Opening soon Opens today at 9:00 am

Polri

Wakapolda Sumsel Pimpin Apel Pagi Satker Itwasda Polda Sumsel

PALEMBANG || jejakindonesia.id — Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Wakapolda Sumsel) Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., memimpin langsung kegiatan apel pagi Satker Itwasda Polda Sumsel yang dilaksanakan di Lapangan Apel Satker Itwasda Polda Sumsel, Rabu (14/01/2026).

Apel pagi tersebut diikuti oleh seluruh personel Satker Itwasda Polda Sumsel sebagai bagian dari pelaksanaan tugas rutin dalam rangka meningkatkan kedisiplinan, kesiapsiagaan, serta profesionalisme personel Polri. Kegiatan apel juga menjadi sarana pengecekan kekuatan personel serta penyampaian arahan pimpinan kepada anggota.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Sumsel menekankan pentingnya pelaksanaan tugas pengawasan internal yang profesional, akuntabel, dan berintegritas guna mendukung terwujudnya tata kelola organisasi Polri yang bersih dan transparan, khususnya di lingkungan Polda Sumatera Selatan.

Pemulihan Akses Warga, Brimob Jambi Bangun Jembatan Darurat Antar Desa Kampung Tengah Timur dan Padang Landua

JAMBI || jejakindonesia.id - Satbrimob Polda Jambi turut ambil bagian dalam misi kemanusiaan Polri untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam di wilayah hukum Polda Sumatera Barat. Melalui personel Batalyon A Pelopor, Brimob Polda Jambi melaksanakan pembangunan jembatan darurat yang menghubungkan Desa Kampung Tengah Timur dengan Desa Padang Landua, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Kegiatan kemanusiaan ini dimulai pada Kamis (15/1/2026), dengan melibatkan 24 personel.

Dalam kegiatan tersebut, personel Brimob bergotong royong mengangkut kayu serta material dasar untuk membangun jembatan darurat. Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat setempat karena menjadi akses utama penghubung antar desa yang sempat terputus akibat bencana.

Pembangunan jembatan darurat ini bertujuan untuk memulihkan kembali mobilitas warga, memperlancar distribusi kebutuhan pokok, serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat yang terdampak.

Selama proses pengerjaan, personel dilengkapi dengan perlengkapan SAR, dukungan logistik, serta kendaraan operasional guna memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, personel melaksanakan konsolidasi dan kembali ke posko masing-masing.

Kapolda Jambi Irjen. Pol. Krisno. H Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes. Pol Erlan Munaji mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan.

“Pembangunan jembatan darurat oleh Satbrimob Polda Jambi ini adalah bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir membantu masyarakat terdampak bencana. Akses transportasi yang kembali terbuka akan sangat membantu pemulihan aktivitas warga sehari-hari,” ujar Kombes Pol Erlan.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Polri akan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana.

“Polri tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan. Kami berharap langkah-langkah seperti ini dapat meringankan beban masyarakat dan mempercepat bangkitnya kondisi daerah yang terdampak,” tambahnya.

Secara keseluruhan, kegiatan pembangunan jembatan darurat tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Satbrimob Polda Jambi di Kabupaten Agam menjadi bukti nyata sinergi dan kepedulian Polri dalam mendukung pemulihan wilayah Sumatera Barat pascabencana.

Waspada Karhutla 2026: Polda Kalbar Siagakan Personel Hadapi Musim Kering hingga Februari

PONTIANAK || jejakindonesia.id - Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat menyiagakan personel di seluruh wilayah hukumnya guna mengantisipasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Langkah ini diambil menyusul penurunan curah hujan yang diprakirakan berlangsung hingga awal Februari 2026.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono, menyatakan bahwa kesiapsiagaan ini merupakan hasil koordinasi intensif dengan BMKG. Analisis cuaca menunjukkan sebagian besar wilayah Kalbar mulai memasuki fase kering yang berisiko tinggi memicu kebakaran.

"Berdasarkan koordinasi kami dengan BMKG, wilayah Kalbar saat ini memasuki periode curah hujan rendah. Kondisi ini sangat rentan terhadap terjadinya karhutla, sehingga seluruh jajaran kami siagakan untuk melakukan langkah mitigasi sedini mungkin," jelas Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono, Rabu (14/1/2026).

Polda Kalbar bersama Polres dan Polsek jajaran akan meningkatkan patroli terpadu di kawasan rawan, termasuk area perkebunan, lahan gambut, dan lahan terbuka. Selain patroli, kepolisian juga mengintensifkan pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat.

