Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 15

Berita

20200807_191753_susunan_upacara_17_agustus_2020_di_istana_merdeka_dan_pedomannya

Antusiasme Luar Biasa: Hari Pertama Pendaftaran Undangan HUT ke-81 RI Capai 128 Ribu Lebih Pendaftar

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta. Tingginya minat kehadiran warga terlihat jelas pada hari pertama pembukaan pendaftaran undangan, yang mencatat jumlah pendaftar mencapai 128.331 orang.

https://jejak-indonesia.id/2026/07/potret-kompak-pimpinan-negara-di-praspa-2026-presiden-prabowo-minta-tni-polri-jaga-sinergitas/

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Semangat kebangsaan masyarakat Indonesia terpancar begitu kuat menyambut momen bersejarah peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta. Tingginya minat kehadiran warga terlihat jelas pada hari pertama pembukaan pendaftaran undangan, yang mencatat jumlah pendaftar mencapai 128.331 orang.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan angka tersebut saat memberikan keterangan resmi pada Jumat, 7 Agustus 2026. Ia menjelaskan, antusiasme ini melintasi batas wilayah, di mana pendaftar berasal dari seluruh 36 provinsi di tanah air, bahkan turut melibatkan warga dari 14 negara sahabat.

"Alhamdulillah, sambutan masyarakat sungguh luar biasa. Pada hari pertama kemarin tercatat 128.331 orang mengikuti proses pendaftaran, yang tersebar di 36 provinsi Indonesia, serta hadir pula peserta dari mancanegara," ujar Prasetyo.

Negara-negara asal peserta luar negeri meliputi Amerika Serikat, Australia, Rusia, Jerman, Britania Raya, Turki, Prancis, Arab Saudi, Belanda, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, hingga Malaysia.

Bagi Menteri Prasetyo, tingginya animo ini adalah bukti nyata rasa cinta tanah air dan keinginan masyarakat untuk turut menyaksikan langsung upacara peringatan kemerdekaan yang akan digelar pada 17 Agustus 2026.

"Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi seluruh elemen masyarakat, yang menunjukkan semangat kebangsaan yang tak pernah luntur," tambahnya.

Di kesempatan itu, Prasetyo juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang belum berkesempatan mendapatkan undangan pada gelombang pertama. Pemerintah telah menyiapkan peluang kembali dengan membuka kuota pendaftaran tambahan mulai Kamis pukul 10.00 WIB.

Masyarakat diimbau untuk senantiasa mengacu pada informasi resmi serta mematuhi seluruh tata cara yang berlaku melalui laman resmi pandang. https://pandang.istanapresiden.go.id guna memastikan proses pendaftaran berjalan lancar, aman, dan tertib.

IMG-20260806-WA0043

Kapolda Kalteng Dukung Pemuda Ansor Jadi Garda Terdepan Pencegahan Karhutla

Kapolda menjelaskan, luasnya wilayah Kalteng dan kondisi gambut yang rawan terbakar saat kemarau membutuhkan keterlibatan semua elemen masyarakat

https://jejak-indonesia.id/2026/08/polres-pasuruan-tegaskan-penanganan-kasus-laka-lantas-2017-telah-tuntas-dan-berkekuatan-hukum-tetap/

 

 

PALANGKARAYA || Jejak-indonesia.id - Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan menyatakan dukungan penuh kepada Gerakan Pemuda Ansor menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalteng.

Pernyataan itu disampaikan Kapolda, usai menghadiri apel siaga Karhutla yang diselenggarakan pimpinan wilayah GP Ansor Kalteng di halaman Kantor Gubernur, Jl. Imam Bonjol, Kota Palangka Raya, Kamis (6/8/2026).

"Kami sangat mengapresiasi peran Pemuda Ansor yang siap turun langsung ke lapangan. Rekan-rekan Ansor bisa menjadi garda terdepan bersama Polri, TNI, dan BPBD dalam memadamkan serta mencegah Karhutla," tegas Irjen Iwan.

Kapolda menjelaskan, luasnya wilayah Kalteng dan kondisi gambut yang rawan terbakar saat kemarau membutuhkan keterlibatan semua elemen masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara Polri dengan organisasi kemasyarakatan seperti Ansor sangat efektif untuk menjangkau hingga ke desa-desa.

"Saya berharap sinergi, gotong royong, dan kolaborasi ini bisa menjadi kunci utama pencegahan Karhutla tahun 2026 agar lebih masif," demikian Irjen Iwan. (adji)

 

IMG-20260806-WA0028

Universitas Palangka Raya Perkuat SDM Polri Lewat Pusat Studi Kepolisian

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menegaskan bahwa penguatan jejaring Pusat Studi Kepolisian merupakan strategi Polri dalam membangun organisasi pembelajar (learning organization) yang mampu menjawab tantangan keamanan masa depan.

