Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 64

Berita

IMG-20260629-WA0085

LR SPORT VC Banda Sakti Juara Turnamen Bola Voli Piala Kapolres Lhokseumawe HUT Bhayangkara ke-80

LHOKSEUMAWE || Jejak-indonesia.id -  Turnamen Bola Voli Piala Kapolres Lhokseumawe dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 resmi ditutup oleh Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H. di Lapangan Voli Singapore, Jalan Elak, Desa Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Minggu (28/6/2026) malam.

Penutupan turnamen berlangsung meriah dan dihadiri Danyon Arhanud 5/CSBY Lhokseumawe Letkol Arh Rizky Electrika Saptian Saputra, S.Hub.Int., Kasdim 0103/Aceh Utara Mayor Arh Nasrib, Waka Polres Lhokseumawe Kompol Iswahyudi, S.H., CPHR., CBA., Wadanyon B Sat Brimob Polda Aceh AKP Muzakkir, Ketua KONI Lhokseumawe Mulyanto, Ketua PBVSI Lhokseumawe Armiadi, para Pejabat Utama Polres Lhokseumawe, Camat Blang Mangat Achmad Faisal Daulay, S.IP., M.Si., unsur Muspika, tamu undangan, serta para peserta turnamen.

Pertandingan puncak final ini mempertemukan LR SPORT VC Banda Sakti melawan ANEUK AGAM Dewantara. Setelah berlangsung sengit, LR SPORT VC Banda Sakti berhasil keluar sebagai juara pertama dan berhak membawa pulang trofi serta hadiah uang pembinaan sebesar Rp30 juta. Sementara ANEUK AGAM Dewantara menempati posisi runner-up dengan hadiah trofi dan uang pembinaan sebesar Rp20 juta.

Dalam sambutannya, Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, atlet, official, dan masyarakat yang telah menyukseskan turnamen tersebut. Menurutnya, olahraga bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat sportivitas di tengah masyarakat.

"Turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 sekaligus menjadi wadah untuk mempererat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, komunitas olahraga, dan masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus melahirkan bibit-bibit atlet bola voli berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah," ujar Kapolres.

Selain memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, turnamen ini juga bertujuan meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga bola voli, membina atlet-atlet potensial, serta memperkuat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat melalui kegiatan yang positif dan membangun.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan trofi dan hadiah kepada para pemenang dengan total hadiah sebesar Rp50 juta, serta ditutup dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan dan peserta.

IMG-20260629-WA0078

Kasad: Kejurnas Judo Piala Kasad XVI 2026 Pecahkan Rekor Jumlah Peserta

CILODONG || Jejak-indonesia.id – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., mengungkapkan bahwa Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo Piala Kasad XVI Tahun 2026 berhasil mencatatkan rekor jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraannya dengan melibatkan 1.424 atlet dari berbagai daerah di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kasad yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI) usai menutup Kejurnas Judo Piala Kasad XVI Tahun 2026 di GOR Kartika, Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Minggu (28/6/2026).

Kasad menegaskan bahwa Kejurnas Judo Piala Kasad bukan sekadar ajang kompetisi untuk memperebutkan medali maupun gelar juara, tetapi juga menjadi sarana pembinaan, evaluasi kemampuan, sekaligus wadah untuk melahirkan atlet-atlet judo berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah, satuan, dan Indonesia di berbagai kejuaraan.

“Hari ini kita penutupan Kejurnas Judo Kasad Cup, pada pelaksanaan tahun ini mungkin rekor untuk atlet (peserta) ada 1.424 atlet yang bertanding, kita juga melihat banyak sekali peningkatan teknik, mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi,” ujar Kasad.

Kasad berharap hasil kejuaraan ini tidak berhenti sebagai catatan prestasi semata, tetapi menjadi dasar bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan evaluasi, pemetaan kemampuan, serta pembinaan atlet secara lebih terarah, berkelanjutan, dan profesional.

“Karena itu, hasil kejuaraan ini hendaknya tidak berhenti sebagai catatan prestasi semata, tetapi harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pemangku kepentingan sebagai bahan evaluasi, pemetaan kemampuan, dan dasar pembinaan atlet secara lebih terarah, berkelanjutan, dan profesional,” harap Kasad.

