Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Berita

SERANG || Jejak-indonesia.id – Silaturahmi Kapolda Banten Irjen Pol Hengki bersama Lampung Perantauan Banten yang bertempat di Aula Gawe Kita Baluwarti Polda Banten pada Sabtu (09/05)

Hadir dalam kegiatan tersebut Perwakilan Perantau Lampung Bpk. H. Ikhsan Gelar Adok Batin Bandarsyah Perkasa Alam, Ketua PWI Banten Rian Nopandra, Kepala Kesbangpol Provinsi Banten Novriyadi Purwansyah, serta Pejabat Utama Polda Banten.

Dalam sambutannya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan silaturahmi tersebut.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ajang melepas rindu dengan kampung halaman, tetapi juga mempererat persaudaraan serta menjaga nilai budaya dan kebersamaan,” ujarnya.

Irjen Pol Hengki menjelaskan bahwa masyarakat Lampung di perantauan memiliki semangat gotong royong dan rasa kekeluargaan yang kuat.

“Nilai ini menjadi modal penting dalam membangun hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat di Banten,” jelasnya.

Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat Lampung perantauan untuk terus menjadi pelopor persatuan dan turut menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Saya berharap masyarakat Lampung di perantauan dapat terus menjadi penyejuk di tengah masyarakat dan bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut juga, Irjen Pol Hengki mengatakan bahwa tantangan sosial yang saat ini semakin kompleks, mulai dari penyebaran informasi bohong hingga pengaruh negatif terhadap generasi muda.

“Saya berharap para tokoh adat, tokoh agama, dan orang tua untuk terus menjadi teladan dalam menjaga nilai moral dan budaya,” katanya.

Diakhir Polda Banten mengimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan tindak kejahatan atau membutuhkan bantuan kepolisian melalui layanan Call Center 110. (Bidhumas).

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan terhadap warga binaan, khususnya di bidang kesehatan. Sebagai bentuk pemenuhan hak kesehatan bagi warga binaan, Lapas Banyuwangi bekerja sama dengan Puskesmas Mojopanggung menggelar kegiatan skrining Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile pada Sabtu (09/05).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Kelas IIA Banyuwangi tersebut diikuti oleh sejumlah warga binaan dengan tetap menerapkan prosedur pelayanan kesehatan yang tertib dan terorganisir. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Mojopanggung bersama petugas kesehatan Lapas Banyuwangi.

Program VCT Mobile ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap risiko penularan penyakit menular, khususnya Human Immunodeficiency Virus (HIV). Selain pemeriksaan kesehatan, warga binaan juga mendapatkan layanan konseling dan edukasi terkait pentingnya menjaga kesehatan, pola hidup bersih dan sehat, serta pencegahan penyakit menular.

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak dasar warga binaan yang harus dipenuhi secara optimal. Menurutnya, kegiatan skrining kesehatan secara berkala menjadi langkah penting dalam memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau dengan baik.

“Lapas Banyuwangi berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh warga binaan. Melalui kegiatan VCT Mobile ini, kami ingin memastikan deteksi dini terhadap berbagai risiko penyakit sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kesehatan warga binaan menjadi salah satu perhatian utama dalam proses pembinaan di dalam Lapas. Kondisi kesehatan yang baik dinilai sangat mendukung keberhasilan program pembinaan kepribadian maupun kemandirian yang selama ini dijalankan.

Sementara itu, tim kesehatan dari Puskesmas Mojopanggung menjelaskan bahwa layanan VCT Mobile tidak hanya berfokus pada pemeriksaan medis, tetapi juga memberikan pendampingan psikologis dan edukasi kepada peserta. Pendekatan tersebut dilakukan agar warga binaan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, termasuk warga binaan, terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara dini. Dengan adanya konseling dan edukasi, diharapkan mereka lebih memahami langkah pencegahan serta pentingnya menjaga perilaku hidup sehat,” jelas salah satu petugas kesehatan.

Pelaksanaan skrining berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari warga binaan. Mereka tampak antusias mengikuti setiap tahapan pemeriksaan dan konseling yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan pemahaman terkait stigma negatif terhadap penderita HIV/AIDS agar warga binaan memiliki wawasan yang benar mengenai penyakit tersebut.

Kerja sama antara Lapas Banyuwangi dan Puskesmas Mojopanggung ini menjadi bentuk sinergi antarinstansi dalam mendukung peningkatan pelayanan publik, khususnya di lingkungan pemasyarakatan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program kesehatan lainnya yang bermanfaat bagi warga binaan.

Dengan adanya kegiatan VCT Mobile ini, Lapas Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan humanis. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah nyata dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan dan kesejahteraan warga binaan secara menyeluruh.

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Dalam upaya mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat, Bhabinkamtibmas Kelurahan Jelambar Polsek Grogol Petamburan Polres Metro Jakarta Barat Aipda Fitrah Amirullah bersama unsur 3 Pilar menghadiri dan memonitor kegiatan Sosialisasi Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Jelambar, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan dan pengurangan volume sampah.

Acara dihadiri oleh jajaran pemerintah kelurahan, unsur lingkungan hidup, LMK, para Ketua RW dan RT, Babinsa, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam suasana penuh kebersamaan, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah tangga guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Jelambar Aipda Fitrah Amirullah mengatakan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah sekaligus mempererat sinergi dengan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menciptakan wilayah yang aman serta kondusif.

“Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dimulai dari hal sederhana, yakni memilah dan mengolah sampah dari sumbernya,” ujarnya.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

GORONTALO || Jejak-indonesia.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan Nasional dengan menyiapkan 1.582 unit kapal bantuan bagi nelayan di seluruh Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari langkah besar pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi maritim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa pembangunan sektor perikanan merupakan salah satu prioritas strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan memastikan kekayaan laut Indonesia dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

“Saya sering mendapat berbagai kritik, tetapi untuk kepentingan rakyat saya tidak pernah ragu. Mulai tahun ini pemerintah akan membangun 1.582 kapal ikan,” ujar Presiden di hadapan masyarakat nelayan dan tamu undangan.

Presiden menjelaskan, bantuan kapal tersebut nantinya akan disalurkan melalui koperasi nelayan. Pemerintah mendorong para nelayan untuk membentuk kelompok koperasi agar akses terhadap bantuan dan program pemberdayaan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Jenis kapal yang disiapkan pun bervariasi, mulai dari kapal berukuran kecil hingga kapal besar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi wilayah perairan masing-masing daerah.

Dengan penuh semangat, Presiden menegaskan keinginannya agar hasil laut Indonesia dapat dikelola oleh nelayan dalam negeri, bukan didominasi pihak asing. Menurutnya, laut Indonesia harus menjadi sumber kesejahteraan bagi rakyat Indonesia sendiri.

Komitmen pemerintah terhadap kemajuan sektor kelautan juga tercermin melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah. Pada tahun 2025, pemerintah menargetkan pembangunan 100 kawasan KNMP, dan sebanyak 65 lokasi telah rampung dibangun.

Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, menjadi salah satu kawasan yang telah selesai dibangun sekaligus menjadi lokasi pertama yang dikunjungi Presiden Prabowo dalam agenda peninjauan program tersebut.

Kunjungan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mempercepat transformasi sektor Kelautan Nasional menuju Indonesia sebagai Negara Maritim yang kuat, mandiri, dan mampu menghadirkan kesejahteraan nyata bagi para nelayan di seluruh penjuru Nusantara.

GORONTALO || Jejak-indonesia.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih yang berlokasi di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, dalam sebuah agenda kunjungan kerja yang sarat makna bagi penguatan sektor kelautan dan kesejahteraan masyarakat pesisir, Sabtu (9/5/2026).

Dalam peresmian tersebut, Presiden didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Luar Negeri Republik Indonesia.

Kehadiran jajaran Pemerintah Pusat di kawasan pesisir Gorontalo menjadi simbol kuat komitmen negara dalam mendorong pembangunan maritim yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi masyarakat nelayan.

Setibanya di lokasi Kampung Nelayan Merah Putih, Presiden disambut antusias oleh masyarakat, nelayan, serta unsur Forkopimda Provinsi Gorontalo.

Nuansa hangat dan penuh harapan terasa menyelimuti kawasan tersebut, seiring hadirnya perhatian langsung dari pemerintah pusat terhadap kehidupan masyarakat pesisir.

Dalam kesempatan itu, Presiden meninjau sejumlah fasilitas yang telah dibangun guna mendukung aktivitas nelayan dan peningkatan produktivitas masyarakat setempat.

Presiden juga menyempatkan diri berdialog dengan para nelayan untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi, tantangan, serta harapan mereka terhadap masa depan sektor perikanan di Gorontalo.

Peresmian Kampung Nelayan Merah Putih ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menghadirkan kawasan pesisir yang lebih maju, tertata, dan produktif.

Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat nelayan, kawasan tersebut juga diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor kelautan dan perikanan.

Kehadiran Presiden di Gorontalo sekaligus menjadi pesan bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat pesisir yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kekuatan maritim bangsa.

error: Content is protected !!