Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 61

Berita

IMG-20260702-WA0068

Satgaswil Papua Barat dan Pemprov PBD Bentuk Tim Terpadu, Bentengi Anak dari Doktrin Kekerasan Digital di Grup TCC

SORONG || Jejak-indonesia.id - Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat Densus 88 Antiteror (AT) Polri bergerak cepat membentengi generasi muda dari ancaman doktrin kekerasan digital. Langkah progresif ini diambil guna menyasar fenomena mengkhawatirkan terkait eksploitasi anak-anak dalam grup media sosial True Crime Community (TCC).

Dipimpin langsung oleh Kasatgaswil Papua Barat, Kombes Pol. Gede Suardana, S.Pd., M.M., Densus 88 menggelar rapat koordinasi krusial untuk membentuk Tim Terpadu Penanganan Anak Membutuhkan Perhatian Khusus (AMPK). Rapat strategis tersebut berlangsung di Kantor Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Anak Provinsi Papua Barat Daya, Kota Sorong, pada Kamis (2/7/2026) pukul 10.00 WIT.

Acara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Papua Barat Daya, Dr. Anace Nauw, S.H., M.H., pertemuan strategis ini juga menghadirkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Kota dan Kabupaten Sorong, meliputi Dinas Kesbangpol, Dinas Sosial, Dinas P3A, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Kominfo.

Fokus utama diskusi tertuju pada maraknya penyalahgunaan media sosial di kalangan anak-anak. Saat ini, fenomena kelompok kriminal yang memanfaatkan platform digital untuk merekrut anggota baru telah menjadi ancaman nyata. Kebebasan anak-anak dalam mengonsumsi konten kekerasan di internet dikhawatirkan dapat mendoktrin mereka untuk melakukan aksi kriminal serupa.

Berdasarkan hasil operasi siber di wilayah Provinsi Papua Barat Daya, Kombes Pol. Gede Suardana memaparkan adanya indikasi beberapa anak di bawah umur yang telah bergabung dalam grup TCC. Menanggapi temuan ini, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dituntut bergerak cepat agar tren berbahaya tersebut tidak meluas ke anak-anak lain.

Dalam arahannya, Kasatgaswil Papua Barat Kombes Pol. Gede Suardana menegaskan pentingnya tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Densus 88 dalam menangani IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme). Namun, khusus untuk penanganan AMPK, negara akan mengedepankan pendekatan yang jauh lebih persuasif.

"Penanganan harus menggunakan mekanisme yang humanis. Kita harus melihat situasi lingkungan sekitar anak, serta aktif melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama," tegas Kombes Pol. Gede Suardana.

Selain pembentukan tim, diskusi ini mematangkan implementasi Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE). Komitmen tersebut nantinya diturunkan menjadi Rencana Aksi Daerah (RAD PE) yang dispesifikasikan khusus untuk wilayah Provinsi Papua Barat Daya.

Sesuai kesepakatan, mekanisme penanganan lapangan wajib mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif. Petugas akan memantau situasi lingkungan sekitar serta merangkul tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat untuk proses pemulihan psikologis anak. Penanganan anak-anak yang terpapar kelompok ini nantinya diserahkan kepada Dinas Sosial dan P3A Provinsi Papua Barat Daya dengan sinergi penuh dari seluruh OPD terkait.

Rapat koordinasi ini juga melahirkan seruan penting bagi para orang tua di Sorong Raya. Pengawasan terhadap penggunaan ponsel pintar (handphone) anak harus diperketat agar aktivitas menyimpang dapat dicegah sejak dini. Di samping itu, penguatan pendidikan rohani dinilai menjadi fondasi paling krusial agar anak memahami bahwa tindakan kekerasan dan ekstremisme sangat dilarang oleh agama.

Melalui integrasi data Kominfo, edukasi dari Dinas Pendidikan, dan penanganan sosial dari Dinsos-P3A, Tim Terpadu ini optimistis mampu memutus mata rantai radikalisme digital pada anak di Papua Barat Daya.

