Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 54

Berita

IMG-20260708-WA0027

Duduk Bersama Warga, Kapolres Metro Jakarta Barat Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Lingkungan

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Suasana hangat dan penuh keakraban terasa dalam kegiatan Jaga Jakarta + Jayakarta On The Spot" yang digelar Polres Metro Jakarta Barat bersama Polsek Cengkareng di Warmindo, Jalan H. D. Jairi, RT 001/02, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi Polri untuk hadir lebih dekat, berdialog, sekaligus mendengarkan langsung aspirasi masyarakat mengenai situasi keamanan di lingkungan mereka.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Twedi Aditya Bennyahdi, S.Sos., S.I.K., M.H., didampingi Kapolsek Cengkareng AKP Rahis Fadhlillah, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang selama ini telah berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Menurut Kapolres, keamanan wilayah tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Melalui program Jaga Jakarta, Polri ingin membangun komunikasi yang lebih erat dengan warga sehingga setiap potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini.

Dalam dialog tersebut, Kapolres mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, mengaktifkan kembali ronda atau siskamling, serta memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

Selain itu, warga juga diberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan obat keras, serta pentingnya peran keluarga dalam mengawasi pergaulan anak-anak agar tidak terjerumus dalam aksi tawuran maupun tindak kriminal lainnya.

Tak hanya menyampaikan imbauan, Kapolres juga membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk mendengarkan berbagai aspirasi, masukan, dan keluhan terkait kondisi keamanan di wilayah Duri Kosambi.

Berbagai persoalan yang disampaikan warga menjadi bahan evaluasi sekaligus tindak lanjut bersama antara kepolisian, pemerintah kelurahan, TNI, serta unsur masyarakat.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan. Jika melihat ataupun mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas maupun tindak pidana, jangan ragu segera melaporkannya melalui layanan Kepolisian 110 agar dapat segera ditindaklanjuti," ujar Kombes Pol. Twedi Aditya Bennyahdi.

Kegiatan yang dihadiri unsur Tiga Pilar, FKDM, Ketua RW, Ketua RT, Karang Taruna, serta tokoh masyarakat tersebut menjadi bukti nyata bahwa menjaga keamanan Jakarta merupakan tanggung jawab bersama.

Melalui komunikasi yang terbuka, sinergi yang kuat, dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, diharapkan Jakarta Barat tetap menjadi wilayah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warganya.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

IMG-20260707-WA0086

Purna Tugas dengan Prestasi Gemilang, Irjen Pol. Agus Suryonugroho Tinggalkan Legacy Transformasi di Korlantas Polri

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Tonggak estafet kepemimpinan di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi beralih. Irjen Pol. Dr. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., mengakhiri masa pengabdiannya sebagai Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri pada 4 Juli 2026 dan menyerahkan tongkat komando kepada Irjen Pol. Wibowo.

Memasuki masa purnabakti, jenderal bintang dua lulusan Akpol 1991 ini menyudahi masa pengabdiannya dengan meninggalkan warisan emas berupa transformasi digital dan paradigma baru polisi lalu lintas yang lebih humanis.

Paradigma baru: Mengutamakan nyawa, bukan surat tilang

Sejak menakhodai Korlantas, doktor ilmu hukum lulusan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) ini berhasil mendobrak stigma lama. Di bawah kepemimpinannya, Korlantas mengusung kuat bahwa kebanggaan Korps Bhayangkara bukanlah pada seberapa banyak jumlah surat tilang yang dikeluarkan, melainkan pada terciptanya ketertiban dan terselamatkannya jiwa manusia di jalan raya.

Langkah humanis ini diperkuat lewat program inovatif Polantas Menyapa. Program ini sukses meruntuhkan sekat antara aparat dan rakyat kecil, hingga membuat sosok Irjen Agus sangat dicintai oleh berbagai komunitas akar rumput, termasuk para pengemudi ojek online (ojol).

Sukses Mengawal Arus Mudik dan Digitalisasi Pelayanan

Keberhasilan operasional di bawah kepemimpinannya mendapat apresiasi tinggi dari Indonesia Police Watch (IPW). Selama memimpin Operasi Ketupat dan Operasi Lilin (2025–2026), Korlantas berhasil mengawal arus mudik dan balik raksasa dengan lancar, bahkan sukses menekan angka kecelakaan lalu lintas hingga 7% serta menurunkan korban meninggal dunia sebesar 27,12%.

Dikenal sebagai sosok yang adaptif, Irjen Agus juga sukses mempercepat transformasi digital Korlantas Polri. Atas dedikasinya, ia dianugerahi penghargaan detikcom Awards 2025 sebagai Tokoh Penggerak Digitalisasi Layanan Lalu Lintas. Apresiasi ini diberikan berkat komitmennya dalam mengoptimalkan sistem modern seperti ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), aplikasi SIGNAL (Samsat Digital Nasional), hingga SINAR (SIM Nasional Presisi).

Langkah strategisnya dalam mendukung program Asta Cita juga membuahkan manis. Kementerian Pekerjaan Umum memberikan Sutami Awards 2025 kategori Mitra Kementerian/Lembaga atas kontribusinya dalam mengamankan dan mengawasi proyek infrastruktur nasional yang bersih, transparan, dan lancar. Deretan prestasi tersebut kemudian disempurnakan dengan penganugerahan Presisi Awards 2026, yang mengukuhkan dedikasinya dalam memodernisasi layanan publik di Tanah Air.

Kini, dengan resminya pergantian kepemimpinan ke tangan Irjen Pol. Wibowo, publik menaruh harapan besar agar fondasi digitalisasi dan pelayanan humanis yang telah diletakkan oleh Irjen Agus Suryonugroho dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan demi keselamatan berkendara di seluruh penjuru negeri.

1783426182855

Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan, Kasat Resnarkoba Polres Situbondo Serukan Perang Total Terhadap Narkoba

SITUBONDO || jejak-indonesia.id – Ancaman penyalahgunaan narkoba masih menjadi persoalan serius yang dapat merusak masa depan generasi muda. Karena itu, masyarakat, orang tua, guru, hingga para pelajar di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur diimbau untuk bersama-sama menjauhi serta menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Selasa (7/7/2026).

Kasat Resnarkoba Polres Situbondo, IPTU Tatang Purwohadi, S.H., M.H., menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga lingkungan pergaulan.

"Narkoba tidak pernah memberikan manfaat. Yang ditawarkan hanya kenikmatan sesaat, tetapi akibatnya bisa menghancurkan masa depan, merusak kesehatan, memecah keluarga, bahkan berakhir di balik jeruji besi. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, untuk berani berkata tidak terhadap narkoba dalam bentuk apa pun," tegas IPTU Tatang Purwohadi.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terpengaruh ajakan teman atau lingkungan yang mengarah pada penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, generasi muda adalah aset bangsa yang harus dijaga dari ancaman narkoba.

Selain penegakan hukum terhadap pelaku peredaran narkotika, Satresnarkoba Polres Situbondo terus mengedepankan langkah preventif melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta kalangan pelajar agar semakin memahami bahaya narkoba dan berani melaporkan jika mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungannya.

IPTU Tatang juga mengajak para orang tua dan pihak sekolah untuk memperkuat pengawasan serta membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang berpotensi menyeret mereka ke penyalahgunaan narkoba.

"Mari kita selamatkan generasi muda Situbondo. Jangan pernah mencoba narkoba, karena sekali terjerumus, risikonya sangat besar. Bersama masyarakat, kami berkomitmen mewujudkan Situbondo yang bersih dari narkoba," pungkasnya. (Wan)

IMG-20260707-WA0081

Prosesi Adat dan Pedang Pora Warnai Penyambutan Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru

SORONG || Jejak-indonesia.id - Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Papua Barat Daya pada Selasa (7/7/2026) pagi. Kedatangan Kapolda Papua Barat Daya yang baru, Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru, bersama Ketua Bhayangkari Daerah Papua Barat Daya, Ny. Loury Latuheru, disambut dengan penuh kehormatan melalui tradisi adat lokal.

Langkah kaki Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru yang didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Semmy Ronny Thabaa langsung disambut hangat dengan prosesi pemasangan kain adat suku Moi dan mahkota kasuari. Penghormatan budaya ini menjadi simbol sakral diterimanya sang jenderal sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Papua Barat Daya. Jajaran Pejabat Utama (PJU), Kapolres, dan Kapolresta didampingi Bhayangkari juga tampak hadir menyambut kedatangan sang kapolda.

Tak hanya kental dengan nuansa budaya, Mapolda juga bergemuruh lewat tradisi jajar kehormatan oleh barisan personel. Suasana semakin megah dan bergetar saat jajaran perwira melakukan tradisi pedang pora, mengiringi alunan langkah tegap Kapolda Papua Barat Daya.

