Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: September 2025

Dukung Ketahanan Pangan; Bhabinkamtibmas Tegaldlimo Turun Sawah, Jagung 20 Hektar Jadi Pantauan

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Polresta Banyuwangi Melalui Bhabinkamtibmas Desa Kalipait, Brigpol Roinaldi Heri, S.H., mendampingi petani jagung di Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (18/9/2025).

Kegiatan dilakukan dengan monitoring pertumbuhan tanaman jagung sekaligus pemberian pupuk daun kepada kelompok tani Purwo Indah.

Lahan jagung yang ditanami mencapai luas sekitar 20 hektar, dengan varietas P27 Gajah yang berusia antara 15 hingga 45 hari.

Brigpol Roinaldi mengingatkan para petani agar tetap memperhatikan kondisi irigasi, mengingat curah hujan tinggi berpotensi menimbulkan genangan yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman.

Selain pendampingan, Bhabinkamtibmas juga memberikan pupuk daun sebagai dukungan kepada petani untuk tetap konsisten menanam jagung.

Kapolsek Tegaldlimo, Iptu Sadimun, S.H., menyebutkan kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin yang dilaksanakan Bhabinkamtibmas.

“Monitoring dilakukan secara berkala. Kehadiran Bhabinkamtibmas diharapkan bisa membantu petani sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah,” ujarnya.

Masyarakat Tantang Polda Sulut, Tangkap dan Proses Secara Hukum Ratu Solar Linda Humena Yang Diduga Kebal Hukum

Minahasa, Jejak - Indonesia.id | Praktik kegiatan bongkar muat BBM jenis solar bersubsidi di wilayah Minahasa (Kawangkoan),makin marak terpantau tangki biru putih yang bernama perusahaan Sri karya LintaSindo (SKS),sedang melakukan bongkar muat ke salah satu gudang Penimbunan BBM milik dari mafia Ratu solar Berinisial LH alias Linda Humena.Kamis 18 September 2025

Pantauan awak media mobil tangki biru putih yang bertuliskan nama perusahaan Sri karya LintaSindo (SKS)tersebut, berasal dari Kota Bitung menuju ke gudang milik dari Ratu solar Linda Humena Yang berada di Minahasa (Kawangkoan), dugaan kuat tangki tersebut akan mengambil BBM jenis solar ilegal dan akan di bawah ke salah satu mafia BBM di Kota Bitung.

Tangki bertuliskan nama perusahaan Sri karya LintaSindo SKS yang di gunakan oleh mafia BBM Ratu solar Linda Humena ini hanyalah sebuah akal-akalan saja agar supaya bisa mengelabuhi pihak kepolisian dan awak media.

Setelah awak media mencari informasi mengenai tangki yang sering mengambil BBM di gudang milik dari mafia yang di juluki sebagai Ratu solar Linda Humena ini ternyata tangki tersebut disewakan oleh Linda.

mengetahui tangki tersebut team Investigasi awak media mencoba menelusuri lokasi gudang milik dari mafia Linda Humena ini ternyata berada Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa.

Hal tersebut diduga Linda Humena mempunyai storan ke Oknum APH dikarenakan tangki siluman ini bebas tanpa ada hambatan melakukan aktivitas di wilayah Minahasa.Entah kenapa dari pihak Polres Minahasa hanya tutup mata ataupun Bumkam dengan kegiatan yang bisa merugikan negara.

Kami masyarakat sangat berharap kepada Kapolda Sulut agar bisa mengambil tindakan tegas terhadap para mafia BBM khususnya Linda Humena yang katanya kebal hukum.

Sampai berita ini di tayangkan kami team investigasi awak media belum juga mendapatkan nomor dari pemilik gudang dan tangki tersebut.

 

Tim: Investigasi

Diskusi Publik di RKBK: Merajut Kebangsaan, Menjaga Banyuwangi Tetap Kondusif

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Semangat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M, Rumah Kebangsaan Basecamp Karangrejo (RKBK) Banyuwangi menggelar Diskusi Publik bertema “Merajut Wawasan Kebangsaan dan Harmoni Lintas Agama: Menjaga Kondusivitas Banyuwangi di Momentum Maulid Nabi”, Rabu malam (17/9/2025).

Acara ini tidak main-main. Hadir tokoh-tokoh penting dari unsur Forkopimda Banyuwangi, mulai dari Bupati Banyuwangi yang diwakili Kepala Bakesbangool T. Agus Mulyono, Kapolresta diwakili Kasat Binmas Kompol Toni Irawan, Kajari diwakili Kasi Pidum Agus Hariyono, Dandim 0825 diwakili Danramil Banyuwangi, Kapten Andoko, Danlanal diwakili Pasi MIN Kapten Rianto, Kepala Lapas Kelas IIA diwakili Solihin, hingga Ketua FKUB H. Nur Khozin, ADM/KKPH Banyuwangi Selatan Wahyu Dwi Hadmojo, Kepala Kantor ATR/BPN Machfoed Effendi, dan Dr. Haya, Rekor Universitas Bhakti Indonesia (UBI)0) Cluring, Banyuwangi.

