Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Polri

Polresta Banyuwangi Dukung Penanaman Pohon untuk Mitigasi Bencana di Pesanggaran

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Polresta Banyuwangi mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui kegiatan Penanaman Pohon Bersama sebagai langkah mitigasi bencana hidrometeorologi di kawasan Gunung Gamping BKPH Pesanggaran, Perhutani, Dusun Sungai Lembu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Selasa (16/12/2025).

Kegiatan ini dihadiri Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K., Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., Danpuslatpurmar 7 Lampon Letkol Mar ZA Tanjung, M.Tr.Opsla., jajaran Perhutani, Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi, unsur Forkopimka Pesanggaran, serta para kepala desa se-Kecamatan Pesanggaran.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel bersama, doa, penandatanganan kolaborasi lintas sektor, dan dilanjutkan penanaman pohon secara simbolis. Penanaman ini bertujuan memperkuat daya dukung lingkungan guna mengurangi risiko longsor, banjir, dan dampak bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah selatan Banyuwangi.

Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono,S.I.K., menyampaikan bahwa penanaman pohon merupakan langkah strategis dan berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan alam serta keselamatan masyarakat.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari mitigasi bencana jangka panjang. Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk menjaga lingkungan dan meminimalkan risiko bencana yang berdampak langsung pada masyarakat,” ujarnya.

Wakapolresta Banyuwangi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut merawat tanaman yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Polresta Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pelestarian lingkungan sebagai bagian dari peran Polri dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Tanggap Cepat Tangani Banjir, Polresta Banyuwangi–TNI dan Stage Holder Turun Langsung Bersama Warga

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Polresta Banyuwangi bersama TNI dan instansi terkait bergerak cepat melakukan evakuasi serta pembersihan pascabanjir yang melanda Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (16/12/2025).

Banjir terjadi akibat hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan luapan air Dam Singir ke permukiman warga. Luapan air menggenangi rumah warga dan akses jalan di Desa Kedungrejo, Desa Kedungringin, dan Desa Tapanrejo. Aparat gabungan TNI–Polri, Basarnas, BPBD, Tagana, Damkar, Satpol PP, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi, pembersihan lumpur, serta penyaluran bantuan kepada warga terdampak.

Personel gabungan melaksanakan kerja bakti membersihkan rumah warga dan jalan yang tertutup lumpur, sekaligus membagikan makanan kepada masyarakat.

Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani, S.Pd., M.K.P., turut meninjau lokasi terdampak, menyapa warga, serta menyerahkan bantuan. Bupati bersama jajaran SKPD dan Forkopimka Muncar juga meninjau jembatan penghubung Desa Kedungrejo dan Kedungringin untuk memastikan penyebab luapan air.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menegaskan bahwa kehadiran Polri bersama seluruh unsur terkait merupakan wujud pelayanan dan kepedulian negara terhadap masyarakat.

“Polresta Banyuwangi hadir bersama TNI dan seluruh stakeholder untuk memastikan keselamatan warga dan mempercepat pemulihan pascabanjir.

Alhamdulillah, tidak terdapat korban jiwa. Namun kami tetap mengimbau masyarakat untuk waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi,” ujar Kombes Pol. Rama.

Kapolresta Banyuwangi menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan jajaran di wilayah untuk terus melakukan pemantauan, membantu pendataan kerugian material, serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Berdasarkan hasil pemantauan, luapan air Dam Singir disebabkan tingginya curah hujan dari wilayah hulu sungai yang diperparah oleh tersangkutnya material bambu di jembatan Desa Kedungringin, sehingga menghambat aliran air.

Saat ini, debit air telah kembali normal, sementara pendataan kerugian material masih berlangsung.

Polresta Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan bencana, sebagai bagian dari pelayanan prima kepada masyarakat.

Polri Kembali Saluran 2,1 Ton Bantuan Logistik Ke Aceh Tengah

Banda Aceh || jejakindonesia.id — Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Baharkam Polri kembali menunjukkan komitmennya dalam penanganan bencana alam di Aceh. Sebanyak 2,1 ton bantuan logistik bencana kembali diberangkatkan menuju Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tengah, Senin (15/12/2025).

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto, S.I.K. menjelaskan bahwa proses pencatatan, pengamanan, dan pendistribusian bantuan tersebut dilaksanakan oleh personel Liaison Officer (LO) Polda Aceh Posko Bencana Bandara Kualanamu, bekerja sama dengan Posko Sumatera Utara sebagai penanggung jawab pengamanan dan distribusi logistik di Bandara Kualanamu.

“Bantuan logistik dari Baharkam Polri ini diberangkatkan menggunakan pesawat Polri jenis Poker melalui Terminal Kargo Bandara Kualanamu dan ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Aceh Tengah,” ujar Kombes Pol Joko Krisdiyanto.

Bantuan dengan total berat 2.193 kilogram tersebut terdiri dari berbagai kebutuhan pokok dan darurat, meliputi bahan pangan, keperluan bayi, obat-obatan, perlengkapan mandi, pakaian, alat kebersihan, hingga dukungan kelistrikan berupa genset portable. Seluruh barang telah melalui proses pendataan dan pengecekan untuk memastikan kelayakan serta ketepatan sasaran distribusi.

Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Aceh menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam pendistribusian bantuan ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan Polri dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana serta meringankan beban masyarakat yang terdampak.

“Kami memastikan seluruh proses pengantaran berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran. Sinergi antara Polda Aceh, Posko Sumut, dan seluruh unsur terkait menjadi kunci kelancaran distribusi bantuan ini,” tambahnya.

Kegiatan pengiriman bantuan tersebut dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, bertempat di Terminal Kargo Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara.