1782982962169

Terima Kunjungan DPC PPP, Bupati Ipuk Ajak Bersinergi Bangun Banyuwangi dan Bentengi Generasi Muda

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Bupati Banyuwangi, Hj. Ipuk Fiestiandani, S.Pd., M.KP., menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Banyuwangi di Kantor Bupati Banyuwangi. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan partai politik dalam membangun daerah serta menjaga moral generasi bangsa. 02/07/26

​Dalam suasana hangat tersebut, Bupati Ipuk menekankan pentingnya kolaborasi erat dengan PPP. Sebagai salah satu partai senior yang berasaskan Islam, PPP dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal pembangunan sosial dan keagamaan di Banyuwangi.

​"Kita harus bersama-sama bersinergi dalam membangun Banyuwangi dan menjaga anak bangsa," ujar Bupati Ipuk di hadapan jajaran pengurus DPC PPP Banyuwangi.

​Pada kesempatan yang sama, Bupati Ipuk menyampaikan salah satu isu-isu sosial yang tengah marak berkembang di masyarakat, khususnya mengenai penyimpangan LGBTQ dan peredaran minuman keras (miras). Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memiliki sikap yang jelas dan tegas terkait hal tersebut.

​"Salah satu yang lagi ramai yaitu LGBTQ dan peredaran miras. Pemkab Banyuwangi jelas tidak mentolerir LGBTQ dan peredaran miras di Banyuwangi. Hal ini bisa merusak anak bangsa," tegas Bupati Ipuk.

​Merespons arahan tersebut, Ketua DPC PPP Banyuwangi, Saiful Anam, S.E., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas sambutan hangat yang diberikan oleh Bupati Ipuk di tengah kesibukannya memimpin daerah.

​Saiful Anam menegaskan bahwa seluruh kader dan pengurus DPC PPP Banyuwangi berkomitmen penuh untuk berjalan beriringan dengan pemerintah daerah demi kemajuan Bumi Blambangan.

​"Kami DPC PPP Banyuwangi siap bersinergi dengan Pemkab Banyuwangi dalam membangun Banyuwangi," pungkas Saiful Anam.

​Reporter : Rio

IMG-20260702-WA0064

Bupati Banyuwangi dan BNNK Luncurkan Inovasi Greeting–Closing P4GN pada Seluruh Layanan Publik

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi mendorong lahirnya inovasi pelayanan publik berupa Greeting–Closing P4GN, yaitu penyampaian pesan-pesan pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat pada setiap akhir pelayanan di instansi pemerintah, swasta, BUMN, maupun BUMD.

Inovasi tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam audiensi Kepala BNNK Banyuwangi dengan Bupati Banyuwangi yang turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banyuwangi.

Melalui inovasi Greeting–Closing P4GN, setiap petugas pelayanan diharapkan tidak hanya memberikan pelayanan yang cepat, ramah, dan profesional, tetapi juga menyampaikan pesan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Pesan yang disampaikan pada akhir pelayanan antara lain:

"Terima kasih telah menggunakan layanan kami. Jaga keluarga Anda agar terhindar dari narkoba."
"Jauhi narkoba, lindungi keluarga, dan wujudkan masa depan yang lebih baik."
"Bersama kita wujudkan Banyuwangi Bersinar (Bersih Narkoba)."

Bupati Banyuwangi menyambut baik inovasi tersebut dan menyatakan bahwa pelayanan publik tidak hanya berfungsi memberikan layanan administrasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat menjadi media edukasi yang efektif dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba.

"Kami mendukung penuh inovasi Greeting–Closing P4GN ini. Melalui pesan singkat yang disampaikan setiap hari di seluruh unit pelayanan, pemerintah hadir bukan hanya memberikan pelayanan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk menjaga diri, menjaga keluarga, dan bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkoba," ujar Bupati Banyuwangi.

Kepala BNNK Banyuwangi menyampaikan bahwa inovasi tersebut merupakan langkah preventif yang sederhana, namun memiliki jangkauan yang sangat luas karena menyentuh masyarakat secara langsung pada setiap pelayanan.

Selain membahas inovasi Greeting–Closing P4GN, audiensi juga membahas percepatan pengembangan layanan rehabilitasi dan penguatan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendukung agar layanan IPWL tersedia secara bertahap di setiap puskesmas atau melalui sistem rayonisasi, sehingga masyarakat yang membutuhkan rehabilitasi rawat jalan dapat memperoleh layanan yang mudah dijangkau.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dan berkolaborasi bersama BNNK Banyuwangi dalam pelaksanaan Program P4GN melalui penguatan pencegahan, rehabilitasi, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat.

Melalui kolaborasi seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, pemerintah desa, dunia usaha, BUMN, BUMD, dan seluruh elemen masyarakat, inovasi Greeting–Closing P4GN diharapkan menjadi budaya pelayanan publik di Kabupaten Banyuwangi sekaligus memperkuat gerakan bersama dalam mewujudkan Banyuwangi yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

IMG-20260702-WA0062

Produksi Beras Banyuwangi Januari Hingga Juni 2026 Surplus 174 Ribu Ton

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kabupaten Banywuangi terus mencatatkan kinerja positif dalam mempertahankan produktivitas pertaniannya, terutama beras. Tercatat surplus produksi beras Banyuwangi pada Januari hingga Juni 2026 sebesar 174 ribu ton.

“Alhamdulillah kinerja baik bidang pertanian khususnya tanaman pangan Banyuwangi bisa terus kami pertahankan. Produksi beras Banyuwangi dari tahun ke tahun selalu surplus. Begitu juga di semester awal tahun 2026 ini,” kata Bupati Banyuwangi ipuk Fiestiandani.

Produksi Beras Banyuwangi pada bulan Januari hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 255.257 ton, dengan jumlah konsumsi warga sebesar 81.252 ton. Sehingga terdapat surplus beras sebanyak 174 ribu ton beras dari selisih antara produksi dan konsumsi.

Sedangkan di tahun sebelumnya yakni 2025, total produksi beras Banyuwangi tahun 2025 sebesar 546.923,81 ton. Dengan konsumsi lokal masyarakat dalam satu tahun sebesar 163.665,78 ton sehingga menghasilkan surplus beras sebesar 383.258,03 ton

“Surplus beras produksi Banyuwangi sebagian didistribusikan ke berbagai daerah lain di Indonesia guna menopang cadangan pangan nasional melalui Perum Bulog,” ujar Ipuk.

https://jejak-indonesia.id/evakuasi-truk-tangki-bbm-di-jalur-gumitir-berlangsung-aman-dan-terkendali/

Kepala Dinas Pertanian Banhyuwangi Danang Hartanto mengatakan produksi beras Banyuwangi yang mengalami surplus merupakan hasil dari sejumlah langkah strategis yang dijalankan di lapangan. Diantaranya dengan melakujkan optimalisasi Luas Tanam.

“Luas baku sawah di Banyuwangi tercatat di angka 62.940 hektare. Namun, melalui optimalisasi, luas tanam, berhasil ditingkatkan hingga mencapai 121.319 hektare pada tahun 2025,” ujar Danang.

Selain itu juga dilakukan dengan upaya Peningkatan Indeks Pertanaman (IP). Yakni dengan mendorong intensifikasi lahan. Sawah yang dulunya hanya bisa ditanami padi 1–2 kali dalam setahun ditingkatkan menjadi 3 hingga 4 kali tanam setahun.

Pemkab, lanjut Danang, Juga mendorong mekanisasi dan efisiensi lewat Penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern. Pihaknya juga memberikan memfasilitasi petani dengan mengeluarkan rekomendasi pembelian BBM solar untuk alat-alat pertanian.

