Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Lainya » Halaman 10

Lainya

IMG-20251030-WA0049

Lansia 84 Tahun Dijadikan Korban Pemalsuan Akta Tanah, Keluarga Ancam Lapor Polisi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Keluarga besar Siti Aminah (84) mengancam akan melaporkan tiga pihak ke Polresta Banyuwangi terkait dugaan pemalsuan akta jual beli tanah yang mencatut nama perempuan lanjut usia tersebut sebagai penjual tanpa sepengetahuan dan persetujuannya.

"Kami masih memberikan kesempatan 7 hari kerja untuk klarifikasi sebelum laporan polisi resmi diajukan," tegas Supriyadi, S.H., M.H., kuasa hukum keluarga, dalam siaran persnya, Senin (24/6/2024).

Bukti Kuat Pemalsuan

Berdasarkan pemeriksaan awal, terungkap sejumlah bukti yang mengarah pada dugaan pemalsuan sistematis:

1. Siti Aminah tidak pernah memiliki tanah di lokasi yang disebutkan dalam Akta Jual Beli Nomor 125/JB/II/2012
2. Tanda tangan Siti Aminah dalam akta diduga tidak autentik
3. Terdapat kejanggalan waktu yang fatal - akta bertanggal 1 Agustus 2011, sementara KTP yang digunakan baru diterbitkan 10 September 2012

"Bagaimana mungkin sebuah akta dibuat dengan menggunakan dokumen identitas yang belum ada? Ini bukti yang sangat kuat," tegas Hisyam Nawawi, cucu kandung Siti Aminah yang mewakili keluarga.

Proses Menunggu Klarifikasi

Keluarga menyatakan masih menunggu klarifikasi dari:

· Slamet Haryadi dan Titin Purniawati (pihak pembeli)
· Rusli Effendi, S.H. (PPAT pembuat akta)
· Pihak lain yang terkait

"Kami berharap semua pihak bertanggung jawab dan memberikan penjelasan sebelum kami mengambil langkah hukum," tambah Supriyadi.

Jika tidak ada tanggapan memuaskan, keluarga akan mengajukan laporan polisi dengan menjerat Pasal 263, 264, 266, dan 55 KUHP tentang Pemalsuan Surat.

IMG-20251030-WA0063

Kapolresta Banyuwangi Anugerahkan Kenaikan Pangkat Pengabdian

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Wujud apresiasi atas dedikasi dan pengabdian panjang ditunjukkan Polresta Banyuwangi melalui upacara kenaikan pangkat pengabdian, yang digelar di halaman Mapolresta Banyuwangi pada Senin (30/10/2025).

Dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut, Aiptu Hamsa Simanjuntak resmi menyandang pangkat baru menjadi Ipda.
Sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas dan integritasnya selama bertugas di institusi Polri.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., yang memimpin langsung jalannya upacara, menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya kepada personel yang menerima penghargaan tersebut.

“Kenaikan pangkat ini bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga amanah untuk terus menumbuhkan semangat pengabdian, meningkatkan profesionalisme, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Kapolresta.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dari jajaran pimpinan dan rekan sejawat dalam suasana hangat penuh kebersamaan.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa setiap dedikasi dan kerja tulus anggota Polri akan selalu mendapatkan penghargaan yang setimpal.

IMG-20251030-WA0048

Prabowo Apresiasi Upaya Polri Cegah Peredaran Narkoba di RI

JAKARTA || jejakindonesia.id - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi sebesar-besarnya keberhasilan Polri mengungkap kasus narkoba dari berbagai jenis seberat 214,84 ton. Kata Prabowo, ratusan ribu kilogram (kg) narkoba itu nilainya lebih dari Rp 29 triliun.
"Pemusnahan barang bukti narkoba hasil bekerjanya Polri selama satu tahun Oktober 2024-Oktober 2025 yang berhasil mereka sita, rebut, adalah 214,84 ton, yang nilai uangnya Rp 29,37 triliun," kata Prabowo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025).

Prabowo mengatakan penyitaan narkoba berkat kinerja Polri ini telah menyelamatkan dua kali jumlah penduduk bangsa Indonesia. Ada 629 juta jiwa yang bisa diselamatkan.

