Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 247

Berita

IMG-20251023-WA0246

Tinjau Lapang, Komisi IV DPRD Banyuwangi Dorong DLH Bantu Percepatan Perijinan Pembangunan TPS 3R Desa Karetan

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Komisi IV DPRD Kabupaten Banyuwangi dorong percepatan pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R Reduse,Reuse,recycle di Desa Karetan Kecamatan Purwoharjo untuk mengurangi volume sampah di wilayah tersebut.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi IV, Patemo usai melakukan tinjau lapang lokasi rencana pembangunan TPS 3 R. di Kecamatan Purwoharjo.

“TPS 3R ini nantinya akan mengelola sampah dari 37 desa di 8 kecamatan dengan kapasitas 160 ton per hari,“ ucap Patemo saat dkonfirmasi melalui sambungan telepon, Jum’at (17/10/2025).

Menurut politisi PDI Perjuangan asal Kecamatan Bangorejo ini, lokasi pembangunan TPS 3 R di desa Karetan dinilai telah memenuhi syarat dan kriteria lokasi maupun teknis, tidak mencemari lingkungan,memiliki lahan luas, mudah di akses, tidak menganggu estetika serta lalu lintas.

“Kita berharap Dinas Lingkungan Hidup bisa membantu mempercepat proses perijinan pembangunan TPS 3R di Desa Karetan sesuai dengan Paeraturan Perundang-undangan yang berlaku,“ ucap Patemo.

Patemo menjelaskan berdasrkan paparan yang disampaikan oleh Kepala DLH, pembangunan TPS Karetan saat ini masih dalam tahap cut and fill untuk penyiapan lahan konstruksi. Pekerjaan tengah berprogres pada bagian pondasi, pagar keliling, dan bangunan penyangga lainnya.

“Targetnya pada Bulan Juni 2026 pembangunan sudah tuntas,“ jelasnya.

Selain TPS 3R Karetan, Pemkab juga akan membangun dua Stasiun Peralihan Antara (SPA) di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, dan di Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Pembangunan dua SPA tersebut merupakan bagian dari pengembangan Banyuwangi Hijau Fase 3, dengan dukungan Clean Rivers, Uni Emirat Arab. Masing-masing SPA memiliki kapasitas 50 ton sampah per hari.

Dengan demikian, total kapasitas tiga fasilitas baru itu mencapai 260 ton per hari dan mampu melayani hingga 1,4 juta penduduk Banyuwangi.

“Dengan total populasi Banyuwangi sebanyak 1,7 juta jiwa, artinya program Banyuwangi Hijau akan bisa menjangkau hampir seluruh warga. Sisanya akan dilayani melalui dukungan pihak lain, seperti Sungai Watch dan Clean Oceans Through Clean Communities (CLOCC) asal Norwegia,” pungkasnya. (tfq)

IMG-20251023-WA0147

Ke Banyuwangi, Wabup Sorong Pelajari Strategi Pengembangan Pariwisata

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Perkembangan sektor Pariwisata Banyuwangi yang cukup pesat menarik perhatian banyak pihak. Salah satunya, Wakil Bupati Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Sutejo, yang langsung berkunjung ke Banyuwangi untuk belajar terkait hal itu.

Kehadiran Sutejo beserta jajaran disambut hangat Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Rabu sore (22/10/2025). Turut mendampingi, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dan segenap jajaran OPD Pemkab Banyuwangi.

Sutejo mengatakan Kabupaten Sorong memiliki wilayah tiga kali lebih luas dari Banyuwangi. Potensinya pun sangat beragam, mulai laut, pemandian sumber air panas, dan banyak lainnya.

“Potensi ini ingin kami garap dengan lebih optimal sehingga bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Makanya kami terbang ke Banyuwangi untuk belajar bagaimana mengembangkan pariwisata," kata Sutejo.

Menurut Sutejo, Banyuwangi adalah contoh daerah yang sukses meningkatkan kesejahteraannya melalui sektor pariwisata.

Menurut dia, salah satu kunci penting kemajuan pariwisata Banyuwangi terletak pada komitmen pemerintah daerah yang serius dalam mempersiapkan amenitas, aksesibilitas hingga atraksi.

Selain itu, juga adanya komitmen bersama dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif hingga kolaborasi yang berlangsung dengan baik antara pemerintah daerah, komunitas dan masyarakat.

“Semua bergerak dan terlibat menggerakkan pariwisata. Inilah yang ingin kami contoh untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Sorong,” ujarnya.

“Kami punya banyak potensi yang lokasinya tersebar, maka pengembangannya butuh kolaborasi banyak pihak. Bukan hanya Dinas Pariwisata, namun OPD yang lain juga harus ikut terlibat. Seperti yang dilakukan OPD-OPD di Banyuwangi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sutejo juga mengaku ingin belajar banyak hal lainnya. Seperti peningkatan Pendapatan Asli Daerah, pengelolaan sampah, penangan permasalahan sosial, hingga peningkatan UMKM.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik kedatangan rombongan Wabup Sorong Sutejo ke Banyuwangi. Menurut Ipuk pertemuan ini juga membuka kesempatan bagi Banyuwangi untuk sharing praktik baik dari Kabupaten Sorong.

