Kalapas Banyuwangi Temui Bupati Ipuk, Bahas Penguatan Sinergi Antarinstansi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Banyuwangi, Solichin, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Bupati Banyuwangi, Selasa (19/5). Pertemuan strategis ini ditujukan untuk memperkuat sinergitas antarinstansi serta sebagai momen perkenalan diri secara resmi kepada jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi.

Dalam kunjungan tersebut, Kalapas Banyuwangi didampingi oleh sejumlah pejabat struktural Lapas. Kehadiran rombongan disambut hangat langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Perbincangan antara kedua belah pihak berlangsung santai namun tetap serius membahas berbagai agenda kerja sama ke depan.

Pada kesempatan itu, Kalapas Banyuwangi Solichin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Pemkab Banyuwangi atas dukungan yang telah diberikan selama ini. Salah satu kontribusi nyata yang disoroti adalah pemberian hibah tanah yang kini sukses dimanfaatkan sebagai Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) bagi para warga binaan.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kami berharap sinergi yang telah berjalan dengan sangat baik ini dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Hal ini penting guna mendukung kelancaran tugas dan fungsi (tusi) kami,” ujar Solichin.

Menurutnya, sinergi dengan berbagai pihak akan berdampak pada kelancaran pelaksaan tugas serta pencapaian program yang telah direncanakan.

“Pemkab Banyuwangi menjadi salah satu mitra strategi kami yang telah memberikan berbagai dukungan dalam setiap program yang ada di Lapas,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif agenda pertemuan tersebut. Ipuk menyampaikan terima kasih atas dedikasi Lapas Banyuwangi dalam membina warga binaan dan berharap program-program pembinaan di dalam Lapas dapat terus berjalan secara optimal.

Ipuk menegaskan bahwa Pemkab Banyuwangi siap memberikan dukungan penuh terhadap program-program Lapas, khususnya yang menyangkut pembinaan kemandirian. Ia berharap, pembekalan keterampilan di dalam Lapas dapat menjadi modal berharga bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.

“Kami berharap setiap warga binaan, khususnya yang merupakan warga Banyuwangi, memiliki modal keahlian yang nyata ketika bebas nanti, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memulai kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat,” tutur Ipuk.

Di akhir pertemuan, Ipuk juga memberikan pujian terhadap berbagai produk hasil karya warga binaan Lapas Banyuwangi yang dinilainya sangat bagus dan kreatif. Produk-produk bernilai seni tinggi seperti kain batik hingga aneka kerajinan tangan khas Lapas Banyuwangi mendapat apresiasi khusus dari orang nomor satu di Bumi Blambangan tersebut.

“Dalam beberapa kesempatan kami telah meninjau berbagai hasil karya warga binaan, dan karyanya bagus serta kreatif,” tutup Ipuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *