Peristiwa

Semangat, Disiplin, Berprestasi! Dojo Paganza Rayakan HUT ke-4 Lemkari Bali dan HUT ke-3 Maru Sport, Siap Cetak Karateka Berkarakter dan Berprestasi

DENPASAR || Jejak-indonesia.id  – Semangat kebersamaan, disiplin, dan sportivitas begitu terasa dalam perayaan 4th Anniversary Dojo Paganza Lemkari Bali yang mengusung motto “Semangat, Disiplin, Berprestasi”, sekaligus 3rd Anniversary Maru Sport dengan tema “Bersatu dalam Dojo, Kuat dalam Prestasi.” Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tali persaudaraan antarkeluarga besar dojo, sekaligus meneguhkan komitmen dalam mencetak generasi karateka yang berkarakter, berintegritas, dan mampu mengukir prestasi di berbagai ajang.

Sekitar 60 kohai (siswa karate) mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Suasana semakin meriah berkat dukungan luar biasa dari para orang tua yang turut hadir memberikan semangat kepada putra-putri mereka. Kekompakan antara pelatih, pengurus, siswa, dan keluarga menjadi gambaran nyata bahwa keberhasilan seorang atlet lahir dari sinergi seluruh elemen yang terlibat dalam proses pembinaan.

Momentum peringatan hari jadi ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi refleksi atas perjalanan Dojo Paganza dalam membangun karakter generasi muda melalui seni bela diri karate. Di setiap latihan, para kohai tidak hanya diajarkan teknik bertarung, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai luhur seperti disiplin, tanggung jawab, rasa hormat, kejujuran, serta semangat pantang menyerah yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan.

Keberhasilan Dojo Paganza hingga memasuki usia keempat tidak lepas dari dedikasi para pelatih yang selama ini tanpa lelah membimbing dan mendidik para karateka. Tim pelatih dipimpin oleh Made Sutama penyandang Sabuk Hitam Dan IV, didampingi Ida Bagus Purna Werdi penyandang Sabuk Hitam Dan IV, serta Fajar penyandang Sabuk Hitam Dan II. Dengan pengalaman dan komitmen yang dimiliki, ketiganya terus membina kemampuan teknik, mental bertanding, sekaligus membangun karakter para siswa agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berintegritas.

Sementara itu, roda organisasi Dojo Paganza berada di bawah pembinaan I Putu Arianta selaku Pembina Dojo. Kepemimpinan dojo dijalankan oleh Fajar sebagai Ketua Dojo, didampingi Dananjaya selaku Wakil Ketua. Kepengurusan juga diperkuat oleh Gde Suryawan, Erlangga, dan Komang Ayu, yang seluruhnya merupakan penyandang Sabuk Hitam Dan I. Sinergi para pengurus tersebut menjadi kekuatan utama dalam mengembangkan organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan, serta memperluas prestasi para karateka Dojo Paganza di berbagai tingkat kejuaraan.

Perayaan ini turut mendapat perhatian dan dukungan dari jajaran pengurus Lemkari Bali. Hadir Ketua Umum Lemkari Bali I Wayan Mudra, Majelis Sabuk Hitam I Wayan Guntur, serta Dewan Guru I Wayan Ardika. Dalam kesempatan tersebut, mereka memberikan motivasi kepada seluruh kohai agar terus berlatih dengan tekun, menjaga etika, serta menjadikan karate bukan sekadar olahraga, melainkan sebagai jalan pembentukan karakter dan pengabdian kepada masyarakat.

Dukungan juga datang dari unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat. Turut hadir Kelian Adat dan Kelian Dinas Pagan Kaja yang memberikan apresiasi atas konsistensi Dojo Paganza dalam membina generasi muda. Menurut mereka, keberadaan dojo telah memberikan kontribusi positif dalam membentuk karakter anak-anak dan remaja agar memiliki disiplin, rasa percaya diri, serta menjauhi berbagai pengaruh negatif di lingkungan sosial.

Kehadiran Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani, S.M., M.M., M.Kes., Anggota Komisi IX DPR RI, semakin menambah semarak perayaan. Ia menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi para pelatih dan pengurus yang terus membangun generasi muda melalui olahraga bela diri. Menurutnya, karate memiliki nilai strategis dalam membentuk fisik yang sehat, mental yang kuat, etika yang baik, serta jiwa kepemimpinan sejak usia dini. Dukungan terhadap pembinaan olahraga, khususnya karate, diharapkan dapat terus melahirkan atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Bali dan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Memasuki usia keempat, Dojo Paganza menunjukkan bahwa konsistensi, kebersamaan, dan kerja keras merupakan kunci utama dalam membangun organisasi yang sehat dan berprestasi. Sementara tiga tahun perjalanan Maru Sport menjadi bukti bahwa kolaborasi yang solid mampu melahirkan berbagai inovasi pembinaan demi meningkatkan kualitas atlet.

Mengusung semangat “Semangat, Disiplin, Berprestasi” serta “Bersatu dalam Dojo, Kuat dalam Prestasi,” keluarga besar Dojo Paganza dan Maru Sport optimistis akan terus menjadi rumah bagi lahirnya karateka-karateka tangguh yang tidak hanya sukses di arena pertandingan, tetapi juga menjadi pribadi yang santun, bertanggung jawab, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Perayaan ini menjadi simbol bahwa prestasi besar selalu berawal dari latihan yang disiplin, kerja keras yang konsisten, dukungan keluarga, serta kebersamaan yang kokoh. Dengan semangat tersebut, Dojo Paganza Lemkari Bali siap melangkah menuju prestasi yang lebih tinggi, membawa harum nama organisasi, Bali, dan Indonesia di kancah yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *