Sorry, we're closed Opens Kamis at 9:00 am

Polri

Kapolres Pasuruan Perkuat Sinergi Forkopimda, Sambangi DPRD, Kejaksaan, dan Pengadilan

PASURUAN || jejakindonesia.id – Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono melakukan rangkaian silaturahmi dengan tiga lembaga strategis di Kabupaten Pasuruan, Senin (19/1/2026).

Kunjungan dilakukan ke DPRD Kabupaten Pasuruan, Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan, dan Pengadilan Negeri Bangil sebagai langkah awal memperkuat sinergi Forkopimda dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan daerah.

Dalam pertemuan di Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Kapolres menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan lembaga legislatif.

“Harapan kami melalui pertemuan ini dapat terjalin komunikasi dan sinergi yang baik antara Polres Pasuruan dan DPRD dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mendukung pembangunan daerah,” ujar AKBP Harto Agung.

Kapolres juga menyampaikan usulan prioritas pembangunan rumah tahanan (rutan) bagi Polres Pasuruan.

“Pembangunan rutan kami harapkan dapat diprioritaskan karena merupakan kebutuhan utama dalam mendukung tugas kepolisian,” tambahnya.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Samsul Hidayat, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mengapresiasi kinerja Polres Pasuruan, khususnya dalam pemberantasan narkoba.

“Terima kasih kepada Polres Pasuruan karena di Dusun Badut, Desa Wonosunyu, peredaran narkoba telah berhasil diberantas,” katanya.

Samsul juga menyampaikan bahwa tahun ini Pemkab Pasuruan mengalokasikan anggaran pengadaan kendaraan dinas Forkopimda sebesar Rp5,5 miliar, serta merencanakan pertemuan rutin Forkopimda setiap bulan di gedung DPRD.

Usai dari DPRD, Kapolres melanjutkan silaturahmi ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan. Kepala Kejari, Dr. Nurul Hisyam, menekankan pentingnya komunikasi intensif antar-aparat penegak hukum.

“Kita harus sering berkomunikasi dan melaksanakan coffee morning agar ada persamaan persepsi, terutama terkait peraturan perundang-undangan yang baru,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres menyatakan komitmennya untuk membangun kerja sama yang solid.

“Mohon dukungannya, semoga ke depan Kabupaten Pasuruan semakin aman, solid, dan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” kata AKBP Harto.

Agenda berikutnya, Kapolres berkunjung ke Pengadilan Negeri Bangil. Ketua PN Bangil Wahyu Iswari meminta dukungan pengamanan, terutama pada sidang-sidang yang berpotensi menghadirkan massa.

“Mohon dibantu pengamanan jika ada persidangan agar suasana tetap kondusif,” tuturnya.

Kapolres merespons dengan menegaskan kesiapan jajarannya.

“Polres Pasuruan siap berkoordinasi menghadapi dinamika kasus yang berpotensi mendatangkan massa, seperti sidang kasus Winongan,” tegasnya.

Rangkaian silaturahmi ini menjadi langkah strategis Kapolres Pasuruan yang baru dalam membangun komunikasi awal dengan unsur Forkopimda. Pertemuan tersebut mencerminkan komitmen bersama antara Polri, DPRD, Kejaksaan, dan Pengadilan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Pasuruan.

Kapolda Jabar Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional 2026, Tekankan Integritas dan Sinergitas Personel

BANDUNG || jejakindonesia.id - Polda Jawa Barat menggelar Upacara Hari Kesadaran Nasional yang dipimpin langsung oleh Kapolda Jabar Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., bertempat di halaman Mapolda Jabar pada Senin, 19 Januari 2026. Upacara ini diikuti oleh jajaran personel Polda Jabar sebagai wujud penghormatan dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Rangkaian upacara diawali dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, dilanjutkan pembacaan Teks Proklamasi oleh Kapolda Jabar. Kegiatan kemudian diteruskan dengan pengucapan Tri Brata, Catur Prasetya, serta Panca Prasetya Korpri sebagai bentuk komitmen moral dan profesional dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Dalam amanatnya, Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan menekankan pentingnya semangat pengabdian, integritas, dan kedisiplinan bagi setiap anggota Polri. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperkuat sinergitas antar satuan kerja guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Jawa Barat.

"Upacara ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana refleksi untuk terus meningkatkan kinerja. Kita harus mewujudkan Polri yang Presisi, profesional, dan semakin dicintai masyarakat melalui pelayanan yang prima," tegas Kapolda Jabar.

Melalui momentum Hari Kesadaran Nasional ini, Polda Jabar berkomitmen untuk terus melakukan transformasi menuju kepolisian yang lebih responsif dalam mengayomi masyarakat serta menjaga kedaulatan negara.

