masyarakat bisa mendapatkan penanganan lebih cepat dan tepat. Ini juga memperkuat kesinambungan antara pelayanan dasar dan rujukan,” ujar Ipuk saat meninjau layanan spesialis di Puskesmas Mojopanggung, Rabu (12/11/2025)

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan dokter spesialis yang dihadirkan ke puskesmas antara lain dokter spesialis kandungan (Obgyn), jantung, paru, dan rehabilitasi medik secara bergiliran ditugaskan di 26 puskesmas yang ada di Banyuwangi.

"Dengan program ini puskesmas tak lagi hanya berfungsi sebagai fasilitas layanan dasar, tetapi juga layanan kesehatan komprehensif terhubung dengan rumah sakit daerah," kata Amir.

Menurut Amir, integrasi ini penting untuk memastikan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan tidak terputus, baik dari sisi pencegahan, penanganan dini, hingga rujukan lanjutan.

“Puskesmas harus menjadi bagian dari rantai layanan yang utuh, bukan sekadar tempat pengobatan dasar,” jelasnya.

Selain memperkuat layanan medis, Pemkab Banyuwangi juga mendorong Puskesmas agar masyarakat bisa mengakses layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang merupakan program nasional.

Saat ini, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan telah 36 persen warga Banyuwangi menikmati layanan ini, dan pemerintah menargetkan cakupannya mencapai 50 persen di akhir tahun 2025.

Untuk memperluas jangkauan, tenaga kesehatan Banyuwangi aktif melakukan layanan jemput bola di berbagai titik aktivitas warga, seperti Car Free Day (CFD) dan kegiatan komunitas lainnya.

“Kami hadir langsung di tengah masyarakat agar layanan kesehatan bisa lebih dekat dan merata,” tambah Amir.

Selain itu, di peringatan HKN, Pemkab Banyuwango juga menyalurkan bantuan paket sembako hasil dari ASN Berbagai Belanja di Tanggal Cantik (11/11), kepada pasien tuberkulosis (TBC) serta keluarga bayi yang mengalami stunting.

Tingkatkan Pencegahan, Banyuwangi Jemput Bola dan Skrining TBC Serentak di 25 Puskesmas

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Upaya pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TBC), Pemkab Banyuwangi skrining TBC serentak di 25 Puskesmas. Sebelumnya kader posyandu di setiap wilayah juga rutin jemput bola mendeteksi gejala TBC sejak dini.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan deteksi dini TBC digencarkan agar penanganan bisa lebih cepat dan penularan dapat ditekan. “Dengan deteksi dini TBC, maka semakin cepat ditangani dan penularan semakin ditekan,” ujar Ipuk, saat meninjau pelaksanaan skrining di Puskesmas Mojopanggung, Kecamatan Giri, Rabu (12/11/2025).

Selain skrining, Ipuk juga berharap agar masyarakat dapat melakukan pencegahan dengan menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Tidak hanya pengobatan, pemkab juga melakukan penanganan terkait sanitasi para keluarga pasien.

“Menjaga gizi, pola hidup sehat, mengurangi kebiasaan merokok, serta masalah sanitasi ini harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Penanganan penyakit TB telah menjadi salah satu perhatian utama pemkab di bidang kesehatan. Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, 12 November, Pemkab secara khusus juga memberikan bantuan sembako kepada para pasien TB dari keluarga pra sejahtera.

Belanja bantuan ini merupakan bagian dari program Belanja Cantik 11 November (11/11) yang rutin digelar pemkab dimana setiap tanggal cantik pemkab mengajak seluruh ASN dan lintas instansi dan organisasi masyarakat untuk berbelanja di warung rakyat terdekat diberikan kepada keluarga pra sejahtera.

“Khusus bulan November, belanja cantik kami salurkan selain kepada anak stunting dan keluarga pra sejahtera, juga kami berikan kepada pasien TB dan pasien yang membutuhkan,” kata Ipuk.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menambahkan penanganan masalah sanitasi dilakukan dengan memberikan penyuluhan pentingnya pencegahan TB di anggota keluarga juga masalah sirkulasi udara di dalam rumah.

“Ada beberapa rumah yang sirkulasinya tidak baik, kami bantu genteng kaca agar ada sinar matahari yang masuk. Kami edukasi juga di lingkungan mereka, agar anggora keluarga tidak tertular,” kata Amir.

Amir mengatakan pihaknya melibatkan 11.684 kader posyandu untuk secara aktif mencari dan mendeteksi kasus TBC melalui program active case finding di seluruh wilayah.

Kader posyandu inilah yang berperan sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) bagi penderita TBC, memastikan pasien benar-benar meminum obatnya secara rutin dan tuntas.

Bagi yang terkonfirmasi positif, Dinas Kesehatan melalui puskesmas memberikan pengobatan rutin. Sementara bagi kontak erat yang belum menunjukkan gejala, akan diberikan obat terapi pencegahan tuberkulosis (TPT).

“Sampai saat ini belum ada kasus kematian akibat TBC. Kami fokus pada pencegahan, memastikan rumah sehat dengan cahaya matahari, sirkulasi udara baik, dan pengobatan teratur,” ujarnya.

Untuk penanganan lebih lanjut, RSUD Blambangan telah menyiapkan ruangan dan dokter khusus untuk menangani pasien tuberkulosis resisten obat (TB MDR).

Salah satu pasien TBC, Suhaimi (57), warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, mengaku sudah tiga bulan menjalani pengobatan rutin. Dia mendapatkan obat secara teratur yang diantarkan langsung oleh petugas puskesmas ke rumahnya.

“Semua pengobatan gratis, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit tidak ada biaya sepeserpun. Saya juga sempat dirawat inap empat hari awal-awal dinyatakan TB, dan petugas rutin datang memantau ke rumah,” ungkap Suhaimi

error: Content is protected !!