We're open Closes at 5:00 pm

Polri

Polda Jabar Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 dan Penyaluran Bantuan Rutilahu

BANDUNG || Jejak-indonesia.id - Polda Jawa Barat menyatakan kesiapannya dalam mengamankan arus mudik Lebaran 2026 sekaligus menyalurkan bantuan pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) bagi masyarakat yang kurang mampu. Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., dalam kegiatan Silaturahmi Ramadhan di Mapolda Jabar, Rabu (4/3/2026).

Kombes Pol. Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat, Polda Jabar akan menyalurkan bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebanyak 168 unit rumah yang tersebar di wilayah hukum Polres jajaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.

Terkait pengamanan mudik, Polda Jabar akan menggelar Operasi Ketupat 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 13 Maret 2026 hingga dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Operasi lintas sektoral ini melibatkan sembilan instansi terkait dengan Polri sebagai garda terdepan pengamanan.

“Kami telah mengikuti Rakornas lintas sektoral di Mabes Polri bersama kementerian dan lembaga terkait. Koordinasi ini sangat krusial untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam mengamankan arus mudik maupun balik,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.

Fokus utama pengamanan tahun ini mencakup ruas jalan tol dan titik-titik rest area yang berpotensi mengalami kepadatan kenderaan. Bekerja sama dengan pihak Bina Marga, Polda Jabar telah melakukan pengecekan di puluhan rest area guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan.

Selain pengamanan jalur utama, pihak kepolisian juga telah menyiapkan pengaturan jalur alternatif, salah satunya rute Purwakarta menuju Cikampek sepanjang 52 km. Skema rekayasa lalu lintas, seperti sistem satu arah (one way), juga disiapkan sebagai langkah antisipasi mengurai kemacetan.

“Kami optimistis dengan langkah-langkah strategis ini, arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Barat dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif,” pungkasnya.

Upaya ini menegaskan komitmen Polda Jabar dalam memberikan pelayanan prima sekaligus memastikan masyarakat dapat merayakan hari raya dengan nyaman dan penuh suka cita.

Lemdiklat Polri Dorong Transformasi Pendidikan Digital Melalui LMS Presisi”

Jejak-indonesia.id || Dalam rangka menjawab tantangan era digitalisasi, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri melaksanakan kegiatan Soft Launching Aplikasi Learning Management System (LMS) Presisi pada Selasa, 3 Maret 2026 di Jakarta. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Lemdiklat Polri Irjen Pol. Dr. Achmad Kartiko, S.I.K., M.H., serta dihadiri Wakalemdiklat Polri, para Karo, Kasatdiklat, Ka LSP, Kabag, dan peserta workshop baik secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting. Momentum ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi menuju Polri Presisi yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

Soft launching ini merupakan tahap uji coba implementasi LMS Presisi sebagai platform pembelajaran terintegrasi yang menyatukan kurikulum, standar kompetensi, materi ajar, hingga evaluasi peserta didik secara digital. Aplikasi ini dirancang untuk menjangkau seluruh satuan pendidikan Polri mulai dari Akademi Kepolisian (Akpol), Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim), Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Sekolah Pembentukan Perwira Polri (Setukpa), hingga Sekolah Polisi Negara (SPN), sehingga mutu pendidikan dapat terstandarisasi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks.

"Iya, Kami berharap aplikasi ini dapat meningkatkan mutu anggota kepolisian sehingga dapat lebih adaptif dengan perkembangan tekhnologi saat ini dan masa depan" ujar Kepala Lemdiklat Polri Irjen Pol Achmad Kartiko.

Aplikasi LMS Presisi ini merupakan hasil karya personel Subbag Teknologi di bawah pimpinan Karo Jianbang Brigjen Pol. Yusran Cahyo, dan AKBP Gunawan Wibisono S.Kom . SIK. MH. serta menjadi sumbangsih dari Alumni Akpol 2010 B Detasemen Rinaksa Sakalamandala sebagai bentuk dedikasi nyata bagi kemajuan pendidikan Polri.

Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan aktif menggunakan, mengeksplorasi, serta memberikan masukan konstruktif demi penyempurnaan sistem sebelum peluncuran penuh. Kehadiran LMS Presisi bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi wujud komitmen Lemdiklat Polri dalam mencetak SDM Polri yang unggul, profesional, dan modern guna memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

"Komitmen kami tetap sama, mencetak SDM polri yang lebih unggul, profesional dan modern sehingga dapat lebih memberikan manfaat dan dampak bagi masyarakat, dan negara" Tutupnya.

Polda Jatim Tegaskan Komitmen Berantas Segala Bentuk Premanisme

SURABAYA || Jejak-indonesia.id - Polda Jawa Timur ( Jatim) menegaskan komitmennya dalam memberantas segala bentuk aksi premanisme yang mengganggu stabilitas keamanan dan meresahkan masyarakat.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast saat menggelar konferensi pers ungkap kasus tindak pidana pemerasan yang disertai pengancaman yang terjadi di Kabupaten Pasuruan, Rabu (4/3/26).

Kombes Pol Abast menegaskan bahwa Negara tidak boleh kalah oleh aksi premanisne dalam bentuk apapun.

Ditegaskan pula oleh Kombes Pol Abast, kepolisian tidak akan mentolerir segala bentuk tindakan yang meresahkan masyarakat serta mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban umum.

"Polda Jawa Timur berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat," tegas Kombes Pol Abast.

Kabid Humas Polda Jatim juga menegaskan Polda Jatim akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku atas segala bentuk premanisme termasuk pemerasan dan pengancaman terlebih menggunakan senjata tajam.

Ia mengatakan setiap upaya intimidasi dengan rekayasa tuduhan pidana, apa lagi penggunaan senjata tajam untuk menekan masyarakat adalah perbuatan melawan hukum.

"Penggunaan senjata tajam untuk menekan masyarakat adalah bentuk kejahatan serius," ujar Kombes Abast.

Kombes Pol Abast menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut melapor apa bila menjadi korban pemerasan ataupun intimidasi.

"Percayakan penyelesaian sengketa melalui jalur hukum dan laporkan segala bentuk premanisme kepada kepolisian terdekat," ujar Kombes Abast.

Kombes Pol J.Abast menegaskan bahwa setiap pelaku pemerasan dengan ancaman kekerasan dapat dijerat dengan ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 482 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun.

Seperti diketahui, pernyataan dan komitmen tegas oleh Polda Jawa Timur telah dibuktikan dengan memproses hukum para pelaku premanisne.

Selain yang terjadi di Pasuruan, beberapa waktu lalu Polres Mojokerto yang merupakan jajaran Polda Jatim juga telah menangkap Tiga tersangka premanisme yang dilakukan oleh Debt Collector atau yang sering disebut Mata Elang (Matel).

Selain itu, Polres Jombang yang juga jajaran Polda Jatim telah menangkap tersangka penculikan yang berawal dari masalah hutang piutang di wilayah Kabupaten Bangkalan.

Dari beberapa kasus premanisme yang ditindaklanjuti dengan memproses hukum tersebut menyatakan bahwa Polda Jawa Timur berkomitmen memberantas segala bentuk aksi premanisme. (*)

Kado di Bulan Suci Ramadhan dari Polda Jabar: 168 Rutilahu untuk Warga Kurang Mampu

BANDUNG || Jejak-indonesia.id - Dalam kegiatan silaturahmi Ramadhan di Mapolda Jawa Barat, Rabu (4/3/2026), Kapolda Jabar Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan menyampaikan pencapaian program sosial jajaran kepolisian yang telah memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat di bulan suci Ramadhan sekaligus menegaskan komitmen Polri dalam membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Irjen Pol. Rudi Setiawan menyoroti salah satu program utama, yaitu pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) bagi masyarakat kurang mampu. Hingga saat ini, Polri melalui Polda Jabar telah berhasil membangun sebanyak 168 unit rumah di berbagai wilayah di Jawa Barat.

“Alhamdulillah, sampai saat ini sudah 168 rumah dibangun agar masyarakat lebih nyaman dan merasa aman,” ujar Kapolda Jabar.

Ia menambahkan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian layak, sehingga tidak hanya meningkatkan kenyamanan tetapi juga memberikan rasa aman dan perlindungan bagi penghuninya.

Kapolda menegaskan, bahwa keberhasilan program sosial ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir memberikan manfaat langsung dan nyata bagi masyarakat.

Kegiatan silaturahmi Ramadhan ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perwakilan komunitas dan mahasiswa. Suasana acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

Kapolda berharap, program sosial seperti pembangunan rumah ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh nyata bahwa kehadiran Polri dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di bulan penuh berkah ini.

Kapolri Paparkan Upaya Presiden Prabowo Selesaikan Konflik Global

JABAR || Jejak-indonesia.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan pelbagai upaya kuat Pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan konflik global yang sedang terjadi.

Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam acara Silaturahmi Ramadhan di Polda Jawa Barat, pada Rabu (4/3/2026).

Sigit mulanya menyinggung situasi global yang sedang tidak baik-baik saja pasca-peningkatan eskalasi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Ia berharap ketegangan yang sedang terjadi saat ini dapat segera terselesaikan.

Kemudian, Sigit menyinggung upaya Pemerintah khususnya Presiden Prabowo Subianto dalam melaksanakan politik bebas aktif sebagai negara nonblok untuk menciptakan perdamaian.

"Tentunya kita ingin situasi global yang ada ini bisa segera selesai dan Pemerintah tentunya saat ini terus berjuang untuk ikut aktif segera menyelesaikan konflik-konflik yang ada sehingga kemudian perdamaian juga bisa muncul," kata Sigit.

"Bapak Presiden setiap hari selalu berdiskusi dengan beberapa negara baik di Asia Tenggara maupun Timur Tengah untuk membahas bagaimana agar eskalasi global yang memanas ini bisa segera terkendali," tambah Sigit menekankan.

Selain itu, Sigit mengatakan Presiden Prabowo juga terus melakukan konsolidasi dan menerima masukan dari pelbagai pihak terkait situasi yang terjadi dewasa ini dan upaya mitigasinya.

Oleh karenanya, ia meminta agar seluruh pihak dapat saling bahu-membahu mendukung program Pemerintah khususnya terkait ketahanan pangan dan energi di tengah situasi global yang memanas.

"Di satu sisi kita menghadapi eskalasi dan dampaknya yang tentunya apabila ini tidak kita kelola dengan baik dampaknya terhadap ekonomi pasti terasa dan apabila tidak bisa dijaga pasti akan mengarah ke situasi ataupun masalah sosial," tutup Sigit.