 

https://jejak-indonesia.id/2026/08/menhan-ri-tiba-di-pekanbaru-kodam-xix-tuanku-tambusai-kawal-kunjungan-ke-dua-yonif-teritorial-pembangunan/

 

PALANGKARAYA || Jejak-indonesia.id – Polri terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui Pusat Studi Kepolisian Universitas Palangka Raya yang telah dibentuk pada 10 Maret 2026. Memasuki fase operasionalisasi, pusat studi tersebut diarahkan menjadi ruang kolaborasi antara Polri dan perguruan tinggi untuk menghasilkan riset, inovasi, serta rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan langsung dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Penguatan tersebut dibahas dalam pertemuan strategis Tim Asistensi Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri yang terdiri atas Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si., Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., dan Irjen Pol. Dr. Barito Mulyo Ratmono, M.Si., bersama Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Drs. Yosi Muhammartha, serta jajaran Universitas Palangka Raya yang dihadiri Prof. Bayu Rama selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr. Ir. Herry, M.P. selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dr. Fransisco, S.H., LL.M. selaku Ketua Pusat Studi Kepolisian Universitas Palangka Raya, dan Andika Wijaya, S.H., M.H. selaku Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Hukum.

Forum tersebut menandai tahapan baru pengembangan Pusat Studi Kepolisian Universitas Palangka Raya. Fokus pembahasan bergeser dari pembentukan kelembagaan menuju implementasi program melalui penyusunan roadmap riset, pengembangan Police Science, penguatan pendidikan kepolisian, publikasi ilmiah, serta penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis evidence-based policing.

Agenda riset juga diarahkan pada isu-isu strategis seperti transformasi digital kepolisian, keamanan siber, Green Policing, ketahanan pangan, manajemen bencana, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menegaskan bahwa penguatan jejaring Pusat Studi Kepolisian merupakan strategi Polri dalam membangun organisasi pembelajar (learning organization) yang mampu menjawab tantangan keamanan masa depan.

“Polri membutuhkan kehadiran kampus, begitu juga kampus membutuhkan ruang implementasi bagi hasil risetnya. Pusat Studi Kepolisian menjadi titik temu keduanya. Di sinilah ilmu pengetahuan bertemu pengalaman lapangan untuk melahirkan solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Wakapolri.

Menurut Wakapolri, tantangan kepolisian berkembang jauh lebih cepat dibanding sebelumnya. Perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial, kejahatan siber, perubahan iklim, hingga dinamika sosial menuntut Polri memiliki sumber daya manusia yang tidak hanya kuat di lapangan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, melakukan analisis, dan mengembangkan inovasi.

“Pusat Studi Kepolisian adalah ruang untuk membangun polisi yang cerdas. Hasil penelitian tidak boleh berhenti menjadi karya akademik, tetapi harus menjadi dasar penyusunan kebijakan, pengembangan model pemolisian, dan inovasi pelayanan kepada masyarakat. Reformasi Polri harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan,” tegas Wakapolri.

Penguatan Pusat Studi Kepolisian Universitas Palangka Raya merupakan bagian dari pengembangan jejaring nasional yang terus diperluas Polri. Hingga Agustus 2026, Polri telah menjalin 79 Nota Kesepahaman (MoU) dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 38 kerja sama telah ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan menghasilkan 54 Pusat Studi Kepolisian, termasuk Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri.

Jejaring tersebut dibangun sebagai ekosistem nasional Police Science yang menghubungkan akademisi, peneliti, mahasiswa, pemerintah daerah, dan praktisi kepolisian. Setiap Pusat Studi Kepolisian didorong mengembangkan keunggulan sesuai karakteristik daerah, kemudian saling berbagi hasil riset, inovasi, dan praktik terbaik agar dapat diterapkan secara lebih luas dalam mendukung tugas kepolisian.

Bagi Polri, penguatan jejaring Pusat Studi Kepolisian bukan sekadar memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi, tetapi membangun ekosistem yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan praktik kepolisian. Melalui jejaring ini, Polri ingin memastikan setiap hasil riset dapat diterjemahkan menjadi inovasi, model pemolisian, dan rekomendasi kebijakan yang menjawab tantangan nyata di lapangan.

Pusat Studi Kepolisian juga menjadi instrumen pengembangan Police Science yang mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, dan personel Polri dalam satu ruang kolaborasi. Dari ruang inilah diharapkan lahir gagasan baru untuk memperkuat transformasi digital kepolisian, keamanan siber, Green Policing, ketahanan pangan, pelayanan publik, hingga pengembangan sumber daya manusia Polri.

Melalui penguatan jejaring yang kini telah mencakup 79 Nota Kesepahaman (MoU), 38 Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan 54 Pusat Studi Kepolisian, Polri menegaskan bahwa reformasi kelembagaan tidak hanya dibangun melalui regulasi dan teknologi, tetapi juga melalui budaya riset, inovasi, dan pembelajaran berkelanjutan. Tujuannya adalah menghadirkan personel Polri yang tidak hanya profesional dalam bertugas, tetapi juga mampu berpikir kritis, menghasilkan solusi, dan mengambil keputusan berbasis ilmu pengetahuan untuk memberikan pelayanan yang semakin efektif kepada masyarakat

IMG-20260806-WA0024

Patroli Humanis Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz di Puncak Jaya Pererat Kedekatan dengan Masyarakat

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz guna menjaga stabilitas keamanan di Papua.

https://jejak-indonesia.id/2026/08/kabag-ops-polresta-serang-kota-pimpin-apel-pengecekan-kendaraan-pastikan-kesiapan-patroli-dan-himbauan-masyarakat/

PUNCAK JAYA || Jejak-indonesia.id – Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 terus mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Papua. Melalui patroli jalan kaki yang dipadukan dengan kegiatan sosial, personel Satgas Kepolisian yang tergabung dalam Ops Damai Cartenz-2026 Sektor Puncak Jaya menyambangi masyarakat di Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (4/8/2026).