Kombes Pol. Bambang menegaskan larangan keras membuka lahan dengan cara dibakar karena berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun. Jika ditemukan titik api, segera lapor agar penanganan cepat dilakukan sebelum meluas dan berdampak pada kesehatan serta ekonomi," tambahnya.

Prakiraan Cuaca BMKG

Data BMKG menunjukkan bahwa pada periode 19 Januari hingga 8 Februari 2026, mayoritas wilayah Kalbar hanya menerima curah hujan rendah antara 5 hingga 75 milimeter per minggu. Wilayah yang diprediksi paling terdampak meliputi Sambas, Bengkayang, Mempawah, Landak, Singkawang, Pontianak, Kubu Raya, Sanggau, Sekadau, Kayong Utara, hingga Ketapang.

Bahkan, pada periode terdekat yakni 16 hingga 22 Januari 2026, tidak ditemukan indikasi hujan intensitas sedang hingga lebat, sehingga potensi munculnya titik panas (hotspot) dipastikan meningkat.

"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait untuk memantau perkembangan cuaca serta titik api secara terintegrasi," pungkasnya.

Rakor Penetapan PMI 2026 : Polda Kepri Segera Bentuk Direktorat TPPO, Tegaskan Perlindungan Warga Negara Adalah Kewajiban Muntlak

BATAM || jejakindonesia.id – Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menghadiri sekaligus memberikan arahan dalam pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Wilayah Kepulauan Riau Tahun 2026 yang diselenggarakan di Auditorium Batam Tourism Polytechnic (BTP). Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi penanganan PMI di wilayah perbatasan. Kamis (15/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Kepri didampingi oleh sejumlah pejabat utama Polda Kepri, di antaranya Dirintelkam Polda Kepri, Dirbinmas Polda Kepri, Dirkrimum Polda Kepri, Kabid Humas Polda Kepri, serta Kapolresta Barelang. Rakor ini juga dihadiri oleh Gubernur Kepri yang diwakili oleh Kadisnakertrans Prov. Kepri, Bapak Diki Wijaya, S.E., M.Si., Kepala BP3MI Kepulauan Riau Kombes Pol. Imam Riyadi, S.I.K., M.H., Ketua Badan Pelaksana Operasional Yayasan Vitka Bapak Alvidyan Virgaazman, dan Direktur Batam Tourism Polytechnic Ibu Siska Amelia Maldin, M.Pd.

Turut hadir memberikan dukungan lintas sektoral yakni Kakanwil Kemenag Kepri Bapak Dr. H. Zoztafia, S.Ag, M.Pd.I., Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Kepulauan Riau Bapak Ujo Sujoto, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam Bapak Zaky Firmansyah, serta Ketua Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau Kepri, Romo Chrisanctus Paschalis. Kehadiran para pimpinan perguruan tinggi se-Provinsi Kepri serta para Kepala Sub Gugus Tugas Daerah Pencegahan TPPO Provinsi Kepri semakin mempertegas komitmen kolektif dalam melindungi pekerja migran dari hulu hingga hilir.

Dalam sambutannya, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Provinsi Kepri telah memiliki Satuan Tugas (Satgas) Penanganan PMI Ilegal yang dikoordinasikan langsung oleh Gubernur Kepri, dengan Kapolda Kepri menjabat sebagai Ketua Harian dan Wakapolda Kepri sebagai Wakil Ketua Harian.

"Satgas ini dibentuk atas petunjuk Menteri BP2MI dan Bapak Kapolri. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata untuk memastikan setiap warga negara yang berangkat ke luar negeri memiliki tujuan yang jelas dan hak asasinya terlindungi sepenuhnya," ujar Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H.

Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., memaparkan bahwa sepanjang tahun 2025, Satgas telah berhasil mencegah lebih dari 2.000 PMI yang hendak berangkat secara non-prosedural. Menanggapi fenomena tersebut, Kapolda menyampaikan rencana strategis Polri dalam memperkuat penegakan hukum. Tahun ini, Polda Kepri akan membentuk Direktorat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Langkah ini adalah wujud kehadiran negara dalam melindungi warga negara dari lingkaran mafia tenaga kerja.

Selain tindakan represif, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menekankan pentingnya langkah persuasif melalui edukasi kepada masyarakat. Beliau mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara BP3MI, pemerintah daerah, akademisi, hingga lembaga pelatihan kerja dalam menyiapkan calon tenaga kerja yang kompeten dan memahami prosedur legal. Dengan sinergi ini, diharapkan PMI asal Kepri dapat bekerja di luar negeri dengan rasa aman, terlindungi, dan terhindar dari praktik eksploitasi.

