Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 56

Berita

IMG-20260706-WA0024

Kolaborasi Unair dan Pemkab Banyuwangi Perkuat Pendidikan Dokter Spesialis serta Layanan Kesehatan Daerah

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Universitas Airlangga (Unair) menjalin kerja sama strategis dengan Pemkab Banyuwangi. Unair mulai menyiapkan dua RSUD di Banyuwangi, RSUD Blambangan dan RSUD Genteng sebagai rumah sakit jejaring Pendidikan Profesi Dokter Spesialis (PPDS).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang dilaksanakan pada Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. Muhammad Madyan bersama jajarannya, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wabup Mujiono, serta Direktur RSUD Blambangan, dan Direktur RSUD Genteng.

Kerjasama tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan kedokteran di Banyuwangi setelah kedua rumah sakit ditetapkan sebagai wahana pendidikan bagi mahasiswa profesi dokter Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Unair Banyuwangi.

Menurut Rektor Madyan, saat ini Unair masih memetakan kebutuhan layanan spesialis di Banyuwangi. Hasil kajian itu akan menjadi dasar penentuan program PPDS yang dapat dikembangkan di RSUD Blambangan maupun RSUD Genteng.

"Kami sedang mengidentifikasi jenis PPDS yang paling sesuai dengan kebutuhan Banyuwangi. Kami melihat dulu pola penyakit yang banyak ditangani rumah sakit sehingga program yang dibuka benar-benar menjawab kebutuhan daerah," kata Madyan.

Madyan menjelaskan, sejumlah layanan spesialis yang berpotensi dikembangkan antara lain penyakit dalam, onkologi, radiologi, hingga layanan pendukung kemoterapi. Kajian tersebut juga mempertimbangkan kesiapan fasilitas rumah sakit serta ketersediaan tenaga pendidik spesialis dari Fakultas Kedokteran Unair.

"Kami mendapat informasi bahwa kasus kanker cukup banyak ditangani di Banyuwangi. Karena itu kebutuhan layanan terkait hal tersebut menjadi bagian yang sedang kami pelajari," katanya.

Madyan menambahkan, pengembangan pendidikan kedokteran di Banyuwangi merupakan bagian dari komitmen Unair sejak membuka kampus di daerah tersebut sekitar 15 tahun lalu. Komitmen itu diperkuat dengan hadirnya Program Studi Kedokteran FIKKIA Unair Banyuwangi yang kini terus berkembang.

Animo masyarakat terhadap Fakultas Kedokteran FIKKIA Banyuwangi pun terus meningkat. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah pendaftar bertambah signifikan dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

"Alhamdulillah, sekarang Fakultas Kedokteran di Banyuwangi sudah semakin dikenal. Tahun ini kami merasakan peningkatan minat lulusan SMA dari berbagai daerah untuk kuliah di sini," tuturnya.

Sementara Bupati Ipuk menjelaskan bahwa kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan, pelayanan kesehatan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan. Selain itu, kolaborasi ini juga diarahkan untuk meningkatkan dan mengembangkan profesionalisme pelayanan kesehatan di rumah sakit dengan orientasi pada kepuasan dan keselamatan pasien.

Melalui kolaborasi ini, Ipuk berharap dapat memperkuat ekosistem pendidikan kedokteran sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami sangat menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran rumah sakit sebagai wahana pendidikan kedokteran spesialis. Ini akan menguntungkan bagi pembangunan sektor kesehatan di Banyuwangi,” kata Ipuk.

IMG-20260706-WA0021

Perkuat Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan di Banyuwangi, Unair Segera Bangun Gedung Baru Fakultas Kedokteran

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Universitas Airlangga segera melakukan percepatan pembangunan gedung Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Unair Banyuwangi. Fakultas ini memiliki empat prodi yakni S1 Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Hewan dan Aquakultur.

Pada 2014, Unair telah membuka Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) di Banyuwangi. Kemudian bertransformasi menjadi Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (Fikkia) UNAIR Banyuwangi pada 2023.

Komitmen tersebut ditandai dengan penyerahan dokumen PKKPR (Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang), dokumen perizinan dasar yang memastikan lokasi bangunan sesuai dengan Rencana Tata Ruang (RTR). Penyerahan tersebut dilakukan dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama yang dilaksanakan pada Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UNAIR Prof. Dr. Muhammad Madyan bersama jajarannya, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Wabup Mujiono.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fietiandani menjelaskan pihaknya terus mendorong pengembangan kampus di Banyuwangi, termasuk Fikkia Unair.

“Kehadiran perguruan tinggi, termasuk FIKKIA Unair bukan sekadar menambah institusi pendidikan saja di Banyuwangi, namun mereka adalah mesin pengungkit pembangunan derah. Dari kampus, kami berharap lahir dokter, tenaga kesehatan, ilmuwan, peneliti, dan inovator yang bukan hanya meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, tetapi juga mempercepat kenaikan kualitas SDM Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga berpesan agar bangunan gedung FIKKIA Unair mengangkat kekhasan arsitektur lokal, layaknya bangunan publik lainnya di Banyuwangi.

“Kami menitipkan kelestarian warisan arsitektur khas lokal dengan cara agar setiap gedung yang dibangun di Banyuwangi menampilkan desain dan ornamen khas Banyuwangi. Selain tentunya fasilitas dan sarpras lainnya tetap harus menjadi prioritas,” pesan Ipuk.

Sementara itu, Dekan FIKKIA Unair Dr. Rahadian Indarto Susilo, menyatakan komitmen Unair untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Banyuwangi. Ia menyebutkan, sejak hadir di Banyuwangi pada tahun 2014, kualitas pendidikan di FIKKIA terus mengalami peningkatan.

“Sekarang kami sudah memiliki program studi kedokteran di Banyuwangi. Untuk terus meningkatkan kualitas tersebut, kami berencana membangun fasilitas gedung baru,” ujarnya.

Pembangunan gedung baru FIKKIA akan dilakukan di Gedung Fikkia Unair yang berada di Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri. Gedung ini digunakan untuk perkuliahan mahasiswa di prodi kedokteran dan kesehatan masyarakat.

“Rencana, secepatnya juga akan kami bangun. Harapannya, pembangunan gedung baru FIKKIA ini segera terwujud dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Banyuwangi,” tambahnya.

Revitalisasi gedung FIKKIA Unair di Mojopanggung direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun ini dengan target pembangunan gedung setinggi empat lantai. (*)

IMG-20260705-WA0068

Air Mata Ojol Melepas Irjen Pol. Agus Suryonugroho Sebagai Mantan Kakorlantas: Beliau Bukan Cuma Jenderal, Tapi Bapak Kami

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Suasana haru menyelimuti komunitas pengemudi ojek online (ojol) nusantara. Kabar mutasi di tubuh Polri yang menyertakan nama Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., memicu gelombang rasa kehilangan yang mendalam dari para pahlawan jalanan. Bagi mereka, Irjen Pol. Agus Suryonugroho bukan sekadar pejabat tinggi, melainkan sosok bapak dan pelindung yang nyata.

Kesedihan ini salah satunya diungkapkan oleh Erna, perwakilan pengemudi ojol dari Keluarga Besar URC Bergerak dan Ojol Nusantara Provinsi DKI Jakarta. Ia mengaku sangat terkejut sekaligus terpukul mendengar berakhirnya masa jabatan sang jenderal.

"Waktu yang baru kita rangkai harus terputus oleh tugas. Sebagai pemimpin, Bapak adalah sosok idola, kebanggaan, dan panutan yang bisa memosisikan diri sebagai sahabat bagi kami," ujar Erna dengan nada emosional, Minggu (5/7/2026).

Menurut Erna, Irjen Pol. Agus Suryonugroho berhasil mendobrak sekat antara polisi dan rakyat kecil melalui program inovatif Polantas Menyapa. Lewat program ini, komunitas ojol dirangkul dan diberikan ruang untuk menjadi individu yang lebih bermanfaat di jalan raya. Sinergi ini tidak hanya berdampak positif pada ketertiban lalu lintas, tetapi juga menyatukan para pengemudi ojol dari berbagai daerah dalam satu semangat perjuangan.

Momen pertemuan langsung dengan sang jenderal menjadi kenangan yang paling membekas bagi Erna. "Saya bersyukur luar biasa bisa bersalaman, berpelukan, dan menatap Bapak dari dekat. Selama ini kami hanya bisa melihat Beliau di televisi," tuturnya sambil mendoakan agar Irjen Pol. Agus Suryonugroho dan keluarga selalu dilimpahkan kesehatan dan rahmat oleh Allah SWT.

Rasa kehilangan yang sama juga menjalar hingga ke Sumatra. Dianton, perwakilan Keluarga Besar Ojol Nusantara Provinsi Jambi, menyampaikan apresiasi tertinggi atas dedikasi Irjen Pol. Agus Suryonugroho selama memimpin Korlantas Polri. Ia menyebut sang jenderal sebagai pelopor runtuhnya dinding pembatas antara polisi lalu lintas dan pengemudi ojol.

Meskipun tongkat komando Kakorlantas kini telah berganti, Dianton berharap ikatan emosional yang telah terbangun tidak akan pernah putus.

"Bagi kami, Bapak akan selalu menjadi sosok yang kami hormati, kami banggakan, dan kami kenang sebagai pelopor lahirnya kedekatan yang tulus antara polantas dan ojol Nusantara. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, keberkahan umur, kemudahan dalam setiap langkah pengabdian, serta melimpahkan rahmat dan perlindungan-Nya kepada Bapak dan keluarga," imbuhnya.

Komunitas ojol nusantara kini melepas Irjen Pol. Agus Suryonugroho menuju tempat pengabdian yang baru dengan iringan doa terbaik, berharap ketulusan sang jenderal dalam mengayomi masyarakat dapat terus menginspirasi institusi Polri ke depan.

IMG-20260705-WA0064

Pecah Rekor! 1.078 Peserta dan Legenda Badminton Ramaikan Kapolda Cup VI Sumsel

PALEMBANG || Jejak-indonesia.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan terus membuktikan komitmennya untuk hadir lebih dekat dan membaur di tengah masyarakat. Dalam momen peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel secara resmi menggelar Kejuaraan Badminton Kapolda Cup VI Tahun 2026 yang sukses menyedot antusiasme luar biasa dengan total 1.078 peserta dari berbagai kalangan.

​Acara pembukaan yang digelar meriah di GOR Badminton Drs. Warsito, S.H., Komplek Pakri Palembang pada Minggu (5/7/2026) pagi ini, tidak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga semata. Lebih dari itu, kejuaraan ini menjadi wujud nyata sinergitas dan keakraban antara Polri, unsur Forkopimda, instansi swasta, hingga masyarakat luas.

​Pembukaan kejuaraan ini dipenuhi sorak sorai penonton, terutama saat laga ekshibisi antar-pimpinan daerah berlangsung penuh keakraban. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, tampil berpasangan dengan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa. Pasangan eksekutif ini bertanding sengit nan menghibur dalam laga persahabatan melawan Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho yang berduet dengan Irjen Pol. (Purn.) Eko Indra Heri.

​Kemeriahan semakin lengkap dengan hadirnya bintang tamu istimewa, yakni legenda bulu tangkis kebanggaan Indonesia asal Palembang, Mohammad Ahsan, bersama peraih medali perak Olimpiade Sydney 2000, Tri Kusharjanto. Kehadiran dua ikon olahraga ini menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi para atlet muda yang bertanding.

​Ketua Pelaksana sekaligus Dirbinmas Polda Sumsel, Kombes Pol. Hari Purnomo, S.I.K., S.H., M.H., M.Han., dalam laporannya merincikan bahwa kejuaraan yang berlangsung pada 4 hingga 11 Juli 2026 ini mempertandingkan berbagai kategori. "Mulai dari kategori Prestasi untuk usia dini, anak-anak, pemula, hingga remaja, serta kategori Non-Prestasi yang mencakup Ganda Beregu Instansi, TNI-Polri, hingga kelas Veteran," paparnya.

​Besarnya skala acara dan tingginya antusiasme masyarakat ini mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru. Dalam sambutannya sebelum melakukan pemukulan shuttlecock pertama, Gubernur menyoroti keberhasilan Polda Sumsel dalam merangkul semua elemen masyarakat melalui olahraga.

​"Persiapannya sungguh luar biasa. Kejuaraan ini bukan sekadar agenda institusi kepolisian, melainkan menjadi sajian yang luar biasa bagi masyarakat. Melihat ribuan peserta dan atlet yang sangat antusias berpartisipasi hari ini, ini adalah bukti nyata kesuksesan sinergitas serta kecintaan warga Sumatera Selatan terhadap olahraga," ujar Gubernur.

​Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, menegaskan bahwa Kapolda Cup 2026 adalah cerminan semangat Polri yang Presisi dan humanis.

​"Kejuaraan dengan lebih dari seribu peserta ini menjadi pesan kuat bahwa Polri senantiasa hadir dan tidak berjarak dengan masyarakat. Olahraga adalah bahasa universal yang menyatukan kita semua. Melalui momen Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin semangat sportivitas, kolaborasi, dan kebersamaan antara kepolisian, pemerintah daerah, dan warga Sumatera Selatan semakin kokoh dan tak tergoyahkan," tegas Kabid Humas.

​Rangkaian acara pembukaan ini turut dimeriahkan dengan suguhan Badminton Dance serta Fun Game Ganda Eksekutif yang diikuti oleh jajaran pimpinan daerah lainnya, mulai dari Kabinda, Danlanal, Danlanud, hingga para pimpinan instansi vertikal, menjadikan peringatan delapan dekade pengabdian Bhayangkara di Bumi Sriwijaya ini penuh dengan kehangatan.

Melalui semangat pantang menyerah dari para atlet dan inspirasi yang dibawa oleh para legenda bulu tangkis, ajang ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit unggul dari Bumi Sriwijaya. Lebih dari sekadar perayaan Hari Bhayangkara ke-80, panggung olahraga ini menjadi kado indah dari Polda Sumsel untuk merawat harmoni, sportivitas, dan sinergitas tanpa batas dengan masyarakat.

IMG-20260705-WA0063

Tumbuhkan Budaya Sehat, Polda Papua Tengah Gelar Bhayangkara Fun Run 5K

PAPUA TENGAH || Jejak-indonesia.id - Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah sukses menyelenggarakan ajang Bhayangkara Fun Run 5K di Kabupaten Nabire, Sabtu (4/7/2026). Selain mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, ajang lari santai ini menjadi komitmen nyata kepolisian dalam mengampanyekan pola hidup sehat dan menghidupkan budaya olahraga di kalangan generasi muda.

Kolaborasi apik terjalin dalam acara ini, di mana Polda Papua Tengah menggandeng Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Merah Putih (BMP) RI Provinsi Papua Tengah. Sinergi ini menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya fokus pada aspek keamanan, melainkan juga pada peningkatan kualitas hidup dan kesehatan warga.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, menegaskan bahwa kebiasaan berolahraga secara konsisten akan melahirkan generasi muda yang sehat dan produktif. Karakteristik inilah yang sangat dibutuhkan untuk mendorong roda pembangunan di daerah.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap semangat olahraga, khususnya di kalangan anak-anak muda, semakin tumbuh sehingga mampu mendorong kemajuan Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini sengaja dikemas lewat aktivitas yang menyentuh langsung masyarakat luas, bukan sekadar seremoni formal. "Polda Papua Tengah akan terus mendukung kegiatan olahraga sebagai wadah mempererat kemitraan dengan warga sekaligus membangun masyarakat yang sehat," imbuhnya.

Ajang Penjaringan Bibit Atlet Berprestasi

Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Tengah, Victor Fun, menilai pelaksanaan Bhayangkara Fun Run ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi masa depan olahraga daerah.

Menurut Victor, selain menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebugaran fisik, ajang seperti ini menjadi radar efektif untuk menemukan talenta-talenta muda berbakat di cabang olahraga lari.

"Kegiatan ini juga menjadi wadah penting untuk mencari bibit-bibit pelari potensial yang nantinya bisa kita bina agar mampu mengukir prestasi di tingkat provinsi, nasional, bahkan hingga kancah internasional," jelas Victor Fun.

Lebih lanjut, Victor menekankan bahwa Pemprov Papua Tengah berkomitmen penuh untuk mengawal pembinaan atlet-atlet muda. Pasalnya, prestasi di bidang olahraga tidak hanya mengharumkan nama Papua Tengah, tetapi juga membuka jalan bagi masa depan para pemuda, termasuk peluang besar untuk berkarier di institusi TNI maupun Polri.

error: Content is protected !!