Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: November 2025

Tanggapan Raden Teguh Firmansyah Terkait Permohonan Maaf Suwito, Anggota DPRD Banyuwangi

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id - Filsafat Logika Berpikir, Raden Teguh Firmansyah, kembali menggemparkan publik dengan kritikan super tajam terkait polemik permohonan maaf Suwito, Anggota DPRD Banyuwangi, yang sebelumnya menyinggung potensi koruptif di kalangan kepala desa.

Menurut Raden, permohonan maaf Suwito adalah langkah yang santun. Namun reaksi para kades justru menunjukkan betapa rapuhnya mental pejabat desa ketika disentuh sedikit saja kebenaran yang pahit.

“Maaf Suwito itu benar. Tapi kenapa para kades ini seperti kebakaran jenggot? Ada apa sebenarnya? Orang yang bersih tidak akan sibuk marah. Justru yang paling ribut biasanya yang paling takut ketahuan,” tegas Raden dengan nada tajam.

Raden menyebut para kades se-Banyuwangi tampak seperti kelompok yang sudah terlalu nyaman duduk di kursi empuk kekuasaan, hingga lupa bahwa uang rakyat bukan warisan turun-temurun.

“Mereka bertingkah seperti wilayah desa adalah kerajaan kecil milik pribadi. Ketika dikritik, langsung reaktif. Padahal seharusnya kritik itu dipakai untuk bercermin, bukan untuk bersembunyi,” lanjut Raden.

Tidak berhenti di situ, Raden mengeluarkan pernyataan paling ganasnya. “Audit itu bukan hantu" Tapi kalian yang bertingkah seperti korban kerasukan. Sebenarnya siapa yang kalian takutkan? Kritikan Suwito atau dosa administrasi yang kalian simpan?”

Raden menantang keras para kades untuk membuktikan diri. “Kalau benar kalian merasa difitnah, tunjuk satu orang saja yang berani tampil mewakili. Minta maaf kepada masyarakat karena kegaduhan ini, dan umumkan bahwa seluruh kades siap diaudit total tanpa negosiasi, tanpa drama, tanpa ngeles.”

Ia menambahkan pernyataan yang menggigit daging, “Jangan mimpi menutup bau busuk dengan spanduk dan konferensi. Bangkai yang kalian sembunyikan itu justru makin matang aromanya.”

Raden menegaskan, kritik bukanlah musuh. Yang menjadi musuh adalah ketidakjujuran yang selama ini ditaburi oleh jabatan.

“Pemimpin yang betul-betul bersih itu tidak defensif. Mereka justru menantang. ‘Silakan periksa!’ Tapi kalau reaksinya malah marah-marah, ya publik paham sendiri apa artinya,” katanya.

Di akhir pernyataan, Raden memberikan pukulan final, “Rakyat itu tidak buta. Mereka cuma diam. Dan diam rakyat jauh lebih berbahaya daripada kritik DPRD.”tutupnya.

Kapolresta Banyuwangi Hadiri Peresmian Rumah Apung di Pantai Bimo

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Kapolresta Banyuwangi menghadiri peresmian Rumah Apung di Pantai Bimo, Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, sebuah inovasi wisata bahari yang diharapkan menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata pesisir Banyuwangi. Acara yang berlangsung pada Selasa pagi ini dihadiri oleh ratusan warga serta jajaran pejabat lintas instansi.

Prosesi peresmian diawali dengan pembacaan sholawat, menyanyikan lagu kebangsaan, serta penampilan Tarian Gandrung. Peresmian Rumah Apung ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Banyuwangi, disaksikan langsung oleh Kapolresta Banyuwangi dan tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Banyuwangi menyatakan dukungannya terhadap pengembangan wisata bahari yang dilakukan pemerintah daerah.

> “Polresta Banyuwangi mendukung penuh setiap program yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Kapolresta. “Kehadiran Rumah Apung ini bukan hanya menambah daya tarik wisata, tetapi juga menciptakan ruang edukasi bagi masyarakat terkait kelestarian laut.”

 

Kapolresta Banyuwangi juga menegaskan komitmen jajarannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

> “Kami memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI–Polri, dan warga sangat penting untuk keberhasilan pengembangan wisata pesisir,” tambahnya.

 

Rumah Apung yang diresmikan ini diharapkan menjadi ikon baru Pantai Bimo, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan kunjungan wisatawan. Selain itu, keberadaan fasilitas ini mendukung edukasi kelautan dan pelestarian lingkungan pesisir.

Acara ditutup dengan ramah tamah antara pejabat daerah, panitia, dan masyarakat setempat. Diharapkan, sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan dapat terus terjalin dalam pengembangan destinasi wisata di Banyuwangi.***

Kapolresta Banyuwangi bersama Statekholder dan Warga Bersihkan Drainase dan Atur Lalu Lintas di Lokasi Banjir

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., dan personel Polresta Banyuwangi bersama unsur terkait turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan pembersihan saluran drainase serta pengaturan arus lalu lintas di sekitar Jembatan Sungai Bagong Pakis yang mengalami luapan air hingga mengakibatkan banjir, Senin (17/11/2025).

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi Dr. Ir. H. Guntur Priambodo, M.M, dan Kepala BPBD Banyuwangi Ir. Danang Hartanto, S.T, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Banyuwangi Riza Al Fahroby, S.T., M.Sc, untuk melakukan peninjauan serta koordinasi penanganan darurat. Luapan air Sungai Bagong Pakis yang terjadi akibat curah hujan tinggi membuat aliran air melimpas ke badan jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., bersama seluruh personel yang hadir melakukan pembersihan sampah dan sedimen yang menyumbat saluran drainase. Selain itu, personel Satlantas juga diterjunkan untuk melakukan rekayasa dan pengaturan lalu lintas agar kendaraan tetap dapat melintas dengan aman.

