Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Berita

TANGERANG || Jejak-indonesia.id – Jajaran Polsek Panongan Polresta Tangerang kembali melakukan monitoring perkembangan tanaman jagung dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional sesuai Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan pengecekan dilaksanakan di Kampung Ranca Serdang RT 15/04, Desa Ranca Iyuh, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, dengan melibatkan Bhabinkamtibmas Desa Ranca Iyuh Aipda Rio Sumboyo bersama kelompok tani setempat.

Kapolsek Panongan IPTU Irruandy Aritonang, S.H. mengatakan kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman jagung berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan kepada para petani dalam menjaga produktivitas pertanian.

“Polri terus mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan dan monitoring bersama kelompok tani agar proses pertanian berjalan baik dan hasil panen nantinya maksimal,” ujar Kapolsek.

Dari hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung yang berada di lokasi tersebut telah berumur kurang lebih 40 hari dengan tinggi tanaman mencapai sekitar satu meter.

Saat ini, para petani masih melakukan tahap perawatan berupa pemupukan, penyemprotan, serta pembersihan rumput liar pada area bedengan tanaman jagung guna menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal.

Selain melakukan monitoring, personel Polsek Panongan juga memberikan motivasi kepada kelompok tani agar terus semangat dalam mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan daerah.

Kegiatan berlangsung aman dan lancar serta menjadi bentuk sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung program pemerintah di bidang pertanian dan ketahanan pangan.

KEPULAUAN SITARO || Jejak-indonesia.id – Komitmen mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat jajaran kepolisian di Sulawesi Utara. Hal itu ditandai dengan launching operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Kepulauan Sitaro sekaligus penyaluran perdana MBG bagi sekolah-sekolah penerima manfaat, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan di SPPG Polres Kepulauan Sitaro yang berada di Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, dihariri langsung Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie, Ketua Bhayangkari Daerah Sulut Ny. Joan Roycke Langie, Kapolres Kepulauan Sitaro AKBP Iwan Permadi, unsur Forkopimda Kepulauan Sitaro, pejabat utama Polda Sulut, Bhayangkari, dan tokoh agama

Dalam laporannya, Kapolres Kepulauan Sitaro AKBP Iwan Permadi menyampaikan bahwa keberadaan SPPG merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah.

Ia menjelaskan, pembangunan dan renovasi dapur SPPG berlangsung selama 207 hari hingga seluruh fasilitas dan perlengkapan dinyatakan siap digunakan secara optimal.

“SPPG ini akan melayani 28 sekolah di wilayah Kecamatan Siau Timur dengan total penerima manfaat sebanyak 2.077 siswa,” ungkap Kapolres.

Puluhan sekolah penerima manfaat tersebut tersebar di sejumlah kelurahan dan kampung, mulai dari Bahu, Akesembeka, Tarorane, Kenang, Ingge, Tumbira, Lia, Deahe, Apelawo hingga Bukide, mencakup jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA.

Kapolres berharap kehadiran fasilitas tersebut mampu membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak serta mendukung terciptanya generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing di wilayah kepulauan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro melalui Asisten I Novia Tamaka memberikan apresiasi atas langkah Polres Sitaro menghadirkan fasilitas pelayanan yang tidak hanya mendukung institusi kepolisian, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, sinergitas antara pemerintah daerah, TNI dan Polri menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus mendukung pembangunan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.

“Momentum launching ini diharapkan menjadi semangat baru bagi jajaran Polres Kepulauan Sitaro untuk terus meningkatkan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie memberikan apresiasi terhadap kesiapan Polres Sitaro dalam mengelola SPPG sesuai standar yang ditetapkan.

“Luar biasa Polres Sitaro yang mampu mengelola SPPG ini. Standarisasinya sudah baik, namun pengelolaan limbah dan penerapan SOP harus terus diperhatikan,” tegas Kapolda.

Ia juga menekankan pentingnya kualitas makanan yang disalurkan kepada para pelajar, termasuk pemenuhan standar dua lauk sebagaimana arahan Presiden RI dalam program MBG.

Kapolda menilai jumlah 28 sekolah penerima manfaat masih memungkinkan pelayanan dilakukan secara maksimal dan terkontrol dengan baik.

“Kehadiran Polri dalam program MBG ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan, termasuk mendukung upaya pencegahan stunting dan menciptakan generasi sehat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengungkapkan bahwa setelah SPPG Sitaro, akan ada lima SPPG lain di wilayah Polda Sulut yang segera di-launching, sementara sepuluh lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelepasan kendaraan penyaluran perdana MBG oleh Kapolda Sulut, penyerahan bantuan sosial, serta peninjauan ke lokasi pembangunan Polres Kepulauan Sitaro di Kampung Balirangeng, Kecamatan Siau Timur Selatan.

