Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: September 2025

Apel Gabungan Banser dan TNI di Depan Kantor PCNU Banyuwangi Perkuat Sinergi Kebangsaan

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Kodim 0825/Banyuwangi bersama Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menggelar apel gabungan di depan Kantor PCNU Banyuwangi pada Kamis (18/09/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi kebangsaan antara TNI dan Banser dalam rangka memperkuat persatuan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Banyuwangi.

Komandan Kodim 0825/Banyuwangi, Letkol Arm Tryadi Indra Wijaya, S.H., M.I.P., menyampaikan bahwa apel gabungan ini adalah bentuk soliditas dan kebersamaan antara TNI dengan Banser. “Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi kebangsaan dapat terjalin dengan baik. Bersama-sama kita jaga Banyuwangi agar tetap aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.

Apel gabungan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan. Melalui kegiatan bersama, TNI dan Banser menegaskan tekad untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila serta mengawal keutuhan NKRI di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat.

Acara diakhiri dengan doa bersama serta penyampaian pesan moral tentang pentingnya persatuan. Sinergi antara Kodim 0825/Banyuwangi dan Banser diharapkan terus berlanjut, menjadi contoh nyata kebersamaan dalam menjaga stabilitas dan ketenteraman di Kabupaten Banyuwangi.

Ditresnarkoba Poldasu Bongkar Jaringan Ekstasi Tanjungbalai

Tanjung Balai || jejakindonesia.id - Ditresnarkoba Polda Sumut terus bergerak menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya Narkoba. Tempat -tempat yang dianggap kerap digunakan untuk peredaran narkoba seperti THM, Loket -loket dan Barak Dirajia.

Kali ini, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara membongkar jaringan peredaran pil ekstasi di tempat hiburan malam Galaxy Hall & KTV, Tanjungbalai. Hasilnya, petugas mengamankan para tersangka, Exctacy dan hasil kejahatannya lainnya.

Dirresnarkoba Polda Sumut Kombes Calvjin Simanjuntak melalui Wadir AKBP Diari Astetika menjelaskan bahwa awalnya penyidik hanya merencanakan tujuh adegan, namun berkembang menjadi 16 adegan setelah ditemukan peran tambahan dari masing-masing pelaku.

Dalam pra-rekonstruksi yang digelar Selasa (16/9/2025), lima tersangka dihadirkan untuk memperagakan rangkaian transaksi yang mereka lakukan. Prarekonstruksi ini penting untuk menguatkan alat bukti dan memperjelas peran setiap tersangka.

"Rekonstruksi tak hanya berlangsung di ruang utama Galaxy Hall, tetapi juga di KTV 8 dan area kamar mandi luar gedung,"ujarnya.

Petugas Bea Cukai menyita 79 botol minuman beralkohol berbagai merek yang meski bercukai resmi, diperjualbelikan tanpa izin.

Kasus ini berawal dari operasi pengintaian Minggu (14/9) sekitar pukul 03.00 WIB. Petugas mendapati Umaya Sari Siregar alias Umay sebagai perantara yang menghubungkan transaksi dengan Rey Donli Sinaga alias Donli.

Donli kemudian menyalurkan pil ekstasi kepada Putri Yanti Sitorus alias Putri dan Sri Wahyuni alias Yuni di Kos Ebi, Jalan Jenderal Sudirman. Transaksi senilai Rp1 juta dilakukan melalui transfer ke rekening Sri Wahyuni.

Tak lama, Donli kembali ke Galaxy Hall membawa tiga butir ekstasi. Dua butir diserahkan kepada Umay dan Fani Aprilia Andini alias Fani untuk diberikan ke petugas penyamaran, sementara satu butir dikonsumsi Umay dan Fani di kamar mandi.

Awalnya penyidik hanya merencanakan tujuh adegan, namun berkembang menjadi 16 adegan setelah ditemukan peran tambahan dari masing-masing pelaku.

Saat itulah petugas bergerak cepat, mengamankan keduanya dan menyita dua butir ekstasi beserta dua ponsel.

Pengembangan berlanjut dengan penangkapan Donli di area parkir, disusul Putri dan Sri Wahyuni di Kos Ebi.
Dari keterangan Yuni, Narkoba tersebut diperoleh dari seorang pria bernama Wak Ipul yang kini masuk daftar pencarian.

