Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Polri

Kapolresta Banyuwangi Membacakan Puisi untuk Pahlawan di Car Free Day

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Suasana Car Free Day (CFD) di Taman Blambangan, Banyuwangi, pada Minggu pagi (9/11) terasa berbeda. Di tengah riuhnya warga yang berolahraga dan berekreasi, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. tampil membacakan puisi bertema kepahlawanan, sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November.

Dengan suara tegas namun penuh penghayatan, Kapolresta membacakan bait-bait puisi berjudul "Untukmu, Pahlawanku", yang menggugah rasa nasionalisme dan mengajak masyarakat untuk tidak melupakan jasa para pejuang.

> “Di tanah ini darahmu menetes,
Menyuburkan kemerdekaan yang kini kami hirup.
Di langit ini namamu menjelma cahaya,
Menuntun kami agar tak gentar melangkah.”

 

Kombes Pol. Rama Samtama Putra menyampaikan bahwa pembacaan puisi ini adalah bentuk refleksi dan penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pahlawan.

“Puisi ini saya persembahkan untuk seluruh pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan Indonesia. Semoga semangat juang mereka terus hidup di dada setiap anak bangsa,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir. Banyak warga tampak terharu dan memberikan tepuk tangan meriah usai pembacaan puisi.

Selain pembacaan puisi, kegiatan Car Free Day kali ini juga diisi dengan kampanye keselamatan berlalu lintas serta ajakan menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masyarakat.

Melalui momen ini, Kapolresta Banyuwangi berharap semangat kepahlawanan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh warga untuk terus berbuat baik, saling peduli, serta memperkuat rasa persatuan dan cinta tanah air.***

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo Raih Penghargaan Kepemimpinan Publik dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

JAKARTA || jejakindonesia.id - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meraih Penghargaan Kepemimpinan Publik dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH Unbraw).

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara bertajuk “Sapa Alumni: Silaturahmi dan Pemberian Penghargaan Prominen Alumni dan Pegawai” yang digelar di Ballroom Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Jumat (7/11/2025).

Komjen Dedi dinilai sebagai alumnus FH Unbraw yang berprestasi dan berpengaruh luas dalam bidang kepemimpinan publik, khususnya dalam membangun tata kelola kepolisian yang profesional, transparan, dan humanis sejalan dengan arah Transformasi Polri.
Sebagai lulusan Program Doktor Ilmu Hukum FH Unbraw, Komjen Dedi dikenal konsisten mengembangkan kepemimpinan berbasis ilmu pengetahuan dan kolaborasi, serta mendorong perubahan positif dalam pelayanan publik di lingkungan kepolisian.

Selain Komjen Dedi, FH Unbraw juga memberikan penghargaan kategori Penguatan Masyarakat Sipil kepada almarhum Munir Said Thalib, aktivis hak asasi manusia (HAM) alumni FH Unbraw angkatan 1985. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan keberanian Munir memperjuangkan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan demokrasi di Indonesia.

Dekan FH Unbraw Aan Eko Widiarto menyampaikan bahwa penghargaan kepada dua tokoh tersebut mencerminkan kiprah para alumni FH Unbraw yang berjuang di jalur berbeda namun memiliki semangat yang sama: memperkuat nilai hukum, keadilan, dan kemanusiaan di Tanah Air.
“Komjen Dedi Prasetyo menunjukkan kepemimpinan publik yang berintegritas dan efektif di institusi strategis negara, sementara almarhum Munir menginspirasi dengan keberanian moral dan komitmen kemanusiaannya,” ujar Aan.

Acara ini dihadiri sekitar 300 alumni, jajaran pimpinan FH Unbraw, pengurus Ikatan Alumni FH Unbraw (IKA FHUB), serta perwakilan universitas. Kegiatan tersebut juga memberikan penghargaan di berbagai kategori lainnya seperti Profesional dan Pengembangan Ilmu Hukum.

Ketua IKA FHUB Didik Farkhan Alisyahdi menegaskan kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi antaralumni dan memperkuat kontribusi mereka bagi bangsa. Ia menekankan bahwa reputasi perguruan tinggi diukur dari kiprah para alumninya dalam membawa manfaat bagi masyarakat.

Sejak berdiri pada tahun 1957, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya telah melahirkan banyak tokoh nasional yang berkiprah di berbagai bidang. Saat ini, FH Unbraw memiliki sebelas program studi, lima di antaranya berakreditasi “Unggul” dan empat lainnya terakreditasi internasional oleh AQAS.

Pemberian penghargaan kepada Komjen Dedi Prasetyo menjadi pengakuan atas peran Polri dalam reformasi dan modernisasi pelayanan publik yang berorientasi pada profesionalisme dan kepercayaan masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan strategis Transformasi Polri untuk memperkuat tata kelola kepolisian yang adaptif, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Satpolairud Polresta Banyuwangi Amankan Gebyar Petik Laut 2025 di Selat Bali

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi melaksanakan pengamanan Gebyar Petik Laut Tahun 2025 yang digelar di Perairan Selat Bali dan kawasan Plengsengan, Kelurahan Lateng, Minggu (11/10/2025).

Pengamanan dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi A.Md., S.H., dengan dukungan personel yang dikerahkan menggunakan Kapal Polisi KP X 1055.

Kegiatan yang diawali dengan arak-arakan sesaji dari Kampung Adat Mandar menuju Plengsengan ini kemudian dilanjutkan dengan prosesi pelarungan ke tengah perairan.

Sejumlah pejabat hadir pada kegiatan adat maritim tersebut, di antaranya Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono,S.I.K., Komandan Lanal Banyuwangi. Letkol Laut (P) M. Puji Santosa, M.Sc., Kasdim 0825 Banyuwangi Mayor Suprapto, Kepala Bakesbangpol, tokoh adat Kampung Mandar, Camat Banyuwangi, serta Lurah Lateng.

Kasat Polairud menyampaikan bahwa kegiatan berjalan aman dan lancar. Seluruh rangkaian pengamanan berlangsung kondusif meski cuaca mendung sejak pagi.

Satpolairud Polresta Banyuwangi memastikan pengamanan tradisi budaya pesisir ini akan terus dilakukan secara optimal, sebagai dukungan terhadap keamanan maritim dan pelestarian budaya masyarakat nelayan setempat.

Polri Cepat Tanggap Layani Masyarakat Tarakan Pasca Gempa Susulan

TARAKAN || jejakindonesia.id — Polri melalui jajaran Polda Kalimantan Utara dan Polres Tarakan bergerak cepat memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat pasca terjadinya gempa bumi susulan berkekuatan Magnitudo 4,4 yang mengguncang Kota Tarakan pada Sabtu (8/11) pukul 16.56 WITA.

Sebagaimana dijelaskan oleh Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Hilmi, episentrum gempa berada sekitar 9 kilometer arah tenggara Kota Tarakan dengan kedalaman 10 kilometer, dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.

“Yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat adalah bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Sekali lagi, kami tegaskan, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun tetap waspada, serta tidak mempercayai berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Hilmi.

Masyarakat juga diingatkan bahwa hingga kini belum ada teknologi yang dapat memprediksi secara pasti kapan gempa akan terjadi, sehingga hal paling penting adalah meningkatkan kesiapsiagaan dan memahami cara merespons dengan benar saat gempa terjadi.

Sebagai bentuk respons cepat, Dansat Brimob Polda Kaltara, Kombes Pol. Sarly Sollu, S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa pihaknya telah menurunkan dua tim tanggap bencana berjumlah 20 personel, sekaligus menyiagakan satu Satuan Setingkat Pleton (1 SST) di Mako Brimob Tarakan untuk mendukung langkah evakuasi dan penanganan pasca bencana. Dua posko darurat telah didirikan di wilayah terdampak, yaitu di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) dan di Kelurahan Mamburungan, yang merupakan kawasan perbukitan rawan longsor akibat kontur tanah labil.

“Begitu gempa terjadi, tim tanggap bencana Sat Brimob Polda Kaltara langsung mengevakuasi pasien dari RSUKT ke posko darurat, serta melaksanakan patroli di wilayah Mamburungan untuk memastikan keselamatan warga,” ungkap Kombes Pol. Sarly Sollu.

Selain itu, Dansat Brimob juga meninjau langsung Posko Darurat Bencana yang dibangun Sat Brimobda Polda Kaltara untuk memastikan kesiapan sarana dan logistik. Dalam kegiatan tersebut, Tim Medis Tanggap Bencana Sat Brimob Polda Kaltara yang berjumlah 5 personel melaksanakan bantuan pemeriksaan kesehatan masyarakat di Posko Tanggap Bencana Kelurahan Mamburungan. Pemeriksaan ini difokuskan bagi warga lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak yang mengalami gejala kelelahan, trauma, atau gangguan kesehatan akibat gempa bumi.

“Selain memberikan evakuasi dan perlindungan, kami juga memastikan pelayanan kesehatan darurat tetap berjalan. Tim medis kami turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi masyarakat yang terdampak,” tambah Kombes Pol. Sarly Sollu.

Sementara itu, Kapolres Tarakan, AKBP Erwin S. Manik, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Polres Tarakan bersama Polda Kaltara terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tarakan dan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat.

“Kami terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah kota serta berbagai instansi guna menyelamatkan dan menjaga masyarakat dari dampak gempa. Personel Polri membantu tenaga medis mengevakuasi pasien rawat inap, mendirikan tenda evakuasi di sekitar rumah sakit, serta melakukan patroli dan pendataan warga terdampak,” tutur AKBP Erwin.

