Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Polri

Kakorlantas Polri Siapkan Strategi Digital dan Rekayasa Lalin Terpadu untuk Mudik Lebaran 2026

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., memaparkan berbagai strategi rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran, khususnya di jalur Trans Jawa, Sumatera, dan wilayah Bandung.

Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menjelaskan bahwa penerapan Contraflow dan One Way dilakukan berdasarkan parameter yang telah dihitung secara matang bersama pengelola jalan tol.

“Ketika bicara mengeksekusi Contraflow dan One Way, ada parameter-parameter yang tentunya kami koordinasi dengan Jasa Marga, sehingga hitungan itulah menjadi putusan akan kita lakukan Contraflow satu lajur (atau) akan kita lakukan Contraflow dua lajur, dan akan kita buka ujungnya di KM 70 sampai KM 188 untuk melancarkan arus yang menuju ke Trans Jawa,” ujar Kakorlantas Polri, Rabu (28/1/2026).

Evaluasi Operasi Ketupat tahun lalu menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pengamanan tahun ini. Kebijakan Pemerintah dalam mengatur kendaraan sumbu 3 dan Work From Anywhere.

“Mengevaluasi operasi ketupat tahun lalu, negara harus hadir, sehingga kebijakan pemerintah salah satunya adalah SKB bagaimana mengatur kendaraan sumbu 3 boleh atau tidak boleh ini sangat mempengaruhi flow daripada lalin dan Pemerintah dengan cepat membuat kebijakan tentang work from anywhere,” tambah Kakorlantas Polri.

Dalam mendukung pengelolaan lalu lintas, Korlantas Polri juga menyiapkan berbagai kebijakan dan sarana teknologi. Selain itu, dalam pelaksanaan Operasi Ketupat akan memberlakukan ganjil genap.

“Korlantas, kita sendiri akan memperlakukan ganjil genap, termasuk juga akan menghadirkan infrastruktur teknologi agar supaya baik di jalan tol, baik di arteri, termasuk di penyeberangan, terminal, bandara, kita bisa monitoring dalam satu genggaman. Itu sudah kita persiapkan,” ungkap Irjen Pol. Agus Suryonugroho.

Kakorlantas Polri memastikan seluruh skenario darurat telah disiapkan untuk menghadapi situasi tak terduga, baik dari pendirian Pos PAM, Pos Pelayanan dan Pos Terpadu untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pengguna jalan.

“Menyiapkan emergency split apabila ada bencana rangkaian-rangkaian skenario itu sudah kita persiapkan, baik dari sisi rekasa lalu lintas, termasuk pendirian pos PAM (pengamanan), pos pelayanan, pos terpadu, ini sudah kita siapkan semuanya baik yang ada di arteri, yang di jalan tol, termasuk di tempat penyebrangan, bandara, terminal, dan lain sebagainya kita sudah siap semuanya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Irjen Pol Agus Suryonugroho menuturkan bahwa prioritas pengamanan arus mudik dan balik telah ditetapkan berdasarkan wilayah tujuan dan asal pemudik. Meski terdapat potensi bangkitan arus yang tinggi, khususnya di pelabuhan penyeberangan, Polri memastikan telah menyiapkan langkah antisipasi.

“Ketika kita bicara arus mudik, kita utamakan yang menuju ke Trans Jawa, menuju Sumatera, dan ke Bandung. Ketika kita bicara balik, kita akan memprioritaskan arus yang dari Trans Jawa menuju Jakarta, dari Sumatera menuju Jakarta. Kaitannya dengan resiko, jelas ada semua keputusan ada resiko,” ujarnya.

Penerapan contraflow dan rekayasa lalu lintas lainnya merupakan bagian dari solusi untuk mencegah kemacetan. Kakorlantas Polri menegaskan bahwa seluruh pengelolaan lalu lintas telah dipersiapkan berdasarkan evaluasi di berbagai wilayah rawan kepadatan.

“Sudah kita siapkan tata kelola manajemen lalu lintas, baik alih arus, baik contraflow, baik one way, ini bagian daripada solusi untuk menghindari kemacetan. Karena ini lebaran, saya yakin banyak kendaraan yang melintasi tol dan arteri. Semuanya sudah kita kelola evaluasi daripada tahun-tahun yang lalu baik itu yang di Gadog Puncak, baik yang di Jawa Timur, dan di Bali sudah kita persiapan semuanya manajemennya,” pungkas Kakorlantas Polri.

Kapolri Tegas: Melemahkan Polri Sama dengan Melemahkan Negara dan Presiden

JAKARTA || Jejak-indonesia.id — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa setiap upaya untuk melemahkan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sama artinya dengan melemahkan negara dan sekaligus melemahkan Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

Penegasan tersebut disampaikan Kapolri dalam pernyataan resminya menanggapi berbagai dinamika dan kritik yang dinilai berpotensi mendelegitimasi peran strategis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan penegakan hukum nasional.

“Upaya melemahkan Polri pada hakikatnya adalah upaya melemahkan negara dan Presiden. Polri adalah alat negara yang memiliki mandat konstitusional untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta menegakkan hukum demi melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,” tegas Jenderal Listyo Sigit.

Kapolri menekankan bahwa Polri merupakan garda terdepan dalam menjaga stabilitas nasional, termasuk dalam menghadapi ancaman kejahatan, radikalisme, terorisme, narkotika, serta berbagai bentuk gangguan kamtibmas lainnya.

Menurutnya, kritik yang konstruktif tetap dibutuhkan dalam negara demokrasi, namun tidak boleh mengarah pada upaya sistematis yang dapat melemahkan institusi negara dan menurunkan kepercayaan publik terhadap Polri.

“Polri terbuka terhadap kritik dan evaluasi. Namun, kritik harus bersifat membangun, bukan untuk melemahkan kewibawaan negara. Kita harus menjaga soliditas nasional demi kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Fast Respon, Agus Flores, memberikan apresiasi tinggi atas sikap tegas Kapolri dalam menjaga marwah dan kewibawaan institusi Polri. Menurutnya, pernyataan Kapolri mencerminkan komitmen kuat dalam mempertahankan peran strategis Polri sebagai pilar utama penegakan hukum dan stabilitas nasional.

“Kami mengapresiasi sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pernyataan tersebut sangat penting untuk menegaskan bahwa Polri adalah bagian vital dari negara. Melemahkan Polri berarti melemahkan negara dan kepemimpinan nasional,” tegas Agus Flores.

Agus Flores juga menilai bahwa di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit, Polri terus menunjukkan komitmen dalam reformasi internal, peningkatan profesionalisme, serta penguatan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolri pun menegaskan komitmen Polri untuk terus melakukan reformasi internal, meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas dalam rangka memperkuat kepercayaan publik serta mendukung penuh agenda pemerintahan Presiden dalam menjaga stabilitas dan pembangunan nasional.

Polri Peduli : Polres Kediri Salurkan Bantuan Untuk Pembangunan Masjid An Nur Al Utsmani

KEDIRI || Jejak-indonesia.id - Polres Kediri Polda Jatim kembali mewujudkan kepeduliannya dalam mendukung penuh sarana ibadah. Kali ini Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji bersama jajaran Satbinmas Polres Kediri dan Polsek Plemahan menyalurkan bantuan sosial untuk Masjid An Nur Al Utsmani di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.

Bantuan berupa puluhan sak semen tersebut diterima Ketua Takmir Masjid An Nur Al Utsmani.

AKBP Bramastyo Priaji mengatakan, bantuan ini diharapkan dapat membantu proses pembangunan maupun perawatan masjid agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

"Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Kami berharap bantuan ini bisa memberikan manfaat nyata bagi jamaah," kata Bramastyo, Senin (26/1/2026).

Ia menambahkan, kegiatan sosial dan keagamaan yang dilakukan Polres Kediri Polda Jatim merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid An Nur Al Utsmani, H Bambang, mengapresiasi perhatian yang diberikan Polres Kediri. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu kebutuhan masjid.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian Polres Kediri. Bantuan ini sangat berarti bagi pengurus dan jamaah masjid," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Polres Kediri menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. (*)

Sesi 1 Bazar Ranmor Polrestabes Surabaya, 52 Motor Hasil Ungkap Curanmor Telah Kembali ke Pemilik

SURABAYA || Jejak-indonesia.id - Puluhan warga yang pernah menjadi korban curanmor kini bisa bernapas lega setelah kendaraan mereka yang sempat hilang dicuri berhasil ditemukan kembali.

Melalui program Bazar Ranmor, Polrestabes Surabaya Polda Jawa Timur telah menyerahkan kembali secara gratis, 52 unit kendaraan sitaan kepada pemilik sahnya selama periode sesi pertama.

Hal itu seperti disampaikan oleh Plt Kasihumas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto di Mapolrestabes Surabaya Polda Jatim, Senin (26/1/26).

AKP Hadi mengonfirmasi bahwa penyerahan kendaraan tersebut berlangsung dalam kurun waktu 21 hingga 25 Januari 2026.

“Alhamdulillah kegiatan Bazar Ranmor sesi pertama sudah berhasil kita gelar. Sebanyak 52 kendaraan sudah kita kembalikan pada pemiliknya,” ujar AKP Hadi Ismanto.

Ia merinci progres pengembalian selama Lima hari tersebut: pada hari pembukaan sebanyak 27 motor berhasil dibawa pulang pemiliknya.

Disusul pada bazar hari Kedua sebanyak 13 motor, hari Ketiga 11 motor, dan Sabtu (24/1) satu motor. Sementara pada hari Minggu terpantau nihil.

Mengingat masih banyaknya kendaraan yang belum teridentifikasi oleh pemiliknya, Polrestabes Surabaya Polda Jatim kini resmi membuka Bazar Ranmor Sesi Kedua yang dijadwalkan berlangsung mulai 26 hingga 30 Januari 2026.

Secara keseluruhan, terdapat 1.050 unit sepeda motor hasil sitaan dari berbagai pengungkapan kasus curanmor yang dipamerkan dalam bazar ini.

AKP Hadi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan motor untuk segera melakukan pengecekan.

“Bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya, silakan cek kendaraan di daftar yang sudah kami sebar. Jika ada, silakan diambil di Mapolrestabes Surabaya secara gratis,” pungkasnya.

Warga yang ingin mengambil kendaraannya diharapkan membawa dokumen bukti kepemilikan yang sah, seperti STNK dan BPKB asli, serta kartu identitas diri untuk proses verifikasi di lokasi.(*)

Polres Kediri Kota Intensifkan Patroli Khusus Pantau Bus Ugal – ugalan

KEDIRI || Jejak-indonesia.id - Pascatragedi bus ugal - ugalan yang menyebabkan banyak korban beberapa waktu lalu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota Polda Jatim intensifkan patroli pantau bus ugal - ugalan.

Tak hanya itu, Satlantas Polres Kediri Kota juga menyiapkan petugas berpakaian preman untuk memata-matai mereka.

Strategi ini dilakukan agar pengemudi bus tidak mengetahui keberadaan petugas yang sedang memantau di lapangan.

"Kami berkomitmen menindak tegas bus-bus yang ugal-ugalan atau melanggar aturan lalu lintas," tegas Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Tutud Yudho Prastyawan, Senin (26/1/26).

Ia juga menegaskan bahwa kendaraan besar seperti bus berpotensi membahayakan pengguna jalan lain jika melanggar aturan.

Penindakan dilakukan demi keselamatan bersama, dengan sanksi mulai dari tilang hingga penahanan kendaraan.

“Kita tetap melaksanakan tindakan tegas berupa tilang bagi bus yang melanggar. Ini demi keselamatan kita bersama, khususnya pengguna jalan,” ujar AKP Tutud Yudho.

Ia menjelaskan, penindakan berupa tilang akan diberlakukan selama dua bulan sejak pelanggaran pertama.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus menjadi pelajaran bagi pengemudi bus agar tidak mengulangi pelanggaran.

“Apabila setelah ditilang masih melakukan pelanggaran, penindakan selanjutnya kendaraan akan kami tahan,” tegasnya.

Selain penindakan, AKP Tutud Yudho menyebut pihaknya juga akan memberikan penghargaan kepada anggota yang berhasil menindak bus pelanggar lalu lintas.

Penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas kinerja personel di lapangan.

Kasatlantas Polres Kediri Kota mengimbau para pengemudi bus agar mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan semua pihak.

“Saya minta agar taati peraturan yang sudah ditentukan dan tertib berlalu lintas, demi keselamatan bersama, baik penumpang bus maupun pengguna jalan lainnya,” pungkasnya. (*)

error: Content is protected !!