Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Berita

PALU || Jejak-indonesia.id – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah (Sulteng) Brigjen Pol Nasri secara resmi melepas peserta Bhayangkara Otomotif Nambaso 2026 dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2026, Sabtu 13/06/2026 pagi, di halaman Mako Polda Sulteng.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Gubernur Sulteng yang diwakili Staf Ahli Gubernur Rusmiadi, Pangdam XXIII/Palaka Wira yang diwakili Kapaldam XXIII/Palaka Wira Kolonel CPL Anthoni Pandapotan Sinaga, Wakajati Sulteng Imanuel Rudy Pailang, S.H., M.H., Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sulteng Kombes Pol Dr. Baharuddin, S.E., M.Si., Danlanal Palu Kolonel Marinir Mohammad Ali Wardhana, S.E., M.Tr.Opsla., M.M.

Kemudian, Ketua Bhayangkari Daerah Sulteng Ny. Lina Nasri, para Pejabat Utama (PJU) Polda Sulteng, Ketua IOF Pengda Sulteng Kombes Pol Pribadi Sembiring, S.I.K., Ketua IMI Sulteng Helmy Umar, S.E., tokoh masyarakat, serta ribuan peserta dan tamu undangan.

Ketua Panitia yang juga Kabid TIK Polda Sulteng sekaligus Pembina Bhayangkara Tadulako Offroad (BTOF), Kombes Pol Heni Agus Sunandar, dalam laporannya menjelaskan bahwa Bhayangkara Otomotif Nambaso 2026 bertujuan mempererat persaudaraan dan solidaritas antar komunitas otomotif, mengkolaborasikan kegiatan otomotif dengan aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat, memberikan pelayanan terbaik kepada pecinta otomotif, serta memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi event otomotif berskala besar yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat sesuai tema Hari Bhayangkara ke-80, yakni “Polri Untuk Masyarakat.”

Ia menjelaskan, Bhayangkara Otomotif Nambaso 2026 menghadirkan lima rangkaian kegiatan utama, yakni Offroad Jelajah Lembah Palu Seri V, Bhayangkara Trail Adventure Seri IX, Vespa Touring Nambaso Seri II, dimana ketiga kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 13 sampai dengan 14 Juni 2026, untuk Bhayangkara RC (Remote Control) Seri I dilaksanakan pada tanggal 20 hingga 21 Juni 2026, serta Drag Bike dan Race Bhayangkara yang dilaksanakan pada tanggal 27 hingga 28 Juni 2026.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sosial, kegiatan bakti lingkungan, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.

Ia juga mengungkapkan, total peserta kegiatan otomotif dan sosial mencapai sekitar 2.560 orang yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah maupun luar daerah seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo hingga Kalimantan.

Pihaknya juga menyiapkan berbagai hadiah menarik, mulai dari kendaraan roda empat, sepeda motor, Vespa klasik, mobil RC, uang pembinaan hingga beragam doorprize bagi para peserta.

“Harapan kami kegiatan Bhayangkara Otomotif Nambaso dapat terus dilaksanakan sebagai sarana mempererat silaturahmi antar komunitas otomotif, mendukung pariwisata daerah, serta meningkatkan kepercayaan dan kecintaan masyarakat kepada Polri, khususnya Polda Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sulteng dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir dengan semangat tinggi untuk memeriahkan Bhayangkara Otomotif Nambaso 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang menguji keterampilan dan ketangkasan dalam berkendara, tetapi juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi dan persahabatan antar pecinta otomotif sekaligus sarana promosi destinasi wisata di Sulawesi Tengah.

Kapolda menjelaskan, kegiatan Bhayangkara Otomotif Nambaso 2026 terdiri dari beberapa kategori diantaranya Offroad Jelajah Lembah Palu Seri V, Bhayangkara Trail Adventure Seri IX, Vespa Touring Nambaso Seri II, Bhayangkara RC Seri I, serta Drag Bike and Race Bhayangkara yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah.

Selain kegiatan otomotif, para peserta juga melaksanakan bakti sosial, bakti lingkungan dan pemberian makan bergizi gratis sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Saya berharap melalui event ini kita dapat mengangkat olahraga otomotif di Provinsi Sulawesi Tengah dan melahirkan bibit-bibit atlet yang mampu bersaing pada berbagai event di tingkat nasional, regional hingga internasional,” ujar Kapolda.

Kapolda juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh panitia, peserta, sponsor dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk senantiasa mengutamakan keamanan dan keselamatan selama mengikuti seluruh rangkaian Bhayangkara Otomotif Nambaso 2026.

Usai memberikan sambutan, Kapolda Sulteng secara resmi melepas para peserta sebagai tanda dimulainya rangkaian Bhayangkara Otomotif Nambaso 2026 yang menjadi salah satu agenda besar dalam menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80 di Sulawesi Tengah.

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Memperkuat program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) mendukung pengembangan budidaya jagung di Banyuwangi.