Selama empat hari penyelenggaraan, Kejurnas berlangsung dalam suasana kompetitif dan penuh sportivitas, sekaligus mempertegas komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung pembinaan olahraga prestasi di Indonesia. Sekretaris Jenderal PB PJSI, Regina Lefrandt Vega, turut menyampaikan apresiasi atas konsistensi TNI AD, khususnya Kasad, dalam memajukan olahraga judo nasional.

Pada kategori umum, Kontingen DKI Jakarta berhasil meraih Juara Umum dengan perolehan 26 medali emas, enam medali perak, dan sembilan medali perunggu. Posisi kedua diraih Kontingen Jawa Barat dengan delapan medali emas, 16 medali perak, dan 19 medali perunggu, sedangkan Kontingen Bali menempati peringkat ketiga dengan raihan delapan medali emas, 10 medali perak, dan 17 medali perunggu. Sementara pada kategori TNI-Polri, Juara Umum I diraih Polda Bali, disusul Bareskrim Polri sebagai Juara Umum II dan Paspampres sebagai Juara Umum III.

Selain menjadi arena kompetisi, Kejurnas Judo Piala Kasad XVI Tahun 2026 juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet nasional menuju Asian Games 2026 di Aichi dan Nagoya, Jepang. Sejumlah atlet yang diproyeksikan memperkuat kontingen Indonesia memanfaatkan kejuaraan ini untuk mengasah kemampuan sebelum mengikuti pemusatan latihan dan berbagai kejuaraan internasional.

Pada kesempatan tersebut, Kasad juga menyerahkan penghargaan Patriot Judo kepada M.B. Hutagalung, Pergiwati Rava, AKBP (Purn.) Ali Mursal Harahap, Prawoko, dan Alexander Harry Wira sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi serta kontribusi mereka dalam memajukan olahraga judo di Indonesia.

Sumber: Dispenad

IMG-20260629-WA0070

Satgaswil Papua Barat Bersama Pemkab Sorong Bersinergi Tangani Anak Terpapar Konten Kekerasan Komunitas ‘True Crime’

SORONG || Jejak-indonesia.id - Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat Densus 88 Antiteror Polri bergerak cepat membentengi generasi muda dari ancaman radikalisme digital. Bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Sorong, Satgaswil menggelar rapat koordinasi (rakor) krusial untuk menangani Anak yang Membutuhkan Perhatian Khusus (AMPK) yang terpapar konten dalam grup media sosial True Crime Community (TCC).

Pertemuan strategis yang berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong pada Senin (29/6/2026) pukul 10.00 WIT ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sorong, Dr. Amatus Turot, S.Hut., M.Si. Rakor ini dihadiri oleh lintas instansi penting, di antaranya Kasatgaswil Papua Barat Densus 88 AT Polri Kombes Pol. Gede Suardana, S.Pd., M.M., Plt. Kepala Dinas Pendidikan Andreas Taa, M.Sos., Kepala Dinas PPA Fery Fatem, serta perwakilan Dinas Kominfo Yohanes C. Matituna.

Alarm Bahwa Komunitas Digital Menjadi Alat Perekrutan

Dalam diskusi intensif tersebut, para pemangku kebijakan membunyikan alarm peringatan terkait fenomena mengkhawatirkan penyalahgunaan media sosial pada anak. Berdasarkan temuan di lapangan, kelompok kriminal kini marak memanfaatkan ruang digital sebagai ruang perekrutan baru. Konsumsi konten kekerasan yang tanpa filter memicu doktrinasi berbahaya, yang mendorong anak-anak melakukan aksi kriminalitas di dunia nyata.

Menyikapi ancaman ini, Kasatgaswil Papua Barat Kombes Pol. Gede Suardana menegaskan kembali tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Densus 88 dalam menanggulangi IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme). Penanganan AMPK yang menjadi korban doktrin digital kini menjadi salah satu prioritas sinergi di lapangan.

Langkah Nyata Lewat Rencana Aksi Daerah

Sebagai fondasi hukum dan taktis, pertemuan ini membahas implementasi Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE). Langkah preventif ini akan segera diturunkan ke tingkat lokal melalui pembentukan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Ekstremisme (RAD PE), khususnya untuk wilayah Provinsi Papua Barat Daya.

Tak berhenti di ruang rapat, Satgaswil Papua Barat dan Pemkab Sorong langsung menjadwalkan pertemuan lanjutan bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Agenda berikutnya akan berfokus pada pematangan mekanisme regulasi serta penanganan teknis di lapangan demi menyelamatkan masa depan anak-anak Papua dari jerat ekstremisme digital.

