We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: September 2025

Dengan Kopling Polisi Ajak Warga Jaga Kamtibmas di Sidoarjo

SIDOARJO || jejak-indonesia.id - Guna mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polresta Sidoarjo Polda Jatim mengoptimalkan program Basu Dewa atau Kopling (Kopi Keliling Bhabinkamtibmas)

Seperti halnya yang dilaksanakan oleh Polsek Balongbendo yang merupakan jajaran Polresta Sidoarjo kali ini di Desa Jabaran, Kecamatan Balongbendo, Senin (15/9/2025).

Anggota Bhabinkamtibmas dengan motor patroli yang dimodifikasi untuk tempat kopi mengajak warga ngopi bareng sambil menyampaikan pesan kamtibmas dan menyerap aspirasi warga di tingkat bawah.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.00 WIB ini dipimpin Panit Bimas Polsek Balongbendo Aiptu Maksum, didampingi Bhabinkamtibmas Desa Jabaran Aiptu A. Yasin, serta diikuti oleh perwakilan linmas dan warga.

Dalam kesempatan tersebut, jajaran kepolisian menyampaikan imbauan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi ajakan yang bersifat anarkis.

“Aksi unjuk rasa anarkis tidak lagi mewakili masyarakat Sidoarjo,karena itu kami mengingatkan agar warga tetap waspada dan tidak ikut-ikutan hal-hal yang bisa mengganggu kamtibmas,” terang Aiptu Maksum.

Selain itu warga juga diminta segera melaporkan ke Kantor Polisi terdekat jika menemukan hal-hal mencurigakan.

Dari hasil dialog, para linmas dan perwakilan warga sepakat untuk tidak mudah terprovokasi, serta berkomitmen menjaga keamanan wilayah bersama-sama.

“Kami siap Jogo Sidoarjo bareng-bareng supaya tetap aman dan kondusif,” ujar Novi, salah satu perwakilan warga.

Kapolsek Balongbendo AKP Sugeng Sulistiyono menyampaikan apresiasinya atas partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar, aman, dan kondusif. Kami harap sinergi antara Polisi, elemen terkait dan masyarakat ini terus terjaga demi kondusifitas wilayah Balongbendo,” ujarnya. (*)

Konsultan UMKM Beri Kiat-Kiat Pengembangan Produk UMKM Hasil Karya Warga Binaan Lapas Banyuwangi

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi mendapat kunjungan khusus dari seorang konsultan UMKM ternama, Yulisnawati, yang khusus datang dari Jakarta, Selasa (16/9). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meninjau secara langsung berbagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dihasilkan oleh warga binaan, yang merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian di Lapas Banyuwangi.

Kunjungan Yulisnawati tidak sekadar melihat-lihat, tetapi lebih kepada memberikan pendampingan dan arahan strategis. Dalam kunjungannya, ia membagikan berbagai kiat-kiat berharga kepada jajaran Lapas Banyuwangi untuk meningkatkan kualitas pembinaan. Tujuannya agar produk-produk UMKM yang dihasilkan warga binaan tidak hanya berhenti di dalam Lapas, tetapi dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Kiat-kiat yang diberikan bersifat komprehensif dan mencakup seluruh aspek bisnis, mulai dari pemilihan bahan baku, efisiensi proses produksi, desain pengemasan yang menarik, hingga strategi pemasaran yang efektif di era digital.

Yulisnawati menekankan bahwa seluruh aspek tersebut harus diperhatikan dan dipahami dengan seksama secara berkesinambungan. “Dari hulu ke hilir, semuanya penting. Dengan memperhatikan detail ini, produk UMKM Lapas Banyuwangi dapat memiliki nilai jual dan daya saing yang tinggi di pasaran,” ujarnya.

Secara langsung, Yulisnawati juga merasakan dan mengapresiasi hasil karya warga binaan. Ia mencicipi roti yang diolah langsung oleh warga binaan, serta mencoba praktik mencanting, yang merupakan salah satu proses inti dalam pembuatan batik. Ia menyatakan kekagumannya pada semangat dan potensi yang dimiliki oleh warga binaan.

“Ini sangat luar biasa, ditengah keterbatasan, mereka memiliki semangat untuk terus berkarya dan menghasilkan produk yang memiliki nilai jual,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa menyambut hangat dan mengucapkan terima kasih atas kunjungan serta masukan berharga dari konsultan UMKM tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Ibu Yulisnawati yang telah memberikan banyak sekali masukan dan ilmu bagi pengembangan produk UMKM kami. Ini sangat membuka wawasan kita semua,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Lapas Banyuwangi melalui program pembinaan terus berupaya memproduksi berbagai produk UMKM sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan. Saat ini, beragam produk telah berjalan dengan baik, seperti kain batik, keset, aneka gorengan, souvenir, roti, hingga pelatihan barista.

