Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Polri

Kapolresta Banyuwangi Dianugerahi Penghargaan Manajemen Keuangan Terbaik dan Inovasi Pelayanan Publik Transparan dari SKH Memorandum

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. menerima penghargaan atas Manajemen Keuangan Terbaik dan Inovasi Pelayanan Publik Transparan dari Surat Kabar Harian (SKH) Memorandum pada acara Anniversary ke-56 SKH Memorandum yang digelar di Surabaya, Rabu (12/11/2025).

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan Polresta Banyuwangi dalam menampilkan kinerja unggul baik di bidang manajemen internal maupun pelayanan publik eksternal.

Dalam kategori manajemen keuangan, Polresta Banyuwangi meraih peringkat pertama dalam Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Hal ini menunjukkan tata kelola keuangan yang profesional, akuntabel, dan efisien dalam mendukung tugas-tugas operasional kepolisian.

Sementara itu, penghargaan Inspiring Professional and Leadership Award 2025 diberikan atas keberhasilan Polresta Banyuwangi menciptakan berbagai inovasi pelayanan modern dan transparan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

Kombinasi antara keunggulan internal (manajemen anggaran) dan keunggulan eksternal (inovasi pelayanan publik) menjadi bukti nyata komitmen Polresta Banyuwangi di bawah kepemimpinan Kombes Pol Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si. M.H., dalam mewujudkan Polri yang Presisi, profesional, dan berintegritas.

Dalam kegiatan tersebut, penghargaan diterima secara simbolis oleh Kasi Humas Polresta Banyuwangi, Ipda Suwandono, S.H., yang mewakili Kapolresta Banyuwangi.

Acara penganugerahan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast, S.I.K., para Kasi Humas jajaran Polda Jatim, serta sejumlah tokoh media dan stakeholder lainnya.

Satgas Pangan Polresta Banyuwangi Pastikan Stok Beras Aman dan Harga Sesuai HET

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan) Polresta Banyuwangi bergerak cepat melakukan operasi pengawasan harga dan ketersediaan beras di sejumlah titik distribusi wilayah Banyuwangi, Rabu (12/11/2025).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stok beras tetap aman dan harga jual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Operasi gabungan tersebut dipimpin oleh Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Komang Yogi Arya Wiguna, S.H., S.I.K., M.H., melibatkan tim dari Badan Pangan Nasional, Bulog, serta Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi.

Dalam kegiatan ini, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di tengah masyarakat.

“Stabilitas harga beras adalah prioritas, karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Kami berkomitmen penuh untuk menjaga kondusifitas Banyuwangi dengan memastikan harga pangan stabil dan sesuai HET.

Kami tidak akan ragu menindak pihak-pihak yang mencoba menimbun atau mencari keuntungan berlebihan,” tegas Kombes Pol Rama Samtama Putra.

Tim Satgas Pangan melakukan pengecekan langsung ke Pasar Blambangan, tiga distributor utama, dua retail modern, serta produsen. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa stok beras di seluruh rantai pasok masih mencukupi, dan harga jual di tingkat pedagang maupun pengecer telah sesuai dengan HET, baik untuk jenis premium maupun medium.

“Stok beras dalam kondisi aman dan stabil. Tidak ditemukan adanya pelanggaran harga di atas HET. Kami juga telah memberikan imbauan agar seluruh pelaku usaha mempertahankan penjualan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Kompol Komang Yogi Arya Wiguna.

Polresta Banyuwangi melalui Satgas Pangan memastikan pengawasan akan terus ditingkatkan secara berkala guna mengantisipasi potensi gangguan distribusi maupun praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat.

“Kami akan terus melakukan monitoring agar harga dan ketersediaan pangan tetap terkendali, demi menjaga kesejahteraan dan rasa aman masyarakat Banyuwangi,” pungkas Kasat Reskrim.

Wakapolri: Puslitbang Harus Urip, Jadi Api Perubahan Polri dan Motor Reformasi Berbasis Riset

BOGOR || jejakindonesia.id — Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menegaskan bahwa Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri harus benar-benar urip — hidup, dinamis, dan menjadi api perubahan Polri.