1782712916806

Lebih Dari 4.000 Bidan Se-Jawa Timur Ikut Seminar Dalam Rangka HUT IBI Ke-75

SURABAYA || Jejak-indonesia.id – Sebagai puncak peringatan Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang ke-75, Pengurus Daerah IBI Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan seminar hybrid yang diikuti lebih dari 4.000 bidan dari berbagai kabupaten dan kota se-wilayah ini. Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat kompetensi dan profesionalisme para bidan, guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, dan keluarga.

Ketua PD IBI Jawa Timur, Dr. Hj. Siti Maimunah, S.ST., Bdn., M.Keb., menyampaikan bahwa peringatan 75 tahun perjalanan organisasi ini bukan sekadar momen mengenang sejarah, melainkan pijakan baru untuk memperkokoh peran bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Peringatan ini menjadi titik tolak untuk memperkuat kompetensi, profesionalisme, serta semangat pengabdian kami. Semua upaya ini bertujuan mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia pada tahun 2045,” ujarnya pada Senin (29/6).

Seminar yang digelar secara luring dan daring ini turut dihadiri oleh Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, perwakilan Kemendukbangga/BKKBN, organisasi profesi kesehatan, mitra kerja, serta berbagai pemangku kepentingan yang telah bersinergi selama ini dalam memajukan dunia kebidanan.

Dalam sesi pembahasan, hadir tiga narasumber yang mengangkat isu-isu strategis. dr. Dwi Krisna Imawan, Sp.OG., M.Ked.Klin. menjelaskan pentingnya peningkatan mutu layanan melalui Program Bidan Delima agar praktik kebidanan menjadi lebih profesional, mandiri, dan berdaya saing.

Sementara itu, Hj. Nur Cita Qomariyah, M.Kom., I.CMC., CPS., CSE. mengajak para peserta membangun citra profesional di era digital. Ia menekankan pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi kesehatan sekaligus sarana membangun kepercayaan masyarakat terhadap profesi bidan.

Materi penutup disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat IBI, Dr. Ade Jubaedah, S.SiT., MM., MKM., yang menegaskan bahwa bidan memiliki peran sentral dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak—sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia nasional. Ia mengajak seluruh anggota untuk terus mengembangkan kemampuan, memperluas kerja sama lintas sektor, serta menghadirkan inovasi layanan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Diskusi yang dipandu oleh Dr. Wahyul Anis, S.Keb., Bd., M.Kes. berlangsung secara interaktif, dengan berbagai pertanyaan dan berbagi pengalaman dari lapangan yang memperkaya pembahasan mengenai tantangan yang dihadapi saat ini.

Selain seminar ilmiah, rangkaian kegiatan juga meliputi pemberian penghargaan kepada Pengurus Cabang IBI, Tempat Praktik Mandiri Bidan, serta mitra yang telah berkontribusi nyata. Acara ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas 75 tahun pengabdian IBI kepada bangsa dan negara.

Melalui kegiatan ini, PD IBI Jawa Timur menegaskan bahwa peningkatan kapasitas bidan merupakan investasi penting dalam pembangunan kesehatan nasional. Sinergi yang terjalin antara organisasi profesi, pemerintah, dan berbagai mitra diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, sekaligus mempercepat tercapainya visi Indonesia Emas 2045.

IMG-20260628-WA0064

Fast Respon Nusantara Gelar Sholawat Akbar HUT Bhayangkara ke-80 di Banyuwangi, Ribuan Jamaah Padati Lokasi Acara

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Persatuan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN) Counter Polri di bawah komando Ketua Umum Agus Flores sukses menggelar Sholawat Akbar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di Lugjak, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan yang mengusung semangat religius, kebangsaan, dan persaudaraan ini berlangsung khidmat serta dipadati ribuan jamaah yang datang dari berbagai wilayah di Banyuwangi maupun luar daerah.

Sejak pukul 17.00 WIB, masyarakat mulai memadati lokasi acara. Panitia bersama aparat keamanan telah bersiaga mengatur arus lalu lintas, parkir kendaraan, hingga penempatan jamaah agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Antusiasme masyarakat yang luar biasa menunjukkan kuatnya dukungan terhadap kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan delapan dekade pengabdian Polri kepada bangsa dan negara.

Acara diawali dengan Majelis Mahabbatun Nabi yang melantunkan sholawat, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, serta Mars PW FRN Counter Polri. Suasana penuh kekhusyukan berpadu dengan semangat nasionalisme yang menggambarkan eratnya sinergi antara ulama, masyarakat, insan pers, TNI, dan Polri.

Ketua Panitia Agus Samiaji menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan sebelum dilanjutkan sambutan Ketua Umum PW FRN Counter Polri, Agus Flores. Dalam sambutannya, Agus Flores menegaskan bahwa Sholawat Akbar bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan ikhtiar bersama untuk memanjatkan doa demi keselamatan bangsa dan memperkuat persatuan seluruh elemen masyarakat.

Menurut Agus Flores, PW FRN Counter Polri akan terus menjadi mitra strategis Polri dalam membangun komunikasi yang positif melalui media. Ia menilai media memiliki tanggung jawab besar untuk menyampaikan informasi yang benar, menyejukkan, serta mampu memperkuat persatuan di tengah derasnya arus informasi digital.

"Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga besar Polri, tetapi juga milik seluruh rakyat Indonesia. Melalui Sholawat Akbar ini kita mengirimkan doa terbaik agar Polri semakin Presisi, semakin profesional, humanis, dan semakin dicintai masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa ulama, media, TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat dapat berjalan bersama menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Agus Flores.

Ia juga menambahkan bahwa PW FRN akan terus hadir mendukung program-program Polri yang berpihak kepada masyarakat serta mengajak seluruh insan pers untuk menjadi bagian dari solusi dalam menjaga kondusivitas bangsa.

"Media harus menjadi perekat persaudaraan, bukan pemecah persatuan. Mari kita jadikan Hari Bhayangkara ke-80 sebagai momentum memperkuat sinergi, mempererat silaturahmi, dan bersama-sama menjaga Indonesia agar tetap aman, damai, dan sejahtera," tambah Agus Flores.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, panitia juga memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat Bhayangkara Presisi yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.

Puncak acara diisi dengan tausiyah kebangsaan oleh Ustadz Andi Hidayat, yang mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat keimanan, menjaga persatuan, mempererat toleransi, serta bersama-sama menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif.

Ribuan jamaah kemudian larut dalam lantunan Sholawat Akbar yang dilanjutkan doa bersama untuk bangsa Indonesia, Polri, TNI, pemerintah, serta seluruh masyarakat agar senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian, kesehatan, dan keberkahan. Acara ditutup dengan Mahallul Qiyam dan doa penutup yang berlangsung penuh kekhidmatan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Hadir Kombes Pol. Dr. H. Joseph Ananta Pinora, S.I.K., M.Si., Direktur Intelijen Keamanan Polda Jawa Barat beserta rombongan. Dari jajaran Polresta Banyuwangi, Kapolresta diwakili oleh Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K. Turut hadir Kalapas Kelas IIA Banyuwangi Solichin beserta jajaran, Danramil Rogojampi, Camat Rogojampi, para ulama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai daerah.

Dalam undangan kegiatan, sejumlah pejabat tinggi Polri dan pemerintah juga dijadwalkan hadir maupun mengirimkan perwakilan, di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, Kepala BNN RI Komjen Pol. Rachmat Kurniawan, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol. Wibowo, S.I.K., S.H., Dirtipidter Bareskrim Polri Irjen Pol. Dr. Mohammad Irhamni, S.I.K., S.H., M.H., serta Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. Beberapa di antaranya diwakili oleh anggota maupun perwakilan dari instansi masing-masing sebagai bentuk dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

Kelancaran acara didukung oleh pengamanan gabungan dari unsur kepolisian bersama GRIB Jaya Banyuwangi, Forum Rogojampi Bersatu, serta panitia PW FRN Counter Polri. Sinergi seluruh unsur pengamanan membuat kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif hingga selesai.

Sholawat Akbar HUT Bhayangkara ke-80 ini bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara Polri, pemerintah, ulama, TNI, insan pers, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, PW FRN Counter Polri kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terciptanya keamanan, persatuan, dan keharmonisan bangsa melalui sinergi, dakwah, serta pemberitaan yang membangun.

Dengan tingginya antusiasme masyarakat serta dukungan berbagai pihak, Sholawat Akbar HUT Bhayangkara ke-80 di Banyuwangi diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkokoh persatuan bangsa, sekaligus menjadi doa bersama agar Polri semakin Presisi, humanis, profesional, dan terus mengabdi demi keamanan serta kemajuan Indonesia.

error: Content is protected !!