"Kami mengimbau warga untuk segera melapor bila mengetahui peredaran gelap narkotika maupun kegiatan ilegal lainnya. Sinergi masyarakat dan aparat sangat penting untuk menekan peredaran narkoba di Sumatera Utara,” tegasnya. *(tim)*

Polres Situbondo Buka Layanan SKCK 24 jam Bagi Calon PPPK Wujud Pelayanan Prima dan Humanis

SITUBONDO || jejakindonesia.id – Jumlah pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Situbondo mengalami peningkatan signifikan sejak Senin 15 September 2025.

Lonjakan ini dipicu oleh banyaknya calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang tengah melengkapi berkas persyaratan.

Mengantisipasi hal tersebut, Polres Situbondo Polda Jatim memberikan pelayanan humanis agar masyarakat tetap nyaman.

Mulai dari penambahan area tunggu, menyiapkan air, permen, camilan bahkan di Polsek Banyuputih menyiapkan bakso gratis bagi pemohon SKCK.

Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, S.I.K., M.I.K., mengatakan peningkatan jumlah pemohon sudah terasa sejak Senin lalu, pada hari itu Polres Situbondo melayani sekitar 750 pemohon online dan pemohon offline.

Sedangkan Polsek Jajaran melayani SKCK sekitar 100 sampai 200 pemohon.

Selain itu, Polres Situbondo Polda Jatim juga menyiapkan ambulans dan tim kesehatan antisipasi ada hal yang tidak diinginkan seperti pingsan karena ramainya antrian ataupun masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan.

Untuk kenyamanan masyarakat, ruang tunggu pelayanan SKCK dilengkapi AC, ruang khusus disabilitas, ruang bermain anak-anak bagi pemohon yang membawa balita serta ruang khusus ibu hamil dan menyusui.

AKBP Rezi menyebut banyaknya pemohon ini berkaitan dengan syarat administrasi untuk melengkapi berkas PPPK paruh waktu.

"Kami tidak ingin masyarakat kesulitan, sehingga pelayanan SKCK juga dibuka di 17 Polsek Jajaran. Kami juga sudah siapkan ruang tunggu yang nyaman” ujar AKBP Rezi diruang SKCK, Selasa (16/9/2025).

Menurutnya, langkah ini menjadi bentuk kepedulian Polri agar masyarakat tetap nyaman meski harus menunggu antrean panjang.

“Kami pastikan semua pemohon SKCK dapat terlayani dengan baik,” tegasnya.

Selain di Polres Situbondo dan seluruh Polsek di jajaran kini juga melayani pembuatan SKCK sesuai domisili masing-masing pemohon.

Hal itu dilakukan setelah ada kepastian dari pemerintah daerah terkait syarat SKCK yang bisa diterbitkan di tingkat Polsek.

Sejumlah warga mengaku terbantu dengan kebijakan ini. Salah satunya Ahmad, pemohon SKCK asal Kecamatan Panarukan.

“Pelayanannya bagus, meski antrean ramai tetap tertib. Saya juga senang karena dapat minuman gratis saat menunggu. Terima kasih kepada bapak Kapolres dan jajarannya,” ucap Ahmad.

Hal senada juga disampaikan Teguh, pemohon lain yang mengurus SKCK di Polres Situbondo.

Menurutnya, perhatian kecil seperti pemberian air minum menambah kenyamanan masyarakat.

“Ini bentuk perhatian dari polisi. Kami yang sedang berjuang melengkapi berkas PPPK paruh waktu merasa sangat terbantu,” ujarnya.

Gandeng Lembaga Pendidikan Polres Kediri Wujudkan Generasi Emas Tanpa Narkoba

KEDIRI || jejakindonesia.id - Upaya membangun daya cegah dan tangkal terhadap penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, Polres Kediri Polda Jatim mengadakan kegiatan sosialisasi bertema "Generasi Emas Produktif Tanpa Narkoba" di SMA Negeri 1 Pare, Kabupaten Kediri, pada Rabu 17 September 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Polres Kediri Polda Jatim dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari narkoba sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Kediri sebagai wilayah yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji S.H., S.I.K., M.Si menegaskan pentingnya peran pelajar sebagai generasi penerus bangsa untuk memiliki pemahaman dan kesadaran akan bahaya narkoba.

Menurutnya, remaja merupakan salah satu kelompok yang rentan menjadi target peredaran narkoba karena berada dalam fase pencarian jati diri.