*Polri Untuk Masyarakat*

Bidang Humas Polda Kepri

Kombes. Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.
Kabidhumas Polda Kepri

E-Mail: humaspoldakepri1@gmail.com
Telp/Fax: 0778-7760038
Twitter: @poldakeprihumas
FB: Humas Polda Kepri
IG: @humaspoldakepri

Perkuat Perlindungan Masyarakat, Kapolda Maluku dan OJK Maluku Komitmen Berantas Investasi Ilegal

MALUKU || jejakindonesia.id – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menerima kunjungan silaturahmi Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf, di ruang tamu Kapolda Maluku, Rabu (14/1/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi antara Polda Maluku dan OJK Maluku dalam pengawasan sektor jasa keuangan, peningkatan literasi keuangan, serta upaya pencegahan investasi ilegal dan praktik pinjaman online yang merugikan masyarakat.

Suasana silaturahmi yang berlangsung santai ini juga dimanfaatkan sebagai ajang koordinasi lintas sektor guna memperkuat perlindungan masyarakat dari praktik keuangan ilegal sekaligus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah Maluku.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Binmas, Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kabid Keuangan, serta Kabid Hukum Polda Maluku. Sementara dari OJK Maluku hadir Wakil Kepala OJK Maluku Novian Suhardi dan Staf Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Maluku, Marlia Halyanti.

Kepala OJK Provinsi Maluku Andi Muhammad Yusuf menyampaikan bahwa kunjungan tersebut selain sebagai ajang silaturahmi, juga bertujuan untuk berdiskusi terkait kondisi sektor jasa keuangan di Maluku.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada bapak Kapolda yang telah menerima kedatangan kami," kata Andi.

Ia menjelaskan bahwa selain menjalankan fungsi pengawasan sektor keuangan, OJK juga memiliki peran penting dalam edukasi serta perlindungan konsumen. Dalam konteks tersebut, OJK secara aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya investasi ilegal serta praktik keuangan yang berpotensi merugikan.

Andi juga menyinggung kasus investasi ilegal yang terjadi pada tahun 2025 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dengan modus kerja paruh waktu, yang menyebabkan ratusan orang menjadi korban. Berkat respons cepat dan koordinasi lintas sektor, investasi ilegal tersebut telah ditutup dan proses hukumnya ditangani oleh aparat penegak hukum setempat.

Lebih lanjut, Andi menekankan pentingnya peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak negara dalam menyampaikan edukasi keuangan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Hal ini dinilai krusial untuk mencegah masyarakat terjerumus dalam investasi ilegal, gadai ilegal, maupun pinjaman pribadi yang menyesatkan.

Secara nasional, Andi menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 14.000 investasi ilegal dengan total kerugian masyarakat mencapai sekitar Rp150 triliun.

Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto mengapresiasi kinerja OJK Provinsi Maluku yang dinilai aktif dalam menjalankan fungsi pengawasan, edukasi, serta perlindungan konsumen.

Kapolda berharap pertemuan tersebut dapat memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi dalam menghadapi potensi kerawanan di sektor jasa keuangan.

"Kita perlu memiliki data dan pemetaan bersama terkait potensi kerawanan di Maluku, seperti pinjaman online dan investasi ilegal. Hal-hal ini perlu menjadi atensi bersama karena korbannya tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga anggota Polri," kata Kapolda.

Ia juga menyoroti fenomena pinjaman yang melibatkan anggota Polri tanpa mekanisme pengawasan pimpinan. Menurutnya, setiap bentuk pembiayaan harus mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kemampuan membayar (5C), serta memerlukan koordinasi antara pihak pemberi pinjaman dan pimpinan instansi terkait.

“Jika anggota terlilit utang, hal ini akan berdampak pada kinerja dan mencoreng institusi. Oleh karena itu, pengawasan dan edukasi menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kapolda menegaskan komitmen Polda Maluku untuk mendukung penuh program edukasi dan sosialisasi OJK, termasuk program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan).

Menurutnya, pelibatan Bhabinkamtibmas dalam memberikan literasi keuangan kepada masyarakat merupakan langkah strategis, mengingat masih terbatasnya akses jasa keuangan di sejumlah wilayah kecamatan di Maluku.

“Polda Maluku membuka ruang kerja sama seluas-luasnya. Edukasi keuangan harus menjangkau hingga ke pelosok agar masyarakat semakin cerdas, waspada, dan tidak mudah terjerat praktik keuangan ilegal,” pungkasnya.

error: Content is protected !!