Ia menjelaskan, mengapa pasca dibentuknya Komisi Percepatan Reformasi Polri oleh Presiden Jenderal (Purn.) Prabowo Subianto, lembaga pertama yang dikunjungi adalah Puslitbang Polri.
Alasannya jelas: karena perbaikan Polri harus dimulai dari riset, dari lembaga yang mampu menguji setiap gagasan dan kebijakan secara ilmiah.

“Mengapa yang pertama dikunjungi adalah Puslitbang? Karena kita ingin perbaikan Polri tidak hanya berdasarkan persepsi atau tekanan publik, tetapi melalui riset yang valid dan teruji secara keilmuan,” tegas Wakapolri.
“Riset adalah fondasi perubahan. Tanpa data dan ilmu pengetahuan, reformasi hanya akan menjadi slogan. Puslitbang harus menjadi laboratorium kebijakan dan kompas arah perubahan Polri.”

Pernyataan itu disampaikan Wakapolri dalam kunjungan kerja ke Puslitbang Polri di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Rabu (12/11).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri mempercepat transformasi organisasi pasca pembentukan Komisi Reformasi Polri, dengan menekankan pentingnya reformasi yang berbasis bukti, sains, dan penelitian lapangan.

Dalam arahannya, Komjen Dedi Prasetyo menekankan bahwa reformasi sejati tidak lahir dari meja rapat, tetapi dari data dan fakta lapangan.
“Puslitbang harus urip, hidup, dan turun. Harus hadir di tengah masyarakat, di ruang pelayanan, di tempat anggota bertugas. Riset tidak boleh berhenti di laboratorium — ia harus menyentuh realitas, mendengar keluhan publik, dan melihat tantangan langsung di lapangan,” ujarnya.

Setelah memberikan arahan di Puslitbang, Wakapolri langsung melakukan uji petik pelayanan publik di Polsek Tajurhalang, Kabupaten Bogor.
Langkah ini menjadi bukti bahwa arah reformasi Polri kini bergerak dari konsep menuju praktik, dari kebijakan menuju perubahan konkret di tingkat pelayanan dasar.

“Kita jadi tahu bagaimana alur pelayanan publik di tingkat dasar berjalan. Bagaimana laporan diterima, bagaimana pengaduan masyarakat ditindaklanjuti, dan mengapa sering muncul keluhan. Ternyata masalah bukan hanya di personel, tapi juga di alur pelayanan, penganggaran, dan pembagian tugas. Ini yang harus kita benahi,” jelas Wakapolri.

Wakapolri menegaskan bahwa ke depan, Puslitbang harus menjadi lembaga yang mengawal reformasi Polri secara berkelanjutan.
Setiap kebijakan harus melalui tahapan riset, pengujian, dan evaluasi agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan membawa dampak nyata bagi masyarakat.
“Perbaikan Polri harus terukur. Harus ada baseline-nya, datanya, indikatornya. Dan semua itu dimulai dari Puslitbang,” ujar Wakapolri.

Lebih lanjut, Komjen Dedi menggambarkan Puslitbang sebagai “api perubahan Polri” — sumber energi yang menyalakan semangat transformasi di seluruh jajaran.
“Kalau Puslitbang hidup, Polri bergerak. Kalau Puslitbang menyala, reformasi berjalan. Api perubahan itu harus dijaga, agar semangat membenahi institusi tidak padam,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wakapolri juga meninjau Laboratorium Elektronika, Alpalhankam, Persenjataan, dan Transportasi yang menjadi sarana pengujian perlengkapan operasional Polri.
Ia menilai, fasilitas Puslitbang telah sangat maju dan dapat dioptimalkan untuk mendukung pengujian alat, teknologi, serta kajian ilmiah terhadap pelayanan kepolisian berbasis digital dan empati sosial.

Sementara itu, Kapuslitbang Polri Brigjen Pol. FX. Surya Kumara, S.H., M.H. menyampaikan komitmennya untuk segera menindaklanjuti perintah dan arahan Wakapolri.

“Kami akan segera melaksanakan perintah dan arahan Wakapolri. Apa yang beliau sampaikan menjadi bara semangat kami untuk terus menyala dan berkontribusi nyata dalam mengawal perubahan Polri melalui riset yang berbasis ilmu pengetahuan,” ungkapnya.