“Kami berupaya mempercepat normalisasi arus air dan memastikan keselamatan masyarakat yang melintas. Sinergi bersama Pemkab Banyuwangi dan BPBD sangat penting untuk penanganan cepat,” ujar Kapolresta Banyuwangi.

Sementara itu, Sekda Banyuwangi Dr. Ir. H. Guntur Priambodo, M.M, menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor dalam penanganan banjir ini.

“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat Polresta Banyuwangi, BPBD dan Dinsos Kolaborasi seperti ini penting agar penanganan banjir bisa dilakukan lebih efektif, sekaligus mengurangi risiko yang muncul bagi masyarakat. Pemerintah daerah akan terus memantau dan menyiapkan langkah lanjutan untuk mencegah kejadian serupa,” tegas Sekda Banyuwangi.

Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat meminimalkan dampak banjir dan mempercepat pemulihan akses jalan, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan lancar dan aman.

Zuli Zulkipli Soroti Masifnya Warung Kuningan di Bekasi, Pertanyakan Mengapa Warga Lokal Tak Ambil Peluang

BEKASI || jejakindonesia.id  — Direktur LBH Arjuna Bakti Negara, Zuli Zulkipli, SH, menyoroti fenomena meningkatnya jumlah kios atau warung milik warga asal Kuningan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bekasi. Berdasarkan data yang ia himpun, terdapat sedikitnya 80 warung Kuningan yang tersebar di berbagai titik. “Jika satu warung saja memiliki aset sekitar Rp30 juta, bayangkan betapa besarnya perputaran ekonomi yang mereka kuasai. Orang Kuningan sudah begitu masif melihat potensi ekonomi Bekasi,” ujarnya kepada Wartawan Selasa (18/11/2025).

Menurut Zuli Zulkipli, S.H keberhasilan para pendatang membuka usaha secara besar-besaran seharusnya menjadi cermin bagi masyarakat lokal bahwa peluang ekonomi di Kabupaten Bekasi sangat terbuka. Namun, justru yang terlihat adalah minimnya keterlibatan warga Bekasi dalam memanfaatkan potensi sektor perdagangan kecil dan menengah. “Pertanyaan besarnya, mengapa masyarakat kita tidak melihat peluang yang sama? Padahal potensi itu berada tepat di depan mata,” tegasnya.

Zuli Zulkipli, S.H menilai fenomena ini tidak sekadar soal kemampuan individu, tetapi juga menyangkut pola pikir ekonomi masyarakat yang masih pasif. Ia mengajak warga lokal untuk tidak sekadar menjadi penonton di daerah sendiri. “Jangan hanya melihat, harus berani memulai. Jika pendatang saja bisa melihat peluang, seharusnya masyarakat asli Bekasi jauh lebih mampu,” katanya.

Lebih jauh, ia mempertanyakan peran pemerintah daerah dalam mendorong geliat ekonomi masyarakat lokal. Menurutnya, pemerintah seharusnya tidak hanya fokus pada proyek besar, tetapi juga memberikan dukungan langsung kepada warga untuk membangun usaha kecil dan menengah. “Apakah pemerintah daerah sudah memberikan modal bergulir? Atau pelatihan usaha? Ini yang perlu dievaluasi,” jelasnya.

Zuli Zulkipli, S.H juga menyinggung perlunya kebijakan turunan atau regulasi teknis yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat akar rumput. Ia menilai pemerintah daerah perlu membuat aturan yang mempermudah warga lokal mendapatkan akses modal, izin usaha, hingga fasilitas pendukung lainnya. “Jangan sampai aturan hanya bagus di atas kertas, tetapi tidak memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Di akhir, Zuli Zulkipli, S.H mendorong pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bekasi untuk berkolaborasi dalam membangun kemandirian ekonomi daerah. Menurutnya, jika tidak ada langkah konkret, maka potensi ekonomi Bekasi akan terus dinikmati pihak luar. “Kita harus bergerak. Bekasi terlalu besar jika hanya menjadi ladang ekonomi bagi daerah lain, sementara masyarakatnya sendiri tertinggal, sudah kerja di dunia industri terbesar tapi angka pengangguran belum terselesaikan,” tutupnya.

Penulis: Haris Pranatha

Klarifikasi Pembangunan Betonisasi Graha Raflesia: Miskomunikasi dan Klarifikasi dari Warga Setempat

TANGERANG || jejakindonesia.id - Sehubungan dengan pemberitaan yang beredar mengenai pembangunan infrastruktur jalan betonisasi di Perumahan Graha Raflesia RW.03 Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, kami menyampaikan klarifikasi atas kesalahpahaman yang terjadi.

Inisial AN, yang disebut dalam pemberitaan tersebut, bukan merupakan wartawan atau mewakili media, melainkan warga setempat. AN menyampaikan bahwa pemberitaan tersebut terbit karena adanya miskomunikasi dan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

AN menegaskan bahwa pembangunan betonisasi tersebut memang benar adanya dan telah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Pengerjaan proyek ini dilakukan oleh CV. EMIS KONTRAKTOR dengan anggaran APBD-P Kecamatan atau Pagu Anggaran Dinas Perkim Kabupaten Tangerang.

AN menyampaikan klarifikasi ini sebagai bentuk profesionalisme dan tanggung jawab atas pernyataan sebelumnya. Kami berharap klarifikasi ini dapat memperbaiki kesalahpahaman dan menjaga hubungan baik antara pihak kontraktor dan insan pers,"ujarnya" Senin,17-11-2025.

Warga setempat juga menyampaikan apresiasi atas pembangunan infrastruktur di wilayah mereka dan berterima kasih atas kerja sama semua pihak yang terlibat.

Rezi

error: Content is protected !!