We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: November 2025

Polres Ponorogo Amankan Pasutri Diduga Jual Senpi Rakitan

PONOROGO || jejakindonesia.id – Tim Resmob Satreskrim Polres Ponorogo Polda Jatim berhasil mengungkap kasus kepemilikan dan penjualan senjata api ilegal.

Sepasang suami istri berinisial GY (45) dan MWW (41), warga Plalangan, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, berhasil diamankan petugas bersama barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan beserta 13 butir amunisi aktif.

Wakapolres Ponorogo Kompol Ari Bayuaji dalam konferensi pers di Mapolres Ponorogo, Senin (10/11/2025), menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait adanya aktivitas jual beli senjata api.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Resmob Satreskrim segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan MWW saat hendak menaiki bus di Terminal Seloaji Ponorogo.

“Dari hasil pemeriksaan, MWW mengaku akan menjual senjata api rakitan milik suami sirinya (GY) yang saat itu berada di Depok, Jawa Barat," kata Kompol Ari.

Dari penangkapan MWW, Polisi kemudian langsung bergerak ke Depok dan berhasil mengamankan GY.

Lebih lanjut, Kompol Ari mengungkapkan bahwa senjata api beserta 13 butir amunisi tersebut dibeli pelaku dari seorang warga Ngawi dengan harga Rp. 35 juta.

Awalnya, pasangan tersebut mengaku hanya ingin memiliki senjata api tersebut.

Namun, dari hasil pendalaman, senjata api itu rencananya akan dijual kembali untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari.

“Kami masih terus mendalami motif dan jaringan yang terlibat dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal ini,” tambahnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api tanpa izin.

"Ancaman hukuman dalam pasal tersebut sangat berat, yakni pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara sementara hingga 20 tahun," tutup Kompol Ari. (*)

Bangun Generasi Berkarakter, Kapolsek Sibolga Selatan Ajak Pelajar Hindari Tawuran dan Pengaruh Narkoba

SIBOLGA || jejakindonesia.id — Dalam rangka menanamkan kesadaran hukum dan meningkatkan kedisiplinan di kalangan pelajar, Polda Sumut melalui Polsek Sibolga Selatan melaksanakan kegiatan *“Police Goes to School”* di *SMA Swasta Muhammadiyah Sibolga* yang berlokasi di Jalan Suran Bungaran Panggabean / Jalan Dame, Kelurahan Habil, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan *Surat Perintah Kapolres Sibolga Nomor: Sprin / 1185 / XI / OPS 4.1 / Binmas / 2025 tanggal 06 November 2025*, tentang pelaksanaan kegiatan bimbingan dan penyuluhan ke sekolah-sekolah tingkat SLTA dan SLTP sederajat mengenai *antisipasi aksi tawuran, geng motor, begal, narkoba, dan kenakalan remaja.*

Acara dimulai pukul *07.15 WIB* dan diawali dengan apel pagi yang dipimpin langsung oleh *Kapolsek Sibolga Selatan IPTU Pasma Pasaribu, S.E., M.M.* Turut hadir dalam kegiatan tersebut *Kepala SMA Swasta Muhammadiyah Sibolga, Hermalina, S.Pd*, para guru, serta sejumlah personel Polsek Sibolga Selatan, antara lain *Kanit Reskrim IPDA Erwin C. Siahaan, Kasium AIPTU Taufiq P. Rambe, Kanit SPKT BRIPKA Juanda Gultom, Kanit Intelkam BRIPKA Rudi, S.H.,* serta *Bhabinkamtibmas Kelurahan Aek Habil dan Aek Manis BRIPKA Irwansyah.* Seluruh siswa-siswi SMA Swasta Muhammadiyah Sibolga juga turut mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

Dalam arahannya, *Kapolsek Sibolga Selatan IPTU Pasma Pasaribu, S.E., M.M.* menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Beliau menekankan agar para pelajar menjauhi segala bentuk kenakalan remaja seperti *aksi tawuran, pergaulan bebas, geng motor, begal, dan penyalahgunaan narkoba*, karena hal tersebut dapat merusak masa depan dan mencoreng nama baik sekolah maupun keluarga.

Selain itu, Kapolsek juga mengingatkan para siswa agar tidak melakukan *perundungan (bullying)* antar sesama teman, sebab tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius bagi korban. Ia juga menyoroti bahaya penyalahgunaan zat berbahaya seperti *lem kambing*, yang dapat merusak kesehatan dan masa depan generasi muda.

Kegiatan diakhiri dengan *foto bersama* antara pihak kepolisian, guru, dan siswa sebagai simbol sinergitas antara *Polri dan dunia pendidikan* dalam membangun karakter pelajar yang berdisiplin, bertanggung jawab, dan bebas dari pengaruh negatif lingkungan.

Secara keseluruhan, kegiatan “Police Goes to School” di SMA Swasta Muhammadiyah Sibolga berlangsung dengan *aman, tertib, dan penuh keakraban.* Program ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata Polsek Sibolga Selatan dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang kondusif serta membentuk generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan taat hukum.

Polres Sibolga Bentuk Generasi Muda Taat Hukum Melalui Police Goes To School di MAN Sibolga

SIBOLGA || jejakindonesia.id - Dalam upaya mencegah kenakalan remaja dan meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar, Polda Sumut melalui Polres Sibolga melaksanakan kegiatan *Police Goes To School* di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sibolga, yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Selasa (11/11/2025) pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh *Kasat Binmas Polres Sibolga AKP Martua Sinaga*, didampingi *Kaurbinops Sat Binmas IPDA Herri Bastian Siagian*, *Bhabinkamtibmas Kelurahan Aek Parombunan Bripka Horas P.D. Simanungkalit*, serta beberapa personel Polres Sibolga yang tersprint dalam kegiatan tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan ini *Wakil Kepala Sekolah MAN Sibolga*, para guru dan staf tata usaha, serta seluruh siswa-siswi MAN Sibolga.

Dalam sambutannya, *AKP Martua Sinaga* menyampaikan berbagai pesan dan himbauan kamtibmas kepada para pelajar agar selalu menjauhi segala bentuk perilaku menyimpang dan melanggar hukum.

Beberapa poin penting yang disampaikan di antaranya:

1. Para siswa diminta untuk selalu patuh terhadap aturan hukum dan tata tertib yang berlaku di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
2. Dihimbau agar tidak terlibat dalam aksi tawuran, geng motor, maupun balapan liar.
3. Pelajar juga diminta untuk tidak ikut serta dalam aksi unjuk rasa, karena undang-undang melarang keterlibatan anak di bawah umur dalam kegiatan demonstrasi.
4. Menghindari perkelahian dan tindakan perundungan (*bullying*) di lingkungan sekolah.
5. Menjauhi penyalahgunaan narkotika, zat adiktif seperti lem kambing, minuman keras, serta praktik judi online yang kini marak di kalangan remaja.
6. Bijak menggunakan media sosial, tidak menyebarkan ujaran kebencian, berita bohong (hoaks), maupun konten berbau SARA dan pornografi.
7. Menghindari pergaulan bebas dan berhati-hati terhadap berbagai bentuk penipuan online yang menyasar remaja.
8. Apabila para siswa mengetahui atau mengalami tindak pidana, diminta untuk segera menghubungi *Call Center Polres Sibolga di nomor 110* yang dapat diakses bebas pulsa.

Kegiatan *Police Goes To School* ini berlangsung hingga pukul 08.00 WIB dengan suasana yang aman, tertib, dan kondusif.

Melalui program ini, Polres Sibolga berharap para pelajar dapat lebih memahami pentingnya menaati aturan hukum serta mampu menjadi generasi muda yang cerdas, disiplin, dan berakhlak baik.

AKP Martua Sinaga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus digalakkan di berbagai sekolah di wilayah Kota Sibolga sebagai wujud komitmen Polri dalam membina generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif dan perilaku menyimpang.

Siswa Sespima Polri Gelar FGD di Pasuruan, Bahas Strategi Kejahatan Jalanan

PASURUAN || jejakindonesia.id – Sebanyak 21 siswa Sekolah Staf Pimpinan Menengah (Sespima) Polri melaksanakan Latihan Kerja (Latja) selama tiga hari di Polres Pasuruan, dimulai pada Selasa (11/11/2025).

Kedatangan para siswa ini ditandai dengan pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) yang secara khusus membahas upaya Optimalisasi Penanggulangan Kejahatan Jalanan demi menekan angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Pasuruan.

Kegiatan FGD ini dibuka langsung oleh Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan. Ia menyampaikan apresiasinya dan menegaskan pentingnya kolaborasi antarpihak dalam menjaga keamanan daerah.

“Saya mengapresiasi inisiatif para siswa Sespima untuk menggali berbagai strategi dalam menghadapi tantangan kejahatan jalanan di era digital. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar AKBP Jazuli Dani Iriawan.

