Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Pemerintahan » Halaman 14

Pemerintahan

IMG-20251112-WA0089

Presiden Prabowo Tiba di Sydney untuk Kunjungan Kenegaraan

Jejakindonesia.id || Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Sydney, Australia, Selasa (11/11/2025) malam, untuk memulai rangkaian kunjungan kenegaraan. Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden beserta rombongan mendarat di Bandar Udara Sydney Kingsford Smith sekitar pukul 22.00 waktu setempat.

Dari bandara, Kepala Negara langsung menuju hotel tempat bermalam selama kunjungan kenegaraan di Sydney dan disambut meriah oleh puluhan warga dan diaspora Indonesia seraya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kunjungan kenegaraan ini menjadi momentum penting dalam memperkokoh kemitraan strategis Indonesia dan Australia, sekaligus mempertegas komitmen kedua negara dalam menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan Indo-Pasifik.

Sumber: Mensesneg Republik Indonesia

IMG-20251108-WA0066

Presiden Prabowo Dorong Komisi Reformasi Polri Wujudkan Supremasi Hukum dan Keadilan

JAKARTA || jejakindonesia.id - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada para anggota Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang baru saja dilantik di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (07/11/2025). Dalam arahannya, Presiden menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kesediaan para tokoh yang tergabung dalam komisi tersebut untuk kembali mengabdi bagi negara.

Presiden menegaskan bahwa komisi ini dibentuk untuk melakukan kajian menyeluruh dan berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara. terhadap institusi Polri, termasuk menilai kekuatan dan kelemahan yang ada. Dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga menyampaikan bahwa unsur Polri yang masih aktif turut dilibatkan dalam proses kajian dan diskusi.

Menutup arahannya, Presiden menilai bahwa masyarakat membutuhkan kajian yang objektif dan tajam terhadap berbagai lembaga negara. Kepala Negara menekankan pentingnya supremasi hukum sebagai fondasi keberhasilan bangsa.

IMG-20251029-WA0099

Saat Bupati Ipuk bertemu Bupati Rio di Pasir Putih Situbondo

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bertemu dengan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo dalam forum Bank Indonesia (BI) Jember Awards 2025 di Gedung Serbaguna Wisata Bahari Pasir Putih Situbondo, Selasa (28/10/2025) malam. Dalam ajang tersebut Banyuwangi dan Situbondo sama-sama meraih dua penghargaan di ajang BI Jember Awards 2025.

Banyuwangi meraih penghargaan sebagai Mitra Strategis Terbaik dalam Pengendalian Inflasi Daerah (Kategori IHK), dan Mitra Strategis Terbaik dalam Sinergi Ketahanan Pangan dan Keprotokolan.

Sementara Situbondo berhasil meraih penghargaan Mitra Strategis Terbaik dalam Pengendalian Inflasi Daerah (Kategori Non-IHK), dan Mitra Digitalisasi Daerah Terkolaboratif.

Dalam ajang kedua pemimpin daerah bertetangga itu saling melempar pujian. Bupati Rio mengaku kehadiran Bupati Banyuwangi menjadi motivasi tersendiri bagi daerahnya.

“Terima kasih kehadiran Mbak Ipuk. Mudah-mudahan kehadiran Mbak Ipuk bisa memotivasi kita yang ada di Situbondo,” kata Mas Rio, panggilan akrabnya.

Bupati Ipuk, mengapresiasi Bupati Situbondo, yang dinilai memiliki semangat kuat untuk membawa Situbondo menjadi daerah yang mampu bersaing di Jawa Timur.

“Kalau saya melihat suatu daerah itu dari leader-nya. Dan saya melihat Bupati Situbondo ini punya semangat untuk berbuat bagi daerahnya. Masyarakat Situbondo beruntung punya Bupati Mas Rio dan harus didukung,” ujar Ipuk.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Gunawan, mengatakan Forum Mitra Strategis BI Jember menjadi agenda tahunan sebagai bentuk apresiasi kepada mitra strategis di wilayah kerja Sekarkijang, yang meliputi Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Jember, dan Lumajang.

“Bank Indonesia Jember terus memberikan dukungan bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Sekarkijang dengan berbagai program, termasuk pengendalian inflasi agar tidak melambung,” ujarnya

IMG-20251029-WA0009

Momen Sumpah Pemuda, Bupati Ipuk Komitmen Perluas Ruang Kreativitas bagi Pemuda Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Pemkab Banyuwangi menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Selasa (28/10/2025). Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Upacara tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa dan ASN yang tampak mengenakan pakaian adat Suku Osing Banyuwangi. Ada pula paskibra beserta korps musik pengiring upacara.

Turut hadir, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Siti Mafrochatin Ni'mah, serta jajaran Forpimda Banyuwangi. Di antaranya Kapolresta Kombes Pol Rama Samtama Putra, Danlanal Letkol Laut (P) Mohammad Puji Santoso, serta Dandim 0825 Letkol (Arm) Triadi Indrawijaya. Para veteran, ketua partai politik, organisasi perempuan juga hadir dalam kegiatan itu.

“Sumpah Pemuda adalah momentum mengingat kembali perjuangan para pemuda dalam meraih kemerdekaan. Lewat peringatan ini, sejarah tentang bagaimana para pemuda ingin menyatukan Indonesia bisa kita jadikan teladan dalam konteks kekinian,” kata Ipuk.

Dalam kesempatan itu, Ipuk kembali menegaskan bahwa Pemkab Banyuwangi berkomitmen untuk terus membuka ruang kreativitas dan partisipasi yang lebih luas bagi pemuda daerah.

Pemkab juga terus mendorong tumbuhnya ekosistem yang mendukung pengembangan talenda pemuda. Baik melalui pendidikan, pelatihan, maupun pemberdayaan di desa-desa.

"Ini adalah bagian upaya untuk meneguhkan kembali semangat cinta tanah air anak-anak muda. Kita tahu saat ini banyak anak-anak muda kita yang lebih menyukai budaya luar. Maka dengan negara hadir memberikan ruang kreasi, harapannya mereka akan kembali mencintai budaya daerahnya sendiri," kata Ipuk.

Banyuwangi, imbuh Ipuk, sudah banyak menggelar program yang mewadahi kreativitas pemuda. Seperti festival musik pelajar yang memberikan ruang bagi para pelajar untuk mengekspresikan bakat dan minat mereka di bidang musik, festival sastra yang meningkatkan kemampuan literasi siswa, hingga festival gandrung sewu yang melibatkan ribuan penari muda dalam setiap pagelarannya.

Tak hanya itu, Banyuwangi juga rutin menggelar program inkubasi bisnis “Jagoan Banyuwangi” yang mendorong lahirnya wirausahawan muda di bidang pertanian (Jagoan Tani), digital (Jagoan digital), dan bisnis lainnya (Jagoan Bisnis).

Setiap tahun, sedikitnya ada 100 anak muda daerah yang telah memiliki rintisan usaha, didorong untuk mengembangkan usahanya melalui program tersebut. Mereka juga diberikan stimulus modal usaha senilai ratusan juta rupiah. (*)

IMG-20251025-WA0008

Kumpulkan Pemangku Kebijakan, BPK Dorong Percepatan Pembangunan Jalur Lintas Selatan Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK) mendorong percepatan pembangunan jalur lintas selatan (JLS) atau yang biasa juga disebut Jalur Pantai Selatan (Pansela). BPK datang ke Banyuwangi dan mempertemukan beberapa pihak agar proyek strategis nasional itu bisa segera dilanjutkan.

Rakor Pembangunan JLS berlangsung di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi, Jumat (24/10/2025). Rakor dipimpin oleh Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara VII Slamet Edy Purnomo, Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara III Akhansul Khaq dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Diikuti oleh peserta antara lain Plt. Dirut Perhutani Natalas Anis Harjanto, Dirjen Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Kementerian ATR/BPN Embun Sari, Direktur Pengembangan Usaha PT. Jasa Marga M. Agus Setiawan, Kepala Divisi SPI PT. Perkebunan Nusantara III Herry Nurudin.

"Pertemuan ini terkait dengan akselerasi percepatan penyelesaian jalur Pansela mengingat sudah cukup lama proyek ini terhenti,” ujar Anggota VII BPK Slamet Edy Purnomo.

“Pansela ini termasuk Program Strategis Nasional (PSN) karenanya kami dari BPK dalam posisi turut mendukung dengan memfasilitasi pertemuan ini agar PSN segera terwujud dan agenda pembangunan nasional bisa kita jalankan dengan baik,” terangnya.

Edy menyatakan, JLS merupakan PSN yang harus segera direalisasikan karena ini bermanfaat ekonomi besar dan berdampak pada lancarnya jalur distribusi di jalur selatan.

"Banyuwangi juga memiliki potensi ekonomi yang sangat banyak seperti kelautan dan pertanian dan pariwisata yang perlu untuk terus didorong dengan infrastruktur yang baik, salah satunya dengan connecting infrastruktur darat lewat JLS Pansela,” kata Edy.

JLS Pansela di Banyuwangi mencakup total panjang 100 km, dari batas Jember – Jalan Nasional Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Sisa jalan yang belum terbangun sepanjang 14,1 km, dengan rincian melewati kawasan hutan KPH Banyuwangi Selatan sepanjang 6,27 Km serta kawasan perkebunan Selogiri dan Malangsari PTPN I Regional 5, sepanjang 7,83 Km.

Edy menjelaskan, kendala pembangunan JLS di ruas Banyuwangi-Jember terkait masalah teknis dan kebijakan. Salah satunya terkait proses pelepasan aset pada lahan yang dilewati JLS. Edy menyebut, proses pelepasan aset pada lahan yang dilewati JLS bukan hal yang mudah karena melibatkan banyak pihak.

"Namun, karena proyek ini sudah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional (PSN), maka seharusnya tidak ada lagi ego sektoral. Kita harus melepas ego sektoral dan berfokus pada kepentingan nasional," ujarnya.

Dalam pertemuan itu, pihak-pihak terkait telah sepakat dan sejalan agar proyek tersebut bisa lekas kembali terlaksana. Ia berharap, hasil pertemuan bisa ditindaklanjuti dengan aksi di lapangan.

"Alhamdulillah, dalam pertemuan hari ini yang dihadiri berbagai pihak sudah ditemukan solusi bersama. Mudah-mudahan, akselerasi pembangunan Pansela bisa segera dilakukan," ujarnya.

Anggaran pembangunan JLS ruas Banyuwangi-Jember telah disiapkan oleh pemerintah pusat. Perhitungan sementara, anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek itu mencapai Rp 47,1 miliar.

"Target pelaksanaan nanti akan mengacu pada jadwal dari Kementerian PUPR. Mereka akan membentuk tim percepatan yang berkoordinasi dengan Perhutani, Pemda, dan PTPN," tutur Edy.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berharap, dorongan dan dukungan dari BPK bisa mempercepat realisasi pembangunan JLS tahap kedua. Kehadiran JLS akan meningkatkan ekonomi, wisata, program-program pemerintah pusat. Termasuk program ketahanan pangan.

"Terima kasih atas dukungan untuk pembangunan JLS. Semoga bisa segera terealisasi karena itu akan berdampak positif bagi masyarakat," kata Ipuk. (*)

error: Content is protected !!