Kunjungan kerja ini menjadi simbol bahwa reformasi Polri kini bergerak dengan pendekatan ilmiah dan empiris.
Puslitbang tidak lagi hanya berfungsi sebagai laboratorium alat, tetapi sebagai pusat riset kebijakan publik kepolisian, yang menyalakan api perubahan di seluruh lini organisasi.

Dengan Puslitbang yang urip — yang hidup, turun, dan mendengar — Polri berkomitmen mempercepat reformasi menuju institusi yang presisi, humanis, dan dipercaya masyarakat.

“Puslitbang adalah api perubahan Polri. Dari sinilah bara reformasi itu dijaga agar terus menyala,” tutup Wakapolri.

Polri Percepat Operasionalosasi SPPG Tajurhalang Sebagai Bagian Dari Transformasi Layanan Internal

BOGOR || jejakindonesia.id - Polri terus berkomitmen memperkuat pelayanan publik dan melakukan reformasi internal secara menyeluruh, sejalan dengan agenda besar Transformasi Polri yang dicanangkan oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Salah satu wujud konkret dari langkah transformasi tersebut adalah pembangunan dan operasionalisasi Sentra Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Polri, yang menjadi bagian penting dalam penguatan sistem logistik dan dukungan kesejahteraan anggota Polri serta masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., meninjau langsung kesiapan SPPG Polri Tajurhalang, Polres Metro Depok, pada Rabu, 12 November 2025. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memastikan kesiapan fasilitas dan percepatan operasionalisasi layanan pangan dan gizi Polri di wilayah.

Dalam peninjauan tersebut, Wakapolri didampingi oleh Kapuslitbang Polri Brigjen Pol. FX. Surya Kumara, S.H., M.H., serta unsur pimpinan wilayah, antara lain Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Abdul Waras, S.I.K., dan Kapolsek Tajurhalang Iptu Raden Suwito beserta jajaran pelaksana SPPG.

Wakapolri menegaskan bahwa SPPG Tajurhalang harus segera dioperasionalkan karena seluruh proses pembangunan dan kelengkapan fasilitas telah rampung seratus persen. Ia juga menyoroti perlunya percepatan pencairan dana operasional yang masih dalam tahap administrasi agar pelayanan dapat segera dirasakan oleh penerima manfaat di wilayah sekitar.

“SPPG Polri merupakan bagian dari transformasi logistik internal untuk memastikan pelayanan pangan dan gizi berjalan efisien, sehat, dan transparan. Fasilitas seperti ini harus segera berfungsi agar manfaatnya langsung dirasakan oleh anggota maupun masyarakat,” ujar Wakapolri.

Secara nasional, hingga November 2025, pembangunan dan operasionalisasi SPPG Polri menunjukkan perkembangan yang signifikan. Saat ini tercatat 233 SPPG telah beroperasi, 70 SPPG dalam tahap persiapan operasional, dan 389 SPPG masih dalam proses pembangunan, sehingga total keseluruhan mencapai 809 unit SPPG di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Polri untuk memperkuat ketahanan logistik internal yang profesional dan berkelanjutan.

SPPG Polri Tajurhalang berdiri di atas tanah milik Polri (SHM) seluas kurang lebih 1.000 meter persegi, dengan seluruh proses pembangunan dan pengadaan peralatan telah mencapai 100 persen. Fasilitas ini telah memenuhi seluruh standar higienitas dan keamanan, mulai dari ruang pencucian food tray, area penerimaan bahan makanan yang terpisah antara sayuran dan daging, ruang produksi dengan steamer serta peralatan modern lainnya, hingga area pemorsian dan distribusi yang tertata bersih.

Selain itu, instalasi gas menggunakan sistem keamanan ganda dengan dua tabung besar, dan sistem penyaringan air telah dilengkapi filter untuk menjaga pH serta kebersihan air agar terhindar dari sumber penyakit. Seluruh fasilitas juga telah mengantongi sertifikat kelayakan lengkap, seperti SLHS, Dokkes, Keamanan Pangan Siap Saji, Penjamah Makanan (KASPPG dan relawan), Uji Laboratorium Air, IMB, dan Sertifikat Penyelia Halal. Penambahan pagar pengaman di area instalasi gas turut dilakukan untuk memastikan keamanan operasional.

