Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Berita

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Kakorbinmas Polri Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si. resmi menutup Pelatihan Satpam Kualifikasi Gada Utama di Hotel Royal Palm Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (12/6/2026). Pelatihan yang diselenggarakan oleh PT Elite Sinergi Services ini dirancang untuk mencetak kader pemimpin di industri pengamanan nasional.

Dalam arahannya, Irjen Pol. Mardiyono menegaskan bahwa pelatihan Gada Utama merupakan instrumen vital dalam membentuk kompetensi, profesionalisme, dan jiwa kepemimpinan. Para lulusan pelatihan ini disiapkan untuk menduduki posisi strategis, mulai dari Manajer Pengamanan hingga jajaran Direksi Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP).

“Melalui pelatihan ini, kita mencetak sumber daya pengamanan yang adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis, sekaligus mampu memberikan pelayanan yang profesional dan terpercaya,” ujar Kakorbinmas.

Ia juga mengapresiasi kedisiplinan, semangat, dan dedikasi tinggi yang ditunjukkan para peserta selama program berlangsung.

Sebagai kualifikasi tertinggi di dunia satuan pengamanan, Pelatihan Gada Utama bertujuan membentuk pemimpin keamanan yang mumpuni. Anggota Satpam yang lulus dari jenjang ini dipersiapkan untuk menjalankan fungsi kepolisian terbatas nonyustisial serta mengambil keputusan strategis di area kerjanya.

Para peserta memperoleh berbagai kompetensi strategis di bidang manajemen pengamanan, penyusunan SOP, penanganan konflik, hingga manajemen tanggap darurat sebagai bagian dari upaya mewujudkan satuan pengamanan yang profesional dan kompeten.

Melalui pembekalan intensif ini, seluruh peserta diharapkan tidak hanya membawa pulang sertifikat, tetapi mampu langsung mengimplementasikan ilmu dan keterampilan baru mereka. Langkah nyata ini krusial untuk mendukung terciptanya keamanan, ketertiban, dan sistem proteksi yang kokoh di lingkungan kerja masing-masing.

JEMBER || Jejak-indonesia.id – Di tengah pesatnya perkembangan dunia lomba burung berkicau yang semakin kompetitif, keberadaan sebuah komunitas tidak hanya diukur dari banyaknya prestasi yang diraih di arena gantangan. Lebih dari itu, sebuah komunitas akan memiliki nilai dan kekuatan yang sesungguhnya ketika mampu membangun persaudaraan yang kokoh, menjaga solidaritas antaranggota, serta menciptakan ruang kebersamaan yang memberikan manfaat bagi banyak orang.

Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi yang terus dijaga oleh MR. Gaara, salah satu figur yang dikenal aktif dalam keluarga besar Dragon SF Jember, komunitas pencinta lomba burung yang mengedepankan semangat kebersamaan melalui slogan “Silaturahmi Tanpa Batas”.

Bagi MR. Gaara, dunia burung berkicau bukan semata tentang perebutan gelar juara, piala, maupun penghargaan di berbagai event perlombaan. Dunia perburungan adalah wadah yang mempertemukan banyak orang dengan latar belakang yang berbeda untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun persaudaraan yang tulus.

“Dalam hobi ini kita bertemu banyak orang. Ada yang datang dari berbagai daerah, profesi, dan lingkungan yang berbeda. Namun ketika berada di arena lomba, semuanya dipersatukan oleh kecintaan yang sama terhadap burung berkicau. Dari situlah lahir silaturahmi dan persaudaraan,” ungkapnya. Minggu (14/6),

Menurutnya, keberhasilan sebuah komunitas tidak hanya diukur dari jumlah trofi yang memenuhi lemari penghargaan, tetapi juga dari seberapa kuat hubungan yang terjalin di antara para anggotanya. Karena prestasi tanpa kebersamaan akan mudah pudar, sementara persaudaraan yang kuat akan mampu bertahan dalam berbagai situasi dan tantangan.

Semangat itulah yang menjadi identitas utama Dragon SF Jember. Komunitas ini terus berupaya menciptakan suasana yang harmonis, di mana setiap anggota merasa dihargai, didukung, dan memiliki tempat untuk berkembang bersama. Dalam setiap kegiatan, baik latihan, gathering, silaturahmi, maupun mengikuti kontes burung berkicau, nilai kekeluargaan selalu menjadi prioritas utama.

Dragon SF Jember meyakini bahwa kompetisi yang sehat harus berjalan beriringan dengan sportivitas. Menang maupun kalah adalah bagian dari proses yang harus diterima dengan lapang dada. Karena pada akhirnya, yang paling penting adalah menjaga hubungan baik dengan sesama penghobi burung serta menjaga nama baik komunitas.

Prinsip tersebut membuat Dragon SF Jember dikenal sebagai komunitas yang tidak hanya fokus mengejar prestasi, tetapi juga aktif membangun hubungan harmonis dengan berbagai komunitas burung lainnya. Setiap ajang perlombaan dimanfaatkan sebagai sarana memperluas jaringan persaudaraan, bertukar wawasan mengenai perawatan burung, pola latihan, hingga perkembangan dunia perburungan nasional.

Dalam pandangan MR. Gaara, komunitas yang besar adalah komunitas yang mampu menjadi rumah bagi seluruh anggotanya. Tempat di mana mereka dapat berbagi cerita, saling mendukung ketika menghadapi kesulitan, dan bersama-sama merayakan setiap keberhasilan yang diraih.

“Juara adalah bonus. Tetapi persaudaraan adalah investasi jangka panjang yang nilainya jauh lebih besar. Karena itulah kami selalu menanamkan semangat kebersamaan kepada seluruh keluarga besar Dragon SF Jember,” ujarnya.

Lebih jauh, Dragon SF Jember juga ingin menunjukkan bahwa komunitas pencinta burung dapat menjadi bagian positif dalam kehidupan sosial masyarakat. Hobi yang dijalankan dengan baik mampu menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga, membangun komunikasi yang sehat, serta menciptakan lingkungan yang penuh rasa hormat dan kebersamaan.

Di balik nama Dragon SF Jember, tersimpan filosofi tentang kekuatan, loyalitas, keberanian, dan semangat pantang menyerah. Filosofi tersebut menjadi pegangan bagi seluruh anggota dalam menjaga kekompakan komunitas sekaligus menghadapi berbagai tantangan di dunia perburungan.

Layaknya seekor naga yang digambarkan kuat dan tangguh, Dragon SF Jember ingin terus berkembang menjadi komunitas yang tidak hanya disegani karena prestasinya, tetapi juga dihormati karena sikap, etika, dan rasa persaudaraan yang dijunjung tinggi oleh seluruh anggotanya.

Melalui slogan “Silaturahmi Tanpa Batas”, MR. Gaara berharap Dragon SF Jember dapat terus menjadi jembatan pemersatu bagi para penghobi burung berkicau, tanpa memandang perbedaan daerah, organisasi, maupun latar belakang. Sebab menurutnya, dunia perburungan akan semakin maju apabila seluruh komunitas mampu membangun sinergi dan menjaga hubungan baik satu sama lain.

Dengan semangat “Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Hebat”, Dragon SF Jember optimistis dapat terus melahirkan prestasi di berbagai arena lomba sekaligus mempertahankan nilai-nilai persaudaraan yang selama ini menjadi roh dan identitas komunitas.

Bismillah, dengan niat yang tulus dan tekad yang kuat, MR. Gaara bersama keluarga besar Dragon SF Jember akan terus melangkah menjaga silaturahmi tanpa batas, memperkuat persaudaraan tanpa sekat, serta mengukir prestasi dengan menjunjung tinggi sportivitas dan kehormatan. Karena bagi Dragon SF Jember, kemenangan terbesar bukan hanya saat berdiri di podium juara, melainkan ketika mampu menjaga persatuan, loyalitas, dan kebersamaan dalam setiap perjalanan komunitas.

“Silaturahmi Tanpa Batas, Persaudaraan Tanpa Sekat, Sportivitas Tanpa Kompromi, dan Prestasi yang Terus Mengudara Bersama Dragon SF Jember.” 🐉🏆🐦🔥

DENPASAR || Jejak-indonesia.id – Kepala Kepolisian Daerah Bali, Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri Pembukaan dan Rekasadana (Pergelaran) Perdana Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Sabtu (13/6) malam.

Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” yang bermakna “Memuliakan Jiwa Paripurna”, yakni upaya menyucikan dan memuliakan jiwa manusia menuju kesempurnaan batin.

Melalui kehadirannya pada pembukaan PKB XLVIII Tahun 2026, Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan komitmen Polda Bali untuk terus mendukung pelestarian seni dan budaya sebagai bagian penting dalam menjaga keharmonisan, persatuan, serta karakter masyarakat Bali yang berlandaskan nilai-nilai budaya luhur.

Mendukung kelancaran pelaksanaan PKB XLVIII Tahun 2026, Polda Bali menyiapkan pengamanan secara maksimal bersama instansi terkait guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Dengan situasi keamanan yang terjaga, masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati berbagai pertunjukan seni budaya yang disajikan dengan rasa aman dan nyaman.

Melalui sinergi antara pemerintah, seniman, budayawan, dan aparat keamanan, Pesta Kesenian Bali diharapkan terus menjadi wadah pelestarian budaya yang mampu memperkuat identitas Bali, sekaligus menjadi daya tarik budaya yang membanggakan di tingkat nasional maupun internasional.

DENPASAR || Jejak-indonesia.id – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang berkembang mengenai insiden yang melibatkan anggota TNI dan Brimob di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Ia menegaskan bahwa sejumlah informasi yang beredar di publik belum sepenuhnya sesuai dengan fakta hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh Subdenpom IX/1-1 Ende bersama pihak terkait.

Menurut Kapendam, peristiwa tersebut bermula saat beberapa anggota Kodim 1630/Manggarai Barat menghadiri acara syukuran pelantikan anggota Brimob di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, pada Rabu malam, 10 Juni 2026.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Pratu I.B., Pratu I.W., dan Pratu F.R. hadir sebagai tamu undangan dalam acara syukuran pelantikan Bripda J.G. yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Namun situasi berubah setelah sejumlah anggota Brimob meninggalkan lokasi acara dan kembali sekitar 30 menit kemudian dalam jumlah yang lebih besar.

Kapendam menjelaskan, dari keterangan yang diperoleh penyidik, sejumlah anggota Brimob diduga menarik Pratu I.B. ke arah jalan raya sebelum terjadi tindakan pemukulan dan pengeroyokan. Saat Pratu I.W. berusaha memberikan pertolongan kepada rekannya, ia juga disebut menjadi sasaran pengeroyokan.

Dalam kondisi tersebut, Pratu I.W. berhasil melepaskan diri dan berlari menuju rumah orang tuanya untuk mengambil sebuah pisau kerambit. Keterangan ini, menurut Kapendam, diperkuat oleh sejumlah saksi mata yang berada di lokasi kejadian.

Para saksi menyatakan melihat adanya tindakan pengeroyokan yang dilakukan oleh sekitar 15 anggota Brimob terhadap dua anggota TNI tersebut. Bahkan, menurut keterangan saksi, pengeroyokan masih berlangsung meskipun warga sekitar telah berupaya melerai dan meminta agar tindakan tersebut dihentikan.

Kapendam mengungkapkan bahwa berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Pratu I.W. mengakui telah melakukan penikaman terhadap salah satu anggota Brimob yang terlibat dalam insiden tersebut. Namun, pengakuan itu disertai keterangan bahwa tindakan tersebut dilakukan dalam situasi terdesak karena merasa keselamatannya terancam akibat pengeroyokan yang sedang berlangsung.

Setelah terjadi penikaman dan terdengar teriakan adanya korban yang terluka, situasi di lokasi mulai mereda. Korban kemudian segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Meski demikian, Kapendam menegaskan bahwa seluruh fakta yang saat ini beredar masih merupakan hasil pemeriksaan awal. Oleh karena itu, proses pendalaman masih terus dilakukan guna memperoleh gambaran utuh mengenai kronologi, motif, dan keterlibatan masing-masing pihak dalam insiden tersebut.

“Kami mengimbau seluruh pihak agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan maupun membangun opini yang belum tentu sesuai dengan fakta. Kodam IX/Udayana berkomitmen menjunjung tinggi prinsip objektivitas, transparansi, dan profesionalisme dalam penanganan perkara ini,” tegas Kolonel Inf Amrizal Nasution.

Ia juga memastikan bahwa setiap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran hukum akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku tanpa pandang bulu.

Saat ini, Subdenpom IX/1-1 Ende telah melakukan berbagai langkah investigasi, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi dan korban, koordinasi dengan Kodim 1630/Manggarai Barat serta Brimob Kompi 1 Yon B Pelopor Polda NTT, hingga pemantauan kondisi korban di rumah sakit.