“Ke depan, dengan arahan dari pakar seperti ini, kami berharap produk-produk ini bisa semakin dikenal dan diterima oleh masyarakat luas,” pungkasnya.

Polres Gresik Ungkap 16 Kasus Narkoba Selama 12 Hari, Amankan 20 Tersangka

GRESIK || jejakindonesia.id - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik berhasil mengungkap 16 kasus tindak pidana narkotika selama pelaksanaan Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2025. Operasi ini berlangsung selama 12 hari, mulai 30 Agustus hingga 10 September 2025.

Dari hasil operasi, sebanyak 20 tersangka berhasil diamankan dengan barang bukti berupa 37,854 gram sabu-sabu dan 843 butir pil dobel L.

Press conference hasil ungkap kasus ini dipimpin langsung Wakapolres Gresik Kompol Danu Anindhito Kuncoro, didampingi Kasat Resnarkoba Polres Gresik AKP Ahmad Yani, dan Kasi Humas Polres Gresik Ipda Hepi Muslih Riza, Selasa (16/9/2025).

Kapolres Gresik melalui Wakapolres Kompol Danu menyebutkan, kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Manyar dan Menganti. Adapun rincian hasil ungkap yaitu Manyar: 5 kasus, 8 tersangka, Sidayu: 3 kasus, 3 tersangka, Bungah: 1 kasus, 1 tersangka, Menganti: 6 kasus, 7 tersangka, Driyorejo: 1 kasus, 1 tersangka.

Beberapa kasus menonjol di antaranya di Sidayu dan Bungah: 5 tersangka dengan barang bukti sabu 2,05 gram, 590 butir pil dobel L, dan uang tunai Rp354 ribu.

Kemudian di Menganti: 1 tersangka residivis dengan barang bukti sabu seberat 2,662 gram dan uang tunai Rp300 ribu. Di wilayah Manyar: 2 tersangka dengan barang bukti sabu seberat 8,42 gram dan uang tunai Rp1,2 juta.

Dalam pengembangan di beberapa lokasi, polisi menangkap para pengedar dengan modus yang berbeda. Di antaranya, Manyar dan Sidayu: pengedar ditangkap saat bertransaksi di jalan raya dengan barang bukti sabu dan pil dobel L.

Di wilayah Menganti seorang residivis narkoba diamankan di rumahnya dengan barang bukti sabu yang disimpan dalam bungkus rokok. Kemudian di Manyar dua tersangka pengedar sabu ditangkap dengan barang bukti 14 paket sabu.

Wakapolres Gresik Kompol Danu menegaskan, pihaknya akan terus memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Gresik.

“Kami mengimbau kepada warga, khususnya generasi muda, mari bersama-sama menjaga Gresik. Jauhi narkoba, perangi bersama, dan segera laporkan bila mengetahui informasi yang valid kepada Satresnarkoba Polres Gresik. Karena narkoba dapat merusak moral dan masa depan generasi,” tegas Kompol Danu.

Para tersangka dijerat dengan UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan UU RI No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Ancaman hukuman mulai dari 5 hingga 20 tahun penjara, serta denda hingga Rp10 miliar, sesuai dengan perannya masing-masing.
(Redho)

Panglima TNI dan Menhan RI Hadiri Raker dengan Komisi I DPR RI Bahas Penyesuaian Anggaran 2026

JAKARTA || jejakindonesia.id - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin, didampingi para Kepala Staf Angkatan, menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR RI. Agenda rapat membahas Penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kemhan/TNI Tahun Anggaran 2026 sesuai hasil pembahasan Badan Anggaran DPR, bertempat di Ruang Rapat Komisi I, Gedung Nusantara II, Jakarta Pusat, Selasa (16/9/2025).

Ditemui setelah rapat tersebut, Menhan RI menyampaikan bahwa anggaran Kementerian Pertahanan dan TNI Tahun 2026 yang telah disetujui Komisi I DPR RI untuk dibawa ke Badan Anggaran sebesar Rp187,1 triliun. Anggaran ini akan dipergunakan untuk pembangunan kekuatan TNI, pembayaran gaji pegawai, serta mendukung upaya peningkatan kewaspadaan nasional terhadap dinamika situasi yang terus berkembang.