“Kami juga belum sempurna. Masih harus banyak belajar dan berbenah. Kami sangat senang jika Sorong juga berbagi praktik baik untuk bisa kami terapkan di Banyuwangi,” ujarnya.

Dikatakan Ipuk, hingga saat ini Banyuwangi masih terus berupaya menambah kenyamanan pariwisata. Misalnya, mempersiapkan infrastruktur yang baik, khususnya pada akses menuju destinasi pariwisata, serta memperluas aksesibilitas.

Banyuwangi juga terus melakukan pembenahan dan peningkatan destinasi, menambah amenitas wisata, hingga menyiapkan atraksi menarik.

"Kami siapkan 80 atraksi sepanjang tahun. Mulai atraksi budaya, kuliner, hingga sportourism yang kami kemas dalam kalender pariwisata Banyuwangi Festival. Sehingga wisatawan bisa menjadwalkan kunjungannya sesuai agenda yang ada," pungkas Ipuk. (tfq)

IMG-20251022-WA0095

Camat Panji Laksanakan Apel Hari Santri Nasional 2025, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”

Situbondo || jejak - indonesia.id,  Dengan penuh semangat untuk memperingati Hari Santri Nasional 2025 merupakan momen bersejarah bagi bangsa Indonesia. Camat Panji melakukan Apel Hari Santri 2025, bersama para Kades dan Lurah se-Kecamatan Panji, yang dilaksanakan dihalaman kantor Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu (22/10/2025).

Dalam pelaksanaan kegiatan Apel Hari Santri Nasional Tahun 2025 ini dipimpin langsung oleh Camat Panji Andi Jaka Setiawan, S.STP., M.Si., Danramil 0823/02 Panji Kapten Inf. Agus Subagyo berserta anggota, Kapolsek Panji AKP. H. Nanang Priyambodo, S.Sos., berserta anggota, Kepala Puskesmas Panji dan Klampokan, dihadiri 10 Kepala Desa (Kades) dan 2 Lurah yang ada di Kecamatan Panji, Banser Satkoryon, Majelis Taklim, Muslimat NU, Himpaudi Panji serta perwakilan siswa SMK 1 Panji, SMAN 1 Panji dan para tamu undangan. Peserta apel semua menggunakan baju muslim putih, bersarung dan memakai kopiah hitam.

Ketetapan Hari Santri Nasional sejak tahun 2015, tepatnya pada tanggal 15 Oktober 2015. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Berdasarkan hal tersebut setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai hari santri nasional. Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober memiliki makna mendalam bagi santri dan seluruh rakyat Indonesia. Dan tema Hari Santri Nasional Tahun 2025 "Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia".

Dalam sambutan memperingati hari santri pada tahun 2025 ini Camat Panji Andi Jaka Setiawan, S.STP., M.Si., yang juga akrab disapa Pak Jaka menegaskan "bahwa untuk mengingat perjuangan para ulama, kiai, dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan. Kita wajib mengenang dan meneladani perjuangan ulama dan santri dalam membela serta mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hari Santri juga bertujuan untuk meningkatkan nilai-nilai pendidikan karakter dikalangan santri dan masyarakat luas," tegasnya.

Selanjutnya Camat Panji turut mengucapkan "belasungkawa atas korban 67 santri yang meninggal dunia atas ambruknya bangunan di Ponpes Al Khoziny Bunduran, Sidoarjo. Bahwa kita semua berduka dan bangsa ini berduka semoga semua para korban bisa di terima ditempat terbaik disisi Allah S.W.T., Aminn," ungkapnya.

"Kami juga mengajak semuanya semoga di hari santri nasional 2025 ini kita bisa meneladani perjuangan-perjuangan para Ulama, Kiai, dan Santri untuk memajukan bangsa, negara, dan agama," pungkas Camat Panji Andi Jaka Setiawan. (Wan)

oplus_1026

Mohamad Regalfa Minta Maaf Melalui Media Sosial Usai Cemarkan Nama Baik PT Rizky Bahari Samudera 

Banyuwangi || Jejak - Indonesia.id,  Mohamad Regalfa saat menyampaikan permohonan maaf atas dugaan pencemaran nama baik PT Rizky Bahari Samudera, usai mediasi di Polsek Giri Banyuwangi dan mengundang salah satu pimpinan media yang ada di Banyuwangi secara pribadi untuk membuat klarifikasi permohonan maaf melalu media sosial. Sabtu (18/10/2025).

[video width="848" height="480" mp4="https://jejak-indonesia.id/wp-content/uploads/2025/10/VID-20251018-WA0140.mp4"][/video]

Regalfa diduga mencemarkan nama baik PT Rizky Bahari Samudera melalui sebuah unggahan story media sosial (WhatsApp).