Hal itu disampaikan langsung Inspektur Komando Pasukan Khusus (Irkopassus) Mayjen TNI Putra Widiastawa saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Jumat (12/6/2026).

“Saya diutus Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) untuk penguatan program ketahanan pangan khususnya jagung di berbagai daerah. Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang kami dukung melalui kolaborasi berbagai pihak,” ujarnya.

Ia menyebut, sinergi dengan daerah tidak hanya penyediaan benih dan sarana produksi pertanian, tetapi juga memberikan pendampingan budidaya secara menyeluruh mulai masa tanam hingga pascapanen.

Dengan pola pendampingan tersebut, ia optimistis target program ketahanan pangan yang digeber dapat tercapai lebih cepat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Petani akan kami dampingi dari awal sampai panen. Bahkan untuk hilirnya, kami sudah menggandeng sejumlah offtaker sehingga petani tidak perlu khawatir terhadap pemasaran hasil panennya,” kata Putra.

Bupati Ipuk menjelaskan bahwa kolaborasi penguatan pertaniqn jagung ini sejalan dengan upaya daerah menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan petani.

Banyuwangi selama ini menjadi salah satu sentra produksi jagung di Jawa Timur. Produksi jagung di Banyuwangi terus surplus setiap tahun dan menjadi penopang kebutuhan pangan maupun industri.

Sepanjang tahun 2025, produksi jagung Banyuwangi mencapai 250.596 ton, naik 41.518 ton atau sekitar 19 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 209.078 ton. Sementara kebutuhan jagung di Banyuwangi tercatat sebesar 69.842 ton, sehingga surplus produksi mencapai 18.754 ton.

Hingga memasuki pertengahan 2026, produksi jagung Banyuwangi telah mencapai 72.596 ton dan terus bertambah seiring masih berlangsungnya musim panen.

“Jagung merupakan salah satu komoditas unggulan Banyuwangi dan produksinya terus surplus tiap tahun. Kami menyambut baik dukungan berbagai pihak dalam memperkuat sektor pertanian di Banyuwangi,” ujar Ipuk. (*)

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Banyuwangi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Forum Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Indonesia (Bappeda) se-Provinsi Jawa Timur. Forum ini menjadi ajang konsolidasi para Kepala Bappeda untuk membangun sinergitas dan akselerasi pembangunan Jatim yang disokong kabupaten/kota di Jatim.

Forum Bappeda Indonesia Jatim berlangsung selama dua hari 11-12 Juni 2026. Forum ini dihadiri para Kepala Bappeda se-Jatim yang dipimpin langsung Plt Kepala Bappeda Jatim Mohammad Yasin.

Plt Kepala Bappeda Jawa Timur Mohammad Yasin mengatakan Forum Bappeda Indonesia Jatim merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan dua kali dalam setahun. Tujuannya untuk melakukan konsolidasi guna membangun sinergitas pembangunan di Jawa Timur.

“Forum ini menjadi wadah koordinasi strategis bagi Bappeda seluruh kabupaten/kota se Jatim untuk membahas berbagai isu perencanaan pembangunan hingga penyelarasan antara program nasional dan daerah,” ujar Yasin saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, di Pendopo Sabha Swagatha, Jumat (12/6/2026). Turut hadir Wakil Bupati Mujiono dan Sekretaris Daerah Suyanto Waspo Tondo Wicaksono.

“Forum ini juga membahas persoalan terkait perencanaan yang tidak bisa diselesaikan di daerah. Kita bahas bersama untuk dituangkan dalam dokumen perencanaan tahun berikutnya,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut. Yasin turut mengapresiasi perkembangan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Banyuwangi. Salah satunya perkembangan pariwisata daerah dimana saat ini Banyuwangi menjadi salah satu daya tarik tujuan wisata di Jatim.

“Saya menyaksikan sendiri, perkembangan wisata Banyuwangi yang luar biasa. Pesawat ke Banyuwangi dari Jakarta full, begitu juga tempat-tempat wisatanya selalu ramai bahkan di hari kerja. Ini menandakan ekonomi Banyuwangi terus bergerak dan tumbuh. Semoga Banyuwangi terus menjadi penggerak ekonomi di Jawa Timur,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran para Kepala Bappeda beserta jajarannya di Banyuwangi. Ipuk mengatakan, Bappeda memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan daerah. Bappeda adalah perumus kebijakan pembangunan, penghubung antar-sektor, sekaligus pengawal efisiensi anggaran.

“Dengan data yang akurat, Bappeda memastikan setiap kebijakan lahir dari analisis yang tepat. Lebih dari itu, Bappeda juga menjadi motor inovasi, yang mampu mengantisipasi tantangan global dan lokal,” ujarnya.

Ipuk berharap digelarnya forum Bappeda ini akan memperkuat sinergi antar-daerah dalam memajukan Jawa Timur.

“Pembangunan Jawa Timur tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dalam satu kesatuan wilayah. Dengan komitmen bersama, kita dapat mewujudkan Jawa Timur yang maju, berdaya saing, dan sejahtera,” pungkasnya. (*)

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Ketua Umum organisasi PW Fast Respon Nusantara, Agus Flores, mengundang tokoh masyarakat Rosario de Marshall (Bang Hercules) untuk menghadiri rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang akan digelar di Banyuwangi pada 28 Juni 2026.

Kegiatan tersebut akan dipusatkan dalam agenda Sholawatan Akbar yang menghadirkan Grup Mahabatun Nabi sebagai pengisi acara utama. Acara ini dirancang sebagai wadah mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat persatuan bangsa, serta memanjatkan doa bersama demi keamanan, ketertiban, dan kemajuan Indonesia.

Agus Flores menyampaikan bahwa undangan kepada Bang Hercules merupakan bagian dari upaya memperluas jalinan silaturahmi lintas organisasi, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen bangsa yang memiliki komitmen menjaga persatuan dan stabilitas sosial.

“Momentum HUT Bhayangkara ke-80 ini kami kemas dengan nuansa religius melalui Sholawatan Akbar bersama Grup Mahabatun Nabi. Kami juga mengundang berbagai tokoh nasional untuk hadir dan meramaikan kegiatan tersebut sebagai bentuk kebersamaan dan persaudaraan,” ujar Agus Flores, Sabtu (13/6).

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi peringatan hari jadi institusi kepolisian, tetapi juga sarana memperkuat hubungan harmonis antara masyarakat dengan aparat penegak hukum melalui pendekatan keagamaan dan budaya.

Selain Sholawatan Akbar, panitia juga menyiapkan sejumlah rangkaian kegiatan pendukung, termasuk pertunjukan kembang api yang akan menambah semarak perayaan HUT Bhayangkara ke-80. Berbagai unsur masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan tamu undangan dari berbagai daerah juga dijadwalkan hadir dalam acara tersebut.

Agus menambahkan bahwa pihaknya turut mengundang sejumlah pejabat Polri yang selama ini dikenal aktif membangun sinergi dengan masyarakat serta mendukung program-program kemitraan yang bertujuan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi ajang memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan, serta memberikan doa terbaik bagi Polri agar terus profesional, humanis, dan semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.

Peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di Banyuwangi diharapkan menjadi momentum yang tidak hanya menghadirkan suasana kebersamaan dan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai-nilai religius, toleransi, dan kolaborasi antara tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan bangsa.

(Tim Redaksi)

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Komitmen jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Kali ini, upaya proaktif ditunjukkan oleh personel jajaran Polsek Muncar yang turun langsung berbaur dengan masyarakat petani guna mengawal jalannya swasembada pangan.

Bhabinkamtibmas Polsek Muncar Polresta Banyuwangi, Bripka Nanang Joko Surahman, melaksanakan kegiatan pendampingan dan monitoring berkala terhadap pertumbuhan tanaman jagung di lahan pertanian milik Bapak Kasimin. Kegiatan tersebut berlangsung di Dusun Sidomulyo, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi.

Langkah monitoring ini dilakukan untuk memantau langsung kualitas pertumbuhan tanaman jagung, memastikan kecukupan pasokan air, serta mendeteksi secara dini potensi serangan hama yang dapat mengganggu hasil panen. Melalui dialog yang humanis, Bripka Nanang juga mendengarkan langsung aspirasi serta kendala yang dihadapi oleh petani di wilayah binaannya tersebut.

Secara terpisah, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., menyatakan bahwa peran aktif Bhabinkamtibmas di sektor pertanian merupakan salah satu bentuk pelayanan prima Polri yang menyentuh langsung aspek kebutuhan dasar masyarakat.

“Ketahanan pangan adalah salah satu fondasi utama stabilitas nasional. Oleh karena itu, Polresta Banyuwangi melalui fungsi Bhabinkamtibmas wajib hadir di tengah-tengah petani untuk memberikan pengawalan dan motivasi. Kegiatan monitoring pertumbuhan jagung di Desa Sumberberas ini adalah bukti nyata bahwa Polri siap mendukung penuh terwujudnya swasembada pangan mandiri di tingkat desa. Kita ingin memastikan proses pertanian berjalan optimal dari masa tanam hingga panen nanti,” tegas Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan.

Pendampingan yang dilakukan secara konsisten ini diharapkan mampu mendongkrak semangat para petani dalam mengelola lahan mereka, sehingga produktivitas hasil bumi di wilayah Muncar dapat meningkat secara signifikan.

Di lokasi kegiatan, Bapak Kasimin selaku pemilik lahan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Muncar. Menurutnya, kehadiran polisi di ladang tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi penyemangat tersendiri bagi para petani dalam menyukseskan masa tanam.

Seluruh rangkaian kegiatan pendampingan dan monitoring berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Polresta Banyuwangi akan terus mengintensifkan program serupa guna memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (***)

error: Content is protected !!