“Untuk itu TNI dengan kesiapannya sekarang terus meningkat dan para Kepala Staf Angkatan akan terus meningkatkan kesiapan-kesiapannya di bidang masing-masing dalam rangka memenuhi target Trisula Perisai Nusantara, agar supaya ketiga Angkatan ini bisa solid bersama-sama untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Menhan RI.

Lebih lanjut, Menhan RI menekankan pentingnya dukungan anggaran dalam menjaga kedaulatan negara. “Harga kedaulatan tidak bisa dibandingkan dengan anggaran yang kita terima, oleh karena itu tadi kami mengusulkan kepada DPR melalui Komisi I terus memperhatikan keperluan-keperluan anggaran yang diperlukan oleh pemerintah dalam rangka menjaga kedaulatan kita,” imbuhnya.

TNI dan Kementerian Pertahanan berkomitmen memastikan setiap alokasi anggaran difokuskan untuk memperkuat pertahanan negara sekaligus menjaga kedaulatan NKRI di tengah dinamika global yang terus berkembang. Melalui penyesuaian anggaran ini, diharapkan pembangunan kekuatan TNI dapat berjalan lebih terukur dan berkesinambungan, sehingga mampu menjawab berbagai tantangan di masa depan.

#tniprima
#tnipatriotnkri
#nkrihargamati
#tnikuatrakyatbermartabat

Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

Pisah Sambut Dandim 0825 Banyuwangi, Bupati Ipuk Ajak Terus Perkuat Sinergi Bangun Daerah

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pucuk pimpinan Komando Distrik Militer (Kodim) 0825 Banyuwangi mengalami pergantian dari Letkol (Arh) Joko Sukoyo ke Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya.

Dalam pisah sambut yang dilaksanakan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Minggu malam (14/9/2025), Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak untuk terus bersama memperkuat sinergi membangun Banyuwangi.

“Selamat datang kepada bapak Letkol Triyadi Indrawijaya. Semoga kedepan kita bisa melanjutkan program baik yang selama ini sudah kami jalankan bersama bapak Letkol (Arh) Joko Sukoyo,” kata Ipuk.

“Kami pemerintah daerah siap untuk berkolaborasi, bersinergi, dan mari bersama-sama membangun Banyuwang agar tetap aman, nyaman, dan terus memberikan pelayan publik yang lebih baik untuk masyarakat,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut Ipuk juga mengucapkan terima kasih atas kiprah dan dedikasi Letkol (Arh) Joko Sukoyo yang selama ini bersama-sama menjaga Banyuwangi tetap aman dan kondusif.

“Semoga bapak Letkol Joko Sukoyo beserta keluarga selalu diberi kesehatan, kesuksesan, serta tetap membawa hal-hal baik dari Banyuwangi meski bertugas di tempat yang baru,” kata Ipuk mendoakan.

Sebelumnya Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya menjabat sebagai Danyon Armed 8 Uddhata Yudha, Jember. Sementara Letkol (Arh) Joko Sukoyo saat ini dipercaya sebagai Pabandya-2/PNB dan BLU Spaban V/Lakgar Srenaad di Markas Besar TNI AD (Mabesad), Jakarta.

Setelah 1,4 tahun menjabat sebagai Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol (Arh) Joko Sukoyo mengaku bangga menjadi bagian dari Banyuwangi. Bahkan ia menciptakan dua buku yang terinspirasi dari Banyuwangi.

“Banyuwangi bagi saya kota istimewa dan penuh inspirasi. Selama bertugas di sini, Alhamdulillah saya bisa menuntaskan dua buku yang lahir dari pengalaman di Banyuwangi,” ungkapnya.

“Saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Bupati, Forkopimda beserta jajaran, dan seluruh mitra kami Banyuwangi atas kebersamaan serta dukungan selama saya bertugas di sini,” sambung Joko.

Sementara itu, Dandim 0825 Banyuwangi yang baru, Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan sinergi yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

“Banyuwangi kini sudah menjadi rumah saya. InsyaAllah kami siap berkarya dan bersinergi bersama Ibu Bupati, pemerintah daerah, kepolisian, dan seluruh stakeholder demi Banyuwangi yang aman, maju, dan sejahtera,” ujarnya.

Hadir dalam pisah sambut Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Plh Sekda Banyuwangi Guntur Priambodo, Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, Anggota DPR RI Sonny Tri Danaparamita, Ketua Pengadilan Negeri, perwakilan Kejaksaan Negeri, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat, Kades se-Banyuwangi, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.

error: Content is protected !!