We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Agustus 2025

Polresta Banyuwangi Bekuk Oknum LSM, Tak Ada Kekebalan di Mata Hukum

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Polresta Banyuwangi menunjukkan kinerja profesional dengan melakukan pengejaran salah satu tersangka oknum LSM di suatu tempat yang berada di luar kota pada senin, 11/8/2025.

Team Reserse Kriminal Polresta Banyuwangi berhasil menangkap seorang oknum LSM inisial Mr. X, yang diduga terlibat tindakan melawan hukum. Penangkapan dilakukan cepat dan terukur setelah penyelidikan mendalam mengungkap bukti kuat keterlibatan pelaku.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtam Putra, S.I.K., M.Si., M.H, menegaskan, pihak kepolisian tidak memandang status atau label organisasi, tidak akan menjadi tameng untuk menghindari jerat hukum. Setiap pelanggaran akan diproses tanpa kompromi hingga tuntas di pengadilan, "ungkapnya.

Oknum tersebut kini masih di tahan untuk menjalani pemeriksaan intensif guna membongkar modus dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Aksi ini menjadi peringatan keras, tidak ada ruang aman bagi pelanggar hukum di wilayah Banyuwangi. (sober)

Polresta Banyuwangi Tangkap Oknum LSM, Tegaskan Hukum Berlaku

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Polresta Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Aparat berhasil meringkus inisial YW seorang oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang diduga terlibat dalam praktik melawan hukum.

Penangkapan dilakukan setelah unit reskrim Polresta Banyuwangi mengantongi bukti kuat hasil penyelidikan intensif. Oknum tersebut kini masih di tahan di polresta banyuwangi guna menjalani pemeriksaan mendalam untuk mengungkap motif dan jaringan yang terlibat, ( 11 / 08 / 2025 ).

Kapolresta Banyuwangi Kombes pol. Rama Samtama Putra menegaskan, tindakan tegas terhadap pelanggaran hukum merupakan bagian dari komitmen institusi untuk menjaga marwah penegakan hukum. “ Tidak ada ruang bagi penyalahgunaan kewenangan. Siapa pun yang terbukti melanggar, akan diproses sesuai ketentuan hukum,” ujarnya.

Langkah cepat ini menjadi sinyal kuat bahwa aparat tidak akan mentolerir tindakan yang merusak integritas organisasi kemasyarakatan. Polresta Banyuwangi menyampaikan bahwa proses hukum akan dilakukan secara transparan dan profesional hingga tuntas.

Dengan keberhasilan ini, Polresta Banyuwangi mengukuhkan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan menegakkan supremasi hukum di wilayahnya. (sober)

Lilin, Bunga, dan Kutukan: Solidaritas IJTI Tapalkuda untuk Jurnalis Gaza

Jember, Jejak - Indonesia.id |  Lima jurnalis Palestina yang bekerja untuk Al Jazeera tewas dibantai tentara Israel. Darah para pekerja media itu tumpah di Gaza, dan dunia kembali diingatkan: kebebasan pers sedang diinjak-injak.

Mereka bukan sekadar nama di layar: koresponden Anas Al-Sharif, Mohammed Qreiqeh, juru kamera Ibrahim Zaher, Moamen Aliwa, dan asisten juru kamera Mohammed Noufal. Kelimanya gugur saat menjalankan tugas jurnalistik, dibunuh dengan dalih murahan: tuduhan keterlibatan militer.

Serangan itu terjadi bersamaan dengan pemboman yang menewaskan sedikitnya 52 warga Palestina pada Minggu (10/8/2025). Dunia boleh terdiam, tapi tidak di Jember.

Hari ini, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah Tapalkuda turun ke jalan. Dari Kantor IJTI di Jalan Dewi Sartika, mereka longmarch ke Alun-Alun Kota Jember. Orasi menggema, kutukan terhadap kebiadaban Israel dilontarkan bergantian.

Lilin dinyalakan. Bunga ditabur di bawah foto kelima korban. Doa bersama dipanjatkan, mengheningkan cipta untuk mereka yang dibungkam peluru.

Ketua IJTI Tapalkuda Tomy Iskandar menegaskan, serangan terhadap jurnalis adalah serangan terhadap demokrasi dan kemanusiaan.

“Kebebasan pers adalah hak asasi yang harus dilindungi di seluruh dunia. Apa yang dilakukan Israel adalah tindakan biadab, di luar batas kemanusiaan, dan tidak sesuai dengan semangat kebebasan pers,” ujarnya.

IJTI Tapalkuda mendesak pemerintah Indonesia untuk bersuara lantang di forum internasional, menekan Israel, dan menghentikan kekerasan terhadap pekerja media di wilayah konflik.

Pesan mereka jelas: membunuh jurnalis sama dengan membungkam kebenaran. Dan itu tidak akan pernah dibiarkan tanpa perlawanan. (red)

Jenderal AA: Generasi Kita Harus Berdiri di Garis Depan Memerangi Narkoba

Jakarta, Jejak - Indonesia.id |  Jenderal AA menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh generasi bangsa. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri sebuah kegiatan di Jakarta.

“Siapa lagi, kalau bukan generasi kita, yang bisa memberantas narkoba,” tegas Jenderal AA, seperti dikutip DetikSatu.

Menurutnya, narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa. Dampaknya bukan hanya merusak fisik dan mental generasi muda, tetapi juga dapat melemahkan kekuatan bangsa dari dalam. Oleh karena itu, ia mendorong semua elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN) Agus Flores menyatakan dukungannya. Ia menilai pesan Jenderal AA sangat bermanfaat bagi generasi penerus.

“Pernyataan ini adalah motivasi besar bagi anak muda agar tidak hanya menjauhi narkoba, tapi juga ikut berperan aktif dalam pemberantasannya,” ujar Agus Flores.

Agus menambahkan, organisasi yang dipimpinnya juga memiliki komitmen kuat untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba melalui berbagai program kampanye dan kegiatan sosial.

“Generasi muda adalah harapan bangsa. Jika mereka bersih dari narkoba, masa depan Indonesia akan lebih cerah,” pungkasnya. (red)

Kapolda Kalteng Ingatkan: Anak Adalah Penjaga Kehidupan Kita di Masa Tua

Palangka Raya, Jejak - Indonesia.id | 11 Agustus 2025. Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Nanang Avianto, menyampaikan pesan penuh makna kepada Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN), Agus Florrs, dalam sebuah pertemuan silaturahmi baru-baru ini.

Dalam pesannya, Kapolda Kalteng mengingatkan pentingnya peran anak dalam kehidupan orang tua di masa mendatang. “Sayangi putra putrimu, karena mereka yang akan menjaga kita di hari tua,” ujarnya.

Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk dorongan kepada masyarakat untuk memberikan perhatian, kasih sayang, dan pendidikan terbaik bagi generasi penerus. Menurutnya, anak-anak bukan hanya aset keluarga, tetapi juga penentu masa depan bangsa.

Kapolda Kalteng menegaskan, membangun hubungan harmonis dalam keluarga adalah pondasi utama dalam mencetak generasi yang berakhlak, bertanggung jawab, dan peduli. “Kehangatan keluarga menjadi benteng pertama dalam membentuk karakter anak,” tambahnya.

Pertemuan antara Kapolda Kalteng dan Ketum FRN ini diwarnai dengan diskusi seputar pembinaan generasi muda, penguatan nilai kekeluargaan, serta sinergi antara masyarakat dan aparat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. (red)

error: Content is protected !!