Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Polri

Tak Mau Ada Celah, Kapolres Pasuruan Cek Langsung Kesiapan Pos Mudik

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Tak ingin ada celah dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran, Kapolres Pasuruan Harto Agung Cahyono turun langsung melakukan pengecekan Pos Pelayanan di Rest Area 66 A dan 66 B Purwodadi, Selasa (17/3/2026) sore.

Pengecekan yang dilakukan sekitar pukul 15.30 hingga 16.30 WIB ini bertujuan memastikan seluruh personel dan fasilitas benar-benar siap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang melintas di wilayah hukum Polres Pasuruan.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Pasuruan Ny. Abel Harto Agung, Wakapolres Kompol Andy Purnomo, serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Pasuruan.

Kapolres menegaskan bahwa pengecekan langsung ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kekurangan sekecil apa pun di lapangan.

“Kami tidak ingin ada celah dalam pelaksanaan tugas pengamanan mudik. Seluruh personel harus siap, baik dari segi jumlah, kesehatan, maupun kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi,” tegas Harto Agung Cahyono.

Selain mengecek kesiapan anggota, Kapolres juga meninjau kelengkapan fasilitas di Pos Pelayanan, mulai dari peralatan komunikasi, layanan kesehatan, hingga tempat istirahat bagi pemudik. Hal ini dilakukan agar seluruh fasilitas dapat berfungsi optimal dalam memberikan pelayanan.

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel agar mengedepankan sikap humanis dan responsif dalam melayani masyarakat.

“Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tetap humanis, responsif, dan sigap membantu pemudik yang membutuhkan,” tambahnya.

Tak hanya itu, imbauan juga disampaikan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan dan tidak memaksakan diri saat kondisi lelah.

“Silakan manfaatkan pos pelayanan jika membutuhkan bantuan atau tempat istirahat. Keselamatan adalah yang utama,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Kapolres menekankan pentingnya sinergitas antarpetugas demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama arus mudik dan balik Lebaran.

Ini Cara Polres Pasuruan Bikin Personel Ops Ketupat Tetap Fresh di Tengah Padatnya Tugas

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Di tengah padatnya tugas pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Pasuruan memiliki cara tersendiri untuk menjaga kondisi personelnya tetap prima, yakni melalui pemberian dukungan psikologis secara langsung di lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan di Pos Pengamanan Cimory Prigen pada Rabu (18/3/2026).

Melalui Bagian SDM, Polres Pasuruan menurunkan tim konselor untuk memberikan pendampingan kepada personel yang bertugas. Layanan yang diberikan meliputi konseling ringan, motivasi kerja, hingga edukasi menjaga kesehatan fisik dan mental selama menjalankan tugas pengamanan.

Kapolres Pasuruan, Harto Agung Cahyono, menegaskan bahwa kesiapan mental menjadi faktor penting dalam mendukung kinerja anggota di lapangan, terutama dalam operasi berskala besar seperti Ops Ketupat.

“Padatnya aktivitas dan potensi tekanan di lapangan harus diimbangi dengan kondisi mental yang baik. Dengan dukungan psikologis ini, kami ingin memastikan personel tetap fokus, profesional, dan humanis dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, personel juga diberikan motivasi untuk menjaga kekompakan antarinstansi serta mengatur waktu istirahat dengan baik di sela-sela tugas. Selain itu, tim konselor mengajak anggota melakukan stretching ringan guna menjaga kebugaran tubuh tanpa mengganggu kewajiban utama.

Hasilnya, para personel yang bertugas di Pos Pam Cimory Prigen tampak antusias mengikuti kegiatan. Mereka mengaku merasa lebih segar, percaya diri, dan terbantu dalam mengelola stres selama menjalankan tugas pengamanan.

Kabag SDM Polres Pasuruan, AKP Dante Anan Irawanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif dan diharapkan dapat dilakukan secara rutin, khususnya pada penugasan dengan tingkat tekanan tinggi.

Dengan adanya dukungan psikologis ini, Polres Pasuruan optimistis seluruh personel dapat menjalankan tugas pengamanan Ops Ketupat Semeru 2026 dengan maksimal serta mampu menghadapi berbagai dinamika di lapangan.

Kapolri-Titiek Soeharto Tinjau Tesso Nilo, Pastikan Konservasi Gajah Aman

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto meninjau lahan konservasi gajah di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), pada Selasa (17/3) hari ini.

Dalam kesempatan itu, Kapolri memastikan pemulihan kawasan Tesso Nilo untuk area konservasi gajah berjalan dengan lancar dan aman. Hal itu, kata dia, sejalan dengan atensi Presiden Prabowo Subianto untuk memulihkan populasi Gajah Sumatera di kawasan konservasi.

"Tadi disampaikan oleh Dinas Kehutanan Riau bahwa saat ini kawasan gajah yang populasinya sudah sangat sedikit ini tentunya harus diberikan habitatnya kembali, ruangnya kembali," ujarnya dalam konferensi pers.

Ia menyebut akan dilakukan pemulihan kembali lahan seluas 81 ribu hektar di kawasan Tesso Nilo untuk menjadi area konservasi Gajah Sumatera.

Di sisi lain, Kapolri memastikan seluruh jajaran akan terus menjaga dan menindak tegas pelaku kejahatan terhadap satwa hingga perusakan kawasan hutan.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Polda Riau dalam pengungkapan kasus kematian dan pencurian gading gajah yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.

"Tolong dilakukan tindakan tegas sehingga populasi gajah yang tinggal sedikit ini betul-betul bisa tetap terjaga dan lestari dan kemudian wilayah konservasinya juga kemudian sesuai dengan populasi gajah sehingga bisa berkembang," tegasnya.

Sementara itu, Titiek juga mendorong upaya pemulihan kawasan Tesso Nilo sesuai fungsinya sebagai Taman Nasional untuk menjadi area konservasi flora dan fauna.

"Karena kepedulian yang tinggi dari Presiden Prabowo, Taman Nasional Tesso Nilo ini harus dikembalikan pada fungsinya sebagai taman nasional, utamanya adalah sebagai habitat dari gajah-gajah yang harus kita lindungi," jelasnya.

Titiek berpesan agar pemindahan masyarakat yang sudah berada di kawasan Tesso Nilo dilakukan dengan baik dan tidak menggunakan kekerasan. Ia meminta agar disiapkan area relokasi dipersiapkan terlebih dahulu sebelum memindahkan masyarakat.

"Jangan belum apa-apa sudah diusir-usir. Jadi kita sama-sama menjaga kelestarian daripada taman nasional ini juga masyarakat yang tinggal di dalamnya," tuturnya.

Lebih lanjut, ia juga mendorong Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk menggandeng Mabes Polri terkait upaya penjagaan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Pasalnya, kata dia, rasio personel untuk menjaga Tesso Nilo masih jauh dari kata cukup.

"Ini luasnya 81.000 (hektar) sedangkan polisi hutan hanya di sini berapa? 23 (orang). Bagaimana bisa mengawasi luas sebegitu luasnya? Mungkin bisa minta bantuan Pak Kapolri, bisa menugaskan Pak Kapolda bagaimana supaya ikut mengawasi menjaga kelestarian daripada taman nasional ini," pungkasnya.

Pastikan Keamanan Pemudik, Satgas Ops Ketupat Toba Tingkatkan Pengawasan di Terminal Amplas

MEDAN || Jejak-indonesia.id - Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara yang tergabung dalam Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Toba 2026 melaksanakan kegiatan pengamanan di Terminal Bus Amplas, Kota Medan, Selasa (17/3/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengamanan terpadu yang juga terintegrasi dengan Pos Pengamanan Terpadu di wilayah Lapangan Merdeka Medan. Personel yang dilibatkan berasal dari Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Sumut, dengan kekuatan lima personel yang dipimpin oleh Panit 3 Subden 1 Wanteror Detasemen Gegana, Ipda Zeplin Sianturi, S.H., M.H.

Dalam pelaksanaan tugas, personel dilengkapi dengan kendaraan operasional serta perlengkapan pengamanan dan peralatan deteksi seperti metal detector, mirror set, X-ray, dan perangkat pendukung lainnya. Kesiapan ini menjadi bagian dari langkah antisipasi dalam menghadapi potensi gangguan keamanan di kawasan terminal yang menjadi salah satu pusat mobilitas masyarakat.

Selain melakukan pemantauan situasi, personel juga melaksanakan kunjungan dan koordinasi dengan petugas di Terminal Bus Amplas guna memperkuat sinergi dalam sistem pengamanan. Koordinasi ini difokuskan pada upaya percepatan penanganan apabila terdapat potensi ancaman atau gangguan keamanan di lingkungan terminal.

Ipda Zeplin Sianturi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, khususnya dalam periode meningkatnya aktivitas menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Kami berupaya hadir memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama di titik-titik transportasi seperti terminal. Melalui koordinasi yang baik, diharapkan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini," ujarnya.

Terminal Bus Amplas merupakan salah satu simpul transportasi darat yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di Kota Medan dan sekitarnya. Oleh karena itu, pengamanan yang dilakukan menjadi bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat menjalankan aktivitas perjalanan dengan lebih tenang dan nyaman, serta semakin memperkuat kepercayaan terhadap kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Satlantas Polrestabes Medan, Klarifikasi Terkait Video Kendaraan Pick-up Yang Diamankan Di Mako Satlantas

MEDAN || Jejak-indonesia.id - Sebelumnya Beredar Video tentang Kendaraan mobil Pick-up, yang diamankan oleh Petugas Satlantas Polrestabes Medan, dimana dalam ungahan video tersebut menyebutkan bahwa petugas mengejar lebaran dan serta tidak memberikan nomor Briva, Senin 16,Maret, 2026.

Sebelumnya Petugas Kepolisian dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Medan, mengamankan kendaraan Pick-up yang dimana kendaraan tersebut ditemukan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tidak berlaku lagi masa aktifnya, serta melebihi muatan (Overload), maka kendaraan tersebut diamankan dan menunggu proses selanjutnya di Mako Satlantas Polrestabes Medan.

Aipda SR. Simanjuntak, Baur Tilang Satlantas Polrestabes Medan, menjelaskan bahwa penggugah video datang ke Mako Satlantas Polrestabes Medan, mengkonfirmasi terkait kendaraan Pick-up yang diamankan oleh petugas Lantas, Aipda SR Simanjuntak, memberikan penjelasan kepada Penggugah Video bahwa kendaraan tersebut diamankan kerena tertangkap tangan melakukan pelanggaran dimana terlihat kasat mata, kendaraan tersebut Overload, setelah di periksa surat kelengkapan kendaraannya, ditemukan STNK tidak berlaku lagi masa aktifnya.

Kami dari Satuan Lalu Lintas Polrestabes Medan, telah melakukan penindakan dengan mengamankan kendaraan tersebut dan memberikan surat Tilang dan mencantumkan Nomor Briva, tetapi dalam video yang telah diunggah menyebutkan petugas tidak memberikan Surat tilang dan mencantumkan nomor Briva, "itu tidak benar", tegas Aipda SR Simanjuntak.

Saya telah menjelaskan kepada Penggungah video, tetapi Penggugah Video tidak mau menerima penjelasan dari saya, dimana dirinya terus dicecer berulang-ulang dengan pertanyaan yang sama.

Kendaraan tersebut telah kita tilang dan diberikan nomor Briva, agar pengendara (Supir) bisa membayar denda tersebut di BRI atau Indomaret, setelah membayarkan denda tilang, serta mengurangi muatannya dan kendaraan tersebut bisa melanjutkan perjalanannya.

Saat ditanya awak media, terkait ada bahasa dalam video tersebut "ini mau lebaran', Aipda SR Simanjuntak, menyampaikan bahwa benar dirinya menyebutkan sebentar lagi lebaran, tetapi tidak sepenuhnya penjelasan dirinya yang diunggah dalam video tersebut, Kami dari Satuan Lalu lintas Polrestabes Medan, berkomitmen memberikan rasa aman kepada seluruh pengguna jalan raya, kalau lah dibiarakan kendaraan Overload melintas dijalan Raya, akan membahayakan diri sendiri serta orang lain dan pengguna jalan raya.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, kepadatan kendaraan di Kota Medan, semakin meningkat, jauh sebelumnya Kami Satlantas Polrestabes Medan telah memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat Kota Medan, agar mematuhi serta tertib berlalu lintas.