Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Berita

MEDAN || Jejak-indonesia.id – Semangat melayani dan mengabdi kepada masyarakat menjadi pesan kuat yang ditunjukkan Polda Sumatera Utara dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 melalui kegiatan Car Free Day (CFD) di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (14/6/2026).

Berbagai layanan sosial dihadirkan secara gratis untuk masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan, donor darah, pembagian makanan gratis, pasar murah, penyediaan air minum gratis, hingga berbagai kegiatan hiburan dan olahraga yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

Ribuan warga memadati lokasi kegiatan sejak pagi hari. Tidak sedikit masyarakat yang datang bersama keluarga untuk mengikuti jalan santai, senam massal, menikmati penampilan band Polri, melihat pameran kendaraan kepolisian, hingga mengikuti pengundian door prize dengan hadiah menarik.

Dalam kegiatan tersebut, Polda Sumut juga mengundang sejumlah komunitas sosial, termasuk anak-anak panti asuhan, sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

Salah satu apresiasi datang dari Yayasan Pengharapan Kasih Nusantara/Panti Asuhan Ora Et Labora Medan yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolda Sumut dan seluruh jajaran atas perhatian serta kesempatan yang diberikan kepada anak-anak panti untuk ikut merasakan kebahagiaan dalam kegiatan tersebut.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Ferry Walintukan mengatakan, kegiatan ini merupakan implementasi arahan Kapolda Sumut agar peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi seremonial, tetapi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Bapak Kapolda Sumut menegaskan bahwa Polri harus hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Oleh karena itu, rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 di Sumatera Utara diisi dengan berbagai kegiatan sosial, pelayanan publik, olahraga, dan hiburan yang melibatkan masyarakat secara langsung,” katanya.

Menurut Ferry, Polri yang kuat adalah Polri yang dekat dengan rakyat dan mampu membangun kepercayaan melalui pelayanan yang tulus.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri adalah bagian dari mereka. Kehadiran Polri tidak hanya saat menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk berbagi, membantu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi gambaran nyata transformasi Polri yang semakin humanis, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat di Sumatera Utara.

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kepolisian Daerah Jawa Timur menggelar kegiatan Apel Bhabinkamtibmas Bhakti Sosial yang dipusatkan di wilayah hukum Polresta Banyuwangi, pada Senin (15/6/2026) mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian strategis dalam memperkuat peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mempererat hubungan sosial antara kepolisian dan warga di tingkat desa/kelurahan.

Apel tersebut juga menjadi momentum konsolidasi personel Bhabinkamtibmas di bawah jajaran Kepolisian Daerah Jawa Timur, untuk menegaskan kembali komitmen dalam menjalankan tugas-tugas preventif, humanis, serta responsif terhadap dinamika sosial di tengah masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan Apel Bhakti Sosial ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diisi dengan penekanan arahan pimpinan mengenai peningkatan kualitas pelayanan kepolisian, penguatan deteksi dini potensi gangguan kamtibmas, serta optimalisasi peran Bhabinkamtibmas dalam membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan semangat pengabdian Polri yang semakin dekat dengan rakyat, sejalan dengan tema besar Hari Bhayangkara ke-80 yang menekankan profesionalisme, modernisasi, serta penguatan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Bhabinkamtibmas di jajaran Polresta Banyuwangi mampu semakin solid, humanis, dan adaptif dalam menghadapi tantangan tugas di lapangan, serta terus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial masyarakat.

Apel Bhakti Sosial ini sekaligus menjadi simbol nyata bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan bersama di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Dalam upaya memperkuat keamanan lingkungan dan membangun kemitraan yang erat dengan masyarakat, Polsek Kebon Jeruk menggelar kegiatan “Jaga Jakarta On The Spot” bersama petugas Satkamling, tokoh masyarakat, dan warga RW 013 Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Taman Bugar Perumahan Taman Ratu tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Nur Aqsha Ferdianto, S.E., didampingi Tim Asistensi Polres Metro Jakarta Barat yang dipimpin AKP Bambang Ariyanto.

Hadir pula jajaran kepolisian, pengurus RW dan RT, tokoh masyarakat, serta para petugas Satkamling yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan.

Melalui program Jaga Jakarta On The Spot, Polri membuka ruang dialog secara langsung dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi, menerima masukan, serta membahas berbagai persoalan kamtibmas yang dihadapi warga, mulai dari pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan pemberatan, tawuran, hingga kejahatan jalanan lainnya.

Dalam dialog tersebut, Kapolsek Kebon Jeruk mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan dengan mengaktifkan kembali kegiatan siskamling, memperkuat patroli bersama, serta mempererat sinergi antara warga, pengurus lingkungan, Satkamling, dan Tiga Pilar.

Warga juga diingatkan untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya pada malam hari dan akhir pekan, guna mencegah keterlibatan dalam aksi tawuran maupun perilaku menyimpang lainnya.

Selain membahas keamanan lingkungan, masyarakat juga diberikan edukasi tentang pentingnya bijak bermedia sosial, kewaspadaan terhadap berita hoaks, antisipasi bahaya kebakaran, serta pemanfaatan layanan darurat Polri 110 yang dapat diakses kapan saja untuk melaporkan gangguan kamtibmas.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi petugas Satkamling yang selama ini turut menjaga keamanan wilayah, Polsek Kebon Jeruk juga menyerahkan bantuan sarana kontak berupa jam dinding dan paket sembako kepada para petugas Satkamling.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat.

Suasana dialog berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan interaktif.