Kapendam turut mengapresiasi komunikasi dan koordinasi yang terus terjalin antara jajaran TNI dan Polri di wilayah Manggarai Barat. Menurutnya, hubungan sinergitas kedua institusi tetap berjalan baik dan kondusif.

“Peristiwa ini merupakan kasus individual yang sedang ditangani sesuai mekanisme hukum yang berlaku dan tidak dapat digeneralisasi sebagai konflik antar institusi,” ujarnya.

Mengakhiri keterangannya, Kapendam mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus tersebut secara profesional, objektif, dan akuntabel.

(Pendam IX/Udayana)

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi bersama keluarga besar Resto Chen-Chen menggelar kegiatan olahraga bersama di Banyuwangi, Minggu (14/6). Kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat komunikasi, serta membangun sinergi positif antara perusahaan dan pelaku usaha lokal.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat hubungan sosial dan meningkatkan kebersamaan.

Integrated Terminal Tanjung Wangi yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto No. 72, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi energi nasional. Karena itu, membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, mitra usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjalankan operasional perusahaan.

Integrated Terminal Manager (IT Manager) PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Tanjung Wangi, Feri Saparudin, mengatakan bahwa olahraga merupakan salah satu media yang efektif untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang sehat.

“Olahraga bukan hanya aktivitas untuk menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan, membangun komunikasi yang lebih terbuka, dan menumbuhkan rasa saling percaya. Dalam suasana olahraga, hubungan menjadi lebih akrab sehingga kolaborasi dapat terjalin dengan lebih baik,” ujar Feri.

Menurutnya, keberhasilan sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis dan operasional, tetapi juga oleh kualitas hubungan yang dibangun dengan lingkungan sekitar.

“Kami ingin terus membangun sinergi dengan berbagai pihak. Melalui kegiatan sederhana seperti olahraga bersama, komunikasi menjadi lebih baik dan hubungan kemitraan semakin kuat,” tambahnya.

Feri menjelaskan bahwa kegiatan olahraga bersama juga sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, yang menempatkan olahraga sebagai sarana meningkatkan kesehatan, kualitas hidup, dan memperkuat persatuan masyarakat.

Sementara itu, Aris Widodo, yang bertugas sebagai KBO di TBBM Tanjung Wangi, menilai olahraga memiliki manfaat yang tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga secara mental dan spiritual.

“Olahraga bagian dari iman. Ketika seseorang menjaga kesehatan dan kebugaran tubuhnya, berarti ia juga menjaga amanah yang diberikan Tuhan. Tubuh yang sehat akan melahirkan pikiran yang sehat, semangat kerja yang baik, dan hubungan sosial yang lebih harmonis,” ungkap Aris.

Menurutnya, olahraga juga mengajarkan nilai-nilai disiplin, sportivitas, kerja sama, dan rasa saling menghargai yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja.

“Di dalam olahraga kita belajar bekerja sama, menghormati orang lain, dan membangun persaudaraan. Nilai-nilai seperti inilah yang harus terus dijaga dan dikembangkan,” katanya.

Sementara itu, Pemilik Resto Chen-Chen, Nanang, menyampaikan apresiasinya kepada ITM Tanjung Wangi yang terus menjalin hubungan baik dengan berbagai elemen masyarakat dan pelaku usaha di Banyuwangi.

Menurut Nanang, olahraga bersama menjadi sarana yang efektif untuk mempererat hubungan dan membangun rasa kekeluargaan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Melalui olahraga, komunikasi menjadi lebih cair, hubungan semakin dekat, dan kebersamaan dapat terjalin dengan baik. Kegiatan seperti ini sangat positif karena menghadirkan suasana santai namun tetap memberikan manfaat besar,” ujar Nanang.

Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin antara ITM Tanjung Wangi dan Resto Chen-Chen dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan lainnya.

“Kami siap mendukung kegiatan-kegiatan positif yang dapat mempererat hubungan sosial, menumbuhkan budaya hidup sehat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Banyuwangi,” tambahnya.

Melalui kegiatan olahraga bersama ini, ITM Tanjung Wangi dan Resto Chen-Chen menunjukkan bahwa sinergi tidak hanya dibangun melalui hubungan kerja dan bisnis, tetapi juga melalui komunikasi, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Semangat kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung kemajuan Banyuwangi yang harmonis dan berkelanjutan.

error: Content is protected !!