BREBES || Jejak-indonesia.id – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masa depan generasi muda, Polres Brebes sukses menyelenggarakan ajang kreatif, edukatif, dan inspiratif bertajuk Polres Brebes Youth Festival 2026. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Mapolres Brebes pada Selasa (12/5/2026) ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam mencetak generasi emas yang cerdas digital dan berintegritas.

Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, menyampaikan bahwa festival ini merupakan ruang bagi para pelajar dan komunitas untuk lebih mengenal dunia kepolisian sekaligus menyalurkan bakat mereka.

“Alhamdulillah, hari ini kita menyelenggarakan Polres Brebes Youth Festival 2026. Ada beberapa kegiatan seperti mural untuk para pelajar, pameran UMKM Bhayangkari, hingga edukasi dari OJK terkait transaksi ilegal,” ujar AKBP Lilik di sela-sela peninjauan acara.

Sentuhan Seni dan Teknologi Masa Kini
Kemeriahan acara sudah terasa sejak pagi hari. Rangkaian kegiatan dibuka dengan Parade Mural, di mana para seniman muda menuangkan pesan-pesan positif melalui goresan warna yang sarat makna. AKBP Lilik menegaskan bahwa pendekatan melalui jalur seni ini merupakan cara efektif untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Tak hanya soal seni visual, Polres Brebes juga membekali peserta dengan kecakapan teknologi melalui Coaching Clinic Artificial Intelligence (AI). Sesi ini dirancang khusus agar pemuda Brebes siap menghadapi tantangan era digital dengan pemanfaatan teknologi secara bijak dan produktif.

Mendorong Jiwa Entrepreneurship dan Ketahanan Ekonomi
Aspek kemandirian ekonomi turut menjadi sorotan. Melalui pengenalan Barista Coffee, para peserta diajak menyelami dunia usaha kopi yang tengah tren. Sementara itu, Bhayangkari Cabang Brebes menghadirkan Pameran UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan lokal.

“Ibu-ibu Bhayangkari menjual produk asli Brebes. Ini adalah wujud ketahanan ekonomi kita dalam mendukung produk-produk lokal agar bisa dikenal luas hingga ke luar daerah,” tambah Kapolres.

Edukasi Kepolisian dan Deklarasi Anti-Penyakit Sosial
Dukungan terhadap pengembangan bakat juga menyasar usia dini melalui Peresmian Drumband TK Kemala Bhayangkari. Untuk mendekatkan sosok polisi dengan masyarakat, peserta juga diperkenalkan langsung dengan peralatan milik Sabhara serta Satlantas.

Puncak acara ditandai dengan Deklarasi Kamtibmas Pelajar Kabupaten Brebes dan peluncuran program Pemuda SIGAP (Sinergi Integritas Generasi Muda Anti Pinjol dan Judol). AKBP Lilik menekankan pentingnya membentengi pemuda dari pengaruh negatif teknologi dan lingkungan.

“Kita ingin memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk berkreasi sambil menyampaikan pesan agar jangan sampai terpengaruh narkoba, perundungan (bullying), serta kegiatan tidak produktif lainnya. Melalui deklarasi ini, kita mengajak mereka berkomitmen bersama menjaga Kamtibmas di wilayah Brebes,” tegasnya.

Melalui Polres Brebes Youth Festival 2026, diharapkan lahir bibit-bibit unggul yang kreatif, inovatif, dan berprestasi. Kapolres berharap kegiatan ini mampu menciptakan interaksi yang positif antara kepolisian dan masyarakat, khususnya generasi muda.

Polres Brebes berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra masyarakat, bersinergi membangun generasi muda yang lebih tangguh dan berkarakter demi menyongsong Indonesia Maju. (Hms)

JAKARTA || Jejak-indonesia.id — Pusat Sejarah (Pusjarah) Polri menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun Anggaran 2026 di Hotel Oakwood Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, pada 11 hingga 12 Mei 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Reaktualisasi Tribrata dan Catur Prasetya untuk Penguatan Polri Presisi dalam Mendukung Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026”.

Rakernis dihadiri langsung Kepala Pusat Sejarah Polri Brigjen Pol Abas Basuni, pejabat utama Pusjarah Polri, serta peserta dari perwakilan lintas satuan kerja tingkat Mabes Polri dan kewilayahan yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.

Dalam sambutannya, Kapusjarah Polri Brigjen Pol Abas Basuni S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Pusjarah Polri memiliki peran strategis dalam menjaga, melestarikan, dan menginternalisasikan nilai-nilai kesejarahan di lingkungan kepolisian.

Menurutnya, Pusjarah Polri tidak hanya bertugas melakukan penelitian, dokumentasi, pencatatan, dan pengkajian sejarah Polri, tetapi juga menjaga sistem nilai yang menjadi identitas institusi kepolisian.

“Profesionalisme tugas Polri tidak dapat diwujudkan secara serta-merta, melainkan melalui upaya nyata yang terimplementasi melalui program dan kebijakan. Nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya menjadi pedoman hidup dan pedoman kerja anggota Polri,” ujar Brigjen Pol Abas Basuni S.I.K., M.H., Senin (11/05).