Klarifikasi sekaligus permohonan maaf disampaikan di depan pimpinan media online menyampaikan permohonan maaf atas tulisannya di story media sosial yang menimbulkan opini negatif terhadap costamer dan masyarakat.

“Saya Mohamad Regalfa mau klarifikasi terkait dengan pernyataan yang berkaitan dengan PT Rizky Bahari Samudera dan bapak Buyamin Bahar, S.E selaku pimpinan. Saat itu di WA story saya menimbulkan opini negatif untuk PT Rizky Bahari Samudera.

Menurutnya, opini dalam story whatsapp'nya tidak ada niat untuk menjatuhkan PT Rizky Bahari Samudera., namun hal tersebut berkembang dan menjadi opini di dalam kepercayaan costamer dan masyarakat terhadap PT Rizky Bahari Samudera.

“Saya tidak tujukan kepada siapapun juga, tapi mungkin banyak yang melihat story whatsapp saya. Sehingga saya menyampaikan permohonan maaf kepada bapak Buyamin Bahar, S.E dan PT Rizky Bahari Samudera, ini menjadi kesalahan yang terbesar bagi saya dan tidak akan terulang kembali,” ujarnya.

Terimakasih bapak Buyamin Bahar, S.E dan PT Rizky Bahari Samudera yang sudah memenuhi semua hak saya dan saya memohon maaf atas terkait story whatsapp yang saya buat.

Di kesempatan yang sama, Mbah Semar selaku Pimpinan Media Online , mengingatkan seluruh masyarakat, untuk bijak dalam bermedia sosial.

“Kepada seluruh masyarakat tolong lihat permasalahnya seperti apa, kira-kira untung saya apa ketika saya membuat story whatsapp begitu."

“Ada pihak-pihak lain yang tidak senang dengan PT Rizky Bahari Samudera hari ini, dan memakai satu atau dua orang untuk mengganggu jalannya perkembangan suatu perusahaan dengan bahasa yang sifatnya provokatif, merugikan dan juga iri oknum itu sendiri,” ujarnya. (red)

 

 

IMG-20251017-WA0124

Diduga Proyek Jalan Airmadidi Amburadul dan Tidak Sesuai Spesifikasi,Warga Minta KPK Trun Lapangan

Sulut, ||  Jejak - Indonesia.id,  Proyek preservasi jalan Airmadidi, Sulawesi Utara, semakin menjadi sorotan tajam dengan dugaan korupsi yang semakin menguat. Pasalnya, hasil investigasi awak media di lapangan menemukan fakta yang mencengangkan: pengecoran jalan mudah hancur hanya dengan ditekan satu jari.

Temuan ini jelas menunjukkan kualitas pekerjaan dan material yang digunakan jauh dari standar spesifikasi. Salah seorang pekerja yang berhasil diwawancarai oleh awak media mengungkapkan bahwa mereka hanyalah pekerja yang mengikuti perintah terkait jumlah material yang akan dicampur dan kualitas beton yang akan dihasilkan. Pengakuan ini mengindikasikan adanya perintah dari atasan untuk melakukan penghematan material, yang berakibat pada kualitas pekerjaan yang buruk.

Ironisnya, Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sulawesi Utara, Ringgo Radetyo, memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait proyek bermasalah ini. Ia hanya mengarahkan awak media untuk menghubungi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di kantor. Sikap bungkam Satker ini semakin memperkuat dugaan adanya ketidakberesan dalam proyek tersebut. Jumat 17 Oktober 2025.

Masyarakat dan para pengguna jalan merasa kecewa dan geram dengan kualitas pekerjaan yang asal jadi ini. Mereka khawatir jalan yang baru saja diperbaiki akan kembali rusak dalam waktu singkat, sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan dan memboroskan anggaran negara.

Proyek preservasi jalan Airmadidi ini seharusnya menjadi prioritas untuk meningkatkan infrastruktur dan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Namun, jika proyek ini dikerjakan dengan kualitas yang buruk dan diduga sarat korupsi, maka tujuan tersebut akan sulit tercapai.

Masyarakat berharap agar pihak berwenang, seperti Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara dan Inspektorat Provinsi Sulawesi Utara, segera turun tangan untuk melakukan investigasi mendalam terhadap proyek preservasi jalan Airmadidi ini. Jika terbukti ada indikasi korupsi, para pelaku harus segera ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara sangat penting untuk mencegah praktik korupsi dan memastikan pembangunan infrastruktur yang berkualitas. Publik berhak tahu ke mana anggaran negara digunakan dan bagaimana proyek-proyek pembangunan dilaksanakan. Jangan biarkan para koruptor merampok uang rakyat dan merusak masa depan bangsa! Saatnya usut tuntas dan berantas korupsi hingga ke akar-akarnya!

 

Tim.

error: Content is protected !!