Selain kegiatan tanggap darurat, Polres Tarakan juga melaksanakan patroli pasca bencana di sejumlah titik rawan untuk mencegah penjarahan, tindak pidana, dan potensi gangguan kamtibmas yang mungkin timbul akibat kepanikan warga. Patroli difokuskan pada area pasar, perumahan padat penduduk, serta fasilitas umum terdampak guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Hingga saat ini, hasil pendataan menunjukkan tidak ada korban jiwa (nihil), meskipun terdapat beberapa kerusakan material ringan pada rumah warga akibat guncangan.

Polri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik, selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang, serta menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan masing-masing. Polri juga meminta masyarakat untuk segera melapor jika menemukan potensi bahaya, kerusakan bangunan, atau aktivitas mencurigakan pasca bencana.

“Polri bersama seluruh unsur terkait akan terus bekerja maksimal untuk memastikan situasi tetap aman dan masyarakat mendapatkan pertolongan secepatnya,” tegas Kapolres Tarakan Polda Kaltara, menutup pernyataan.

Sekda Banyuwangi Guntur Priambodo Dampingi Bupati Ipuk Fiestiandani di Festival Kopi Sepuluh Ewu, Wujud Dukungan pada Budaya dan Ekonomi Lokal

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan terasa kuat di Desa Adat Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Sabtu (8/11/2025). Ribuan warga dan wisatawan memadati kawasan desa adat tersebut untuk mengikuti Festival Kopi Sepuluh Ewu (10.000 Cangkir) — tradisi tahunan yang menjadi simbol budaya Using dan kebanggaan masyarakat Banyuwangi.

Dalam kesempatan istimewa itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuwangi, Dr. Ir. H. Guntur Priambodo, M.M., turut hadir mendampingi Bupati Banyuwangi, Hj. Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, dalam seluruh rangkaian kegiatan festival. Kehadiran keduanya menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terhadap pelestarian budaya lokal dan pengembangan potensi kopi daerah.

Dengan mengenakan pakaian khas Banyuwangi, Sekda Guntur terlihat akrab menyapa masyarakat yang hadir di sepanjang jalan utama Desa Kemiren, sambil menikmati secangkir kopi hitam yang disuguhkan hangat oleh warga. Ia tampak mendampingi Bupati Ipuk dalam membuka secara resmi festival, sekaligus menyapa para pelaku UMKM kopi dan pengunjung yang memenuhi area acara.

“Festival Kopi Sepuluh Ewu bukan hanya perayaan minum kopi, tapi juga simbol gotong royong, rasa syukur, dan semangat masyarakat Banyuwangi dalam menjaga budaya leluhur. Pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan seperti ini karena memberi dampak besar bagi sektor ekonomi dan pariwisata,” ujar Sekda Guntur di sela acara.

Ia juga menambahkan, kopi Banyuwangi telah menjadi salah satu komoditas unggulan daerah yang memiliki potensi besar di pasar nasional maupun internasional. “Kopi khas Banyuwangi memiliki cita rasa dan karakter tersendiri. Kita patut bangga karena kopi ini sudah diminati hingga ke luar negeri, berkat kerja keras para petani dan pelaku usaha lokal,” imbuhnya.

Festival yang digelar setiap tahun oleh Pemerintah Desa Adat Kemiren ini menampilkan 10.000 cangkir kopi yang dibagikan secara gratis kepada pengunjung, sebagai wujud rasa syukur dan simbol persaudaraan masyarakat Using. Tak hanya ngopi bersama, pengunjung juga disuguhkan beragam atraksi budaya seperti tari Gandrung, musik patrol, hingga pameran produk kopi dan kuliner khas Using.

Dalam suasana penuh keakraban, Sekda Guntur bersama Bupati Ipuk juga berdialog dengan sejumlah petani dan pelaku UMKM kopi, memberikan apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga kualitas produksi. Ia menegaskan bahwa Pemkab Banyuwangi akan terus berupaya menciptakan program yang mendorong pengembangan sektor pertanian dan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.

“Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan. Festival ini membuktikan bahwa budaya bisa menjadi penggerak ekonomi jika dikelola dengan baik,” kata Sekda Guntur.

Kehadiran Bupati dan Sekda di tengah masyarakat Desa Kemiren memberikan energi tersendiri bagi warga. Banyak pengunjung yang antusias berfoto bersama, mencerminkan suasana kekeluargaan dan kebanggaan atas kekayaan budaya Banyuwangi.

Festival Kopi Sepuluh Ewu tahun ini kembali menegaskan bahwa Banyuwangi bukan hanya daerah penghasil kopi, tetapi juga daerah yang mampu menyatukan rasa, budaya, dan semangat melalui secangkir kopi. Dengan dukungan kuat dari pemerintah daerah, kopi Banyuwangi siap terus harum hingga ke penjuru dunia.