Terkatung-katung 7 Bulan, Warga Pilolahunga Kecewa Laporannya di Polres Bolsel Jalan di Tempat

POSIGADAN || Jejak-indonesia.id – Harapan Samsul Mooduto untuk mendapatkan keadilan dan kepastian hukum kini berujung pada rasa kecewa yang mendalam. Laporan dugaan pencemaran nama baik yang ia layangkan ke Kepolisian Resor (Polres) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) sejak akhir tahun 2025 lalu, hingga kini masih terkatung-katung tanpa kejelasan.

Samsul menjelaskan bahwa laporan tersebut resmi dibuat pada 21 November 2025. Ia bersama anaknya melaporkan seorang warga Desa Pilolahunga berinisial RL. Terlapor diduga kuat telah mencemarkan nama baik Samsul melalui anaknya dengan menggunakan kalimat-kalimat yang tidak senonoh dan tidak pantas.

Namun, alih-alih mendapatkan perkembangan perkara (SP2HP), Samsul justru merasa hanya diberi janji tanpa realisasi oleh pihak penyidik. Demi mencari keadilan, ia bahkan mengaku sudah berulang kali mendatangi Polres Bolsel untuk menagih komitmen aparat penegak hukum.

“Kami sudah enam kali turun langsung ke Polres Bolsel untuk menanyakan perkembangan kasus ini. Terakhir, minggu lalu saya hubungi Kanitnya. Dia bilang sudah dimutasi dan berjanji akan mempertemukan saya dengan Kanit yang baru, tapi ternyata tidak ada,” ungkap Samsul dengan nada kecewa kepada awak media, Senin (15/6/2026).

Puncak kekecewaan Samsul terjadi hari ini. Berdasarkan arahan dari mantan Kanit Penyidik lama melalui pesan singkat, ia diminta untuk berkoordinasi langsung dengan Unit 1. Namun setibanya di sana, janji untuk dipertemukan dengan Kanit Baru batal, ternyata tidak dipertemukan. Mantan Kanit Penyidik lama tak kunjung hadir.

Lebih memprihatinkan lagi, Samsul menyayangkan sikap oknum penyidik di ruangan tersebut. Alih-alih menyambut warga yang mencari keadilan dengan humanis, oknum tersebut terkesan acuh tak acuh mengenai Laporan Polisi yang ia layangkan.

Samsul sangat berharap agar Polres Bolsel segera mengambil tindakan tegas dan melanjutkan proses hukum kasus ini. Dirinya hanya butuh transparansi dan kepastian hukum yang jelas, bukan sekadar janji yang terus berulang tanpa realisasi.

“Harapan kami selaku keluarga, tolong segera diberi kejelasan. Jangan hanya janji-janji terus, tapi kenyataannya tidak pernah jelas,” tegas Samsul menahan rasa kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan ataupun konfirmasi resmi dari pihak Polres Bolsel mengenai mandeknya penanganan kasus tersebut. Warga berharap  Kepolisian yang presisi dan melayani benar-benar rasakan oleh masyarakat kecil seperti Samsul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *