Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Polri

Polresta Banyuwangi Dukung Gerakan Banyuwangi Asri di Grand Watu Dodol

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Polresta Banyuwangi turut ambil bagian dalam kegiatan Gerakan Banyuwangi Asri yang digelar di kawasan wisata Grand Watu Dodol, Rabu (18/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam mewujudkan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Gerakan Banyuwangi Asri mengusung empat pilar utama, yakni Aman (keselamatan, kesehatan, dan bebas risiko), Sehat (higienis serta mendukung kualitas hidup dan kerja), Resik (bersih, tertib, dan disiplin), serta Indah (estetika dan kenyamanan visual). Implementasinya dilakukan melalui aksi bersih-bersih sepanjang pesisir Pantai Grand Watu Dodol yang melibatkan berbagai elemen.

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang diikuti seluruh peserta dan dipimpin langsung oleh Bupati Banyuwangi serta didampingi jajaran Forkopimda. Apel tersebut menjadi penegasan komitmen bersama bahwa kebersihan dan ketertiban kawasan wisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran Polresta Banyuwangi dalam kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk dukungan konkret terhadap terciptanya ruang publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Menurutnya, kawasan wisata yang bersih dan tertata akan berdampak langsung pada peningkatan rasa aman, kesehatan lingkungan, serta citra positif daerah.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan masyarakat, termasuk di kawasan wisata, berlangsung dalam suasana yang aman, sehat, dan tertib. Ini bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir mendukung pembangunan daerah,” tegasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh stakeholder terkait, unsur TNI-Polri, pelajar, mahasiswa, serta kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Seluruh peserta bersama-sama melakukan aksi bersih pantai dengan mengumpulkan sampah dan memastikan area pesisir tetap terjaga kebersihannya.

Melalui Gerakan Banyuwangi Asri, Polresta Banyuwangi berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Lingkungan yang terawat bukan hanya mencerminkan kedisiplinan, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Kapolda Kepri Buka Rapat Pimpinan Polda Kepri Tahun 2026

BATAM || Jejak-indonesia.id - Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., membuka secara resmi Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Kepri Tahun 2026 yang bertempat di Gedung Lancang Kuning Mapolda Kepri pada Rabu (18/2/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi jajaran Polda Kepri untuk menyelaraskan visi dan langkah dalam mendukung program strategis nasional serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Kepri, serta para Kapolres/ta Polda Kepri, Kasat, dan Kabag di jajaran Polda Kepulauan Riau.

Dalam arahannya, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Rapim ini merupakan tindak lanjut dari hasil Taklimat Pimpinan TNI-Polri yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Beliau menggarisbawahi bahwa institusi Polri memegang tanggung jawab besar sebagai pilar utama keberhasilan program pemerintah.

Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., juga menginstruksikan seluruh personel untuk menjaga kepercayaan masyarakat sebagai kehormatan institusi, serta melarang keras adanya tindakan yang tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah. Integritas, loyalitas, dan profesionalisme menjadi kunci utama agar Polri tetap menjadi institusi yang responsif, humanis, dan Presisi di lapangan.

Sebagai penutup kegiatan, Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., juga menegaskan pentingnya peran kepolisian dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang berdampak pada stabilitas nasional. Polda Kepri berkomitmen menciptakan rasa aman guna menjaga kepercayaan investor dan kelancaran distribusi logistik, khususnya kebutuhan pokok di wilayah Kepulauan Riau.

Polda Kepri akan terus berkomitmen menjaga stabilitas keamanan sebagai kunci utama pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kepulauan Riau.

*Polri Untuk Masyarakat*

Kombes. Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.
Kabidhumas Polda Kepri

E-Mail: humaspoldakepri1@gmail.com
Telp/Fax: (0778) 7760038
Twitter: @poldakeprihumas
Facebook: Humas Polda Kepri
Instagram: @humaspoldakepri

35,1 Kg Sabu dan 15 Ribu Ekstasi Berhasil Digagalkan Polres Lamandau, Kapolda Kalteng: Keberhasilan Ini Selamatkan 350 Ribu Jiwa

PALANGKARAYA || Jejak-indonesia.id - Komitmen Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) dan jajaran dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah hukumnya patut diacungi jempol.

Salah satunya dibuktikan dengan keberhasilan jajaran Polres Lamandau dibawah kepemimpinan AKBP Joko Handono, S.IK. ,yang mengungkap kasus tindak pidana narkoba dengan mengamankan dua pelaku berinisial ME (28) dan H (37) dengan barang bukti sebanyak 35,185 Kilogram narkoba jenis sabu dan 15.000 pil ekstasi jenis Inex.

Hal tersebut, disampaikan langsung Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si, saat memimpin konferensi pers pengungkapan tindak pidana narkoba, di Halaman Gedung Bhayangkara, Mapolda setempat, Rabu (18/2/2026) siang.

Hadir dalam kegiatan, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, unsur Forkopimda, sejumlah pejabat utama serta Kapolres Lamandau dan personel Satreskrim Polres Lamandau.

Kapolda Kalteng menerangkan bahwa barang bukti yang berhasil diamankan yakni sebanyak 35,1 Kilogram sabu atau tepatnya 35,185 gram dan 15 ribu ekstasi jenis pil inex dari satu kasus dengan dua tersangka yang merupakan hasil pengungkapan di wilayah hukum Polres Lamandau.

"Untuk barang bukti yang berhasil disita dari pelaku tersebut, merupakan hasil dari penyidikan terhadap masukan narkoba di wilayah perbatasan Kalteng dan berasal dari Provinsi Kalimantan Barat," kata Kapolda.

Lebih lanjut, Irjen Iwan juga menjelaskan bahwa dalam penangkapan tersebut kedua pelaku sempat melarikan diri dan bersembunyi ke dalam hutan.

Setelah dilakukan pengejaran selama 12 jam. Akhirnya aparat penegak hukum berhasil meringkus kedua pelaku dan mengamankan 33 bungkus plastik besar berisi narkoba jenis sabu yang disimpan di bagasi belakang kendaraan R4 jenis Toyota Raize warna merah yang digunakan.

"Saat pertugas melakukan pengecekan. Kedua pelaku tersebut mengaku bahwa dirinya menjadi perantara penjualan narkoba yang berasal dari Provinsi Kalbar hendak menuju Provinsi Kalteng," terangnya.

Lebih dalam, Kapolda menegaskan bahwa kedua pelaku saat ini telah diamankan untuk dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut dan pengembangan untuk mengungkap siapa pengirim dan penerima sabu.

"Saat ini masih kita dalami kasus ini, karena ini merupakan pengungkapan yang luar biasa tetapi juga menjadi ancaman bagi kita," ucap Kapolda

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, sambung Irjen Iwan. Para terduga pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 atau Pasal 112 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

"Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen Polda Kalteng dan jajaran untuk memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya. Terutama pada kasus ini, kita tentunya telah berhasil menyelamatkan sebanyak 350.000 jiwa dari bahaya narkoba," pungkasnya. (adji)

Polresta Banyuwangi Dukung Gerakan Banyuwangi Asri di Grand Watu Dodol

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id -  Polresta Banyuwangi turut ambil bagian dalam kegiatan Gerakan Banyuwangi Asri yang digelar di kawasan wisata Grand Watu Dodol, Rabu (18/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam mewujudkan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Gerakan Banyuwangi Asri mengusung empat pilar utama, yakni Aman (keselamatan, kesehatan, dan bebas risiko), Sehat (higienis serta mendukung kualitas hidup dan kerja), Resik (bersih, tertib, dan disiplin), serta Indah (estetika dan kenyamanan visual). Implementasinya dilakukan melalui aksi bersih-bersih sepanjang pesisir Pantai Grand Watu Dodol yang melibatkan berbagai elemen.

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang diikuti seluruh peserta dan dipimpin langsung oleh Bupati Banyuwangi serta didampingi jajaran Forkopimda. Apel tersebut menjadi penegasan komitmen bersama bahwa kebersihan dan ketertiban kawasan wisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran Polresta Banyuwangi dalam kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk dukungan konkret terhadap terciptanya ruang publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Menurutnya, kawasan wisata yang bersih dan tertata akan berdampak langsung pada peningkatan rasa aman, kesehatan lingkungan, serta citra positif daerah. “Kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan masyarakat, termasuk di kawasan wisata, berlangsung dalam suasana yang aman, sehat, dan tertib. Ini bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir mendukung pembangunan daerah,” tegasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh stakeholder terkait, unsur TNI-Polri, pelajar, mahasiswa, serta kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Seluruh peserta bersama-sama melakukan aksi bersih pantai dengan mengumpulkan sampah dan memastikan area pesisir tetap terjaga kebersihannya.

Melalui Gerakan Banyuwangi Asri, Polresta Banyuwangi berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Lingkungan yang terawat bukan hanya mencerminkan kedisiplinan, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Banyuwangi.(***)