Dalam tahap awal operasionalnya, SPPG Tajurhalang akan melayani kebutuhan pangan dan gizi bagi 38 lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, yang mencakup PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan pondok pesantren, dengan total 3.975 penerima manfaat.

Dengan selesainya pembangunan serta lengkapnya seluruh peralatan dan sertifikasi, SPPG Polri Tajurhalang siap beroperasi penuh sebagai salah satu model percontohan nasional. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi bagian penting dari upaya Polri dalam memperkuat sistem dukungan logistik yang profesional, transparan, dan berorientasi pelayanan.

Langkah ini juga menjadi bukti nyata bahwa Transformasi Polri tidak hanya menyentuh aspek penegakan hukum, tetapi juga peningkatan kesejahteraan, efisiensi, dan akuntabilitas layanan internal, demi mewujudkan institusi Polri yang presisi, humanis, dan modern.

Polrestabes Surabaya Luncurkan Patroli Houfbereau Bersinar Tegaskan Pelayanan 24 Jam

SURABAYA || jejakindonesia.id — Upaya memperkuat pelayanan publik dan meningkatkan rasa aman warga Kota Surabaya, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan memimpin apel pasukan mentari pagi pelayanan masyarakat dan Houfbereau bersinar yang diikuti seluruh Polsek jajaran Polrestabes Surabaya, Rabu (12/11/2025).

Apel tersebut menjadi simbol komitmen Polrestabes Surabaya Polda Jatim dalam menghadirkan pelayanan prima yang humanis dan responsif di setiap waktu, baik siang maupun malam hari.

Dalam arahannya, Kombes Pol Luthfi menegaskan pentingnya kehadiran polisi di tengah masyarakat.

Ia mengimbau seluruh personel untuk bekerja dengan ketulusan dan empati, serta selalu sigap melayani warga di berbagai situasi.

“Kami ingin masyarakat Surabaya merasakan kehadiran Polisi di setiap titik rawan. Polisi bukan hanya sekadar penjaga keamanan, tetapi juga pelayan masyarakat yang siap membantu kapan pun dibutuhkan,” ujar Kombes Pol Luthfi dengan tegas.

Ia menambahkan, Polrestabes Surabaya Polda Jatim siap memberikan pelayanan 24 jam penuh sebagai wujud dedikasi terhadap keamanan dan kenyamanan kota.

“Saya yakin seluruh anggota kami akan senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi warga Surabaya, tanpa mengenal waktu,” lanjutnya.

Seiring terbitnya mentari pagi, personel Polrestabes Surabaya Polda Jatim sudah bersiaga di berbagai ruas jalan untuk mengatur lalu lintas dan memastikan kelancaran aktivitas masyarakat.

Kehadiran mereka di lapangan bukan hanya soal tugas, tetapi juga bentuk nyata pengabdian dalam menjaga ketertiban dan keselamatan pengguna jalan.

Sementara pada malam hari, Polrestabes Surabaya Polda Jatim menjalankan program Houfbereau bersinar, sebuah inisiatif patroli keliling dengan lampu biru menyala di titik-titik rawan kejahatan.

Program ini diharapkan mampu mencegah tindak kriminalitas seperti penjambretan, perampasan, dan gangguan keamanan lainnya.

“Kami ingin warga Surabaya tidur dengan tenang. Houfbereau bersinar bukan sekadar simbol patroli, tapi tanda bahwa polisi hadir dan siap menjaga mereka setiap malam,” tegas Kombes Luthfi.

Setelah apel patroli Kapolrestabes Surabaya bersama pejabat Polrestabes Surabaya Polda Jatim memantau langsung pelaksanaannya di lapangan dengan menggunakan sepeda motor.

Ini sebagai bentuk komitmen beliau bhw polisi selalu hadir bersama masyarakat.

Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa Polrestabes Surabaya Polda Jatim tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan aspek pelayanan dan kepercayaan publik.

Dengan sinergi antara Polrestabes dan jajaran Polsek, keamanan kota Pahlawan diharapkan semakin terjaga, baik di jalan raya, kawasan pemukiman, hingga pusat keramaian.

Masyarakat pun diimbau untuk ikut berperan aktif dengan memberikan informasi jika melihat potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar