Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Polri

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Polres Metro Bekasi menggelar acara Halal Bihalal dan silaturahmi dengan pengurus organisasi kemasyarakatan (ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat dan potensi masyarakat se- Kabupaten Bekasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Restoran SHSD, Cikarang Selatan, Selasa, 31 Maret 2026.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni mengatakan, kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi dengan pimpinan ormas itu dalam rangka menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Kami mengajak rekan-rekan untuk bersama-sama menjaga kondusifitas kamtibmas yang diharapkan seluruh elemen masyarakat,” kata Kombes Pol Sumarni.

Menurutnya, dalam menjaga kondusifitas kamtibmas, Polri dalam hal ini Polres Metro Bekasi tidak dapat bekerja sendiri. Peran ormas sangat dibutuhkan dalam membantu menjaga kamtibmas.

“Jadi ormas harus berperan aktif dalam menjaga kondusifitas kamtibmas karena polisi tidak dapat bekerja sendiri,” ucap Kombes Pol Sumarni.

Selain itu, ormas harus bisa membantu menumbuhkembangan perekonomian masyarakat dan membangun kesejahteraan para anggoranya.

“Ormas harus kreatif,” pesan Kombes Pol Sumarni yang belum lama ini menerima penghargaan Aryaseva Sammana Nusantara dari Komisi III DPR RI atas dedikasi dan keberhasilannya menyelesaikan konflik sosial.

Sebagai contoh, adanya program MBG (Makan Bergizi Gratis) dapat dimanfaatkan ormas untuk memperkuat rantai pasok ekonomi dan menggerakkan ekonomi kreatif di tingkat desa dan kelurahan.

“Melalui program MBG, temen-temen ormas bisa memproduksi dan menyalurkan makanan, menyerap langsung bahan pangan untuk MBG dari petani lokal, peternak, dan nelayan setempat, atau bisa juga memanfaatkan lahan produktif untuk memproduksi pangan lokal, sayur, dan sumber protein lainnya yang mendukung ketahanan pangan dan kebutuhan dapur MBG,” saran Kombes Pol Sumarni.

Usai menyampaikan pesan kamtibmas, Kombes Pol Sumarni kembali mensosialisasikan program unggulannya, yakni layanan CLBK (Curhat Langsung ke Bunda Kapolres) yang menjadi ruang aspirasi masyarajat dengan kepolisian.

“Program CLBK membuka akses komunikasi lansung antara warga dengan saya (Kapolres Metro Bekasi) melalui kontak whatsApp: 0813-8399-0086, call center Polri: 110 (bebas pulsa) dan pengaduan 24 Jam di nomor telepon 0811-1939-110,” ungkao Kombes Pol Sumarni.

Para pimpinan ormas, LSM dan potensi masyarakat yang hadir diantaranya Aliansi Ormas Bekasi, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bekasi, Jawara Jaga Kampung (Jajaka) Nusantara, Warga Bumiputera Indonesia (WBI), Pemuda Pancasila, Garda Bekasi, Laskar Merah Putih, GMPI, GMBI, Garda Bangsa Reformasi, PPBNI Satria Banten, Maluku Satu Rasa (M1R), Pejuang Siliwangi, SKobar dan lainnya.

Acara Halal Bihalal dan silaturahmi tersebut mendapat antusias dari seluruh pimpinan ormas yang hadir, terlebih pada sesi diskusi dan pembagian beras gratis.

Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak akrab dan penuh kebersamaan. (***)

JABAR || Jejak-indonesia.id – Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap kasus penipuan bermodus investasi “black dollar” yang menjerat seorang warga negara Korea Selatan dengan total kerugian mencapai sekitar Rp1,6 miliar.

Dalam kasus ini, dua tersangka warga negara asing telah diamankan, sementara satu pelaku lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kasie Humas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Wisnu Wirawan didampingi wakasat Reskrim Kompol Raden Dwi Kennardi dan Kanit Krimum Akp Diaz Jananuraga menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berdasarkan laporan polisi Nomor LP/B/683/III/2026/SPKT/Polres Metro Jakarta Barat tertanggal 8 Maret 2026, dengan korban berinisial LBO atau Lee Byung-ok.

“Pada hari ini kami menyampaikan pengungkapan perkara tindak pidana penipuan di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat dengan korban warga negara Korea,” ujarnya dalam keterangan pers, Selasa, 31/3/2026

Kasus ini terjadi dalam kurun waktu September hingga Desember 2025 di kawasan Meruya Ilir, Kembangan, Jakarta Barat.

Tiga pelaku yang terlibat yakni IDK alias JK, SDT alias JP, serta PL alias P yang saat ini masih buron.

Modus yang digunakan pelaku adalah menawarkan investasi black dollar, yakni uang dolar yang diklaim dapat “diaktifkan” atau diubah menjadi asli menggunakan cairan khusus.

Untuk meyakinkan korban, pelaku memperlihatkan contoh uang yang dicuci hingga tampak seperti dolar asli dan bahkan memberikan sebagian uang yang benar-benar asli untuk ditukarkan.

Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Raden Dwi Kennardi, mengungkapkan bahwa uang asli tersebut memang sengaja digunakan sebagai umpan untuk membangun kepercayaan korban.

Namun setelah korban menyerahkan sejumlah uang dalam beberapa tahap, fakta sebenarnya terungkap. Uang yang dijanjikan tidak pernah ada dan hanya berupa tumpukan kertas hitam.

“Untuk keseluruhannya ternyata tidak ada uang tersebut, hanya kertas hitam saja,” jelasnya.

Dalam aksinya, pelaku berulang kali meminta uang kepada korban dengan berbagai alasan, mulai dari biaya penebusan koper di bandara hingga pembelian cairan pembersih tambahan.

Total kerugian korban pun mencapai sekitar Rp1,6 miliar.

Dari hasil penyelidikan, polisi juga menemukan bahwa cairan yang digunakan pelaku bukanlah bahan khusus, melainkan hanya campuran air dan deterjen biasa.

Seluruh pelaku diketahui merupakan warga negara asing dan menyasar sesama warga negara asing yang dianggap memiliki kemampuan finansial. Para pelaku terlebih dahulu menjalin komunikasi untuk mengetahui latar belakang korban sebelum melancarkan aksinya.

Dalam pengungkapan ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya koper berisi kertas hitam, cairan pembersih, hingga rekaman penyerahan uang.

Para tersangka dijerat Pasal 492 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. Polisi juga masih memburu satu pelaku yang masuk dalam daftar pencarian orang serta mendalami kemungkinan adanya korban lain.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk penawaran investasi, khususnya dari pihak yang baru dikenal dan menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kehati-hatian dan kewaspadaan tetap menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam modus penipuan yang semakin beragam.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

JABAR || Jejak-indonesia.id – Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan apel pagi jam pimpinan yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Metro Jakarta Barat, AKBP Rezi Dharmawan, S.I.K., M.I.K yang dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal dalam momentum Idulfitri 1447 H / 2026 M, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lapangan hijau Polres Metro Jakarta Barat tersebut diikuti sekitar 250 personel, mulai dari pejabat utama, para Kapolsek jajaran hingga anggota, dalam suasana penuh kehangatan dan saling memaafkan.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, S.Sos., S.I.K., M.H

Dalam arahannya, Wakapolres Metro Jakarta Barat Akbp Rezi Dharmawan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dedikasi serta kinerja seluruh personel yang telah menjalankan tugas dengan baik sehingga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Momentum Idulfitri ini, menurutnya, bukan sekadar tradisi saling bersilaturahmi, namun juga menjadi refleksi untuk meningkatkan kualitas diri sebagai anggota Polri yang lebih baik dalam melayani masyarakat.

Ia pun menekankan pentingnya mengimplementasikan arahan pimpinan, agar setiap anggota mampu menjadi polisi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, bukan sebaliknya.

Pelayanan yang tulus, sikap ikhlas, serta pendekatan yang humanis dalam setiap tindakan kepolisian menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik.

“Laksanakan tugas dengan hati yang tulus dan ikhlas. Jadilah polisi yang humanis, setiap tindakan harus terukur namun tetap mengedepankan sisi kemanusiaan,” pesannya.

Selain itu, ia juga mengingatkan para pejabat utama, para perwira hingga Kapolsek untuk terus melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap anggotanya.

Evaluasi secara berkala dinilai penting agar setiap pelaksanaan tugas dapat berjalan optimal dan profesional.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan halal bihalal, di mana seluruh personel saling bersalaman, mempererat silaturahmi, serta memperkuat soliditas internal dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan khas Idulfitri.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

BANDA ACEH || Jejak-indonesia.id – Polda Aceh resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Syiah Kuala (USK) melalui penandatanganan perjanjian kerja sama di Aula Rektorat USK yang selanjutnya dirangkaikan dengan launching Pusat Riset Ilmu Kepolisian di Gedung IKA USK, Banda Aceh, Selasa, 31 Maret 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M. M. beserta para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh. Sementara dari pihak USK turut hadir Rektor USK Prof. Dr. Mirza Tabrani, S. E., M. B. A., D. B. A bersama para Wakil Rektor USK dan undangan lainnya

Dalam sambutannya, Kapolda Aceh menegaskan bahwa tantangan tugas kepolisian ke depan semakin kompleks dan dinamis, seiring perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik yang profesional dan transparan.

“Pendekatan dalam pelaksanaan tugas kepolisian tidak lagi cukup hanya berbasis pengalaman lapangan, tetapi harus didukung oleh riset, kajian akademik, serta inovasi yang berkelanjutan,” ujar Kapolda.

Ia menambahkan, momentum kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara institusi Polri dan dunia akademik. Kolaborasi ini diharapkan tidak sekadar menjadi simbol kelembagaan, tetapi juga menjadi wujud nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat basis keilmuan kepolisian.

Menurutnya, pendirian Pusat Riset Ilmu Kepolisian akan menjadi ruang dialog ilmiah antara akademisi dan praktisi. Melalui forum tersebut, diharapkan terjadi pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta gagasan guna meningkatkan kualitas penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat.

Kerja sama ini juga membuka peluang luas bagi mahasiswa, dosen, dan personel kepolisian untuk melakukan riset bersama, mengembangkan inovasi, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Upaya tersebut dinilai penting dalam menciptakan SDM Polri yang unggul, adaptif, dan berintegritas.

Kapolda Aceh menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia akademik, guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta mewujudkan Polri yang Presisi.

Di akhir sambutannya, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada USK atas komitmen dan sinergi yang telah terjalin. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

JAYAPURA || Jejak-indonesia.id – Di tengah kondisi masyarakat yang terdampak bencana luapan air danau, Polda Papua hadir memberikan bantuan dan dukungan nyata. Kapolda Papua, Irjen Pol. Petrus Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., bersama Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Nova Patrige Renwarin dan Pejabat Utama (PJU) Polda Papua menyalurkan bantuan sosial kepada warga di Kampung Yobeh, Kampung Atmali, dan Kampung Ifele, Kabupaten Jayapura, Selasa (31/03/2026).

Kegiatan bakti sosial tersebut merupakan respons kemanusiaan Polri dalam membantu warga yang terdampak banjir akibat meluapnya air danau.

Kapolda Papua mengatakan, kehadiran pihaknya di lokasi bencana merupakan bentuk empati sekaligus upaya meringankan beban masyarakat.

“Kami hadir untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Semoga bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan warga di tengah situasi yang sedang dihadapi,” kata Kapolda Papua.

Ia menegaskan, kegiatan bakti sosial tidak hanya dilakukan di satu lokasi, tetapi menjangkau seluruh kampung terdampak.

“Bantuan yang kami salurkan berupa pakaian layak pakai, sembako, selimut, serta bingkisan untuk anak-anak. Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Dalam pelaksanaannya, rombongan Kapolda Papua mengunjungi tiga kampung secara bertahap, dimulai dari Kampung Yobeh, dilanjutkan ke Kampung Atmali, dan berakhir di Kampung Ifele. Di setiap lokasi, bantuan diserahkan langsung kepada warga terdampak, disertai interaksi antara jajaran Polda Papua dan masyarakat.

Selain penyaluran bantuan sosial, Biddokkes Polda Papua turut memberikan layanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan kesehatan serta pemberian obat-obatan kepada warga.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi pakaian layak pakai, kebutuhan pokok, selimut, serta bingkisan bagi anak-anak yang disiapkan oleh Bhayangkari Daerah Papua.

Polda Papua berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan kondisi warga terdampak banjir akibat luapan air danau di Kabupaten Jayapura.

error: Content is protected !!