Diskusi tersebut menghadirkan berbagai narasumber, termasuk tokoh masyarakat, perwakilan akademisi, unsur Bakesbangpol, dan pejabat utama Polres Pasuruan. Para narasumber menyampaikan masukan konstruktif mengenai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta strategi pencegahan kejahatan yang dinilai lebih efektif dan humanis.

Salah satu narasumber, Gus Romi Pengasuh Ponoes Daruttauhit Bangil, menekankan bahwa tantangan kejahatan saat ini semakin kompleks, mencakup aspek sosial, ekonomi, hingga politik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang adaptif dan berbasis kolaborasi, serta pentingnya kehadiran polisi di tengah masyarakat untuk membangun rasa aman dan kepercayaan publik.

Rangkaian Latja yang berlangsung selama tiga hari ke depan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan kepolisian. Selain FGD, para siswa Sespima juga akan melakukan penelitian lapangan dan observasi di sejumlah wilayah hukum Polres Pasuruan sebagai bagian dari latihan kerja mereka.

Polresta Banyuwangi Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Jagung Kuartal IV 2025

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Upaya penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur kembali digalakkan melalui penanaman jagung Kuartal IV Tahun 2025.

Penanaman jagung dilaksanakan di lahan produktif Green Farm seluas 50 hektare di Desa Karangsari, Kecamatan Sempu sejak Minggu (9/11/2025).

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra mengatakan penanaman jagung ini menjadi bagian dari agenda sinergi menuju ketahanan pangan.

Kombes Pol Rama dalam paparannya menyampaikan kontribusi Polri dalam mendukung program pertanian strategis yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia akan terus dimaksimalkan.

“Ketahanan pangan bukan kegiatan seremonial, tetapi kerja nyata yang kita lakukan bersama. Kolaborasi antarsektor menjadi kunci menjaga stabilitas dan ketersediaan bahan pangan,” ujar Kombes Pol. Rama.

Kapolresta Banyuwangi menjelaskan Empat program Polri yang terkait langsung dengan ketahanan pangan, yaitu Pekarangan Bergizi, penanaman jagung menuju swasembada, pengawasan distribusi, serta rekrutmen Polri kompetensi khusus di bidang pertanian.

Hingga Kuartal IV, Polresta Banyuwangi telah berkontribusi dalam percepatan penanaman jagung di sejumlah klaster lahan, meliputi lahan produktif, lahan baku sawah, lahan pesantren, dan lahan kehutanan sosial, di antaranya, penanaman di lahan sawah telah mencapai 6.339 hektare dari target 6.294 hektare.

"Data produksi Januari–Oktober 2025 menunjukkan peningkatan signifikan," ujar Kombes Rama.

Diketahui Kabupaten Banyuwangi mencatat produksi 208.673 ton jagung, naik 27.341 ton dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Surplus produksi turut meningkat dari 122.854 ton pada 2024 menjadi 150.467 ton pada 2025, didorong penambahan luas lahan tanam lebih dari 4.000 hektare.

Meski surplus meningkat, Kapolresta Banyuwangi menyampaikan bahwa Bulog menyerap baru mencapai 67,65 ton.

Kapolresta Banyuwangi mendorong kerja sama lebih erat antara pemerintah daerah, Bulog, Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, dan Bhabinkamtibmas untuk pendataan tanaman serta pendampingan petani.

Agenda tanam jagung ini juga dirangkaikan dengan panen padi, penanaman durian, dan pengembangan ketela di lokasi yang sama sebagai bentuk penguatan kolaborasi lintas instansi.

“Semua langkah ini bukan hanya soal meningkatkan produksi, tetapi mewujudkan martabat bangsa melalui kemandirian pangan,” kata Kombes Pol. Rama.

Sinergi ini diharapkan dapat menjadi fondasi jangka panjang untuk mewujudkan swasembada jagung dan membuka peluang ekspor dari Banyuwangi.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Dewan Pembina HKTI Jatim Jenderal Pol (Purn) Drs. Badrodin Haiti beserta istri, Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani S.Pd., M.KP., Wakil Bupati Banyuwangi Ir. Mujiono, Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur H.M. Arum Sabil.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) M. Puji Santosa M.Sc., dan Kasdim 0825 Mayor Suprapto yang mewakili Dandim dan diikuti Kepala OPD terkait, Kepala BPS, Ketua HKTI Banyuwangi, Pimpinan Cabang Bulog, Forkopimka Sempu, Ketua Kwarcab Banyuwangi, serta anggota Pramuka. (*)

error: Content is protected !!