Ia juga menekankan bahwa semangat Polri Presisi harus dipahami dalam konteks kesejarahan, mulai dari pendekatan prediktif, responsibilitas, hingga transparansi berkeadilan.

Menurutnya, sejarah bukan hanya tentang masa lalu, tetapi menjadi tanggung jawab masa kini untuk menjaga identitas bangsa dan memperkuat integritas anggota Polri di tengah perkembangan zaman.

“Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Sejarah menjadi sarana pengikat dan pengingat insan Bhayangkara dalam menjaga identitas bangsa serta memberikan pelayanan yang berintegritas kepada masyarakat,” lanjutnya.

Dalam Rakernis tersebut, peserta mendapatkan penguatan materi dari sejumlah narasumber sebagai berikut.

Irwasum Polri yang diwakili Brigjen Pol Eddy Hermanto memberikan materi mengenai penguatan integritas dan profesionalisme menuju Polri Presisi.

As SDM Kapolri yang diwakili Brigjen Pol Budhi Herdi Susianto membahas penguatan integritas dan profesionalisme sumber daya manusia dalam mendukung Polri Presisi.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyampaikan materi terkait strategi menghadapi perkembangan teknologi informasi dan pentingnya komunikasi publik di era digital.

Kadiv Humas menekankan implementasi Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2023 tentang fungsi kehumasan. Menurutnya, setiap personel Polri, termasuk Pusjarah Polri, memiliki peran dalam menyampaikan informasi secara profesional, terbuka, dan mudah dipahami agar masyarakat mendapatkan gambaran utuh terkait kinerja kepolisian.

“Reputasi Polri terbentuk dari akumulasi kinerja, sikap, dan interaksi personel dengan masyarakat yang dilakukan secara konsisten,” ujar Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Rakernis juga menghadirkan Komisioner Kompolnas RI Irjen Pol (Purn) Ida Oetari Poernamasari yang membahas perspektif Kompolnas terhadap kinerja, integritas, dan profesionalisme anggota Polri.

Dalam paparannya, Kompolnas mengapresiasi langkah Pusjarah Polri dalam memperkuat internalisasi nilai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat kepada seluruh personel Polri.

Melalui Rakernis ini, Pusjarah Polri berharap nilai-nilai dasar kepolisian dapat terus terpelihara dan terinternalisasi dalam pelaksanaan tugas anggota Polri, sekaligus memperkuat pengabdian kepada masyarakat di tengah dinamika perkembangan global dan tantangan era modernisasi.

KARANGASEM || Jejak-indonesia.id – Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika, S.H., S.I.K., M.I.K., hadir sebagai narasumber spesial dalam program Podcast KOPLAR yang dipandu oleh host kondang I Ketut Parwata pada Senin (11/5) malam.

Dalam obrolan hangat yang mengalir hingga larut malam tersebut, Kapolres secara eksklusif membedah kasus besar pengungkapan sindikat oplosan gas LPG subsidi antar-provinsi yang baru-baru ini menghebohkan publik. Mengusung judul “Membongkar Mafia Gas Oplosan di Karangasem: Kapolres Buka-bukaan Soal Jaringan dan Pengawasan”, podcast ini menjadi sarana transparansi kepolisian kepada masyarakat.

Di hadapan Ketut Parwata, AKBP I Made Santika menjawab pertanyaan tajam mengenai bagaimana praktik ilegal tersebut bisa berjalan selama 54 hari tanpa terdeteksi. Kapolres menjelaskan secara rinci mengenai modus operandi pelaku, kapasitas produksi harian, hingga jaringan distribusi yang merambah hingga ke wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kami masuk ke detail bagaimana dan potensi keterlibatan pihak lain terus kami telusuri. Ini bukan sekadar penangkapan, tapi evaluasi total terhadap sistem pengawasan distribusi LPG subsidi di lapangan,” ujar Kapolres dalam sesi wawancara tersebut.

Selain membahas aspek hukum dan teknis penyidikan, Kapolres juga memanfaatkan momentum ini untuk memberikan edukasi langsung kepada warga Karangasem. Beliau memaparkan ciri-ciri fisik tabung gas oplosan yang patut dicurigai, seperti kondisi segel dan ketidakwajaran harga.

“Masyarakat adalah mata dan telinga kami. Jika melihat aktivitas mencurigakan, jangan ragu melapor melalui Call Center 110. Kami menjamin kerahasiaan identitas pelapor,” tegasnya.

Podcast yang berlangsung santai namun penuh makna ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta memastikan subsidi pemerintah tepat sasaran. Acara ditutup dengan komitmen Polres Karangasem untuk terus memperketat koordinasi dengan pihak Pertamina guna menutup celah bagi para mafia gas di masa depan.

#PolresKarangasem #PodcastKoplar #PolriPresisi #MafiaGasOplosan #KarangasemUpdate

error: Content is protected !!