Polda Kalteng Gelar Audit Kinerja Tahap I 2026, Kapolda: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih

PALANGKARAYA || jejakindonesiaid - Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) resmi memulai Audit Kinerja Itwasda Tahap I Tahun Anggaran 2026 yang berfokus pada aspek perencanaan dan pengorganisasian. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., di Aula Arya Dharma Mapolda setempat pada Senin (19/1/2026).

Kegiatan tersebut, dibuka langsung oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si. didampingi Wakapolda Brigjen Pol Drs. Yosi Muhamartha dan dihadiri sejumlah pejabat utama Polda dan sejumlah Kapolres jajaran.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakapolda Kalteng, Brigjen Pol Drs. Yosi Muhamartha, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Kalteng, serta para Kapolres dari seluruh wilayah hukum Kalimantan Tengah.

Dalam sambutannya, Irjen Pol Iwan Kurniawan menekankan bahwa audit tahap pertama ini merupakan instrumen krusial untuk mengontrol rencana kegiatan di setiap satuan kerja (satker). Ia berharap proses ini mampu menciptakan pelaksanaan tugas Polri yang lebih efektif dan efisien di masa depan.

"Audit kinerja kali ini dilaksanakan setelah pemeriksaan keuangan dari BPK RI. Selain menjalankan fungsi pengawasan, Itwasda juga harus berperan sebagai konsultan bagi satker untuk meminimalisir kesalahan yang dapat merugikan organisasi," ujar Irjen Pol. Iwan.

Kapolda menjelaskan bahwa tujuan utama audit ini adalah untuk mendeteksi dini potensi kekurangan atau penyimpangan, mulai dari proses perencanaan hingga pengelolaan anggaran. Langkah ini juga menjadi tolok ukur tingkat kepatuhan satuan kerja terhadap regulasi yang berlaku.

Sejalan dengan kebijakan Kapolri, Irjen Pol. Iwan menegaskan bahwa Polri dituntut untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan bersih (clean government). Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) dan budaya kerja (culture set) di seluruh lini kepolisian.

"Oleh karena itu, perubahan dalam pola pikir dan budaya kerja diperlukan secara menyeluruh oleh seluruh anggota Polri," ucapnya.

Diakhir kesempatan, Kapolda menegaskan perlunya meningkatkan pengawasan di setiap satuan kerja dan menekankan pentingnya kerjasama dengan tim audit. Tim diharapkan dapat memberikan masukan yang benar tentang situasi dan pelaksanaan tugas di satuan kerja masing-masing.

“Saya berharap agar tim audit dapat bekerja maksimal untuk menemukan kekurangan dan memberikan solusi serta edukasi untuk perbaikan Polri ke depan," pungkasnya.

Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional 2026, Kapolda Kaltim Tekankan Disiplin dan Penguatan Kinerja

BALIKPAPAN || jejakindonesia.id – Polda Kalimantan Timur melaksanakan Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Mapolda Kaltim, Senin (19/01/26). Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan menjadi sarana refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh personel Polri dalam mengawali pelaksanaan tugas di Tahun 2026.

Upacara tersebut dipimpin langsung Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro dan dihadiri Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, Irwasda Polda Kaltim Kombes Pol Aloysius Suprijadi para pejabat utama Polda Kaltim, serta personel Polri dan ASN Polda Kaltim.

Dalam amanatnya, Kapolda Kaltim menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kinerja seluruh personel sepanjang Tahun 2025.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel Polda Kaltim yang telah menunjukkan kinerja terbaik dalam mendukung tugas pokok kepolisian, operasi, KRYD, serta agenda nasional, termasuk Asta Cita dan pengamanan proyek strategis nasional,” ujar Kapolda.

Ia menegaskan bahwa Upacara Hari Kesadaran Nasional memiliki makna strategis sebagai pengingat untuk meningkatkan disiplin, soliditas, dan semangat kerja.

“Upacara ini menjadi pengingat bagi kita semua agar tetap teguh dalam bertugas, berperilaku baik di tengah masyarakat, memedomani aturan dan etika, serta menjalankan peran sebagai problem solver dan teladan,” tegasnya.

Terkait situasi kamtibmas, Irjen Pol Endar menyampaikan bahwa kondisi keamanan di Kalimantan Timur secara umum masih terjaga kondusif. Namun, berdasarkan data, jumlah gangguan kamtibmas pada Tahun 2025 tercatat 7.908 kejadian atau mengalami peningkatan 4,8 persen dibandingkan Tahun 2024, serta tren kejahatan naik 3,5 persen yang didominasi kejahatan konvensional.

“Data ini harus kita sikapi secara serius melalui analisa dan evaluasi yang komprehensif, sehingga pada Tahun 2026 angka gangguan kamtibmas dan kejahatan dapat kita minimalkan,” ungkap Kapolda.

Kapolda juga menekankan pentingnya penguatan penegakan hukum yang diiringi langkah preventif dan preemtif, serta peningkatan kualitas pelayanan publik kepolisian. Ia turut mengapresiasi keberhasilan pengungkapan sejumlah kasus menonjol.