"Dan bila tidak berhasil mereka cegah atau mereka sita, mereka tangkap, itu bisa digunakan oleh 629 juta manusia, berarti lebih dari dua kali bangsa Indonesia, hampir dua kali," ujar Prabowo.

Karena itulah, Prabowo pun menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas penangkapan dan penyitaan terkait narkoba ini. Prabowo menyampaikan penghargaan kepada anggota kepolisian di mana pun yang tengah bertugas.

"Saya dalam hal ini menyampaikan penghargaan saya sebesar besarnya kepada seluruh anggota kepolisian negara Indonesia di mana pun sedang bertugas,"ujar Prabowo.

214,84 Ton Narkoba Dimusnahkan
Polri memusnahkan barang bukti narkoba dari berbagai jenis seberat 214,84 ton. Jika dikonversi ke rupiah, ratusan ribu kilogram (kg) narkoba itu nilainya lebih dari Rp 29 triliun.

"Total nilai konversi setara dengan Rp 29,37 triliun dan menyelamatkan kurang lebih 629,93 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Rabu (29/10).

Kapolri mengatakan pemusnahan barang bukti narkoba ini dalam rangka mendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming dalam memberantas narkoba di Indonesia. Dia mengatakan pemusnahan narkoba ini menjadi wujud dukungan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

"Upaya pemberantasan narkoba merupakan tindak lanjut dari Misi Asta Cita Bapak Presiden RI yang juga ditegaskan melalui sasaran prioritas ke-4 pada Program Pemerintah, yaitu 'pencegahan dan pemberantasan narkoba'," kata Kapolri.

Dalam kurun waktu setahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Polri telah mengungkap 49.306 kasus narkoba yang melibatkan 65.572 tersangka. Polri juga menyita berbagai jenis narkoba dengan berat total 214,84 ton.

Total barang bukti narkoba yang sudah dimusnahkan seberat 212,7 ton. Sisa barang bukti yang akan dimusnahkan oleh Presiden Prabowo sebanyak 2,1 ton.

Barang bukti narkoba seberat total 214,84 ton yang dimusnahkan terdiri atas 186,7 ton ganja, 9,2 ton sabu, 1,9 ton tembakau Gorilla, 2,1 juta butir ekstasi, 13,1 juta butir obat keras, 27,9 kg ketamin, 34,5 kg kokain, 6,8 kg heroin, 5,5 kg tetrahidrokanabinol (THC), 18 liter etomidate, 132,9 kg hashish, 1,4 juta butir Happy Five, dan 39,7 kg Happy Water.

Pembinaan Penyalahgunaan Narkoba
Polri akan terus mencegah dan memberantas peredaran narkoba yang berdampak buruk pada masyarakat, terutama generasi muda usia 15-24 tahun. Selain penindakan, Polri juga memberantas narkoba dengan pencegahan hingga penanganan korban penyalahgunaan narkoba.

"Polri telah mengidentifikasi 228 kampung narkoba di seluruh Indonesia, dan 118 di antaranya telah berhasil ditransformasi menjadi kampung bebas dari narkoba," katanya.

Jenderal Sigit juga melaporkan saat ini terdapat 615 lembaga rehabilitasi di seluruh Indonesia, yang terdiri atas 393 rehabilitasi medis dan 222 rehabilitasi sosial.

IMG-20251028-WA0014

Polres Kediri Beri Pembakalan Pelajar Duta Kamtibmas Tumbuhkan Budaya Tertib Sejak Dini

KEDIRI || jejakindonesia.id - Para pelajar yang terpilih menjadi Pelajar Duta Kamtibmas (PDK) mengikuti pembekalan yang digelar Polres Kediri di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Kediri, Senin (27/10/2025).

Kegiatan dibuka langsung oleh Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., dan menghadirkan sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri sebagai pemateri, mulai dari Kasatreskrim, Kasatresnarkoba, hingga Kasatlantas.

Dalam sambutannya, Kapolres Kediri mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi respon nyata terhadap berbagai situasi kamtibmas yang melibatkan generasi muda, termasuk aksi unjuk rasa yang sempat diikuti pelajar di bawah umur.

“Kita semua berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan kesadaran pelajar untuk ikut menjaga ketertiban dan keamanan, bukan hanya tahu aturan, tapi juga punya rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungannya,”ungkap AKBP Agus.

Lebih lanjut ditambahkan, apa yang disampaikan dalam pembekalan ini diharapkan bisa menjadi bekal moral dan wawasan bagi para pelajar.

“Kami ingin apa yang mereka pelajari hari ini bisa diterapkan di sekolah dan kehidupan sehari-hari. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, tertib, dan membangun karakter positif,” imbuh Kapolres Kediri.

Pada sesi pembekalan, Kasatreskrim membahas etika bermedia sosial dan bahaya penyebaran hoaks, Kasatresnarkoba menyoroti ancaman narkotika yang kini menyasar usia pelajar, sementara Kasatlantas mengingatkan pentingnya tertib berlalu lintas dan keselamatan di jalan.

Menutup kegiatan, para Duta Kamtibmas diajak berdiskusi ringan dan menyusun rencana kecil untuk membuat program sosialisasi di sekolah masing-masing.

Dari sinilah, Polres Kediri Polda Jatim berharap semangat menjaga kamtibmas tumbuh sejak bangku pelajar, dengan cara yang edukatif dan menyenangkan.

IMG-20251022-WA0077

Peringatan Hari Santri Nasional, Bupati Ipuk: Santri Penjaga Kemerdekaan dan Penggerak Kemajuan

Peringatan Hari Santri Nasional, Bupati Ipuk: Santri Penjaga Kemerdekaan dan Penggerak Kemajuan

BANYUWANGI – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Banyuwangi dilakukan dengan meriah yang diisi dengan berbagai kegiatan. Bertepatan dengan peringatan HSN pada 22 Oktober, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memipin Upacara HSN 2025 di Halaman Kantor Bupati Banyuwangi. Upacara yang berlangsung dengan khidmat ini, diikuti ribuan santri dari sejumlah pondok pesantren di Banyuwangi.

Upacara tersebut turut dihadiri Forpimda Banyuwangi di antaranya Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra. Turut dihadiri ketua MUI Kyai H. Muhaimin Asmuni dan sejumlah pemimpin organisasi keagamaan diantaranya PCNU, Muhammadiyah, LDII, Al Irsyad, Muslimat, Fatayat, Aisyiyah dan FKUB.

Bupati Ipuk menyampaikan peran penting pondok pesantren dan santri sejak sebelum Indonesia merdeka. Pesantren telah menjadi pusat pendidikan di Nusantara, tempat para santri menimba ilmu sekaligus menempa diri dalam akhlak dan karakter. Dari pesantrenlah lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.

“Hari Santri tahun 2025 mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.” Ini tema yang sangat tepat. Mencerminkan tekad dan peran santri sebagai penjaga kemerdekaan sekaligus penggerak kemajuan,” kata Ipuk yang membacakan sambutan dari Menteri Agama RI Nasaruddin Umar.

Ditambahkan Ipuk, Banyuwangi sendiri selama ini terus berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak pada pendidikan keagamaan dan penguatan karakter santri. Di antaranya program beasiswa santri, pengembangan pondok pesantren produktif, serta dukungan terhadap berbagai kegiatan keagamaan.

“Kami juga memberikan perhatian kepada santri, terutama yang berprestasi dengan memberikan beasiswa santri. Bahkan kami berikan juga golden ticket bagi penghafal Al-Qur'an bebas memilih sekolah dalam SPMB,” kata Ipuk.

“Pemerintah daerah juga mendorong sinergi antara pesantren dan dunia usaha melalui santripreneur dan pesantren digital, agar santri tidak hanya mandiri secara spiritual tetapi juga ekonomi,” imbuhnya.

Pada Upacara Hari santri Nasional tersebut juga diserahkan Insentif Guru Ngaji kepada 14.241 orang guru ngaji se-Banyuwangi. Selain itu juga diserahkan berbagai penghargaan kepada para pemenang lomba Festival Anak Sholeh 2025.

Peringatan Hari Santri Nasional ini, pemkab bersama Nadlatul Ulama menggelar berbagai kegiatan. Antara lain olimpiade kompetisi aswaja online, bakti sosial, hingga ziarah muassis. Puncak peringatan HSN akan digelar Banyuwangi Bersholawat. (*)

error: Content is protected !!