Selain memastikan kondisi kamtibmas tetap aman dan kondusif, personel Satgas juga melaksanakan berbagai kegiatan humanis seperti berbincang santai bersama warga, menyapa masyarakat yang sedang beraktivitas, membagikan gula-gula kepada anak-anak, hingga ikut membantu memanen hasil kebun milik warga. Suasana penuh keakraban terlihat selama kegiatan berlangsung, mencerminkan hubungan yang harmonis antara aparat keamanan dan masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Distrik Muara. Salah seorang warga setempat, Mama Samuel mengaku senang dengan kehadiran personel Satgas yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berbaur dengan masyarakat.

“Kami senang karena bapak-bapak polisi datang menyapa kami, bermain dengan anak-anak, memberi gula-gula, bahkan ikut membantu memanen hasil kebun. Kehadiran mereka membuat kami merasa dekat dan tidak sungkan untuk berkomunikasi. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan karena masyarakat merasa diperhatikan," ujar Mama Samuel.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz guna menjaga stabilitas keamanan di Papua.

“Kami meyakini bahwa keamanan yang berkelanjutan dapat terwujud apabila dibangun melalui kedekatan dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap personel kami dorong untuk hadir sebagai pelindung, pengayom, sekaligus sahabat masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung," ujar Kaops.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan bahwa patroli dialogis dan kegiatan sosial akan terus dilaksanakan secara rutin di berbagai wilayah operasi sebagai bagian dari strategi preventif dalam menjaga keamanan.

“Patroli humanis merupakan sarana untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus mendengar secara langsung aspirasi warga. Sinergi yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi modal utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Papua," kata Wakaops.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di Distrik Muara terpantau aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat berlangsung normal, sementara patroli yang dipadukan dengan kegiatan humanis mendapat respons positif dari warga. Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat di wilayah Papua.

IMG-20260806-WA0013

Demi Kelancaran Penegakan Hukum, Tiga Penyidik Polsek Beji Ditarik dan Dinonjobkan Sementara

Polres Pasuruan menegaskan bahwa hasil pemeriksaan yang sedang berlangsung akan menjadi dasar utama penentuan langkah selanjutnya

https://jejak-indonesia.id/2026/08/perselisihan-keluarga-berujung-pembacokan-di-pasar-ikan-kota-pasuruan-satu-orang-luka-parah/

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Polres Pasuruan mengambil langkah terukur dengan memindahkan serta menonaktifkan sementara tiga penyidik dari Polsek Beji. Kebijakan ini ditempuh guna menjamin proses pemeriksaan internal berjalan lancar, efektif, serta bebas dari segala bentuk hambatan, terkait kasus dugaan penganiayaan yang berujung pada meninggalnya seorang warga pasca penangkapan di wilayah Kecamatan Beji.

Langkah administratif ini ditegaskan bukanlah bentuk putusan sanksi, melainkan upaya murni guna memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi Tim Internal dan Divisi Propam untuk mengusut perkara secara mendalam, objektif, dan profesional.

“Sebagai wujud nyata komitmen transparansi kepada masyarakat, anggota Reskrim Polsek Beji yang terlibat dalam penanganan perkara telah ditarik ke lingkungan Polres Pasuruan dan dinonjobkan selama proses pemeriksaan berlangsung. Langkah ini diambil agar penelusuran fakta dapat berjalan dengan murni, profesional, serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Pelaksana Harian Kasi Humas Polres Pasuruan, IPTU Joko Suseno.

Ia menambahkan, arahan langsung Kapolres Pasuruan telah dilaksanakan sepenuhnya, di mana tim khusus terus bekerja menelusuri setiap rangkaian kejadian. “Seluruh personel yang berkaitan dengan penanganan perkara telah dimintai keterangan secara rinci, demi mengungkap fakta yang utuh dan sesungguhnya,” tegasnya.

Polres Pasuruan menegaskan bahwa hasil pemeriksaan yang sedang berlangsung akan menjadi dasar utama penentuan langkah selanjutnya. Apabila di kemudian hari terbukti adanya pelanggaran disiplin, pelanggaran kode etik profesi, hingga dugaan tindak pidana, penindakan akan dilakukan tegas dan sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.

Pihak kepolisian pun memohon dukungan dan pengertian dari seluruh elemen masyarakat untuk memberikan ruang yang kondusif bagi tim pemeriksa. Hal ini agar setiap keputusan yang diambil kelak benar-benar lahir dari penelusuran fakta yang cermat dan sejalan dengan ketentuan hukum yang berlaku.

error: Content is protected !!