Di akhir keterangannya, Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga solidaritas dan kebersamaan dalam menghadapi dampak bencana alam, serta mendoakan agar kondisi masyarakat Aceh yang terdampak segera pulih.

Polres Jombang Bongkar Budidaya Ganja di Rumah Kontrakan,110 Batang Disita

JOMBANG || jejakindonesia.id – Satuan Reserse Narkoba Polres Jombang Polda Jatim mengungkap praktik budidaya ganja skala rumahan yang disamarkan layaknya greenhouse di Dusun Mojongapit, Desa Mojongapit, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Senin (15/12/2025).

Pengungkapan tersebut saat Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K, CPHR memimpin langsung penggerebekan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Pakubuwono, Desa Mojongapit, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan sebanyak 110 batang tanaman ganja hidup yang ditanam di dalam pot.

Selain itu, Polisi juga menyita ganja yang telah dipanen dengan berat total 5,3 kilogram, serta sejumlah ganja yang direndam di dalam toples.

Berbagai peralatan elektronik yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas penanaman turut diamankan sebagai barang bukti.

Kapolres Jombang mengatakan, dalam operasi itu pihaknya menangkap seorang pria berinisial R (43), warga Surabaya, yang diketahui mengontrak rumah tersebut.

“Pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya,” ujar AKBP Ardi Kurniawan kepada wartawan di lokasi penggerebekan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengungkapan kasus ini berawal pada Minggu (14/12/2025).

Saat itu, tim Satresnarkoba Polres Jombang Polda Jatim melakukan pengintaian dan berhasil menangkap Y, warga Ngoro, bersama dua rekannya usai melakukan transaksi sabu-sabu dan ganja kering di wilayah Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Dari hasil interogasi, Y mengaku memperoleh ganja dari R yang tinggal di rumah kontrakan di Desa Mojongapit.

Berbekal pengakuan tersebut, petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap R pada Senin (15/12/2025) siang, dilanjutkan dengan penggeledahan rumah kontrakan yang disaksikan oleh perangkat desa serta ratusan warga sekitar.

Hasil penggeledahan, Polisi menemukan 110 batang tanaman ganja hidup serta ganja kering seberat 5,3 kilogram.

Tanaman terlarang tersebut ditemukan di Dua kamar tidur, dapur, serta ruang belakang rumah.

Lokasi penanaman dilengkapi dengan fasilitas pendingin ruangan untuk menunjang pertumbuhan tanaman.

Kepada petugas, R mengaku ganja yang ditanam di rumah kontrakannya berasal dari bibit berbentuk biji yang dibeli secara daring dari luar negeri.

“Tersangka membeli bibit ganja secara online. Bibit tersebut berasal dari luar negeri dengan lebih dari 15 jenis ganja,” ungkap AKBP Ardi.

Menurut pengakuan awal tersangka, aktivitas penanaman ganja tersebut telah berlangsung selama sekitar tiga bulan dan sudah satu kali melakukan panen.

Namun demikian, Polisi masih terus mendalami keterangan tersebut.

“Pengakuan itu masih kami dalami lebih lanjut,” tambahnya.

AKBP Ardi juga menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan awal, motif tersangka menanam ganja adalah untuk kepentingan pribadi.

Meski demikian, penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Atas perbuatannya, R dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar. (*)

Menjadi Pembina Upacara, Kapolsek Nongkojajar Tekankan Bijak Bermedsos hingga Jauhi Narkoba

PASURUAN || jejakindonesia.id — Kapolsek Nongkojajar AKP Budi Luhur Sedjati menjadi pembina upacara bendera yang di ikuti oleh 204 siswa dan 11 guru di SDN Tutur I, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Senin (15/12/2025).

Upacara bendera yang digelar di lapangan SDN Tutur I itu dimulai pukul 07.00 WIB hingga 07.45 WIB. Selain Kapolsek Nongkojajar, kegiatan juga dihadiri anggota Polsek Nongkojajar, Kepala Sekolah SDN Tutur I, para guru dan staf sekolah.

Dalam amanatnya, AKP Budi Luhur Sedjati menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) sejak usia dini, dimulai dari lingkungan sekolah dan pergaulan sehari-hari. Ia juga mengingatkan para siswa agar bijak dalam menggunakan gadget dan media sosial di tengah perkembangan teknologi saat ini.

“Penggunaan gadget harus benar-benar bijak. Media sosial bisa membawa dampak positif, tetapi juga bisa berdampak negatif jika tidak digunakan dengan baik,” ujar AKP

Budi Luhur di hadapan peserta upacara.
Selain itu, Kapolsek Nongkojajar juga mengingatkan agar para pelajar tidak mudah terpengaruh ajakan negatif, termasuk ikut-ikutan kegiatan yang berujung anarkis, pengrusakan, maupun tindakan melanggar hukum lainnya. Ia menegaskan bahwa tugas utama pelajar adalah belajar dengan sungguh-sungguh, berprestasi, serta membanggakan orang tua dan sekolah.

Ia juga menekankan pentingnya keselamatan berlalu lintas saat berangkat dan pulang sekolah, menjauhi narkoba, serta tidak merokok di lingkungan sekolah. Tak kalah penting, AKP Budi Luhur mengingatkan agar terjalin saling menghormati antara siswa, guru, dan orang tua, serta tidak melakukan tindakan kekerasan atau ancaman terhadap tenaga pendidik.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menyampaikan apresiasinya atas kegiatan pembinaan yang dilakukan jajaran Polsek Nongkojajar melalui pendekatan edukatif di lingkungan sekolah.

“Kehadiran anggota Polri di sekolah merupakan bagian dari upaya pembinaan generasi muda agar memiliki disiplin, karakter, serta kesadaran hukum sejak dini,” kata AKBP Jazuli Dani Iriawan.

Selama kegiatan upacara bendera berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

error: Content is protected !!