JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Senin 1 Juni 2026. Menjelang peringatan Hari Bhayangkara pada 1 Juli, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum terus mendorong penguatan kemitraan humanis antara Polisi Lalu Lintas dan komunitas ojek online (ojol) melalui program “Polantas Menyapa dan Melayani”. Program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi yang lebih erat antara petugas lalu lintas dan para pengemudi ojol sebagai pengguna jalan yang aktif setiap hari.
Dalam implementasinya, komunitas ojol diposisikan sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di berbagai daerah di Indonesia. Melalui kolaborasi yang baik, diharapkan tercipta budaya tertib berlalu lintas yang semakin kuat di tengah masyarakat.
Salah satu bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan adalah pembentukan forum komunikasi rutin antara Polantas dan komunitas ojol. Forum ini menjadi ruang dialog untuk menyerap aspirasi, menerima masukan, serta membahas berbagai persoalan yang dihadapi pengemudi di lapangan. Dengan komunikasi yang terbuka, berbagai kendala lalu lintas dapat dicari solusinya secara bersama-sama.
Selain itu, para pengemudi ojol juga dapat berperan sebagai Duta Keselamatan Lalu Lintas. Pengalaman mereka yang setiap hari berada di jalan raya menjadi modal penting untuk menyebarkan pesan keselamatan kepada masyarakat, mulai dari penggunaan helm yang benar, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, hingga penerapan etika berkendara yang baik.
Program ini juga dapat diperkuat melalui berbagai kegiatan edukatif, seperti pelatihan safety riding, pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan, sosialisasi aturan lalu lintas terbaru, serta peningkatan kemampuan komunikasi yang humanis dalam interaksi di jalan raya.
Di sisi lain, komunitas ojol memiliki potensi besar sebagai bagian dari sistem informasi cepat di lapangan. Para pengemudi dapat membantu memberikan informasi mengenai kondisi jalan, kemacetan, kecelakaan, maupun hambatan lalu lintas lainnya. Sebaliknya, Polantas dapat menyampaikan informasi terkait rekayasa lalu lintas dan perkembangan situasi jalan secara lebih cepat dan efektif kepada komunitas.
Sinergi tersebut tidak hanya berfokus pada aspek keselamatan berlalu lintas, tetapi juga dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, seperti bakti sosial, donor darah, bantuan bagi korban bencana, hingga kampanye keselamatan di sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat.
Pendekatan humanis menjadi kunci utama dalam program ini. Para pengemudi ojol pada dasarnya ingin dipandang sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar objek penertiban. Ketika Polantas hadir untuk menyapa, mendengar, dan melayani, maka akan tumbuh rasa saling percaya serta semangat kebersamaan dalam menjaga keselamatan di jalan raya.
Semangat tersebut tercermin dalam pesan:
“Polantas dan ojol adalah sahabat di jalan. Polantas menjaga keselamatan, ojol menyebarkan keselamatan. Bersama kita hadir untuk melindungi setiap perjalanan masyarakat.”
Serta pesan lain yang menegaskan pentingnya kolaborasi:
“Ojol adalah mata, telinga, dan sahabat Polantas di jalan. Kemitraan ini bukan sekadar kerja sama, tetapi ikhtiar bersama untuk menghadirkan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan.”
Melalui pendekatan yang humanis, partisipatif, dan kolaboratif, program Polantas Menyapa dan Melayani diharapkan mampu memperkuat budaya tertib berlalu lintas sekaligus menghadirkan rasa aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh masyarakat pengguna jalan di Indonesia.