Di ujung barisan pedang pora, telah menanti Kapolda Papua Barat Daya terdahulu, Brigjen Pol. Gatot Haribowo, S.I.K., M.A.P., didampingi Ketua Bhayangkari Ny. Nike Gatot Haribowo, yang menyambut suksesornya dengan senyum kehangatan.

Setelah rangkaian tradisi penyambutan selesai, Kapolda Papua Barat Daya dijadwalkan langsung memimpin sejumlah agenda penting. Salah satunya adalah upacara penyerahan Pataka polda sebagai penanda resmi estafet kepemimpinan demi melanjutkan program-program strategis yang telah dirintis oleh pendahulunya.

Momen pergantian tongkat estafet ini menandai babak baru kepemimpinan kepolisian di provinsi termuda Indonesia tersebut. Kepemimpinan baru ini membawa komitmen besar untuk melanjutkan sekaligus meningkatkan berbagai program kerja yang telah dirintis oleh pendahulunya.

Sebagai pelengkap momentum bersejarah ini, Polda Papua Barat Daya juga menggelar tradisi pelepasan bagi Brigjen Pol. Gatot Haribowo yang memasuki masa purna bakti. Upacara pelepasan tersebut menjadi bentuk penghormatan tertinggi atas segala dedikasi, loyalitas, dan pengabdian terbaiknya selama memimpin Polda Papua Barat Daya.

IMG-20260707-WA0079

Kompolnas Sampaikan Dugaan Penyebab Gugurnya 3 Polisi di Katingan

PALANGKARAYA || Jejak-indonesia.id - Anggota Komisi Kepolisian Nasional, Mochammad Choirul Anam didampingi Kapolda Kalimantan Tengah, menggelar konferensi pers pengungkapan gugurnya tiga personel Polres Katingan pada saat menjalankan operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Katingan, di lobi Mapolda Kalteng, Selasa (7/7/2026).

"Kami sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi penggerebekan dugaan bandar narkotika di Desa Tumbang Kalamei, Kabupaten Katingan, dan menghimpun beberapa keterangan," katanya.

Menurut Anam, berdasarkan hasil pendalaman sementara, peristiwa tersebut bermula ketika anggota Satresnarkoba telah berhasil mengamankan target operasi dan memperkenalkan diri sebagai anggota kepolisian dengan menunjukkan identitas serta surat tugas resmi.

Namun situasi berubah ketika muncul teriakan yang menyebut petugas sebagai perampok. Teriakan tersebut memicu sejumlah anggota keluarga terduga pelaku mendatangi lokasi sehingga terjadi perlawanan terhadap petugas.

"Anggota sebenarnya sudah memperkenalkan diri sebagai polisi dan menunjukkan surat tugas. Namun muncul teriakan bahwa yang datang adalah perampok sehingga memicu kedatangan anggota keluarga dan terjadi peristiwa yang tidak kita inginkan," ucapnya.

Ia menjelaskan, setelah beberapa anggota mengalami luka-luka, petugas memutuskan mundur dengan tujuan menghindari jatuhnya korban lebih banyak, baik dari pihak kepolisian maupun masyarakat sekitar.

"Keputusan mundur diambil agar tidak semakin banyak korban. Namun saat itu justru terjadi pengejaran terhadap petugas," ujarnya.

Kompolnas juga mengungkapkan adanya dugaan bahwa ketiga anggota Polri mengalami penyiksaan sebelum ditemukan meninggal dunia. Dugaan tersebut, kata Anam, didasarkan pada hasil peninjauan lokasi, informasi autopsi, serta analisis awal terhadap kondisi korban.

"Kami menduga para korban mengalami penyiksaan. Dugaan kuat sementara, mereka meninggal terlebih dahulu di darat sebelum kemudian ditemukan di sungai. Namun seluruh dugaan tersebut tetap harus dibuktikan melalui proses penyidikan secara ilmiah dan pembuktian di pengadilan," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kompolnas meminta penyidik mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat, baik pelaku langsung maupun pihak lain yang memiliki peran dalam peristiwa tersebut.

"Kami meminta penegakan hukum dilakukan semaksimal mungkin dengan penerapan pasal yang paling tepat terhadap seluruh pihak yang bertanggung jawab," tegas Anam.

Sementara itu, Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan meminta seluruh pelaku untuk kooperatif menyerahkan diri.

"Saya perintahkan kepada para pelaku yang belum tertangkap untuk segera menyerahkan diri saja ke kepolisian. Tidak ada sedikit pun kamus mundur bagi Kepolisian Kalimantan Tengah dalam menghadapi para pelaku dan bandar narkoba,” pungkasnya.

error: Content is protected !!