BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Menurut Mbah Semar, tidak semua sikap “bodo amat” berdampak buruk. Dalam kondisi tertentu, sikap ini justru diperlukan agar seseorang tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang menghambat kemajuan diri.
“Naik kelas dalam hidup bukan hanya soal harta atau jabatan, tetapi juga tentang cara berpikir dan bersikap,” ujar Mbah Semar.
Berikut 5 sikap “bodo amat” yang dapat membuat seseorang naik kelas:
1. Bodo Amat terhadap Omongan Negatif
Tidak semua kritik perlu dimasukkan ke hati. Fokuslah pada masukan yang membangun dan abaikan komentar yang hanya bertujuan menjatuhkan.
2. Bodo Amat terhadap Penilaian Orang
Selama berada di jalan yang benar, tidak perlu sibuk mencari pengakuan dari semua orang. Kesuksesan tidak ditentukan oleh penilaian mereka.
3. Bodo Amat terhadap Persaingan yang Tidak Sehat
Daripada menghabiskan energi untuk iri atau menjatuhkan orang lain, lebih baik fokus meningkatkan kualitas diri sendiri.
4. Bodo Amat terhadap Masa Lalu yang Tidak Bisa Diubah
Kesalahan dan kegagalan adalah pelajaran. Terlalu lama terjebak dalam penyesalan hanya akan menghambat langkah menuju masa depan.
5. Bodo Amat terhadap Hal-Hal yang Tidak Bisa Dikendalikan
Tidak semua hal berada dalam kendali kita. Orang yang bijak akan memusatkan energi pada apa yang bisa diperbaiki dan diusahakan.
Mbah Semar menegaskan bahwa sikap “bodo amat” yang dimaksud bukanlah acuh tak acuh terhadap tanggung jawab, melainkan kemampuan untuk memilah mana yang layak dipikirkan dan mana yang harus dilepaskan.
“Ketika kamu berhenti menghabiskan energi untuk hal-hal yang tidak penting, saat itulah kamu mulai naik kelas dalam hidup,” pungkas Mbah Semar.