Diskusi publik ini juga dihadiri beragam audiens, seperti tokoh lintas agama, akademisi, mahasiswa, pemuda, penggiat masyarakat hingga puluhan perwakilan SKPD Pemkab juga Ketua PGRI Banyuwangi Akung Sudarman. Suasananya cair, penuh semangat kebersamaan, dan mengedepankan dialog terbuka untuk memperkuat persatuan serta harmoni di tengah masyarakat Banyuwangi.

Dalam kesempatan itu, Kepala Bakesbangpol R. Agus Mulyono, yang hadir mewakili Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman Banyuwangi.

“Ibu Bupati menyampaikan salam hangat dan apresiasi atas terselenggaranya forum ini. Banyuwangi adalah rumah besar dengan keragaman budaya, agama, dan suku. Tugas kita bersama adalah menjaga kondusivitas agar daerah ini tetap aman, damai, dan terus maju. Mari kita perkuat sinergi lintas elemen masyarakat demi masa depan Banyuwangi yang lebih baik,” ujarnya.

Puncaknya, setelah jajaran perwakilan Forkopimda dan beberapa pejabat lainnya memberikan masukan konstruktif, acara ditutup dengan tausiyah oleh Rektor UBI dan doa oleh KH. Ikrom Hasan, setelah sebelumnya dibacakan deklarasi bersama oleh Zacky Zagarino, mahasiswa Poliwangi yang juga Ketua Alumni MAN 1 Banyuwangi.

Deklarasi tersebut menegaskan tiga poin penting: menjaga kerukunan lintas agama dan budaya, menolak provokasi dan ujaran kebencian, serta mendukung penuh upaya Forkopimda bersama masyarakat dalam mewujudkan Banyuwangi yang aman, damai, dan sejahtera.

Ketua RKBK, Hakim Said, SH, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata untuk merawat kondusivitas Banyuwangi. “Diskusi publik ini adalah momentum untuk menyatukan komitmen bersama, agar Banyuwangi tetap aman, tentram, dan damai,” ujarnya.

Dengan semangat Sinergitas 3KO, Komunikasi, Koordinasi, dan Kolaborasi, diskusi publik di RKBK menjadi ruang kebersamaan yang meneguhkan semangat kebangsaan sekaligus memperkokoh harmoni lintas agama.

Tampak dalam ratusan undangan yang hadir, diantaranya Forpimka Banyuwangi, Ketua KKMA H. Saeroji, MPd, dari KKMTsN hadir H. Anwarudin beserta brberapa pengurus komite madrasah dan sekolah, Ustadz Harun dari Pondok Gontor IV Kaligung Blimbingsari, komunitas peternak lebah madu Banyuwangi dan Sedulur Terapis Blambangan (STB) Banyuwangi yang diketuai Budy Amboyna, serta Komunitas Banyuwangi Creative Market (BCM) CFD Taman Blambangan Banyuwangi.

Bima yang Dilaporkan KontraS Hilang Usai Ricuh Kwitang Ditemukan di Malang

JAKARTA || jejakindonesia.id – Tim khusus pencarian orang hilang Polda Metro Jaya berhasil menemukan Bima Permana Putra, warga yang sebelumnya viral disebut hilang usai kericuhan di Kwitang, Jakarta Pusat. Bima ditemukan di Malang, Jawa Timur, pada Rabu (17/9/2025).

“Update informasi dari tim khusus pencarian orang hilang, Polda Metro Jaya telah menemukan satu orang warga tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Rabu (17/9).

Pencarian ini dilakukan setelah informasi orang hilang tersebut ramai beredar di media sosial, salah satunya melalui akun KontraS. Meski tidak ada laporan resmi, polisi tetap melakukan penelusuran.

“Tidak ada laporan, tetapi berdasarkan informasi orang hilang yang viral di media sosial dan dikaitkan dengan kerusuhan saat unjuk rasa di beberapa lokasi di Jakarta,” jelas Ade Ary.

Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin Kasubdit AKBP Resa Fiardi Marasabessy kemudian melakukan serangkaian analisis dan penelusuran hingga akhirnya menemukan Bima di Klenteng Eng An Kiong, Jl RE Martadinata No 1, Kota Lama, Kecamatan Kedaung Kandang, Kota Malang, sekitar pukul 13.55 WIB.

“Yang bersangkutan adalah seorang pedagang asongan. Dia ditemukan di Klenteng Eng An Kiong, Jl RE Martadinata No 1 Kota Lama, Kecamatan Kedaung Kandang, Kota Malang, pada Rabu (17/9) sekitar pukul 13.55 WIB,” ungkap Ade Ary.

