Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Polri

IMG-20250807-WA0050

Satpolairud Polresta Banyuwangi Giat Pemantauan Bongkar Muat Dikawasan Dermaga Pelabuhan Muncar

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap aman dan terjaga. Polresta Banyuwangi melalui Satpolairud Polresta Banyuwangi jajaran Polda Jawa Timur melaksanakan giat patroli dan pemantauan aktivitas bongkar muat dikawasan dermaga pelabuhan Muncar Banyuwangi. Kamis, (7/8/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Kapos Satpolairud unit Muncar Bripka I Wayan Wedhana mengingatkan giat patroli dan pemantauan yang dilaksanakan dalam rangka untuk memastikan kawasan dermaga dalam keadaan aman dan kondusif.

Patroli ini merupakan bagian dari komitmen Polresta Banyuwangi Polda Jawa Timur dalam menjaga situasi dermaga dan sekitarnya tetap aman, tertib, dan bebas dari aktivitas mencurigakan. Kami juga mengajak crew kapal, nelayan, masyarakat pesisir dan tenaga kerja bongkar muat untuk bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif,” imbuhnya.

Dalam patroli tersebut, situasi dermaga Muncar terpantau aman dan terkendali. Tidak ditemukan adanya gangguan yang signifikan, namun patroli dan pemantauan akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai langkah antisipatif.

Mengingatkan kepadanelayan untuk selalu melengkapi alat keselamatan pelayaran, mengecek kondisi kapal, memantau situasi cuaca terkini dan selalu melakukan pengecekan dokumen pelayaran sebelum melakukan aktivitas melaut.

Segera laporkan kepada pihak keamanan atau menghubungi Call Center 110 atau bisa menghubungi call center Satpolairud di nomer telepon 08113448222 jika ada hal mencurigakan atau tindak kejahatan.

Kegiatan patroli berjalan aman dan lancar tanpa ditemukan kejadian menonjol, dan masyarakat menyambut baik kehadiran Polairud sebagai bentuk perhatian dan perlindungan dari pihak kepolisian.

Diharapkan dengan kehadiran personel Polri khususnya Satpolairud Polresta Banyuwangi di tengah-tengah masyarakat pesisir mampu meningkatkan rasa aman dan memperkuat kerja sama dalam menjaga kamtibmas. (GP)

IMG-20250807-WA0019

Polres Probolinggo Bersama Balai Besar TNBTS Gelar Apel Siaga Antisipasi Karhutla di Musim Kemarau

PROBOLINGGO || jejakindonesia.id – Dalam upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam perlindungan kawasan hutan, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bersama Polres Probolinggo Polda Jawa Timur menggelar Apel Siaga Perlindungan Kawasan di Lembah Watangan, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Rabu (6/8/2025).

Kegiatan ini melibatkan personel gabungan dari unsur Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api, Polisi Kehutanan (Polhut), Masyarakat Mitra Polhut, serta mahasiswa kehutanan.

Apel siaga ini bertujuan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan TNBTS, terutama memasuki musim kemarau Agustus–Desember 2025.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahya Nugraha, dalam amanatnya menyampaikan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga kelestarian kawasan TNBTS.

“Selain memiliki keindahan alam, kawasan TNBTS juga kaya akan keanekaragaman hayati serta budaya lokal yang harus kita lestarikan bersama,” kata Rudijanta.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh unsur, baik dari Polri, BPBD, maupun elemen masyarakat dalam penanggulangan karhutla.

Menurutnya, sinergi tersebut merupakan modal penting dalam membangun kesepahaman kolektif untuk menjaga kemanfaatan kawasan TN BTS dari berbagai ancaman, termasuk kebakaran hutan.

“Sejak ditetapkan pada tahun 1982 dan dikukuhkan secara resmi melalui keputusan Menteri Kehutanan pada tahun 2005, TNBTS mengemban tiga tugas utama yaitu perlindungan, pengawetan keanekaragaman hayati, dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan,” ujar Rudijanta.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menuturkan, pentingnya menjaga keseimbangan antara fungsi konservasi, lindung, dan produksi.

Pihaknya menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi di kawasan TNBTS, seperti pencurian, perburuan satwa, serta kebakaran hutan, yang menjadi ancaman serius terhadap keberlangsungan ekosistem.

"Mengacu pada kejadian karhutla tahun 2023 yang sebagian besar disebabkan oleh aktivitas wisata. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada wisatawan agar  mematuhi peringatan dan peraturan yang disampaikan petugas agar kejadian tersebut tidak terulang apalagi saat ini sedang musim kemarau," ucap AKBP Latif.

Apel Siaga ditutup dengan pemeriksaan peralatan pemadam kebakaran hutan serta simulasi penanggulangan karhutla oleh tim gabungan. Kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan aman berkat dukungan pengamanan dari Polres Probolinggo, Polda Jatim.

IMG-20250807-WA0017

Panen Raya Jagung di Malang, Wujud Nyata Komitmen Polri dalam Ketahanan Pangan Nasional

SURABAYA | jejakindonesia.id - Suasana semarak panen raya jagung menyelimuti hamparan lahan pertanian di Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Rabu (6/8/2025). Ribuan tongkol jagung berwarna keemasan menandai keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo ikut merasakan dan memetik jagung. Ia pun menyapa para petani dan ikut memanen hasil bumi bersama kelompok tani serta jajaran Forkopimda Kabupaten Malang.

Panen raya ini merupakan puncak dari program kolaboratif antara Polres Malang, kelompok tani, unsur Forkopimda, serta sektor swasta, termasuk PT Syngenta Indonesia dan Bulog.

Program ini bukan hanya sekadar kegiatan pertanian, melainkan bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan memulihkan ekonomi rakyat pasca pandemi dan tantangan global.

Sebanyak 200 hektare lahan jagung yang dikelola 354 petani lokal dipanen serentak. Dengan masa tanam antara 105 hingga 115 hari, estimasi hasil panen mencapai 8 hingga 10 ton per hektare.

Berdasarkan perhitungan kelompok tani, rata-rata pendapatan bersih petani dari panen kali ini menembus angka Rp55 juta per hektare.

“Panen ini bukan hanya keberhasilan petani, tapi juga hasil sinergi semua pihak. Polri siap terus mendukung program pertanian sebagai bagian dari solusi pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan,” ujar Komjen Dedi di lokasi.

Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut dari penanaman serentak yang dilaksanakan beberapa bulan sebelumnya di lahan yang sama. Saat itu, Polres Malang terlibat aktif dalam pendampingan dan fasilitasi, mulai dari tahap persiapan lahan hingga distribusi benih.

PT Syngenta Indonesia berkontribusi penting dalam program ini dengan menyediakan bibit unggul yang mampu meningkatkan produktivitas petani. Di sisi hilir, Bulog mengambil peran dalam penyerapan dan distribusi hasil panen, sehingga petani tidak perlu khawatir mengenai pemasaran.

Komjen Dedi menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian bukanlah hal simbolik semata.

“Ini adalah wujud nyata peran Polri di sektor strategis. Kami berkomitmen menjaga keberlanjutan program ini. Kehadiran Polri bukan hanya soal keamanan, tapi juga memastikan petani bisa sejahtera,” tegasnya.

Model kemitraan antara Polri, pemerintah daerah, perusahaan swasta, dan lembaga distribusi pangan seperti Bulog. Menurutnya, hal ini patut dijadikan contoh untuk wilayah lain di Indonesia dengan sinergi, swasembada pangan bukan sekadar wacana, tetapi visi yang bisa diwujudkan.

Panen raya di Desa Rembun ini bukan hanya soal jagung, tetapi juga tentang harapan, kesejahteraan, dan ketangguhan bangsa menghadapi masa depan.

"Panen ini bukan hanya keberhasilan petani, tapi juga hasil sinergi semua pihak," pungkasnya.

IMG-20250807-WA0020

Polisi Berjiwa Intelektual : IPTU Iswan Brandes Bukukan Sejarah dengan 14 Gelar dan Menuju Gelar ke-15

Gorontalo, Jejak - Indonesia.id |  Di balik seragam dan tugas mulianya sebagai Perwira Kepolisian, terdapat sosok luar biasa yang menginspirasi banyak kalangan.

Dialah IPTU Dr. Iswan Brandes, S.Pd.I., M.Si., M.M., M.K.M., CPHR., CBA., CPM., C.PS., C.GMC., C.TMP., C.HL., C.MTr., CGHR., satu-satunya perwira Polri asal Gorontalo yang kini tercatat mengantongi 14 Gelar Akademik dan Profesional, dan sedang dalam proses meraih Gelar Ke-15.

Brandes adalah bukti hidup bahwa semangat menuntut ilmu tidak mengenal batas. Sejak bergabung dengan Kepolisian Republik Indonesia tahun 2004, ia telah melintasi beragam penugasan penting, mulai dari 14 Tahun di Korps Brimob, menjadi Ajudan 4 Kapolda ternama, hingga pendampingan sebagai ajudan Wali Kota Gorontalo, Marten Taha.

Tak hanya itu, ia juga tercatat pernah menjalankan tugas khusus di Papua, lokasi Bencana Tsunami di Sulawesi Tengah, serta misi internasional di Mekah dan Mesir.

Namun, di balik karier yang padat, Brandes tetap konsisten memperjuangkan pendidikan. Ia menyelesaikan dua program studi tingkat lanjut secara bersamaan, yakni Magister Manajemen di Universitas Gorontalo dan Doktor Administrasi Publik di Universitas Negeri Gorontalo dan keduanya ia tempuh dengan Predikat CUMLAUDE.

“Gelar hanyalah bonus, yang terpenting adalah proses dan nilai dari setiap ilmu yang kita peroleh,” ungkap Brandes dengan rendah hati.

Meski terlihat mustahil, ia membuktikan bahwa dengan manajemen waktu yang disiplin, dedikasi, dan pengorbanan, menjalankan tugas sebagai perwira polisi sekaligus sebagai mahasiswa aktif bisa dilakukan.

