Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Lainya » Halaman 9

Lainya

Screenshot_20251106-120534_Gallery

Banyak Tokoh Tokoh Negara Sebut Ini Agus Flores

[video width="566" height="850" mp4="https://jejak-indonesia.id/wp-content/uploads/2025/11/VID-20251106-WA0050-1.mp4"][/video]

 

Jejakindonesia.id || Presiden ke 7 Bapak Jokowi* Setahu saya Agus Flores Kertabumi itu banyak karyanya, termasuk Karya Yang Tak Terlupakan di Negeri ini, saya tidak mau jelaskan orang sudah tau..ujar Pak Jokowi kepada Detik Satu, Selasa (5/11).

Selain itu Mantan Ketua KPU Sulteng Yahdi Basma SH.MH, Agus Flores merupakan Jurnalis Senior Sangat Dekat dengan Alm. DR. Syahbudin Mustafa, Rektor Untad ditahun 1999 , karena dia mengelolah medianya Mantan Rektor yakni Media Fajar Timur, Yayasan Kreatif Ilmiah,

Anggota DPR RI Elnino Mohi, Sebut pula Mas Agus YLKI (Agus Flores) Termasuk Bertangan dingin , dia pendiri Organisasi Konsumen (YLKI Gorontalo) dan Sultra.

Jendral Agus Andrianto, Komjen Fadil Imran, Komjen Ahmad Wiyagus, Komjen Rudi Gajah, Komjen Nana Sudjana,Irjen Pol Agus Suryonugroho (Kakorlantas Pori) Irjen Pol Nanang Afianto (Kapolda Jatim), sangat mengenal Organisasi Fast Respon dan Fast Respon Nusantara didirikan Turunan Jawa, Sulawesi Flores itu.

Muncul lagi ide baru membuat Media Novem One, yang akan diresmikan dengan akan dihadiri 30 Ribu Jamaah Jawa Timur.

Sedangkan Ayahnya R.Kusanandar Sunyoto Hadinoto AKABRI 68 ini, Putra Ke Tiga ini, dia yakini Penerus Kakeknya Sultan Partika Chandra, Kakek Buyut yang banyak melahirkan Raja raja Majapahit.

"Yang Pasti Ada Karyanya Dipakai Negara Sekarang ini, makanya kalau ketanah suci di Kabah Mekah Anakku, selalu dapat cium Hajar Aswat, karena Amalannya banyak, orangtua dan keluarga dia sayang, Istri dan anak anaknya dia nomor satukan," ujar Mbah Kus.

Sedangkan Anggota DPR RI Ahmad Doli, Putra Mantan Ketum Golkar Akbar Tanjung, Sebut Agus Flores, Merupakan Anak Didik Ayahnya, dan Sekarang Teman Baiknya (Ahmad Doli ).

PhotoGrid_Site_1762050801524

Tragedi di Banyuwangi Park: Bocah 4,5 Tahun Tewas di Kolam Renang, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Suasana keceriaan di kawasan wisata Banyuwangi Park mendadak berubah menjadi duka mendalam, Sabtu (1/11/2025). Seorang bocah laki-laki berusia 4,5 tahun dilaporkan meninggal dunia di area kolam renang anak taman rekreasi yang berada di bawah naungan Jatim Park Group, berlokasi di Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi.

Peristiwa tragis tersebut kini tengah ditangani secara intensif oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Kabat, Polresta Banyuwangi.

Kapolsek Kabat, AKP Kusmin, S.H., membenarkan kejadian itu. Ia menyebut pihaknya telah bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan pengelola Banyuwangi Park.

“Sore ini kami bersama pihak pengelola Banyuwangi Park mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa, sekaligus memastikan proses penanganan berjalan baik dan sesuai prosedur,” ungkap AKP Kusmin kepada Bratapos.com, Sabtu (1/11/2025) sore.

Diketahui, korban bernama Jian, putra dari Rian, warga Kelurahan Pengantigan, Kecamatan Banyuwangi.

Menurut keterangan sementara yang dihimpun di lapangan, tragedi terjadi di area kolam renang anak sekitar siang hari. Saat itu, kawasan wisata tengah ramai dikunjungi masyarakat karena bertepatan dengan akhir pekan.

Korban datang bersama orang tuanya dan saudaranya untuk berlibur. Saat bermain di kolam renang, orang tuanya sempat meninggalkan area tersebut untuk membeli makanan. Diduga, di saat berada di luar pengawasan itulah, korban terpeleset dan tenggelam.

Beberapa pengunjung yang melihat korban mengambang tak sadarkan diri langsung memberi pertolongan dan melapor kepada petugas. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak tertolong.

AKP Kusmin menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan penyebab pasti kematian korban, serta menelusuri dugaan adanya kelalaian pengawasan maupun faktor keselamatan fasilitas wisata.

“Kami sedang mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, petugas kolam, dan pihak pengelola. Semua masih dalam proses penyelidikan lanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, pihak pengelola Banyuwangi Park yang dihubungi melalui sambungan telepon oleh Bratapos.com hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi.

Dari pihak keluarga, belum ada pernyataan lebih lanjut terkait kejadian tersebut. Diketahui, jenazah almarhum Jian telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat dengan suasana penuh duka.

Peristiwa ini langsung menyita perhatian publik, mengingat Banyuwangi Park merupakan salah satu destinasi wisata keluarga baru di Banyuwangi yang masih dalam tahap pengembangan dan berada di bawah manajemen besar Jatim Park Group.

Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berwisata, terutama di area permainan anak dan fasilitas air, serta memastikan pengawasan dan keselamatan menjadi prioritas utama. (rag)

IMG-20251030-WA0102

Sarasehan Hari Jadi ke-74 Humas Polri, Nanan Soekarna: Polisi Humanis Berlandaskan Kejujuran

JAKARTA || jejakindonesia.id – Humas Polri memperingati Hari Jadi ke-74 dengan menggelar Sarasehan dan Dialog Kebangsaan bertajuk “Transformasi Polisi Humanis Guna Mendukung Harapan Masyarakat” di Auditorium STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Kamis (30/10/2025). Acara yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB ini dihadiri Kadivhumas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho beserta para pejabat Divhumas, para mantan Kadivhumas Polri, pejabat utama Mabes Polri, Kabidhumas Polda jajaran, hingga pemimpin redaksi media nasional.

Dalam forum tersebut, mantan Kadivhumas Polri Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna menegaskan pentingnya nilai kejujuran sebagai fondasi utama bagi Polri. Ia mengingatkan bahwa tanpa kejujuran, institusi kepolisian akan kehilangan kepercayaan publik. “Tanpa kejujuran, hukum kehilangan nurani dan kepercayaan rapuh seperti sekarang. Tanpa kejujuran, Polri kehilangan jiwa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep polisi humanis harus berpijak pada nilai kejujuran dan kebenaran. “Polisi baik adalah polisi yang benar dan jujur. Berkata jujur, berpikir benar, dan bertindak adil, itulah polisi humanis,” kata Nanan.

Dalam kesempatan itu, Nanan mendorong seluruh anggota Polri untuk tidak hanya fokus pada pencitraan, tetapi menampilkan integritas sejati dalam setiap tindakan. “Jangan sekadar bicara citra, tampilkan nurani. Dari komunikasi menuju integritas, dari citra menuju nurani. Inilah wujud polisi humanis yang diharapkan masyarakat,” tutupnya.

Melalui momentum Hari Jadi ke-74, Humas Polri diharapkan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga agen perubahan moral publik. Transformasi polisi humanis yang berlandaskan kejujuran dan integritas diyakini akan menjadi jalan utama membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

IMG-20251030-WA0077

Brimob Aceh Gelar Donor Darah Dalam Rangka HUT Brimob Ke 80 Di RSUD Subulussalam

ACEH || jejakindonesia.id - Dalam rangka menyambut HUT Korps Brimob Polri ke 80 - Personel Kompi 2 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Aceh menggelar kegiatan bakti sosial donor darah, Kamis (30/10/2025)

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh personel Kodim 0118/Subulussalam berserta Bhayangkari Kompi 2 Batalyon C Pelopor

*Komandan Satuan Brimob Polda Aceh, Kombes Pol Zuhdi Batubara, S.I.K melalui Danki 2 Batalyon C Pelopor, AKP Jaya Putra, S.H* mengatakan, kegiatan donor darah ini adalah bentuk rasa syukur Brimob dalam menyambut HUT yang Ke - 80 tepatnya pada tanggal 14 November 2025 nanti.

"Dan kegiatan donor darah ini merupakan salah satu peran penting Polri, khususnya Satuan Brimob Polda Aceh kepada masyarakat, sejalan dengan motto kita yaitu Brimob Presisi Untuk Masyarakat"

Kegiatan tersebut diaplikasikan dalam kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian mereka untuk membantu ketersediaan stok darah di RSUD Kota Subulussalam

AKP Jaya Putra, S.H menambahkan adapun kegiatan donor darah ini kita laksanakan di RSUD Kota Subulussalam kita bekerja sama dengan pihak rumah sakit untuk kegiatan donor darah ini. Kita berharap dengan adanya kegiatan donor darah ini bisa membantu dan memenuhi kebutuhan darah yang ada di Kota Subulussalam

"Karena setetes darah yang kita donorkan sangat berguna bagi mereka yang membutuhkan dan semoga menjadi ladang amal ibadah dan manfaat untuk semua."

IMG-20251030-WA0076

Satresnarkoba Polres Pasuruan Sosialisasikan Bahaya Narkoba di Ponpes Al-Hamziyah Wonorejo

PASURUAN || jejakindonesia.id — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pasuruan melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba di Pondok Pesantren Al-Hamziyah, Desa Karangmenggah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Kamis (30/10/2025).

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 santri dan santriwati ini bertujuan memberikan pemahaman sejak dini tentang bahaya narkoba serta upaya pencegahannya di lingkungan pesantren.

Kasat Resnarkoba Polres Pasuruan, IPTU Yoyok Hardianto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa penyuluhan ini merupakan bagian dari program edukasi rutin Polri dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan remaja.

“Kami ingin para santri memahami bahaya narkoba, baik dari sisi kesehatan, sosial, maupun hukum. Pencegahan jauh lebih penting sebelum seseorang terjerat penyalahgunaan,” ujar IPTU Yoyok Hardianto.

Kegiatan penyuluhan disampaikan oleh AIPTU M. Nadhif A, S.H. dan Brigadir Nur Tahiyyatul Azizah, S.H., yang membawakan sejumlah materi, di antaranya pengertian dan jenis-jenis narkoba, faktor penyebab kenakalan remaja, cara peredaran narkoba, langkah pencegahan, hingga sanksi hukum bagi pengguna dan pengedar.

Menurut AIPTU M. Nadhif A, S.H., pendekatan edukatif kepada santri dinilai efektif karena mereka memiliki peran penting sebagai generasi penerus yang bisa menjadi agen perubahan di lingkungannya.

“Santri memiliki pengaruh besar di masyarakat. Jika mereka paham bahaya narkoba, mereka bisa ikut menyebarkan pesan positif untuk menjauhi narkoba,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara pemateri dan peserta. Para santri tampak antusias mengikuti penyuluhan yang dikemas dengan bahasa ringan dan mudah dipahami.

Dengan kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam gerakan anti-narkoba di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar.

error: Content is protected !!