“ Kami hadir di sini untuk mengingatkan dan memberikan edukasi bahwa narkoba adalah musuh bersama. Pelajar harus menjadi agen perubahan yang mampu membentengi diri sendiri, keluarga, dan lingkungannya dari bahaya narkoba," ujar AKBP Bramastyo.

Ia mengungkapkan untuk memberantas peredaran narkoba perlu mendapat dukungan dari semua elemen, termasuk para peran pelajar.

Maka dari itu Polres Kediri Polda Jatim mengajak para pelajar mewujudkan Kabupaten Kediri yang bersih dan tanpa dari narkoba.

Kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan materi oleh Satresnarkoba Polres Kediri Polda Jatim mengenai jenis-jenis narkoba, dampak buruk penyalahgunaannya terhadap kesehatan fisik dan mental, serta ancaman hukum yang mengintai pengguna dan pengedar narkoba.

"Diskusi ini bertujuan agar para siswa ini memahami dampak buruk terjerumus ke narkoba. Sehingga dengan pemahaman bahaya narkoba maka adik-adik pelajar ini bisa menjadi pelopor generasi emas produktif tanpa narkoba," jelas Kapolres Kediri.

Dengan adanya kegiatan ini, Polres Kediri berharap dapat terus bersinergi dengan pihak sekolah dan masyarakat dalam mewujudkan generasi emas yang sehat, produktif, dan berprestasi tanpa narkoba serta menjadikan Kabupaten Kediri sebagai daerah yang aman, nyaman, dan terbebas dari jeratan narkoba.

Dalam kegiatan ini Polres Kediri mendapat sambutan hangat dari pihak sekolahan SMA Negeri 1 Pare dan mengapresiasi atas inisiatif Polres Kediri dalam melakukan pendekatan preventif kepada para pelajar.

TMMD ke-126: TNI dan Pemda Bersatu Bangun Desa, Sejahterakan Rakyat

JAKARTA || jejak-indonesia.id – TNI Angkatan Darat menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 sebagai langkah strategis memperkuat sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah (Pemda), instansi terkait, dan seluruh komponen bangsa, dalam upaya mempercepat pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rakornis yang digelar di Aula Jenderal Besar A.H. Nasution, Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Rabu (17/9/2025), menjadi forum penting untuk merumuskan arah dan sasaran program TMMD secara terpadu, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah.

Asisten Teritorial (Aster) Kasad Brigjen TNI Rachmad Zulkarnaen selaku Perwira Tinggi Penanggung Jawab Operasional (PJO) TMMD dalam sambutan tertulisnya menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang harus terus dijaga. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara program TMMD dengan program pembangunan daerah agar tepat sasaran.

“Penentuan sasaran fisik harus bernilai strategis dan prioritas, serta disesuaikan dengan program maupun kemampuan anggaran pemerintah daerah, sehingga tepat sasaran dan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat,” ujar Aster Kasad dalam sambutan yang dibacakan oleh Waaster Kasad Bidang Tahwil Komsos dan Bhakti TNI Brigjen TNI Taufik Shobri.

Dalam Rakornis tersebut, dibahas rencana pelaksanaan TMMD ke-126 yang akan digelar di 50 kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan melibatkan 50 Kodim sebagai pelaksana. Program TMMD sendiri meliputi pembangunan infrastruktur pedesaan, perbaikan fasilitas umum, serta kegiatan nonfisik berupa penyuluhan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan wawasan kebangsaan.

Selain itu, Rakornis juga menyoroti pentingnya keberlanjutan hasil TMMD. Pemerintah daerah diharapkan berperan aktif dalam memelihara fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya terus berkembang dan memberi dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat.

Rakornis yang dihadiri oleh para bupati, wali kota, serta pejabat TNI setempat baik secara langsung maupun melalui video konferensi ini juga dirangkaikan dengan penganugerahan penghargaan kepada Satgas Terbaik TMMD ke-125, serta pemenang Lomba Karya Jurnalistik (LKJ) TMMD ke-125 kategori Dansatgas maupun kategori wartawan.

Melalui Rakornis ini, TNI AD bersama pemerintah daerah meneguhkan komitmen menjadikan TMMD sebagai sarana memperkuat gotong royong, memantapkan kemanunggalan TNI-rakyat, serta mempercepat terwujudnya desa mandiri dan masyarakat yang lebih sejahtera.

Sumber: Dispenad

error: Content is protected !!