DENPASAR || Jejak-indonesia.id – Masyarakat Bali, khususnya Kabupaten Badung, patut berbangga. Salah satu putra terbaik daerah, Brigjen Pol Dr. Putu Putera Sadana, S.I.K., M.Hum., M.M., kembali dipercaya mengemban amanah strategis sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali. Sebelum mendapat penugasan tersebut, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1995 ini menjabat sebagai Kepala Humas BNN RI dan dikenal luas sebagai sosok komunikatif yang aktif mengedukasi masyarakat melalui berbagai platform, termasuk kanal YouTube resmi BNN RI.
Karier Brigjen Putu Putera Sadana merupakan cerminan perjalanan panjang seorang perwira yang ditempatkan dari berbagai medan tugas. Pengabdiannya dimulai sebagai Kanit Intel Polsek Ubud pada tahun 1997. Berbekal dedikasi dan kemampuan kepemimpinan yang terus berkembang, ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Kapolsek Kuta pada tahun 2002, salah satu wilayah yang memiliki tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang cukup kompleks.
Kariernya terus menanjak dengan berbagai penugasan penting, mulai dari Kapolsek Metro Gambir, Kasatreskrim di wilayah Jawa Barat, hingga dipercaya menjadi Kapolres Tabanan pada tahun 2015. Setahun kemudian, ia mendapat amanah sebagai Wakapolres Metro Bekasi. Pengalaman di bidang reserse, manajemen kepolisian, hingga penegakan hukum menjadikan dirinya dikenal sebagai perwira yang memiliki kapasitas lengkap, baik di bidang operasional maupun akademik.
Tak hanya berkiprah di lapangan, Brigjen Putu Putera Sadana juga pernah dipercaya menjadi Dosen Utama di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri. Penugasan tersebut menunjukkan pengakuan institusi terhadap kompetensi akademik dan kemampuannya dalam mencetak generasi penerus kepolisian yang profesional.
Pada tahun 2019, ia kembali mendapat tugas penting sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua. Jabatan strategis tersebut menguji kemampuannya dalam menangani berbagai kasus yang membutuhkan ketelitian, integritas, dan keberanian dalam penegakan hukum. Selanjutnya, ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Hukum Polda Metro Jaya sebelum akhirnya dipercaya menduduki posisi Kepala Humas BNN RI.
Pengalaman internasional juga menjadi bagian dari perjalanan kariernya. Ia pernah bergabung dalam misi pasukan perdamaian di Bosnia, membawa nama Indonesia dalam tugas kemanusiaan dan perdamaian dunia. Pengalaman tersebut semakin memperkaya wawasan dan kapasitas kepemimpinannya dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.
Di luar jabatan dan prestasinya, Brigjen Putu Putera Sadana dikenal sebagai sosok yang sederhana, murah senyum, dan dekat dengan masyarakat. Julukan “Jenderal Nyentrik” melekat karena gaya kepemimpinannya yang unik, anti-mainstream, namun tetap tegas dan berwibawa. Ia tidak segan berbaur dengan masyarakat dari berbagai kalangan, menjadikan dirinya sosok pemimpin yang humanis dan mudah diterima.
Menariknya, jauh sebelum dikenal luas sebagai perwira tinggi Polri dan pejabat BNN RI, Putu Putera Sadana pernah mendapat kepercayaan menjadi pengawal pribadi Prabowo Subianto saat pencalonan presiden tahun 2009 yang berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri. Kepercayaan tersebut menunjukkan kedekatan dan tingkat profesionalisme yang telah diakui sejak lama. Banyak pihak bahkan menyebut peran yang dijalankannya kala itu mirip dengan figur pengawal kepercayaan yang kini dikenal masyarakat luas.
Kini, dengan pengalaman hampir tiga dekade pengabdian, Brigjen Pol Dr. Putu Putera Sadana kembali ke Bali untuk mengemban tugas besar memimpin BNNP Bali. Kehadirannya membawa harapan baru dalam memperkuat perang melawan narkotika di Pulau Dewata, sekaligus membangun sinergi yang lebih kuat antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.
Penunjukan Brigjen Putu Putera Sadana bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Polri, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Bali. Dari Mengwi, Badung, ia membuktikan bahwa dedikasi, kerja keras, integritas, dan kedekatan dengan rakyat dapat mengantarkan seseorang mengemban amanah besar untuk bangsa dan negara. Sebuah perjalanan panjang yang menginspirasi generasi muda Bali untuk terus berkarya, mengabdi, dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia.