Warga menyambut positif kegiatan tersebut karena memberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan mereka secara langsung kepada pihak kepolisian.

Melalui program Jaga Jakarta On The Spot, Polsek Kebon Jeruk menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat kepolisian semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Dengan kebersamaan, kepedulian, dan sinergi yang kuat, diharapkan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif dapat terus terwujud di wilayah Jakarta Barat.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

PASURUAN || Jejak-indonesia.id — Sebagai wujud dukungan terhadap program ketahanan pangan yang menjadi bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Polsek Rembang terus memperkuat pendampingan dan pengawasan terhadap sektor peternakan yang dikelola masyarakat di wilayah hukumnya.

Kegiatan pemantauan dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni 2026, mulai pukul 08.50 WIB hingga selesai. Aipda Marliyan, Bhabinkamtibmas Desa Mojoparon, meninjau langsung lokasi peternakan ayam petelur yang terletak di Dusun Badong, Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polsek Rembang, khususnya untuk mengoptimalkan potensi peternakan di desa-desa yang belum ditetapkan sebagai lokasi percontohan.

Dalam peninjauannya, Aipda Marliyan memeriksa secara menyeluruh kondisi kebersihan dan kelayakan kandang, tingkat kesehatan ternak, ketersediaan pakan yang cukup, serta perkembangan hasil produksi telur. Tidak hanya itu, ia juga meluangkan waktu untuk berdialog dengan pemilik usaha guna mendengar kendala yang dihadapi sekaligus memberikan dorongan agar usaha peternakan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.

Hasil pemantauan menunjukkan kondisi yang menggembirakan: ternak dalam keadaan sehat, pertumbuhan dan tingkat produksi berjalan stabil, serta pengelolaan usaha telah dilakukan dengan baik dan tertata.

Kapolsek Rembang, AKP Supriyanto, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah. Melalui kerja sama yang harmonis antara aparat dan masyarakat, diharapkan sektor peternakan dapat terus berkembang, mendongkrak kesejahteraan warga, serta menjamin ketersediaan pangan yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Pasuruan.

KEDIRI || Jejak-indonesia.id – Minggu (14/6), Peresmian Sakera Kediri berlangsung meriah dan penuh khidmat dengan dihadiri anggota Sakera dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar Sakera untuk memperkuat persaudaraan, mempererat silaturahmi, serta meneguhkan komitmen organisasi dalam menjalankan peran sosial, kemasyarakatan, dan perlindungan konsumen di tengah masyarakat.

Acara peresmian turut dihadiri Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LPK-SM Sakera, Moch Romli atau yang akrab disapa Abah Rommy, bersama jajaran pengurus pusat, pengurus daerah, tokoh masyarakat, serta anggota yang datang dari berbagai wilayah. Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya solidaritas dan kekompakan yang selama ini menjadi fondasi utama organisasi.

Dalam sambutannya, Abah Rommy menegaskan bahwa Sakera harus terus menjadi organisasi yang hadir untuk masyarakat, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta menjunjung tinggi hukum dan peraturan yang berlaku. Menurutnya, keberadaan Sakera bukan hanya sebagai wadah berkumpul, tetapi juga sebagai sarana memperjuangkan kepentingan masyarakat, termasuk memberikan edukasi dan pendampingan dalam bidang perlindungan konsumen serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

Peresmian Sakera Kediri juga menjadi bukti bahwa organisasi terus berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai kalangan masyarakat. Antusiasme anggota yang hadir menunjukkan tingginya semangat untuk bersama-sama membangun organisasi yang solid, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Secara hukum, keberadaan organisasi kemasyarakatan di Indonesia memiliki landasan yang kuat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017. Regulasi tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk berserikat, berkumpul, dan berpartisipasi dalam pembangunan nasional dengan tetap berpedoman pada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hak untuk membentuk dan menjalankan organisasi juga dijamin dalam Pasal 28E Ayat (3) UUD 1945, yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Dengan dasar tersebut, peresmian Sakera Kediri menjadi bagian dari implementasi hak konstitusional warga negara dalam membangun organisasi yang bertujuan menciptakan manfaat sosial bagi masyarakat luas.

Selain sebagai seremoni peresmian, kegiatan ini juga menjadi ajang konsolidasi nasional untuk memperkuat koordinasi antaranggota dan pengurus dari berbagai daerah. Berbagai gagasan dan program kerja dibahas sebagai upaya meningkatkan kontribusi organisasi dalam bidang sosial, kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, hingga perlindungan konsumen.

Suasana kekeluargaan terlihat begitu kental sepanjang acara. Para anggota yang datang dari berbagai daerah memanfaatkan momen tersebut untuk mempererat hubungan, bertukar pengalaman, serta memperkuat jaringan organisasi. Kebersamaan yang terbangun menjadi bukti bahwa Sakera tidak hanya tumbuh sebagai organisasi, tetapi juga sebagai keluarga besar yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan gotong royong.

Dengan diresmikannya Sakera Kediri, diharapkan lahir berbagai program yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, sekaligus memperkuat eksistensi organisasi sebagai mitra masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga kepentingan konsumen. Peresmian ini menjadi langkah baru yang menandai komitmen Sakera untuk terus berkembang, menjaga persatuan, serta berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang berlangsung penuh kehangatan. Semangat persaudaraan yang terpancar dari seluruh peserta menjadi pesan kuat bahwa Sakera akan terus melangkah maju dengan mengedepankan kebersamaan, kepedulian sosial, serta pengabdian kepada masyarakat sesuai amanat konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

error: Content is protected !!