Hari libur Sabtu dan Minggu bukan untuk bersantai, tetapi ia dedikasikan untuk berkonsultasi dengan Dosen dan menyelesaikan tugas akademik.

"Kuncinya ada pada perencanaan. Tugas utama sebagai anggota Polri tetap nomor satu, tapi waktu-waktu senggang saya manfaatkan maksimal untuk kuliah dan belajar. Jika jadwal kuliah berbenturan dengan dinas, saya tetap berusaha hadir meskipun hanya sebentar, agar tetap tersambung dengan proses belajar," jelasnya.

Gelar-gelar Akademik dan Profesi yang dimilikinya antara lain:

1. Dr. = Doktor Administrasi Publik

2. S.Pd.I = Sarjana Pendidikan Islam

3. M.Si = Magister Sains

4. M.M = Magister Manajemen

5. M.K.M = Magister Kesehatan Masyarakat

6. CPHR = Certified Professional Human Resources

7. CBA = Certified Behavior Analyst

8. CPM = Certified Professional Mediator

9. C.PS = Certified Public Speaking

10. C.GMC = Certified Growth Mindset Coach atau Pelatih Pertumbuhan Mental

11. C.TMP = Certified Training Management Professional

12. C.HL = Certified Human Leadership

13. C.MTr = Certified Material Test Report atau Laporan Pengujian Material,

14. CGHR = Certified Green Human Resource

Kini, Brandes sedang menempuh gelar ke-15, yaitu Magister Filsafat, sebuah bidang yang memperkaya cara berpikir kritis dan reflektif.

“Saya hanya ingin membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil jika kita mau berjuang. Pendidikan adalah jembatan menuju kualitas hidup yang lebih baik, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk memberi contoh positif kepada lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Dengan capaian yang luar biasa ini, IPTU Iswan Brandes diyakini sebagai salah satu, bahkan mungkin satu-satunya anggota Polri di Indonesia — bahkan dunia — yang memiliki kombinasi gelar dan pengalaman seperti ini.

Sebuah teladan langka dari Gorontalo yang membuktikan bahwa tugas negara dan ilmu pengetahuan bisa berjalan seiring sejalan. (red)

IMG-20250806-WA0261

POLRI RESMIKAN 8 SPPG OPERASIONAL DAN GROUNDBREAKING 205 UNIT SERENTAK SELURUH INDONESIA UNTUK AKSELERASI PROGRAM MAKANAN BERGIZI GRATIS

Malang, Jejak - Indonesia.id | Polri hari ini melakukan lompatan strategis dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan meresmikan 8 SPPG operasional sekaligus melaksanakan groundbreaking 205 unit baru secara serentak di seluruh Indonesia. Pusat kegiatan dipusatkan di Desa Rembun, Malang, dihadiri Wakil Menteri Pertanian, Irwasum, jajaran Forkompimda, dan masyarakat. Momentum ini diperkuat dengan panen jagung nasional disaksikan 34 Polda serta penyerahan bantuan Alsintan peralatan pertanian berupa traktor, benih,pupuk dan pestisida untuk mendukung pasokan bahan pangan lokal untuk dapur SPPG yang beroperasi.

Hingga Agustus 2025, perkembangan pembangunan SPPG menunjukkan akselerasi signifikan: 27 unit telah beroperasi melayani 86.777 penerima manfaat/hari dan menyerap 1.344 tenaga kerja, 34 unit dalam persiapan akhir operasional, 155 unit tahap konstruksi, serta 205 unit yang memulai pembangunan hari ini. Total 421 SPPG ini akan menjadi tulang punggung distribusi gizi bagi 1,47 juta orang/hari ketika seluruhnya beroperasi. Polri menargetkan penyelesaian 500 SPPG pada akhir 2025 dan total menjadi 1.000 unit pada 2026 .

Kapolri melalui Irwasum Polri selaku Ketua Gugus Tugas MBG Polri menegaskan komitmen mutu melalui mekanisme Security Food Test yang wajib dijalankan tim medis POLRI (Pusdokkes, Bidokkes Polda, Urkes Polres). Irwasum POLRI Komjen Pol Dr. Dedi Prasetyo menyatakan: "Ini adalah pembeda SPPG Polri: setiap produksi makanan wajib melalui uji keamanan untuk menjamin standar higienis, mencegah keracunan, dan memastikan gizi aman untuk penerima manfaat."

Strategi kolaborasi Penta Helix menjadi kunci keberlanjutan program, melibatkan: (1) Pemerintah (TNI-Pemda-K/L), (2) Akademisi (ahli gizi, pangan, kesehatan), (3) Bisnis (UMKM, koperasi, kelompok tani), (4) Masyarakat (relawan, pengelola YKB), dan (5) Media dalam diseminasi informasi. Pendekatan holistik ini tidak hanya memutus rantai stunting melalui intervensi gizi tepat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal lewat penyerapan tenaga kerja dan penguatan UMKM.

Irwasum Polri mengajak seluruh rakyat Indonesia bersinergi: "SPPG adalah bukti POLRI hadir membangun masa depan bangsa. Mari sukseskan program ini bersama demi generasi sehat yang akan memimpin Indonesia Emas 2045." (red)