Berdasarkan keterangan Bima kepada polisi, ia berada di Kwitang pada 29–31 Agustus 2025 bukan untuk mengikuti aksi demonstrasi, melainkan untuk berjualan asongan.

“Kemudian pada tanggal 1 September, Saudara BPP pergi ke daerah Tegal, Jawa Tengah menggunakan motor dari Jakarta. Sesampainya di Tegal, Saudara BPP menjual motornya,” ujarnya.

Selanjutnya, pada 2 September 2025, Bima bertolak ke Malang dengan kereta api dan memesan kamar hotel untuk 3 hari, 3–5 September 2025. Di kota tersebut, ia berjualan mainan barongsai mini di sekitar Klenteng Eng An Kiong.

Adapun sebelumnya, KontraS melalui akun Instagram @kontras_update menyampaikan masih ada tiga orang yang dilaporkan hilang sejak aksi demo 30–31 Agustus 2025. KontraS menyebut satu orang merupakan non-demonstran (Bima Permana Putra) dan dua lainnya demonstran, yaitu:

1. Bima Permana Putra (non-demonstran)
Hilang sejak 31 Agustus 2025, lokasi terakhir di Glodok, Jakarta Barat.

2. M Farhan Hamid (demonstran)
Hilang sejak 31 Agustus 2025, lokasi terakhir di Brimob Kwitang, Jakarta Pusat.

3. Reno Syahputradewo (demonstran)
Hilang sejak 30 Agustus 2025, lokasi terakhir di Brimob Kwitang, Jakarta Pusat.

Bahagianya Kaum Difabel Dapat SIM Gratis dari Polres Jember di Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke – 70

JEMBER || jejakindonesia.id – Ada yang berbeda di peringatan Hari Lalu lintas Bhayangkara ke-70 yang diperingati oleh Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polres Jember Polda Jawa Timur (Jatim).

Jajaran Satlantas Polres Jember Polda Jatim menggelar layanan spesial berupa pembuatan dan perpanjangan SIM D gratis khusus bagi penyandang disabilitas.

Kegiatan yang berlangsung di halaman parkir Satlantas Polres Jember, Rabu (17/9/25) itu disambut antusias oleh para kaum difabel.

Sedikitnya ada 25 penyandang disabilitas dari berbagai wilayah Jember yang memanfaatkan layanan sosial oleh Satlantas Polres Jember Polda Jatim ini.

Abdullah, salah satu pemohon SIM mengaku sangat senang bisa difasilitasi oleh Polres Jember.

“Terima kasih banyak atas SIM gratis ini, semoga ke depan bisa lebih banyak lagi teman-teman disabilitas yang difasilitasi, karena masih banyak yang belum punya SIM,” ucapnya.

Senada dengan itu, Ika Wilujeng Lestari juga menyampaikan rasa bangganya.

Harapannya, program ini tidak hanya di momen tertentu saja, tapi bisa terus ada agar lebih banyak penyandang disabilitas yang terbantu.

"Sukses selalu untuk Polres Jember, semoga makin solid, jaya, dan inklusif bersama kami,” ujarnya dengan penuh semangat.

Sementara itu Wakapolres Jember, Kompol Ferry Darmawan, S.Psi., S.I.K, secara simbolis menyerahkan SIM kepada peserta.

Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa program ini jadi wujud nyata kepedulian Polres Jember Polda Jatim untuk semakin dekat dengan semua kalangan masyarakat.

“Dalam rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70, kami bekerjasama dengan BRI untuk memfasilitasi teman-teman disabilitas membuat dan perpanjangan SIM," ujarnya.

Ia berharap dengan SIM ini para kaum difabel bisa beraktivitas dengan lebih leluasa.

"Ini juga bentuk komitmen kami untuk terus hadir tanpa terkecuali bagi seluruh masyarakat,” ungkap Kompol Ferry.

Pada kesempatan yang sama,Kasat Lantas Polres Jember, AKP B Bagas Simamarta, menambahkan bahwa ide layanan ini muncul dari aspirasi komunitas disabilitas di Jember.

“Kemarin mereka bersurat kepada kami, meminta agar difasilitasi. Kebetulan momennya pas dengan Hari Lalu Lintas, jadi kami berinisiatif menggandeng Bank BRI untuk membantu. Alhamdulillah bisa terwujud dan semoga memberi manfaat,” jelas AKP Bagas.

AKP Bagas mengatakam acara ini bukan hanya sekadar perayaan ulang tahun, tapi juga bukti nyata bahwa kepolisian semakin membuka ruang inklusi bagi semua lapisan masyarakat.

"Kehadiran SIM gratis untuk disabilitas menjadi langkah maju menuju pelayanan publik yang lebih humanis, setara, dan peduli," tutup AKP Bagas.

error: Content is protected !!