“Dengan mekanisasi membantu mempercepat proses masa tanam hingga panen raya, sehingga menekan risiko gagal panen atau kerugian pascaproduksi,” pungkasnya. (*)

IMG-20260702-WA0056

Polres Palas Gelar Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Tegaskan Komitmen Mengabdi Untuk Masyarakat

PALAS || Jejak-indonesia.id - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Bhayangkara Tahun 2026, Kepolisian Resor Padang Lawas (Polres Palas) menggelar upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Apel Mapolres Palas, Rabu pagi (01/07/2026).

Upacara puncak hari Bhayangkara tersebut dipimpin oleh Kapolres Palas AKBP Dodik Yuliyanto, SIK. Hadir Bupati Palas yang diwakili oleh Wakil Bupati Palas, Ketua DPRD Palas, Dandim 0212/TS, Kajari kabupaten Palas, Ketua pengadilan negeri Palas, Pengadilan agama kabupaten Palas, Sekda kabupaten Palas, Seluruh PJU Polres Palas, Para Kapolsek Jajaran Polres Palas, Para kasat, Kalapas kelas II Sibuhuan, Kakan Kemenag Palas,
Badyrah Lubis, Ketua MUI Palas,
Ketua NU Palas, Ketua Muhammadiyah kabupaten Palas,
Seluruh OPD Kabupaten Palas.

Selain itu juga terlihat hadir Ketua Bhayangkari cabang Palas, Ketua TP PKK kabupaten Palas, Pengurus Bhayangkari cabang Palas, Pimpinan PT Kabupaten Palas, Seluruh personil polres Palas, Insan pers beserta para tamu undangan lainnya.

Rangkaian upacara diawali dengan pengucapan Tribrata, pemeriksaan pasukan sebagai bentuk kesiapan dan penghormatan terhadap nilai-nilai institusi Polri.

Dalam amanat Presiden Rebuplik Indonesia Prabowo Subianto yang dibacakan Kapolres Palas AKBP Dodik Yuliyanto, SIK., mengucapkan selamat ulang tahun bagi Institusi Polri dan memberikan apresiasi atas dedikasi polri selama ini.

Selamat Hari Bhayangkara Ke-80 tahun, apresiasi tertinggi dari negara serta ucapan terima kasih atas kerja keras pengapdian dan pengorbanan yang telah ditunjukkan dalam menjaga stabilitas keamanan dalam negeri,” ujar Kapolres Palas

Tema peringatan hari Bhayangkara tahun 2026 ini adalah "80 Tahun Mengabdi Polri untuk Masyarakat".

“Tema ini mengandung makna bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam seluruh perjalanan pengabdian bermuara pada satu tujuan yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Hal ini berarti bahwa seluruh pengabdian Polri diarahkan untuk melindungi mengayomi dan melayani masyarakat.

“Perwujudan pengabdian kepada masyarakat tentu dapat tercapai apabila Polri dalam melaksanakan tugas pokok mampu mencerminkan ketegasan dan profesionalisme untuk memberikan pelayanan terbaiknya,” tuturnya.

Lanjut Kapolres, Fokus utama pelayanan yang responsif dan berorientasi memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. Apabila masyarakat telah sungguh-sungguh merasakan kehadiran dan pengabdian Polri.

“Maka Polri telah berhasil melaksanakan tugas sebagai yang diamanatkan undang-undang,” jelasnya.

Perlu diingatkan bahwa tugas pokok Polri bukan hanya menjaga keamanan dan penegakan hukum semata namun juga menjaga kepercayaan publik.

“Untuk itu Polri harus bertransformasi menuju institusi yang semakin profesional humanis responsif dan produktif serta menempatkan pengapdian kepada masyarakat sebagai jati diri Polri,” tutupnya.

Di akhir acara, diisi dengan sesi foto bersama, dan syukuran yang ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas capaian dan kemajuan yang telah diraih. (Humas Polres Palas)

error: Content is protected !!