“Keberhasilan pengungkapan kasus pembunuhan berencana, tindak pidana korupsi dengan kerugian negara Rp10,8 miliar, perjudian online, hingga pengungkapan 33 Kg sabu dengan penerapan TPPU senilai Rp11,35 miliar merupakan hasil kerja keras seluruh personel,” ujarnya.

Di bidang lalu lintas, Kapolda menyoroti meningkatnya angka kecelakaan pada Tahun 2025 dan meminta fungsi lalu lintas untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat sinergi lintas sektor, serta mengoptimalkan penerapan ETLE.

“Kehadiran anggota di lapangan harus semakin dirasakan masyarakat, dengan mengedepankan pelayanan yang cepat dan humanis,” tambahnya.

Menutup amanatnya, Kapolda Kaltim mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal, tertib administrasi, memahami pemberlakuan KUHP dan KUHAP baru, serta meningkatkan kesiapsiagaan personel menjelang Bulan Suci Ramadan.

“Mari kita jaga kepercayaan publik dan marwah institusi dengan bekerja profesional, berintegritas, dan selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat,” pungkas Irjen Pol Endar.

Kapolresta Banyuwangi Dijuluki “Gus” di Ponpes Adz Dzikra, Sampaikan Pencerahan Lewat Sholawat dan Kebersamaan

BANYUWANGI|| jejakindonesia.id – Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Dr. Rofik Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., mendapatkan julukan kehormatan “Gus” saat menghadiri kegiatan keagamaan dan budaya di Pondok Pesantren (Ponpes) Adz Dzikra, pada Sabtu malam, 17 Januari 2026. Julukan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kedekatan dan kontribusinya dalam merajut hubungan harmonis antara kepolisian, ulama, dan masyarakat.

Kegiatan yang dihadiri Kapolresta Banyuwangi itu dikemas dalam sebuah acara bertajuk “Campur Sari, Campur Ngaji, Kanggo Nelesi Ati”, sebuah konsep unik yang memadukan seni budaya, lantunan sholawat, serta pengajian untuk menyejukkan hati dan mempererat ukhuwah. Acara tersebut digagas oleh KH. Ir. Achmad Wahyudi, S.H., M.H., selaku Pengasuh Ponpes Adz Dzikra sekaligus Ketua GM FKPPI Banyuwangi, dan berlangsung dengan penuh khidmat serta kehangatan.

Dalam suasana yang sarat nilai religius dan kebersamaan tersebut, Kombes Pol. Dr. Rofik Ripto Himawan tampak berbaur akrab dengan para kiai, santri, tokoh masyarakat, serta jamaah yang hadir. Julukan “Gus” yang disematkan kepadanya mencerminkan penerimaan dan kedekatan emosional antara Kapolresta Banyuwangi dengan kalangan pesantren dan masyarakat religius.

Tak hanya hadir sebagai tamu, Gus Kombes Pol. Dr. Rofik juga memberikan pencerahan kepada masyarakat yang hadir. Dalam penyampaiannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memperbanyak sholawat kepada Baginda Nabi Besar Muhammad S.A.W. Menurutnya, sholawat tidak hanya menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah, tetapi juga sebagai jalan untuk menenangkan hati, memperkuat iman, dan mempererat persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.

"Dengan bersholawat, hati menjadi lebih tenang, pikiran jernih, dan kehidupan sosial akan lebih harmonis. Inilah salah satu kunci untuk menjaga kedamaian dan persatuan,” pesan Gus Kombes Pol. Dr. Rofik di hadapan para jamaah.

Sosok Kapolresta Banyuwangi yang kini akrab disapa “Gus” tersebut memang dikenal sebagai perwira menengah Polri yang dekat dengan para kiai dan ulama. Kedekatannya dengan lingkungan pesantren serta komitmennya dalam merawat nilai-nilai keagamaan menjadikannya figur yang diterima lintas kalangan. Tak hanya itu, Gus Kombes Pol. Dr. Rofik juga dikenal memiliki talenta di bidang seni religi, termasuk sebagai pencipta lagu-lagu sholawat yang kerap dilantunkan dalam berbagai kegiatan keagamaan.

Kehadiran Kapolresta Banyuwangi dalam kegiatan di Ponpes Adz Dzikra ini menjadi simbol sinergi antara aparat keamanan, ulama, dan masyarakat. Melalui pendekatan kultural dan religius, diharapkan tercipta suasana Banyuwangi yang aman, damai, serta penuh keberkahan.

Acara “Campur Sari, Campur Ngaji, Kanggo Nelesi Ati” pun ditutup dengan doa bersama, lantunan sholawat, dan suasana penuh keakraban, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh jamaah yang hadir pada malam penuh makna tersebut.

error: Content is protected !!